SISTEM DAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN DI AMERIKA
Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
“Perbandingan Pendidikan”
Dosen Pengampu:
Zainur Rofik, M. Pd.I.
Disusun Oleh: Kelompok 7/ PAI F
1. Nova Lutfifatul Azizah (201190199)
2. Novia Cindy Safitri (201190200)
3. Nur Alif Masitoh (201190207)
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONOROGO
TAHUN 2022
ii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah Swt yang telah memberikan rahmat-Nya
sehingga kami dapat Menyusun makalah dengan judul “Sistem dan Kebijakan
Pendidikan di Amerika” ini tepat pada waktunya. Kami mengucapkan banyak
terimakasih kepada Bapak Zainur Rofik, M. Pd.I. selaku dosen pengampu yang
telah memberikan tugas ini kepada kami, sehingga kami mendapatkan pengetahuan
khususnya dalam hal Materi Perbandingan Pendidikan.
Kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan banyak manfaat
kepada penyusun dan kepada pembaca pada umumnya. Selain itu, kami menyadari
bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan perlu membutuhkan perbaikan.
Kami berharap atas masukan, saran, serta kritik dari pembaca.
Ponorogo, 02 April 2022
Penyusun
iii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ........................................................................................ i
KATA PENGANTAR ..................................................................................... ii
DAFTAR ISI .................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ..................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ................................................................................ 1
C. Tujuan .................................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN
A. Sistem dan Kebijakan Pendidikan di Amerika .................................... 4
B. Manajemen Pendidikan di Amerika ..................................................... 5
C. Jenjang Pendidikan di Amerika ........................................................... 6
D. Kurikulum di Amerika ......................................................................... 7
E. Perbedaan dan Persamaan Pendidikan di Amerika dan Indonesia....... 8
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan .......................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 12
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kita semua pasti tahu ada sebuah negara adidaya di benua Amerika.
Benua yang awalnya ditemukan oleh Kritoforus Kolumbus, yang bernama
asli Christoffa Corrombo, pada 12 Oktober 1492, dan yang diberi nama
‘Amerika’, berasal dari nama orang pertama yang membuat peta Amerika,
Amerigo Vespucci (wikipedia, the free encyclopedia/amerigo vespucci).
Negara adidaya yang dimaksudkan di atas adalah Amerika Serikat. Negara
ini sering disebut negara Paman Sam oleh orang-orang dari kalangan
pekerja, tentara dan orang-orang di pemerintahan Amerika Serikat.
Penyebutan Paman Sam (Uncle Sam) ini berasal dari orang nama seorang
Amerika penjual daging, Samuel Wilson yang sering dipanggil Uncle Sam.
Dalam produknya ada inisial US yang sebenarnya berarti United States, tapi
teman-temannya secara berkelakar menyebut US sebagai Uncle Sam dan
nama itu terus terkenal sampai saat ini. Amerika Serikat adalah negara yang
beribukota di Washington, D.C (DC adalah singkatan dari Distric of
Colombia), dengan luas wilayah terbesar ketiga di dunia, yaitu sekitar
9.372.610 km2, dan dengan dengan jumlah penduduk terbanyak ketiga di
dunia, yaitu sekitar 315.585.000, perkiraan tahun 2012.
Pendapatan perkapita penduduknya adalah 49.601 US Dollars,
sekitar 496. 010. 000 Rupiah (wikipedia, the free encyclopedia/united
states). Yang berarti bahwa Amerika Serikat termasuk salah satu dari negara
yang pendapatan perkapita penduduknya terbesar di dunia. Sebagai negara
tempat badan-badan dunia terkenal seperti PBB, IMF, World Bank, dan
badan dunia lainnya, Amerika menjadi pusat atau sentral politik dan
ekonomi bagi dunia internasional. Karena itulah Amerika Serikat menjadi
negara yang maju dalam segala bidang baik politik, ekonomi, pendidikan
teknologi, dan bidang-bidang lainnya. Amerika Serikat sendiri merupakan
negara republik federal yang terdiri dari 50 negara bagian dan sebuah distrik
2
federal. Negara yang kota terbesarnya adalah New York City ini merdeka
pada tanggal 4 Juli 1776, dengan bahasa nasional di USA adalah Inggris.
