Senin, 13 Juni 2022

KELOMPOK 07

 SISTEM DAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN DI AMERIKA

Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah

“Perbandingan Pendidikan”

Dosen Pengampu:

Zainur Rofik, M. Pd.I.

Disusun Oleh: Kelompok 7/ PAI F

1.  Nova Lutfifatul Azizah  (201190199)

2.  Novia Cindy Safitri    (201190200)

3.  Nur Alif Masitoh    (201190207)

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONOROGO

TAHUN 2022

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah Swt yang telah memberikan rahmat-Nya 

sehingga kami dapat Menyusun makalah dengan judul “Sistem dan Kebijakan 

Pendidikan di Amerika” ini tepat pada waktunya. Kami mengucapkan banyak 

terimakasih kepada Bapak  Zainur Rofik, M. Pd.I.  selaku dosen pengampu yang 

telah memberikan tugas ini kepada kami, sehingga kami mendapatkan pengetahuan 

khususnya dalam hal Materi Perbandingan Pendidikan.

Kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan banyak manfaat 

kepada penyusun dan kepada pembaca pada umumnya. Selain itu, kami menyadari 

bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan perlu membutuhkan perbaikan. 

Kami berharap atas masukan, saran, serta kritik dari pembaca. 

Ponorogo, 02 April 2022

Penyusun

iii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL  ........................................................................................  i

KATA PENGANTAR  .....................................................................................  ii

DAFTAR ISI  ....................................................................................................  iii

BAB I PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang  .....................................................................................  1

B.  Rumusan Masalah  ................................................................................  1

C.  Tujuan  ..................................................................................................  1

BAB II PEMBAHASAN

A.  Sistem dan Kebijakan Pendidikan di Amerika ....................................  4

B.  Manajemen Pendidikan di Amerika  .....................................................  5

C.  Jenjang Pendidikan di Amerika  ...........................................................  6

D.  Kurikulum di Amerika  .........................................................................  7

E.  Perbedaan dan Persamaan Pendidikan di Amerika dan Indonesia.......  8

BAB III PENUTUP

A.  Kesimpulan  ..........................................................................................  10

DAFTAR PUSTAKA  ......................................................................................  12

1

BAB I

PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang

Kita semua pasti tahu ada sebuah negara adidaya di benua Amerika. 

Benua yang awalnya ditemukan oleh Kritoforus Kolumbus, yang bernama 

asli Christoffa Corrombo, pada 12 Oktober 1492, dan yang diberi nama 

‘Amerika’, berasal dari nama orang pertama yang membuat peta Amerika, 

Amerigo Vespucci (wikipedia, the free encyclopedia/amerigo vespucci). 

Negara adidaya yang dimaksudkan di atas adalah Amerika Serikat. Negara 

ini sering disebut negara Paman Sam oleh orang-orang dari kalangan 

pekerja, tentara dan orang-orang di pemerintahan Amerika Serikat. 

Penyebutan Paman  Sam (Uncle Sam) ini berasal dari orang nama seorang 

Amerika penjual daging, Samuel Wilson yang sering dipanggil Uncle Sam. 

Dalam produknya ada inisial US yang sebenarnya berarti United States, tapi 

teman-temannya secara berkelakar menyebut US sebagai Uncle Sam dan 

nama itu terus terkenal sampai saat ini. Amerika Serikat adalah negara yang 

beribukota di Washington, D.C (DC adalah singkatan dari Distric of 

Colombia), dengan luas wilayah terbesar ketiga di dunia, yaitu sekitar 

9.372.610 km2, dan dengan dengan  jumlah penduduk terbanyak ketiga di 

dunia, yaitu sekitar 315.585.000, perkiraan tahun 2012. 

Pendapatan perkapita penduduknya adalah 49.601 US Dollars, 

sekitar 496. 010. 000 Rupiah (wikipedia, the free encyclopedia/united 

states). Yang berarti bahwa Amerika Serikat termasuk salah satu dari negara 

yang pendapatan perkapita penduduknya terbesar di dunia. Sebagai negara 

tempat badan-badan dunia terkenal seperti PBB, IMF, World Bank, dan 

badan dunia lainnya, Amerika menjadi pusat atau sentral politik dan 

ekonomi bagi dunia internasional. Karena itulah Amerika Serikat menjadi 

negara yang maju dalam segala bidang baik politik, ekonomi, pendidikan 

teknologi, dan bidang-bidang lainnya. Amerika Serikat sendiri merupakan 

negara republik federal yang terdiri dari 50 negara bagian dan sebuah distrik 

2

federal. Negara yang kota terbesarnya adalah New York City ini merdeka 

pada tanggal 4 Juli 1776, dengan bahasa nasional di USA adalah Inggris. 

