Senin, 13 Juni 2022

KELOMPOK 10

 i

SISTEM DAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN DI MESIR

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas pada mata kuliah

“Perbandingan Pendidikan”

Dosen Pengampu :

Zainur Rofik, M.Pd.I.

Disusun Oleh Kelompok 10 / PAI F :

1.  Nadia Ummu Habiibah  (201190181)

2.  Nur Asiyah      (201190208)

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PONOROGO

JUNI 2022 

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena hanya dengan 

segala rahmat-Nyalah akhirnya kami bisa menyusun makalah dengan judul Sistem 

Kebijakan Pendidikan di Mesir. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada 

Bapak Zainur Rofik, M.Pd.I. selaku dosen pengampu kami yang telah 

memberikan tugas ini kepada kami sehingga kami mendapatkan banyak tambahan 

pengetahuan khususnya dalam masalah system kebijakan pendidikan di Mesir.

Kami selaku penyusun berharap semoga makalah yang telah kami susun 

ini bisa memberikan banyak manfaat serta menambah wawasan. Serta selain itu 

kami menyadari bahwa makalah ini masih  memiliki banyak kekurangan yang 

membutuhkan perbaikan, sehingga kami sangat mengharapkan masukan serta 

kritik dari para pembaca.

Ponorogo, 12 Mei 2022

Penyusun

iii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL  ...................................................................................  i

KATA PENGANTAR   .................................................................................  ii

DAFTAR ISI   ...............................................................................................  iii

BAB I PENDAHULUAN   ............................................................................  1

A.  Latar Belakang   .................................................................................  1

B.  Rumusan Masalah   ............................................................................  1

C.  Tujuan   ..............................................................................................  2

BAB II PEMBAHASAN   .............................................................................  3

A.  Sistem Pendidikan di Mesir   ..............................................................  3

B.  Kebijakan Pendidikan di Mesir   .........................................................  5

C.  Kurikulum Pendidikan di Mesir   ........................................................  6

D.  Manajemen Pendidikan di Mesir  ......................................................  7

BAB III PENUTUP   .....................................................................................  11

A.  Kesimpulan   ......................................................................................  11

DAFTAR PUSTAKA   ..................................................................................  12

1

BAB I

PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang

Setiap  bangsa  tentu  memiliki  sistem  pendidikan.  Dengan  sistem

pendidikan  itu  suatu  bangsa  mewariskan  segala  pengalaman,  pengetahuan,

keterampilan  dan  sikap,  agama danciri-ciri  watak  khusus  yang  dimilikinya

dengan  cara  tertentu  kepada  generasi  penerusnya,agar  mereka  dapat

mewariskannya  dengan  sebaik-baiknya.  Melalui  sistem  pendidikan  itu,suatu

bangsa  dapat  memelihara  dan  mempertahankan  nilai-nilai  luhur,  serta

keunggulan-keunggulan  mereka dari generasi ke generasi.

Menurut  Carter  V.Good,  Perbandingan  Pendidikan  adalah  studi  yang

bertugas  mengadakan  perbandingan  teori   dan  praktik  kependidikan  yang  ada

dalam  beberapa  negaradengan  maksud  untuk  memperluas  pandangan  dan

pengetahuan di  luar batas negerinyasendiri.

Pendidikan  komparatif  membahas  perbandingan  secara  ilmiah,  dan

mempunyai  tujuan  untuk  melihat  persamaan  dan  perbedaan,  kerja  sama,

pertukaran pelajar antar bangsa dalammenciptakan pedamaian dunia. Pendapat

tersebut  sebagai  usaha  menanamkan  dan  menumbuh-kembangkan  rasa  saling

pengertian  dan  kerja  sama  antar  bangsa,  demi  terpeliharanya  perdamaian

dunia,  melalui peroses pendidikan.