Negara Republik konstitusional ini dipimpin oleh presiden Barack Obama
dan wakil presiden John Biden. Presiden Amerika Serikat dipilih oleh rakyat
setiap 4 tahun sekali, dengan masa jabatan terbatas sampai dua kali masa
jabatan (wikipedia, free encyclopedia bahasa indonesia.com/Sejarah
Amerika Serikat).
Sistem ekonomi ekonomi Amerika adalah kapitalisme liberal atau
usaha bebas. Pada umumnya pemerintah federal telah dipengaruhi oleh
konsep usaha pasar bebas/free market atau Laissez faire, oleh karena itu
sektor swasta memegang peranan yang sangat penting bagi pertumbuhan
ekonomi Amerika. Negara ini juga mempunyai hutang luar negeri pada
kuartal pertama 2010 adalah sebesar $ 50,2 triliun. Setelah Perang Dunia II,
Amerika muncul sebagai negara adidaya baru dunia, menjadikan negara
yang pertama memiliki senjata nuklir, dan menjadi salah satu anggota tetap
Dewan Keamanan PBB, setelah berakhirnya perang dingin dan runtuhnya
Uni Soviet menjadikan Amerika Serikat sebagai satu-satunya negara
adidaya dunia, sebagai polisi dunia menjadikan Amerika negara dengan
pengeluaran militer tertinggi di dunia, bahkan menjadi yang terdepan dalam
bidang ekonomi, budaya dan politik, serta pemimpin dalam penelitian
ilmiah dan inovasi teknologi.
Di bidang pendidikan, Amerika sebagai negara yang teleah merdeka
lebih dari 237 tahun, telah menata pondasi yang kokoh dalam segala bidang,
termasuk bidang pendidikan memiliki sarana dan prasarana yang modern
dan menjadi pusat inovasi dan teknologi dunia, hal ini terlihat bahwa
universitas terbaik masih berada di negara Paman Sam ini seperti Princeton
University, Harvard University, Stanfort University, Yale University dan
lain-lain (Okezone news, 11 september 2013). Di samping itu menurut
laporan US Department of Education tahun 2013 halaman 113-114,
perolehan score TIMSS (Trend In International Mathematic and Science
Study) untuk siswa grade 8, bidang matematika memperoleh score 509,
3
bidang Science memperoleh score 525 di atas rata-rata score 500, walaupun
belum mencapai nilai perolehan tertinggi, namun telah menunjukan kualitas
yang baik dari pendidikan dasar dan menengah di Amerika serikat. Setelah
melihat berbagai uraian di atas, akan jadi menarik untuk melihat bagaimana
Amerika Serikat menata sistem pendidikannya, sehingga menjadikan
generasi mudanya sebagai generasi yang berakal budi tinggi.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana sistem dan kebijakan pendidikan di Amerika?
2. Bagaimana manajemen pendidikan di Amerika?
3. Bagaimana jenjang pendidikan di Amerika?
4. Bagaimana kurikulum pendidikan di Amerika?
5. Bagaimana perbedaan dan persamaan pendidikan di Amerika dan
Indonesia?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui sistem dan kebijakan pendidikan di Amerika.
2. Untuk mengetahui manajemen pendidikan di Amerika.
3. Untuk mengetahui jenjang pendidikan di Amerika.
4. Untuk mengetahui kurikulum pendidikan di Amerika.
5. Untuk mengetahui perbedaan dan persamaan pendidikan di Amerika
dan Indonesia.
4
BAB II
PEMBAHASAN
A. Sistem dan Kebijakan Pendidikan di Amerika
Amerika Serikat adalah salah satu Negara pelopor demokrasi. Sudah
sejak lama kebijakan pendidikan di Amerika Serikat menjadi tanggung
jawab Pemerintah Negara Bagian (State) dan Pemerintah Daerah (Distrik).