Negara Republik konstitusional ini dipimpin oleh presiden Barack Obama 

dan wakil  presiden John Biden. Presiden Amerika Serikat dipilih oleh rakyat 

setiap 4 tahun sekali, dengan masa jabatan terbatas sampai dua kali masa 

jabatan (wikipedia, free encyclopedia bahasa indonesia.com/Sejarah 

Amerika Serikat).

Sistem ekonomi ekonomi Amerika adalah kapitalisme liberal atau 

usaha bebas. Pada umumnya pemerintah federal telah dipengaruhi oleh 

konsep usaha pasar bebas/free market atau Laissez faire, oleh karena itu 

sektor swasta memegang peranan yang sangat penting bagi pertumbuhan 

ekonomi Amerika.  Negara ini juga mempunyai hutang luar negeri pada 

kuartal pertama 2010 adalah sebesar $ 50,2 triliun. Setelah Perang Dunia II, 

Amerika muncul sebagai negara adidaya baru dunia, menjadikan negara 

yang pertama memiliki senjata nuklir, dan menjadi salah satu anggota tetap 

Dewan Keamanan PBB, setelah berakhirnya perang dingin dan runtuhnya 

Uni Soviet menjadikan Amerika Serikat sebagai satu-satunya negara 

adidaya dunia, sebagai polisi dunia menjadikan Amerika negara dengan 

pengeluaran militer tertinggi di dunia, bahkan menjadi yang terdepan dalam 

bidang ekonomi, budaya dan politik, serta pemimpin dalam penelitian 

ilmiah dan inovasi teknologi. 

Di bidang pendidikan, Amerika sebagai negara yang teleah merdeka 

lebih dari 237 tahun, telah menata pondasi yang kokoh dalam segala bidang, 

termasuk bidang pendidikan memiliki sarana dan prasarana yang modern 

dan menjadi pusat inovasi dan teknologi dunia, hal ini terlihat bahwa 

universitas terbaik masih berada di negara Paman Sam ini seperti Princeton 

University, Harvard University, Stanfort University, Yale University dan 

lain-lain (Okezone news, 11 september 2013). Di samping itu menurut 

laporan US Department of Education tahun 2013 halaman 113-114, 

perolehan score TIMSS (Trend In International Mathematic and Science 

Study) untuk siswa grade 8, bidang matematika memperoleh score 509, 

3

bidang Science memperoleh score 525 di atas rata-rata score 500, walaupun 

belum mencapai nilai perolehan tertinggi, namun telah menunjukan kualitas 

yang baik dari pendidikan dasar dan menengah di Amerika serikat. Setelah 

melihat berbagai uraian di atas, akan jadi menarik untuk melihat bagaimana 

Amerika Serikat menata sistem pendidikannya, sehingga menjadikan 

generasi mudanya sebagai generasi yang berakal budi tinggi.

B.  Rumusan Masalah

1.  Bagaimana sistem dan kebijakan pendidikan di Amerika?

2.  Bagaimana manajemen pendidikan di Amerika?

3.  Bagaimana jenjang pendidikan di Amerika?

4.  Bagaimana kurikulum pendidikan di Amerika?

5.  Bagaimana perbedaan dan persamaan pendidikan di Amerika dan 

Indonesia?

C.  Tujuan 

1.  Untuk mengetahui sistem dan kebijakan pendidikan di Amerika.

2.  Untuk mengetahui manajemen pendidikan di Amerika.

3.  Untuk mengetahui jenjang pendidikan di Amerika.

4.  Untuk mengetahui kurikulum pendidikan di Amerika.

5.  Untuk mengetahui perbedaan dan persamaan pendidikan di Amerika 

dan Indonesia.

4

BAB II

PEMBAHASAN

A.  Sistem dan Kebijakan Pendidikan di Amerika

Amerika Serikat adalah salah satu Negara pelopor demokrasi. Sudah 

sejak lama kebijakan pendidikan di Amerika Serikat menjadi tanggung 

jawab Pemerintah Negara Bagian  (State) dan Pemerintah Daerah (Distrik). 