B.  Rumusan Masalah

1.  Bagaimana system pendidikan di Mesir?

2.  Bagaimana kebijakan pendidikan di Mesir?

3.  Bagaimana kurikulum pendidikan di Mesir?

4.  Bagaimana manajemen pendidikan di Mesir?

2

C.  Tujuan

1.  Untuk mengetahui system pendidikan di Mesir.

2.  Untuk mengetahui kebijakan pendidikan di Mesir.

3.  Untuk mengetahui kurikulum pendidikan di Mesir.

4.  Untuk mengetahui manajemen pendidikan di Mesir.

3

BAB II

PEMBAHASAN

A.  Sistem Pendidikan di Mesir

1.  Pengelola Pendidikan di Mesir

Di Mesir terdapat beberapa lembaga yang menjadi pengelola utama 

pendidikan yaitu :

a.  Kementerian Pendidikan dan Pengajaran (pengelola pendidikan dasar 

dan menengah)

b.  Kementerian Pendidikan Tinggi (pengelola pendidikan tinggi)

c.  Kementerian Negara Urusan Riset (pengelola riset yang terkait 

dengan pendidikan)

d.  Kementerian Urusan Al-Azhar (pengelola pendidikan agama dari 

tingkat dasar sampai perguruan tinggi).

2.  Pendidikan Dasar

Sekolah dasar berlangsung selama enam tahun untuk siswa berusia 

6 sampai 12 tahun. Materi belajar selama enam tahun pendidikan dasar 

meliputi : Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Matematika, Musik, Studi Agama 

dan Ilmu Pengetahuan Alam.

3.  Pendidikan Menengah Pertama

Selanjutnya setelah pendidikan dasar, para siswa akan melanjutkan 

ke jenjang berikutnya yang berlangsung tiga tahun, tingkatan ini untuk 

siswa berusia 12 sampai 15 tahun. Kurikulum pada tahap ini meliputi : 

Bahasa Arab, Pertanian, Seni, Bahasa Inggris, Pendidikan Industri, 

Matematika, Musik, Studi Agama dan Ilmu Sosial. 

4.  Pendidikan Menengah Atas

Sekolah menengah atas berlangsung selama tiga tahun untuk siswa 

berusia 15 sampai 18. Ada tiga jenis sekolah menengah atas : Pertama, 

4

sekolah menengah umum, yaitu menawarkan program akademik dalam 

persiapan untuk pendidikan tinggi. Kedua, sekolah  menengah Al-Azhar, 

yang menawarkan program akademik dengan penekanan pada pengajaran 

agama Islam. Ketiga, sekolah menengah teknik, yang menawarkan 

program teknik dan kejuruan dimana siswa mengkhususkan diri dalam 

salah satu dari tiga aliran ynag berlangsung tiga sampai lima tahun : 

teknik, industry atau pertanian.

5.  Pendidikan Tinggi

Negara Mesir memiliki beberapa perguruan tinggi yang sangat 

handal yang banyak diminati mahasiswa dari berbagai Negara, bahkan 

dari Amerika, Canada, Malaysia, Inggris, dan  termasuk Indonesia. 

Perguruan tinggi tersebut tersebar di berbagai provinsi, diantaranya adalah 

: Universitas Al-Azhar, Universitas Cairo, Universitas Ain Shams, 

Universitas Tanta, Universitas Mansoura, Universitas Zaqaziq, 

Universitas Alexandria, Universitas Helwan, Universitas Elminia, 

Universitas Canal Suez, Universitas 6 Oktober (swasta) dan Universitas 

America Cairo (swasta), Universitas Inggris Mesir (swasta), dan lain-lain.

Universitas yang terkenal di Mesir adalah Universitas Al-Azhar, 

selain memiliki fakultas-fakultas agama, juga memiliki berbagai fakultas 

umum seperti kedokteran, farmasi, pendidikan, bisnis, ekonomi, sains, 

pertanian, dan lain sebagainya. Setiap fakultas juga memiliki 

perpustakaan sendiri secara otonom, plus perpustakaan yang tersedia di 

asrama mahasiswa.