Sebelumnya, Pemerintah Pusat memang mengintervensi kebijakan
pendidikan, sebagaimana yang terjadi sejak tahun 1872, dimana Pemerintah
Pusat AS mengintervensi kebijakan pendidikan dengan cara memberikan
tanah negara kepada Negara Bagian untuk pembangunan fakultas-fakultas
pertanian dan teknik, membantu sekolah dengan program makan siang,
menyediakan pendidikan bagi orang-orang Indian, menyediakan dana
pendidikan bagi para veteran yang kembali ke kampus untuk menempuh
pendidikan lanjutan, menyediakan pinjaman bagi mahasiswa, menyediakan
anggaran untuk keperluan penelitian, pertukaran mahasiswa asing dan
bantuan berbagai kebutuhan mahasiswa lainnya, serta memberikan bantuan
tidak langsung (karena menurut ketentuan Undang-Undang Amerika
Serikat pemerintah dilarang memberikan bantuan langsung) kepada
sekolah-sekolah agama dalam bentuk buku-buku teks dan laboratorium.
Namun semenjak masa Pemerintahan Presiden Ronald Reagen, intervensi
Pemerintah Pusat AS terhadap pendidikan mulai dikurangi. Hal ini
terungkap dalam kepercayaan Reagen bahwa pemerintah terlalu
mencampuri kehidupan masyarakat. Ia ingin mengurangi program-program
yang menurutnya tidak dibutuhkan rakyat dengan menghapus pemborosan,
penipuan, dan penyalahgunaan
1
.
Selanjutnya tanggung jawab dan inisiatif kebijakan pendidikan
diserahkan kepada Negara Bagian (setingkat Propinsi) dan Pemerintah
Daerah/Distrik (setingkat Kabupaten/Kota). Di Amerika Serikat terdapat 50
1
Richard Hofstadter, dkk, Garis Besar Sejarah Amerika Serikat (Deplu AS, 2004), 417-418.
5
negara bagian dan 15.358 distrik. Jadi sebanyak itu lembaga yang diberi
kewenangan dan otonomi untuk mengelola pendidikan.
Keseluruhan dari sistem pelaksanaan pendidikan di Amerika
dijalankan oleh School Unified District (USD) dan biayanya dibiayai oleh
PBB. Oleh karena itu, untuk mendapat pembiayaan tersebut, maka sekolah
harus memenuhi standar minimum yang dapat diukur dari mutu sekolah.
Untuk melihat bermutu atau tidaknya sekolah telah dilaksanakan melalui
evaluasi dengan jangka waktu yang berkala.
Tujuan sistem pendidikan Amerika secara umum adalah untuk
mencapai kesatuan dalam kebinekaan, mengembangkan cita-cita dan
praktek demokrasi, membantu pengembangan individu, memperbaiki
kondisi sosial masyarakat dan mempercepat kemajuan nasional
2
.
B. Manajemen Pendidikan Amerika Serikat
Manajemen pendidikan di AS dikembangkan berdasarkan aspirasi
dan kebutuhan masyarakat Negara Bagian dan Pemerintah Daerah setempat.
Hal ini dilakukan mengingat AS adalah Negara dengan system
desentralisasi. Di tingkat nasional (federal/pusat) dibentuk satu departemen,
yaitu Departemen Pendidikan Federal. Jadi meski dalam sistem pendidikan
di Amerika, sekolah adalah tanggung jawab pemerintah lokal, Deparemen
Pendidikan menyediakan kepeminpinan nasional untuk menjawab isu-isu
penting dalam pendidikan Amerika
3
.
Departemen ini dipimpin oleh seorang setaraf Sekretaris Kabinet.
Tugas departemen ini adalah melaksanakan semua kebijakan pemerintah
federal dalam sektor pendidikan di semua tingkatan pemerintahan dan untuk
semua jenjang pendidikan. Tetapi, karena sebagian besar kewenangan dan
tanggung jawab pendidikan sudah diserahkan kepada Negara Bagian dan
2
Aslan, Kurikulum Pendidikan Islam di Amerika.Al Adzka, Jurnal Ilmiah: Pendidikan Guru
Madrasah Ibtidaiyah, Volume VIII, Nomor 02, Desember 2008, 121
3
Richard Hofstadter, dkk, Garis Besar Sejarah Amerika Serikat (Deplu AS, 2004), 62-63.