Sebelumnya, Pemerintah Pusat memang mengintervensi kebijakan 

pendidikan, sebagaimana yang terjadi sejak tahun 1872, dimana Pemerintah 

Pusat AS mengintervensi kebijakan pendidikan dengan cara memberikan 

tanah negara kepada Negara Bagian untuk pembangunan fakultas-fakultas 

pertanian dan teknik, membantu sekolah dengan program makan siang, 

menyediakan pendidikan bagi orang-orang Indian, menyediakan dana 

pendidikan bagi para veteran yang kembali ke kampus untuk menempuh 

pendidikan lanjutan, menyediakan pinjaman bagi mahasiswa, menyediakan 

anggaran untuk keperluan penelitian, pertukaran mahasiswa asing dan 

bantuan berbagai kebutuhan mahasiswa lainnya, serta memberikan bantuan 

tidak langsung (karena menurut ketentuan Undang-Undang Amerika 

Serikat pemerintah dilarang memberikan bantuan langsung) kepada 

sekolah-sekolah agama dalam bentuk buku-buku teks dan laboratorium. 

Namun semenjak masa Pemerintahan Presiden Ronald Reagen, intervensi 

Pemerintah Pusat AS terhadap pendidikan mulai dikurangi. Hal ini 

terungkap dalam kepercayaan Reagen bahwa pemerintah terlalu 

mencampuri kehidupan masyarakat. Ia ingin mengurangi program-program 

yang menurutnya tidak dibutuhkan rakyat dengan menghapus pemborosan, 

penipuan, dan penyalahgunaan

1

.

Selanjutnya tanggung jawab dan inisiatif kebijakan pendidikan 

diserahkan kepada Negara Bagian (setingkat Propinsi) dan  Pemerintah 

Daerah/Distrik (setingkat Kabupaten/Kota). Di Amerika Serikat terdapat 50 

1

Richard Hofstadter, dkk, Garis Besar Sejarah Amerika Serikat (Deplu AS, 2004), 417-418.

5

negara bagian dan 15.358 distrik. Jadi sebanyak itu lembaga yang diberi 

kewenangan dan otonomi untuk mengelola pendidikan.

Keseluruhan dari sistem pelaksanaan pendidikan di Amerika 

dijalankan oleh  School Unified District (USD)  dan biayanya dibiayai oleh 

PBB. Oleh karena itu, untuk mendapat pembiayaan tersebut, maka sekolah 

harus memenuhi standar minimum yang dapat diukur dari mutu sekolah. 

Untuk melihat bermutu atau tidaknya sekolah telah dilaksanakan melalui 

evaluasi dengan jangka waktu yang berkala.

Tujuan sistem pendidikan Amerika secara umum adalah  untuk 

mencapai kesatuan dalam kebinekaan, mengembangkan cita-cita dan 

praktek demokrasi, membantu pengembangan individu, memperbaiki 

kondisi sosial masyarakat dan mempercepat kemajuan nasional

2

B.  Manajemen Pendidikan Amerika Serikat

Manajemen pendidikan di AS dikembangkan berdasarkan aspirasi 

dan kebutuhan masyarakat Negara Bagian dan Pemerintah Daerah setempat. 

Hal ini  dilakukan mengingat AS adalah Negara dengan system 

desentralisasi. Di tingkat nasional (federal/pusat) dibentuk satu departemen, 

yaitu Departemen Pendidikan Federal. Jadi meski dalam sistem pendidikan 

di Amerika, sekolah adalah tanggung jawab pemerintah lokal, Deparemen 

Pendidikan menyediakan kepeminpinan nasional untuk menjawab isu-isu 

penting dalam pendidikan Amerika

3

.

Departemen ini dipimpin oleh seorang setaraf Sekretaris Kabinet. 

Tugas departemen ini adalah melaksanakan semua kebijakan  pemerintah 

federal dalam sektor pendidikan di semua tingkatan pemerintahan dan untuk 

semua jenjang pendidikan. Tetapi, karena sebagian besar kewenangan dan 

tanggung jawab pendidikan sudah diserahkan kepada Negara Bagian dan 

2

Aslan, Kurikulum Pendidikan Islam di Amerika.Al Adzka, Jurnal Ilmiah: Pendidikan Guru 

Madrasah Ibtidaiyah, Volume VIII, Nomor 02, Desember 2008, 121

3

Richard Hofstadter, dkk, Garis Besar Sejarah Amerika Serikat (Deplu AS, 2004), 62-63. 