1

6.  Pendidikan Non Formal

Pendidikan non formal didefinisikan sebagai serangkaian kegiatan 

pendidikan terencana diluar system formal. Pendidikan ini dimaksudkan 

untuk melayani kebutuhan pendidikan bagi kelompok-kelompok tertentu 

1

Bambang Supradi, Potret Sistem Pendidikan Islam di Mesir, Jurnal Tazkiya, Vol. X, 

No. 2, Juli-Desember 2021,hal 62-64. 

5

baik  anak-anak, generasi muda, maupun orang dewasa. Di Mesir 

pendidikan non formal terutama dikaitkan dengan penghapusan iliterasi. 

Dengan demikian kebanyakan program lebih dikonsentrasikan pada 

pendidikan non formal dalam aspek itu.

2

B.  Kebijakan Pendidikan di Mesir

Agama islam adalah agama Negara di Mesir dan bahasa arab bahasa 

resmi Negara. Cita-cita demokrasi terus dikembangkan dengan berbagai cara 

untuk menentang feodalisme, monopoli dan eksploitasi. Pendidikan wajib 

selama enam tahun pada pendidikan dasar dan dapat ditambah ketingkat 

pendidikan yang lebih tinggi. Pendidikan adalah gratis pada sekolah-sekolah 

negeri. Negara mengawasi seluruh kegiatan pendidikan dan menjamin 

otonomi universitas dan pusat-pusat penelitian dengan catatan bahwa semua 

kegiatan itu  diarahkan pada usaha-usaha keperluan masyarakat dan pada 

peningkatan produktivitas. Penghapusan buta huruf (iliterasi) merupakan 

tugas nasional, dan islam adalah pelajaran dasar dalam kurikulum.

Pada tahun 1987 pemerintah Mesir menyatakan bahwa pengembangan 

secara ilmiah harus dilakukan dalam system pendidikan. Oleh sebab itu, 

diputuskan agar konsep struktur, fungsi dan manajemen pendidikan semuanya 

harus ditinjau ulang. Pemerintahan mesir memprogramkan wajib belajar, 

masyarakatnya harus pandai dalam hal baca tulis dan terdidik, harus 

memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menjadi masyarakat 

yang produktif. Pendidikan juga harus fleksibel dan relevan dengan 

kebutuhan masyarakat. Adapun tujuan-tujuan utama dari pendidikan di Mesir 

adalah sebagai berikut :

1.  Pendidikan dimaksudkan untuk menegakkan demokrasi dan persamaan 

kesempatan serta pembentukan individu-individu yang demokratis.

2.  Pendidikan juga dimaksudkan sebagai pembangunan bangsa secara 

menyeluruh yaitu, menciptakan hubungan fungsional antara  produktivitas 

pendidikan dan pasar kerja.

2

Ibid, 65. 

6

3.  Pendidikan juga harus diarahkan pada penguatan rasa kepemilikan 

individu terhadap bangsa dan penguatan atas budaya dan identitas Arab.

4.  Pendidikan harus mampu menggiring masyarakat pada pendidikan 

sepanjang hayat melalui peningkatan diri dan pendidikan diri sendiri.

5.  Pendidikan harus mencakup pengembangan ilmu dan kemampuan tulis 

baca, berhitung, mempelajari bahasa-bahasa selain bahasa Arab, cipta seni, 

serta pemahaman atas lingkungan.

6.  Pendidikan bertujuan pula sebagai kerangka kerjasama dalam 

pengembangan kurikulum dan penilaian.

3

C.  Kurikulum Pendidikan di Mesir

Kurikulum yang digunakan di lembaga pendidikan Mesir merupakan 

hasil kerja tim. Tim kurikulum ini diambil dari para konsultan, supervisor, 

professional  pendidikan, professor, dan guru berpengalaman. Kurikulum 

pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK) di Mesir, membatasi materinya pada 

menghafal Al-Qur’an dan tidak mencampurkannya dengan mata pelajaran 

lain. Oleh karena itu, dibandingkan dengan anak -anak di Negara-negara Islam 

lainnya, mereka lebih kuat dan dapat membaca dan menghafal ayat -ayat. 

Selain itu, kurikulum juga mencakup materi khat Al-Qur’an secara rinci.

Isi kurikulum sekolah modern merupakan perpaduan antara ilmu 

pengetahuan modern dan studi agama. Selain itu, kurikulum di Universitas 

Al-Azhar dilengkapi dengan ilmu pengetahuan modern, sehingga 

memungkinkan para sarjana untuk memahami budaya modern dan 

menemukan solusi dari masalah yang muncul dizaman modern. Dari segi 

konten, secara khusus ditujukan untuk pengajaran bahasa asing (barat) dalam 

tiga bahasa yang diajarkan di sekolah-sekolah Mesir : Inggris, Prancis, dan 

Italia. Alasannya adalah sebagai berikut :

3

Bambang Supradi, Dinamika Pendidikan Islam di Mesir,  Jurnal Pendidikan Islam, Vol. 

9, No. 2, Juli-Desember 2020, 23-24. 

7

1.  Dalam perkembangan ilmu pengetahuan, seseorang harus dapat 

mempelajarai beberapa bahasa asing yang dapat mendukung 

perkembangan ilmu pengetahuan.

2.  Bahwa ilmu pengetahuan serta keunggulan iptek dan seni tidak selayaknya 

dimiliki oleh satu bangsa saja melainkan harus dimiliki oleh semua 

bangsa.

Secara rinci gambaran kurikulum pendidikan di Mesir sebagai berikut :

1.  Kurikulum tingkat rendah,  terdiri dari mata pelajaran pokok yaitu 

membaca dan menulis, juga diajarkan geografi dan ilmu berhitung. 

Pelajaran agama juga dijadikan sebagai salah satu mata pelajaran. Selain 

itu bahasa arab diajarkan juga dan seka ligus berfungsi sebagai bahasa 

pengantar.

2.  Kurikulum tingkat menengah,  mata pelajaran pokok terdiri dari ilmu 

berhitung, matematika dan bahasa italia. Bahasa arab dan bahasa turki 

dijadikan mata pelajaran dan sejak tahun 1820 mulai diajarkan di perancis. 

Hukum islam juga diajarkan pada tingkat ini. Ilmu lainnya dijadikan 

sebagai mata pelajaran pokok pada setiap sekolah menengah sesuai dengan 

jurusannnya masing-masing.

3.  Kurikulum tingkat tinggi,  kurikulumnya terdiri dari mata pelajaran 

matematika dan ilmu-ilmu  lainnya sesuai dengan jurusannya masing-masing. Bahasa arab, turki, perancis, dan italia juga diajarkan demikian 

juga pengetahuan agama dijadikan salah satu mata pelajaran.

4

D.  Manajemen Pendidikan di Mesir 

Sehubungan dengan manajemen pendidikan, ada 5 hal  yang perlu 

dipahami dari sistem pendidikan Mesir,  yaitu :

4

Radhiyatul Fithri, Pendidikan Islam di Mesir, Ta’lim Journal : Journal of Educational 

Sciences and Teacher Training, Vol. 9, No. 1, 2021, 11-12.   

8

1.  Otoritas

Sistem pendidikan Mesir adalah tanggung jawab kementerian 

negara. Kementerian Pendidikan bertanggung jawab mulai dari pendidikan 

prasekolah sampai ke pendidikan tinggi dalam aspek  perencanaan, 

kebijakan, kontrol kualitas, koordinasi dan pengembangannya. Pejabat -pejabat pendidikan di tingkat governorat bertanggung jawab atas 

pengimplementasiannya. Mereka yang memiliki lokasi, membangun, dan 

melengkapi serta mengawasinya agar berjalan  dengan baik. Mereka juga 

berusaha mendorong sumbangan dana partisipasi masyarakat. Ringkasnya, 

mereka bertanggung jawab atas segala sesuatu untuk menjamin 

terselenggaranya operasional dengan efisien.

2.  Pendanaan

Peningkatan jumlah guru dan sekolah, perbaikan peralatan dan 

kenaikan harga (termasuk kenaikan gaji) telah menyebabkan kenaikan 

belanja pendidikan. 

3.  Personalia

Kementrian Pendidikan hampir memiliki 2000 staf profesional dan 

pendukung, biasanya dipilih dengan cermat. Para perencana biasanya 

dipilih  dari lulusan universitas dengan tambahan pendidikan selama 1 

tahun di institut perencanaan di Kairo. Pada umumnya, yang dipilih adalah 

mereka yang telah menunjukkan keterampilan mengajar yang sangat baik. 

Pelajaran-pelajaran khusus juga diberikan kepada orang yang akan 

menjadi inspektur, konsultan, supervisor, kepala sekolah, asisten teknik, 

direktur dan sebagainya. Metode dan prosedur penilaian yang rinci 

digunakan untuk keperluan alokasi dan promosi. Antara petugas di 

kementerian dan yang ada di governorat selalu dilakukan pertukaran 

informasi melalui rapat -rapat yang dilakukan secara reguler serta melalui 

jalur-jalur komunikasi lainnya.  

9

Terjadi  di suatu hal yang sangat aneh di Mesir, yaitu kekurangan 

guru agama Islam dan guru bahasa Arab yang sangat besar  jumlahnya. 

Juga terdapat kekurangan guru dalam bidang seni, pertanian, IKK, musik, 

dan berbagai cabang ilmu pendidikan teknik. Ini mungkin disebabkan oleh 

profesi guru yang kurang menarik. Status guru secara umum dan guru 

bahasa Arab khususnya perlu mendapat perhatian yang lebih sungguh-sungguh.

4.  Kurikulum dan Metodologi Pengajaran

Di Mesir, kurikulum adalah hasil pekerjaan tim. Tim kurikulum 

terdiri dari konsultan, supervisor, para ahli, para profesor pendidikan, dan 

guru-guru yang berpengalaman. Biasanya  ada sebuah panitia untuk setiap 

mata pelajaran atau kelompok pelajaran, dan ketua-ketua panitia ini 

diundang rapat sehingga segala keputusan dapat dikoordinasikan. 

Kurikulum yang sudah dihasilkan oleh panitia diserahkan kepada Dewan 

Pendidikan Pra Universitas yang secara resmi mengesahkan untuk 

diimplementasikan. Berdasarkan peraturan, kurikulum dapat dirubah dan 

disesuaikan untuk mengakomodasikan kondisi setempat atau hal-hal 

khusus.

Pusat Penelitian Pendidikan Nasional (National Center for 

Education Research, NECR) bertanggung jawab mengumpulkan informasi 

mengenai materi pengajaran berdasarkan kurikulum dan mengenai 

implementasinya di lapangan. Hasil penelitian itu disalurkan ke Dewan 

Kesekretariatan, dan apabila diperlukan perubahan, sebuah penelitian 

dibentuk dan dibagi tugas untuk mempelajarinya dan merumuskan 

perubahan-perubahan itu. 

5.  Ujian, Kenaikan Kelas, dan Sertifikasi

Sistem ujian di Mesir sangat mempengaruhi pemikiran murid, 

orangtua serta para pejabat pendidikan, karena begitu pentingnya hasil 

ujian itu. Ujian naik kelas ditetapkan pada grade 2, 4, dan 5, dan ujian 

10

negara pertama dilaksanakan pada akhir grade 8. Murid yang lulus 

mendapat Sertifikat Pendidikan Dasar, dan dengan itu dapat melanjutkan 

ke pendidikan yang lebih tinggi. Jumlah skor menentukan jenis sekolah 

yang akan dimasuki, dan itu sangat penting karena umumnya hanya 

murid-murid yang mendapat skor tinggi saja yang dapat masuk ke 

sekolahsekolah menengah akademik yang diinginkan menuju universitas. 

Kalau tidak, mereka masuk ke sekolah-sekolah teknik atau institut 

pendidikan lain. Jadi, masa depan anak muda Mesir banyak tergantung 

pada nilai yang diperoleh pada ujian negara. Hal ini menjadi sangat 

penting sehingga menjadi persaingan sesama murid sangat ketat.

6.  Evaluasi dan Penelitian Pendidikan

Pendidikan di Mesir bermula dengan pendirian Institut Perguruan 

pada tahun 1929. Ini berkembang lambat sampai Universitas Ain Shams 

menggabungkan institut itu sebagai salah satu fakultasnya pada tahun 

1951. Pada tahun 1955, sebuah badan penelitian  dibentuk di Kementerian 

Pendidikan, dan kemudian pada tahun 1972 diganti dengan nama Pusat 

Penelitian Pendidikan Nasional (National Center for Education Research, 

(NECR). Selain di NECR, penelitianpenelitian berlangsung pada 

fakultasfakultas dan pusat pene litian nasional, seperti the National Center 

for Social Research, the Center for Development of Science Teaching, dan 

sejumlah lembaga lainnya.

Tingkat pendidikan tinggi, perubahan kebijakan penelitian telah 

mempengaruhi pengembangan Pusat Penelitian Nasional Nasional Mesir 

(NCER) pada tahun 1989. Penelitian lebih ditekankan pada penelitian 

terapan (applied research), dan penyediaan dana lebih bersifat kompetitif 

berdasarkan ulasan oleh sejawat, dan atas kemampuan mengidentifikasi 

prioritas nasional.

5

5

Agustiar Syah Nur. 2001. Perbandingan Sistem Pendidikan 15 Negara. Bandung: Lubuk 

Agung. Hlm 233-237

11

BAB III

PENUTUP

A.  Kesimpulan

Di Negara Mesir ada beberapa lembaga yang menjadi pengelola utama 

pendidikan yaitu, Kementerian Pendidikan dan Pengajaran, Kementerian 

Pendidikan Tinggi, Kementerian Negara Urusan Riset, dan Kementerian 

Urusan Al-Azhar. Pendidikan dasar untuk usia 6-12 tahun. Pendidikan 

menengah pertama untuk usia 12-15 tahun. Pendidikan menengah atas untuk 

usia 15-18 tahu. Pendidikan tinggi yang terkenal di Mesir yaitu Universitas 

Al-Azhar. Dan pendidikan non formal ditujukan untuk melayani kebutuhan 

pendidikan bagi kelompok-kelompok tertentu, baik anak-anak, generasi 

muda, maupun orang dewasa. Pendidikan non formal dikaitkan dengan 

penghapusan iliterasi.

Mesir menetapkan sebuah kebijakan bahwa menggratiskan biaya bagi 

sekolah-sekolah negeri. Menjadikan islam sebagai pelajaran dasar dalam 

kurikulum. Pemerintahan Mesir memprogramkan wajib belajar, 

masyarakatnya harus pandai dalam hal baca tulis dan terdidik, harus 

memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menjadi masyarakat 

yang produktif. Kurikulum pendidikan di Mesir secara rinci dibagi menjadi 3 

yaitu, kurikulum tingkat rendah, kurikulum tingkat menengah, dan kurikulum 

tingkat tinggi.

Sedangkan manajemen pendidikan di Mesir, ada 5 hal yang perlu 

dipahami dari sistem pendidikan Mesir, yaitu otoritas, pendanaan, personalia, 

kurikulum dan metodologi pengajaran, ujian kenaikan kelas dan sertifikasi, 

dan ya ng terakhir evaluasi dan penelitian pendidikan. 

12

DAFTAR PUSTAKA

Fithri, Radhiyatul. 2021.  Pendidikan Islam di Mesir.  Ta’lim Journal :  Journal of 

Educational Sciences and Teacher Training. 9 (1).

Supradi, Bambang. 2021.  Potret Sistem Pendidikan Islam di Mesir.  Jurnal 

Tazkiya. X (2).

Supradi, Bambang. 2020. Dinamika Pendidikan Islam di Mesir. Jurnal Pendidikan 

Islam. 9 (2).

Nur, Agustiar Syah. 2001. Perbandingan Sistem Pendidikan 15 Negara. Bandung: 

Lubuk Agung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KONSEP DASAR PERBANDINGAN PENDIDIKAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kata “Perbandingan Pendidikan” atau perbandingan pendidikan merupakan terjemahan dari bahasa “comparat...