6
Pemerintah Daerah, maka Departemen Pendidikan Federal hanya
menjalankan monitoring dan pengawasan saja.
Untuk beberapa Negara Bagian, pimpinan Bagian Pendidikan
dipilih oleh masyarakatada. Sementara itu pada level operasional,
pelaksanaan manajemen pendidikan dijalankan oleh unit-unit yang lebih
rendah, bahkan banyak secara langsung dilaksanakan oleh masing-masing
sekolah yang bersangkutan. Para pimpinan atau Kepala Sekolah pada
prinsipnya memiliki kebebasan dan otonomi yang luas untuk menjalankan
manajemen operasional pendidikan. Khusus untuk menangani kebijakan
Pendidikan Tinggi, manajemen pendidikan Amerika Serikat yang
dikembangkan oleh Negara-Negara Bagian memisahkan antara Badan yang
memberi izin pendirian Perguruan Tinggi (Negeri dan Swasta) dengan
Badan yang merumuskan kebijakan akademik serta keuangan. Badan yang
menangani kebijakan akademik dan keuangan untuk pendidikan Tinggi
adalah board of trustees. Untuk Perguruan Tinggi Negeri anggota badan
tersebut ditunujuk oleh Gubernur Negara Bagian. Ada juga yang dipilih dari
dan oleh kelompok yang akan diwakili. Sedangkan untuk Perguruan Tinggi
Swasta anggota badan tersebut dipilih dari perguruan tinggi masing-masing.
C. Jenjang Pendidikan di Amerika
System pendidikan di Amerika Serikat yang tentu saja sangat
berbeda dengan yang diterapkan di Indonesia maupun di Jepang. Amerika
menerapkan model pendidikan yang berbeda dengan negara-negara
persemakmuran Inggris, hal ini dikarenakan Amerika mencoba melakukan
pendekatan humanity perspective. Hal urusan pendidikan diurusi oleh
Department of Education/Kementrian Pendidikan. Departemen of
Education berkedudukan di ibu kota negara/Washington DC hanya sebagai
pengendali umum saja. Sementara kebijakan-kebijakan ada pada
department of Education di setiap negara bagian. Sekolah dasar dan
menengah adalah wajib bagi seluruh siswa di Amerika Serikat, akan tetap
jenjang usia siswa berbeda-beda di setiap Negara bagian. Siswa di Amerika
7
Serikat memulai pendidikanya dari jenjang Kindergarten (usia 5 sampai 6
tahun) hingga menyelesaikan pendidikan menegah pada kelas 12 (usia 18
tahun). Terdapat 14.000 sekolah di Amerika Serikat dan setiap tahunnya
pemerintah Amerika Serikat mengalokasikan dana pendidikan sebesar $500
triliun untuk digunakan keperluan sekolah dasar dan menengah. Pendidikan
dasar di Amerika Serikat berjenjang dari Kindergarten hingga Fithh grade
(Kelas 5), tetapi terkadang juga berjenjang hingga Fourth grade (kelas 4),
Sixth grade (kelas 6) atau eighth grade (kelas 8) tergantung system
kurikulum pada school district tersebut.
4
Pendidikan dasar di Amerika Serikat dimulai dari kelompok
bermaian atau seperti penitipan anak yang diakui secara formal oleh
pemerintah, yakni melayani anak usia 3 hingga 4 tahun. Selanjutnya
pendidikan kindergartens pada usia 4 – 5 tahunan. Yang menarik, usia anak
masuk sekolah dasar adalah 6 tahun, sangat bereda dengan beberapa Negara
bagian persemakmuran Inggris yang menyepakati bahwa usia anak sekolah
adalah 7 tahun dengan beberapa alasan psikologis dan sosiologis.
Suasana pembelajaran pada sekolah dasar di Amerika Serikat
berbeda dengan pembelajaran pada sekolah di Indonesia. Satu kelas terdiri
dari dua puluh higga tiga puluh siswa. Guru Sekolah dasar di Amerika
Serikat dibekali pendidikan lanjutan mengenai perkembangan congnitive
and psychological development. Guru-guru di Amerika Serikat telah
menyelesaikan pendidikan lanjutan Sarjana dan atau Pasca Sarjana
(Bachelors and/or Masters degree) dalam bidang Early Childhood and
Elementary Education.