6

Pemerintah Daerah, maka Departemen Pendidikan Federal hanya 

menjalankan monitoring dan pengawasan saja.

Untuk beberapa Negara Bagian, pimpinan Bagian Pendidikan 

dipilih oleh masyarakatada. Sementara itu pada level operasional, 

pelaksanaan manajemen pendidikan dijalankan oleh unit-unit yang lebih 

rendah, bahkan banyak secara langsung dilaksanakan oleh masing-masing 

sekolah yang bersangkutan. Para pimpinan atau Kepala Sekolah pada 

prinsipnya memiliki kebebasan dan otonomi yang luas untuk menjalankan 

manajemen operasional pendidikan. Khusus  untuk menangani kebijakan 

Pendidikan Tinggi, manajemen pendidikan Amerika Serikat yang 

dikembangkan oleh Negara-Negara Bagian memisahkan antara Badan yang 

memberi izin pendirian Perguruan Tinggi (Negeri dan Swasta) dengan 

Badan yang merumuskan kebijakan akademik serta keuangan. Badan yang 

menangani kebijakan akademik dan keuangan untuk pendidikan Tinggi 

adalah  board of trustees. Untuk Perguruan Tinggi Negeri anggota badan 

tersebut ditunujuk oleh Gubernur Negara Bagian. Ada juga yang dipilih dari 

dan oleh kelompok yang akan diwakili. Sedangkan untuk Perguruan Tinggi 

Swasta anggota badan tersebut dipilih dari perguruan tinggi masing-masing.

C.  Jenjang Pendidikan di Amerika

System  pendidikan di Amerika Serikat yang tentu saja sangat 

berbeda dengan yang diterapkan  di Indonesia maupun di Jepang. Amerika 

menerapkan  model pendidikan yang berbeda dengan  negara-negara

persemakmuran Inggris, hal ini dikarenakan Amerika mencoba melakukan 

pendekatan humanity perspective. Hal urusan pendidikan diurusi oleh 

Department of Education/Kementrian Pendidikan.  Departemen of 

Education berkedudukan di ibu kota negara/Washington DC hanya sebagai 

pengendali umum saja. Sementara kebijakan-kebijakan  ada pada 

department of Education  di setiap negara bagian. Sekolah dasar dan 

menengah adalah wajib bagi seluruh siswa di Amerika Serikat, akan tetap 

jenjang usia siswa berbeda-beda di setiap Negara bagian. Siswa di Amerika 

7

Serikat memulai pendidikanya dari jenjang  Kindergarten  (usia 5 sampai 6

tahun) hingga menyelesaikan pendidikan menegah pada kelas 12 (usia 18 

tahun). Terdapat 14.000 sekolah di Amerika Serikat dan setiap tahunnya 

pemerintah Amerika Serikat mengalokasikan dana pendidikan sebesar $500 

triliun untuk digunakan keperluan sekolah dasar dan menengah. Pendidikan 

dasar di Amerika Serikat  berjenjang dari Kindergarten hingga  Fithh grade

(Kelas 5), tetapi terkadang juga berjenjang hingga  Fourth grade  (kelas 4), 

Sixth grade  (kelas 6) atau  eighth grade  (kelas 8) tergantung  system

kurikulum pada school district tersebut.

4

Pendidikan dasar di Amerika Serikat  dimulai dari kelompok 

bermaian atau  seperti  penitipan anak yang diakui secara formal oleh 

pemerintah, yakni melayani anak usia 3 hingga 4 tahun. Selanjutnya

pendidikan kindergartens pada usia 4 –  5 tahunan. Yang menarik, usia anak 

masuk sekolah dasar adalah 6 tahun, sangat bereda dengan beberapa Negara

bagian persemakmuran Inggris yang menyepakati bahwa usia anak sekolah 

adalah 7 tahun dengan beberapa alasan psikologis dan sosiologis. 

Suasana pembelajaran pada sekolah dasar  di Amerika Serikat 

berbeda dengan pembelajaran pada sekolah di Indonesia. Satu kelas terdiri 

dari dua puluh higga tiga puluh siswa. Guru Sekolah dasar di Amerika 

Serikat dibekali pendidikan lanjutan mengenai perkembangan  congnitive 

and psychological development. Guru-guru di Amerika Serikat telah 

menyelesaikan pendidikan lanjutan Sarjana dan atau Pasca Sarjana 

(Bachelors and/or Masters degree)  dalam bidang  Early Childhood and 

Elementary Education.

D.  Kurikulum di Amerika

Kurikulum  pendidikan Islam yang ada di Amerika mendapat 

sambutan hangat bagi Pemerintah Amerika itu sendiri. Tujuan dari 

masuknya kurikulum Islam adalah untuk dapat mengenal Islam lebih baik 

4

Dyah Puspitarini, Pendidikan Dasar di Indonesia, Jepang, dan Amerika Serikat, SEMINAR 

NASIONAL PAGELARAN PENDIDIKAN DASAR NASIONAL (PPDN) 2019, 354-355. 

8

yang akan memberikan dampak positif bagi rakyat Amerika. Sementara 

bagi pemerintah Amerika menerima kurikulum Islam adalah agar warga 

Amerika dapat memperoleh informasi yang sebenarnya dan bukan seperti 

yang selama ini diberitakan oleh media massa di Amerika.

5

Wajib pendidikan adalah 12 tahun. Jika ada anak yang  tidak

bersekolah di usia itu maka yang kena sanksi adalah orang tuanya.  Private 

school  adalah salah satu sekolah unggulan.  Karena  sekolah yang kualitasnya 

baik biasanya adalah  private school. Kurikulum dibebankan pada sekolah. 

Hanya negara bagian saja menetapkan  kurikulum umum.

6

Dan sekolah 

private school  biasanya menambah kurikulum pendidikan ciri khas dari 

sekolah tersebut.  Pemerintah memberikan fasilitas dana setiap tahun yang 

berasal dari pajak warga negaranya. Anak-anak tetap membayar sekolah 

dari uang yang  diberikan  kepada  orang tuanya. Kepala sekolah selalu 

berkoordinasi dengan  departement of education  di  masing-masing  distrik. 

Kenapa  private schhol  pada umumnya lebih baik? Karena  private school

lebih longgar dalam aturan dan menjalin kerjasama dengan berb agai 

lembaga, sementara public school tidak terlalu leluasa.

E.  Perbedaan dan Persamaan Pendidikan di Amerika dan Indonesia

Di Amerika, negara tidak memonopoli penyelenggaraan sekolah. 

Anggaran pemerintah baik di Amerika dan Indonesia lebih banyak 

diberikan ke sekolah-sekolah negeri. Siswa di Amerika memulai 

pendidikannya dari jenjang kindergarten (usia 5 sampai 6 tahun) hingga 

menyelesaikan pendiidkan menengah pada kelas 12 (usia 18 tahun). 

Pendidikan dasar di Amerika Serikat dimulai dari kelompok bermain atau 

seperti penitipan anak yang diakui  secara formal oleh pemerintah, yakni 

melayani anak usia 3-4 tahun. Selanjutnya pendiidkan kindergartens pada 

5

Aslan, Kurikulum Pendidikan Islam di Amerika, Al Adzka, Jurnal Ilmiah: Pendidikan Guru 

Madrasah Ibtidaiyah, Volume VIII, Nomor 02, Desember 2008, 122.

6

Dyah Puspitarini, Pendidikan Dasar di Indonesia, Jepang, dan Amerika Serikat, SEMINAR 

NASIONAL PAGELARAN PENDIDIKAN DASAR NASIONAL (PPDN) 2019, 355.

9

usia 4-5 tahun, dan untuk usia anak masuk sekolah dasar adalah 6 tahun 

yang hampir sama dengan Indonesia yang mana jika di Indonesia usia anak 

masuk sekolah dasar adalah 6-7 tahun. 

Amerika wajib belajarnya adalah 12 tahun, jika ada anak yang tidak 

bersekolah di usia itu maka yang kena sanksi adalah orang tuanya, berbeda 

dengan Indonesia yang mana wajib belajarnya adalah 9 tahun. Dukungan 

dari anggaran negara bagian Amerika bervariasi, bahkan ada negara bagian 

yang sama sekali tidak memberi dukungan anggaran ke sekolah-sekolah 

swasta. Di Indonesia ada banayak dukungan anggaran yaitu dari 

Pemrov/Pemkab/Pemkot untuk wilayah masig-masing. Ada program 

bantuan khusus seperti BOS, yang sumber anggarannya sebagian dari pusat, 

provinsi, kabupaten/kota. Amerika di tingkat nasional ada Departemen 

Federal, ditingkat regional dan lokal ada Board of Education (semacam 

dinas pendidikan), jika di Indonesia pada tingkat nasional ada DEPDIKNAS 

dan ditingkat regional ada Dinas Pendidikan Provinsi, dan Dinas Pendidikan 

Kabupaten/Kota.

10

BAB III

PENUTUP

A.  Kesimpulan

Sudah sejak lama kebijakan pendidikan di Amerika Serikat menjadi 

tanggung jawab Pemerintah Negara Bagian  (State) dan Pemerintah Daerah 

(Distrik).  Selanjutnya tanggung jawab dan inisiatif kebijakan pendidikan 

diserahkan kepada Negara Bagian (setingkat Propinsi) dan  Pemerintah 

Daerah/Distrik (setingkat Kabupaten/Kota). Di Amerika Serikat terdapat 50 

negara bagian dan 15.358 distrik. Jadi sebanyak itu lembaga yang diberi 

kewenangan dan otonomi untuk mengelola pendidikan.  Keseluruhan dari 

sistem pelaksanaan pendidikan di Amerika dijalankan oleh  School Unified 

District (USD) dan biayanya dibiayai oleh PBB.

Manajemen pendidikan di AS dikembangkan berdasarkan aspirasi 

dan kebutuhan masyarakat Negara Bagian dan Pemerintah Daerah setempat. 

Hal ini  dilakukan mengingat AS adalah Negara dengan system 

desentralisasi. Di tingkat nasional (federal/pusat) dibentuk satu departemen, 

yaitu Departemen Pendidikan Federal. Jadi meski dalam sistem pendidikan 

di Amerika, sekolah adalah tanggung jawab pemerintah lokal, Deparemen 

Pendidikan menyediakan kepeminpinan nasional untuk menjawab isu-isu 

penting dalam pendidikan Amerika.

Wajib  Pendidikan  di Amerika Serikat  adalah 12 tahun.  Siswa

memulai pendidikanya dari jenjang  Kindergarten  (usia 5 sampai 6  tahun) 

hingga menyelesaikan pendidikan menegah pada kelas 12 (usia 18 tahun). 

Private school  adalah salah satu sekolah unggulan. Karena  sekolah 

yang kualitasnya baik biasanya adalah  private school. Kurikulum 

dibebankan pada sekolah. Hanya negara bagian saja menetapkan  kurikulum 

umum.

Amerika wajib belajarnya adalah 12 tahun, jika ada anak yang tidak 

bersekolah di usia itu maka yang kena sanksi adalah orang tuanya, berbeda 

dengan Indonesia yang mana wajib belajarnya adalah 9 tahun. Dukungan 

11

dari anggaran negara bagian Amerika bervariasi, bahkan ada negara bagian 

yang sama sekali tidak memberi dukungan anggaran ke sekolah-sekolah 

swasta. Di Indonesia ada banayak dukungan anggaran yaitu dari 

Pemrov/Pemkab/Pemkot untuk wilayah masig-masing. Ada program 

bantuan khusus seperti BOS, yang sumber anggarannya sebagian dari pusat, 

provinsi, kabupaten/kota. Amerika di tingkat nasional ada Departemen 

Federal, ditingkat regional dan lokal ada Board of Education (semacam 

dinas pendidikan), jika di Indonesia pada tingkat nasional ada DEPDIKNAS 

dan ditingkat regional ada Dinas Pendidikan Provinsi, dan Dinas Pendidikan 

Kabupaten/Kota.

12

DAFTAR PUSTAKA

Aslan. 2008.  Kurikulum Pendidikan Islam di Amerika,  Al Adzka.  Jurnal Ilmiah: 

Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Volume VIII, Nomor 02 Desember

Puspitarini,  Dyah. 2019.  Pendidikan Dasar di Indonesia  Jepang, dan Amerika 

Serikat.  SEMINAR NASIONAL PAGELARAN PENDIDIKAN DASAR 

NASIONAL (PPDN).

Hofstadter, Richard dkk. 2004. Garis Besar Sejarah Amerika Serikat. Deplu AS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KONSEP DASAR PERBANDINGAN PENDIDIKAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kata “Perbandingan Pendidikan” atau perbandingan pendidikan merupakan terjemahan dari bahasa “comparat...