D. Kurikulum di Amerika
Kurikulum pendidikan Islam yang ada di Amerika mendapat
sambutan hangat bagi Pemerintah Amerika itu sendiri. Tujuan dari
masuknya kurikulum Islam adalah untuk dapat mengenal Islam lebih baik
4
Dyah Puspitarini, Pendidikan Dasar di Indonesia, Jepang, dan Amerika Serikat, SEMINAR
NASIONAL PAGELARAN PENDIDIKAN DASAR NASIONAL (PPDN) 2019, 354-355.
8
yang akan memberikan dampak positif bagi rakyat Amerika. Sementara
bagi pemerintah Amerika menerima kurikulum Islam adalah agar warga
Amerika dapat memperoleh informasi yang sebenarnya dan bukan seperti
yang selama ini diberitakan oleh media massa di Amerika.
5
Wajib pendidikan adalah 12 tahun. Jika ada anak yang tidak
bersekolah di usia itu maka yang kena sanksi adalah orang tuanya. Private
school adalah salah satu sekolah unggulan. Karena sekolah yang kualitasnya
baik biasanya adalah private school. Kurikulum dibebankan pada sekolah.
Hanya negara bagian saja menetapkan kurikulum umum.
6
Dan sekolah
private school biasanya menambah kurikulum pendidikan ciri khas dari
sekolah tersebut. Pemerintah memberikan fasilitas dana setiap tahun yang
berasal dari pajak warga negaranya. Anak-anak tetap membayar sekolah
dari uang yang diberikan kepada orang tuanya. Kepala sekolah selalu
berkoordinasi dengan departement of education di masing-masing distrik.
Kenapa private schhol pada umumnya lebih baik? Karena private school
lebih longgar dalam aturan dan menjalin kerjasama dengan berb agai
lembaga, sementara public school tidak terlalu leluasa.
E. Perbedaan dan Persamaan Pendidikan di Amerika dan Indonesia
Di Amerika, negara tidak memonopoli penyelenggaraan sekolah.
Anggaran pemerintah baik di Amerika dan Indonesia lebih banyak
diberikan ke sekolah-sekolah negeri. Siswa di Amerika memulai
pendidikannya dari jenjang kindergarten (usia 5 sampai 6 tahun) hingga
menyelesaikan pendiidkan menengah pada kelas 12 (usia 18 tahun).
Pendidikan dasar di Amerika Serikat dimulai dari kelompok bermain atau
seperti penitipan anak yang diakui secara formal oleh pemerintah, yakni
melayani anak usia 3-4 tahun. Selanjutnya pendiidkan kindergartens pada
5
Aslan, Kurikulum Pendidikan Islam di Amerika, Al Adzka, Jurnal Ilmiah: Pendidikan Guru
Madrasah Ibtidaiyah, Volume VIII, Nomor 02, Desember 2008, 122.
6
Dyah Puspitarini, Pendidikan Dasar di Indonesia, Jepang, dan Amerika Serikat, SEMINAR
NASIONAL PAGELARAN PENDIDIKAN DASAR NASIONAL (PPDN) 2019, 355.
9
usia 4-5 tahun, dan untuk usia anak masuk sekolah dasar adalah 6 tahun
yang hampir sama dengan Indonesia yang mana jika di Indonesia usia anak
masuk sekolah dasar adalah 6-7 tahun.
Amerika wajib belajarnya adalah 12 tahun, jika ada anak yang tidak
bersekolah di usia itu maka yang kena sanksi adalah orang tuanya, berbeda
dengan Indonesia yang mana wajib belajarnya adalah 9 tahun. Dukungan
dari anggaran negara bagian Amerika bervariasi, bahkan ada negara bagian
yang sama sekali tidak memberi dukungan anggaran ke sekolah-sekolah
swasta. Di Indonesia ada banayak dukungan anggaran yaitu dari
Pemrov/Pemkab/Pemkot untuk wilayah masig-masing. Ada program
bantuan khusus seperti BOS, yang sumber anggarannya sebagian dari pusat,
provinsi, kabupaten/kota. Amerika di tingkat nasional ada Departemen
Federal, ditingkat regional dan lokal ada Board of Education (semacam
dinas pendidikan), jika di Indonesia pada tingkat nasional ada DEPDIKNAS
dan ditingkat regional ada Dinas Pendidikan Provinsi, dan Dinas Pendidikan
Kabupaten/Kota.
10
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Sudah sejak lama kebijakan pendidikan di Amerika Serikat menjadi
tanggung jawab Pemerintah Negara Bagian (State) dan Pemerintah Daerah
(Distrik). Selanjutnya tanggung jawab dan inisiatif kebijakan pendidikan
diserahkan kepada Negara Bagian (setingkat Propinsi) dan Pemerintah
Daerah/Distrik (setingkat Kabupaten/Kota). Di Amerika Serikat terdapat 50
negara bagian dan 15.358 distrik. Jadi sebanyak itu lembaga yang diberi
kewenangan dan otonomi untuk mengelola pendidikan. Keseluruhan dari
sistem pelaksanaan pendidikan di Amerika dijalankan oleh School Unified
District (USD) dan biayanya dibiayai oleh PBB.
Manajemen pendidikan di AS dikembangkan berdasarkan aspirasi
dan kebutuhan masyarakat Negara Bagian dan Pemerintah Daerah setempat.
Hal ini dilakukan mengingat AS adalah Negara dengan system
desentralisasi. Di tingkat nasional (federal/pusat) dibentuk satu departemen,
yaitu Departemen Pendidikan Federal. Jadi meski dalam sistem pendidikan
di Amerika, sekolah adalah tanggung jawab pemerintah lokal, Deparemen
Pendidikan menyediakan kepeminpinan nasional untuk menjawab isu-isu
penting dalam pendidikan Amerika.
Wajib Pendidikan di Amerika Serikat adalah 12 tahun. Siswa
memulai pendidikanya dari jenjang Kindergarten (usia 5 sampai 6 tahun)
hingga menyelesaikan pendidikan menegah pada kelas 12 (usia 18 tahun).
Private school adalah salah satu sekolah unggulan. Karena sekolah
yang kualitasnya baik biasanya adalah private school. Kurikulum
dibebankan pada sekolah. Hanya negara bagian saja menetapkan kurikulum
umum.
Amerika wajib belajarnya adalah 12 tahun, jika ada anak yang tidak
bersekolah di usia itu maka yang kena sanksi adalah orang tuanya, berbeda
dengan Indonesia yang mana wajib belajarnya adalah 9 tahun. Dukungan
11
dari anggaran negara bagian Amerika bervariasi, bahkan ada negara bagian
yang sama sekali tidak memberi dukungan anggaran ke sekolah-sekolah
swasta. Di Indonesia ada banayak dukungan anggaran yaitu dari
Pemrov/Pemkab/Pemkot untuk wilayah masig-masing. Ada program
bantuan khusus seperti BOS, yang sumber anggarannya sebagian dari pusat,
provinsi, kabupaten/kota. Amerika di tingkat nasional ada Departemen
Federal, ditingkat regional dan lokal ada Board of Education (semacam
dinas pendidikan), jika di Indonesia pada tingkat nasional ada DEPDIKNAS
dan ditingkat regional ada Dinas Pendidikan Provinsi, dan Dinas Pendidikan
Kabupaten/Kota.
12
DAFTAR PUSTAKA
Aslan. 2008. Kurikulum Pendidikan Islam di Amerika, Al Adzka. Jurnal Ilmiah:
Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Volume VIII, Nomor 02 Desember
Puspitarini, Dyah. 2019. Pendidikan Dasar di Indonesia Jepang, dan Amerika
Serikat. SEMINAR NASIONAL PAGELARAN PENDIDIKAN DASAR
NASIONAL (PPDN).
Hofstadter, Richard dkk. 2004. Garis Besar Sejarah Amerika Serikat. Deplu AS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar