i
SISTEM DAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN DI MESIR
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas pada mata kuliah
“Perbandingan Pendidikan”
Dosen Pengampu :
Zainur Rofik, M.Pd.I.
Disusun Oleh Kelompok 10 / PAI F :
1. Nadia Ummu Habiibah (201190181)
2. Nur Asiyah (201190208)
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PONOROGO
JUNI 2022
ii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena hanya dengan
segala rahmat-Nyalah akhirnya kami bisa menyusun makalah dengan judul Sistem
Kebijakan Pendidikan di Mesir. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada
Bapak Zainur Rofik, M.Pd.I. selaku dosen pengampu kami yang telah
memberikan tugas ini kepada kami sehingga kami mendapatkan banyak tambahan
pengetahuan khususnya dalam masalah system kebijakan pendidikan di Mesir.
Kami selaku penyusun berharap semoga makalah yang telah kami susun
ini bisa memberikan banyak manfaat serta menambah wawasan. Serta selain itu
kami menyadari bahwa makalah ini masih memiliki banyak kekurangan yang
membutuhkan perbaikan, sehingga kami sangat mengharapkan masukan serta
kritik dari para pembaca.
Ponorogo, 12 Mei 2022
Penyusun
iii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ................................................................................... i
KATA PENGANTAR ................................................................................. ii
DAFTAR ISI ............................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................ 1
A. Latar Belakang ................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah ............................................................................ 1
C. Tujuan .............................................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN ............................................................................. 3
A. Sistem Pendidikan di Mesir .............................................................. 3
B. Kebijakan Pendidikan di Mesir ......................................................... 5
C. Kurikulum Pendidikan di Mesir ........................................................ 6
D. Manajemen Pendidikan di Mesir ...................................................... 7
BAB III PENUTUP ..................................................................................... 11
A. Kesimpulan ...................................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................. 12
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Setiap bangsa tentu memiliki sistem pendidikan. Dengan sistem
pendidikan itu suatu bangsa mewariskan segala pengalaman, pengetahuan,
keterampilan dan sikap, agama danciri-ciri watak khusus yang dimilikinya
dengan cara tertentu kepada generasi penerusnya,agar mereka dapat
mewariskannya dengan sebaik-baiknya. Melalui sistem pendidikan itu,suatu
bangsa dapat memelihara dan mempertahankan nilai-nilai luhur, serta
keunggulan-keunggulan mereka dari generasi ke generasi.
Menurut Carter V.Good, Perbandingan Pendidikan adalah studi yang
bertugas mengadakan perbandingan teori dan praktik kependidikan yang ada
dalam beberapa negaradengan maksud untuk memperluas pandangan dan
pengetahuan di luar batas negerinyasendiri.
Pendidikan komparatif membahas perbandingan secara ilmiah, dan
mempunyai tujuan untuk melihat persamaan dan perbedaan, kerja sama,
pertukaran pelajar antar bangsa dalammenciptakan pedamaian dunia. Pendapat
tersebut sebagai usaha menanamkan dan menumbuh-kembangkan rasa saling
pengertian dan kerja sama antar bangsa, demi terpeliharanya perdamaian
dunia, melalui peroses pendidikan.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana system pendidikan di Mesir?
2. Bagaimana kebijakan pendidikan di Mesir?
3. Bagaimana kurikulum pendidikan di Mesir?
4. Bagaimana manajemen pendidikan di Mesir?
2
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui system pendidikan di Mesir.
2. Untuk mengetahui kebijakan pendidikan di Mesir.
3. Untuk mengetahui kurikulum pendidikan di Mesir.
4. Untuk mengetahui manajemen pendidikan di Mesir.
3
BAB II
PEMBAHASAN
A. Sistem Pendidikan di Mesir
1. Pengelola Pendidikan di Mesir
Di Mesir terdapat beberapa lembaga yang menjadi pengelola utama
pendidikan yaitu :
a. Kementerian Pendidikan dan Pengajaran (pengelola pendidikan dasar
dan menengah)
b. Kementerian Pendidikan Tinggi (pengelola pendidikan tinggi)
c. Kementerian Negara Urusan Riset (pengelola riset yang terkait
dengan pendidikan)
d. Kementerian Urusan Al-Azhar (pengelola pendidikan agama dari
tingkat dasar sampai perguruan tinggi).
2. Pendidikan Dasar
Sekolah dasar berlangsung selama enam tahun untuk siswa berusia
6 sampai 12 tahun. Materi belajar selama enam tahun pendidikan dasar
meliputi : Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Matematika, Musik, Studi Agama
dan Ilmu Pengetahuan Alam.
3. Pendidikan Menengah Pertama
Selanjutnya setelah pendidikan dasar, para siswa akan melanjutkan
ke jenjang berikutnya yang berlangsung tiga tahun, tingkatan ini untuk
siswa berusia 12 sampai 15 tahun. Kurikulum pada tahap ini meliputi :
Bahasa Arab, Pertanian, Seni, Bahasa Inggris, Pendidikan Industri,
Matematika, Musik, Studi Agama dan Ilmu Sosial.
4. Pendidikan Menengah Atas
Sekolah menengah atas berlangsung selama tiga tahun untuk siswa
berusia 15 sampai 18. Ada tiga jenis sekolah menengah atas : Pertama,
4
sekolah menengah umum, yaitu menawarkan program akademik dalam
persiapan untuk pendidikan tinggi. Kedua, sekolah menengah Al-Azhar,
yang menawarkan program akademik dengan penekanan pada pengajaran
agama Islam. Ketiga, sekolah menengah teknik, yang menawarkan
program teknik dan kejuruan dimana siswa mengkhususkan diri dalam
salah satu dari tiga aliran ynag berlangsung tiga sampai lima tahun :
teknik, industry atau pertanian.
5. Pendidikan Tinggi
Negara Mesir memiliki beberapa perguruan tinggi yang sangat
handal yang banyak diminati mahasiswa dari berbagai Negara, bahkan
dari Amerika, Canada, Malaysia, Inggris, dan termasuk Indonesia.
Perguruan tinggi tersebut tersebar di berbagai provinsi, diantaranya adalah
: Universitas Al-Azhar, Universitas Cairo, Universitas Ain Shams,
Universitas Tanta, Universitas Mansoura, Universitas Zaqaziq,
Universitas Alexandria, Universitas Helwan, Universitas Elminia,
Universitas Canal Suez, Universitas 6 Oktober (swasta) dan Universitas
America Cairo (swasta), Universitas Inggris Mesir (swasta), dan lain-lain.
Universitas yang terkenal di Mesir adalah Universitas Al-Azhar,
selain memiliki fakultas-fakultas agama, juga memiliki berbagai fakultas
umum seperti kedokteran, farmasi, pendidikan, bisnis, ekonomi, sains,
pertanian, dan lain sebagainya. Setiap fakultas juga memiliki
perpustakaan sendiri secara otonom, plus perpustakaan yang tersedia di
asrama mahasiswa.
1
6. Pendidikan Non Formal
Pendidikan non formal didefinisikan sebagai serangkaian kegiatan
pendidikan terencana diluar system formal. Pendidikan ini dimaksudkan
untuk melayani kebutuhan pendidikan bagi kelompok-kelompok tertentu
1
Bambang Supradi, Potret Sistem Pendidikan Islam di Mesir, Jurnal Tazkiya, Vol. X,
No. 2, Juli-Desember 2021,hal 62-64.
5
baik anak-anak, generasi muda, maupun orang dewasa. Di Mesir
pendidikan non formal terutama dikaitkan dengan penghapusan iliterasi.
Dengan demikian kebanyakan program lebih dikonsentrasikan pada
pendidikan non formal dalam aspek itu.
2
B. Kebijakan Pendidikan di Mesir
Agama islam adalah agama Negara di Mesir dan bahasa arab bahasa
resmi Negara. Cita-cita demokrasi terus dikembangkan dengan berbagai cara
untuk menentang feodalisme, monopoli dan eksploitasi. Pendidikan wajib
selama enam tahun pada pendidikan dasar dan dapat ditambah ketingkat
pendidikan yang lebih tinggi. Pendidikan adalah gratis pada sekolah-sekolah
negeri. Negara mengawasi seluruh kegiatan pendidikan dan menjamin
otonomi universitas dan pusat-pusat penelitian dengan catatan bahwa semua
kegiatan itu diarahkan pada usaha-usaha keperluan masyarakat dan pada
peningkatan produktivitas. Penghapusan buta huruf (iliterasi) merupakan
tugas nasional, dan islam adalah pelajaran dasar dalam kurikulum.
Pada tahun 1987 pemerintah Mesir menyatakan bahwa pengembangan
secara ilmiah harus dilakukan dalam system pendidikan. Oleh sebab itu,
diputuskan agar konsep struktur, fungsi dan manajemen pendidikan semuanya
harus ditinjau ulang. Pemerintahan mesir memprogramkan wajib belajar,
masyarakatnya harus pandai dalam hal baca tulis dan terdidik, harus
memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menjadi masyarakat
yang produktif. Pendidikan juga harus fleksibel dan relevan dengan
kebutuhan masyarakat. Adapun tujuan-tujuan utama dari pendidikan di Mesir
adalah sebagai berikut :
1. Pendidikan dimaksudkan untuk menegakkan demokrasi dan persamaan
kesempatan serta pembentukan individu-individu yang demokratis.
2. Pendidikan juga dimaksudkan sebagai pembangunan bangsa secara
menyeluruh yaitu, menciptakan hubungan fungsional antara produktivitas
pendidikan dan pasar kerja.
2
Ibid, 65.
6
3. Pendidikan juga harus diarahkan pada penguatan rasa kepemilikan
individu terhadap bangsa dan penguatan atas budaya dan identitas Arab.
4. Pendidikan harus mampu menggiring masyarakat pada pendidikan
sepanjang hayat melalui peningkatan diri dan pendidikan diri sendiri.
5. Pendidikan harus mencakup pengembangan ilmu dan kemampuan tulis
baca, berhitung, mempelajari bahasa-bahasa selain bahasa Arab, cipta seni,
serta pemahaman atas lingkungan.
6. Pendidikan bertujuan pula sebagai kerangka kerjasama dalam
pengembangan kurikulum dan penilaian.
3
C. Kurikulum Pendidikan di Mesir
Kurikulum yang digunakan di lembaga pendidikan Mesir merupakan
hasil kerja tim. Tim kurikulum ini diambil dari para konsultan, supervisor,
professional pendidikan, professor, dan guru berpengalaman. Kurikulum
pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK) di Mesir, membatasi materinya pada
menghafal Al-Qur’an dan tidak mencampurkannya dengan mata pelajaran
lain. Oleh karena itu, dibandingkan dengan anak -anak di Negara-negara Islam
lainnya, mereka lebih kuat dan dapat membaca dan menghafal ayat -ayat.
Selain itu, kurikulum juga mencakup materi khat Al-Qur’an secara rinci.
Isi kurikulum sekolah modern merupakan perpaduan antara ilmu
pengetahuan modern dan studi agama. Selain itu, kurikulum di Universitas
Al-Azhar dilengkapi dengan ilmu pengetahuan modern, sehingga
memungkinkan para sarjana untuk memahami budaya modern dan
menemukan solusi dari masalah yang muncul dizaman modern. Dari segi
konten, secara khusus ditujukan untuk pengajaran bahasa asing (barat) dalam
tiga bahasa yang diajarkan di sekolah-sekolah Mesir : Inggris, Prancis, dan
Italia. Alasannya adalah sebagai berikut :
3
Bambang Supradi, Dinamika Pendidikan Islam di Mesir, Jurnal Pendidikan Islam, Vol.
9, No. 2, Juli-Desember 2020, 23-24.
7
1. Dalam perkembangan ilmu pengetahuan, seseorang harus dapat
mempelajarai beberapa bahasa asing yang dapat mendukung
perkembangan ilmu pengetahuan.
2. Bahwa ilmu pengetahuan serta keunggulan iptek dan seni tidak selayaknya
dimiliki oleh satu bangsa saja melainkan harus dimiliki oleh semua
bangsa.
Secara rinci gambaran kurikulum pendidikan di Mesir sebagai berikut :
1. Kurikulum tingkat rendah, terdiri dari mata pelajaran pokok yaitu
membaca dan menulis, juga diajarkan geografi dan ilmu berhitung.
Pelajaran agama juga dijadikan sebagai salah satu mata pelajaran. Selain
itu bahasa arab diajarkan juga dan seka ligus berfungsi sebagai bahasa
pengantar.
2. Kurikulum tingkat menengah, mata pelajaran pokok terdiri dari ilmu
berhitung, matematika dan bahasa italia. Bahasa arab dan bahasa turki
dijadikan mata pelajaran dan sejak tahun 1820 mulai diajarkan di perancis.
Hukum islam juga diajarkan pada tingkat ini. Ilmu lainnya dijadikan
sebagai mata pelajaran pokok pada setiap sekolah menengah sesuai dengan
jurusannnya masing-masing.
3. Kurikulum tingkat tinggi, kurikulumnya terdiri dari mata pelajaran
matematika dan ilmu-ilmu lainnya sesuai dengan jurusannya masing-masing. Bahasa arab, turki, perancis, dan italia juga diajarkan demikian
juga pengetahuan agama dijadikan salah satu mata pelajaran.
4
D. Manajemen Pendidikan di Mesir
Sehubungan dengan manajemen pendidikan, ada 5 hal yang perlu
dipahami dari sistem pendidikan Mesir, yaitu :
4
Radhiyatul Fithri, Pendidikan Islam di Mesir, Ta’lim Journal : Journal of Educational
Sciences and Teacher Training, Vol. 9, No. 1, 2021, 11-12.
8
1. Otoritas
Sistem pendidikan Mesir adalah tanggung jawab kementerian
negara. Kementerian Pendidikan bertanggung jawab mulai dari pendidikan
prasekolah sampai ke pendidikan tinggi dalam aspek perencanaan,
kebijakan, kontrol kualitas, koordinasi dan pengembangannya. Pejabat -pejabat pendidikan di tingkat governorat bertanggung jawab atas
pengimplementasiannya. Mereka yang memiliki lokasi, membangun, dan
melengkapi serta mengawasinya agar berjalan dengan baik. Mereka juga
berusaha mendorong sumbangan dana partisipasi masyarakat. Ringkasnya,
mereka bertanggung jawab atas segala sesuatu untuk menjamin
terselenggaranya operasional dengan efisien.
2. Pendanaan
Peningkatan jumlah guru dan sekolah, perbaikan peralatan dan
kenaikan harga (termasuk kenaikan gaji) telah menyebabkan kenaikan
belanja pendidikan.
3. Personalia
Kementrian Pendidikan hampir memiliki 2000 staf profesional dan
pendukung, biasanya dipilih dengan cermat. Para perencana biasanya
dipilih dari lulusan universitas dengan tambahan pendidikan selama 1
tahun di institut perencanaan di Kairo. Pada umumnya, yang dipilih adalah
mereka yang telah menunjukkan keterampilan mengajar yang sangat baik.
Pelajaran-pelajaran khusus juga diberikan kepada orang yang akan
menjadi inspektur, konsultan, supervisor, kepala sekolah, asisten teknik,
direktur dan sebagainya. Metode dan prosedur penilaian yang rinci
digunakan untuk keperluan alokasi dan promosi. Antara petugas di
kementerian dan yang ada di governorat selalu dilakukan pertukaran
informasi melalui rapat -rapat yang dilakukan secara reguler serta melalui
jalur-jalur komunikasi lainnya.
9
Terjadi di suatu hal yang sangat aneh di Mesir, yaitu kekurangan
guru agama Islam dan guru bahasa Arab yang sangat besar jumlahnya.
Juga terdapat kekurangan guru dalam bidang seni, pertanian, IKK, musik,
dan berbagai cabang ilmu pendidikan teknik. Ini mungkin disebabkan oleh
profesi guru yang kurang menarik. Status guru secara umum dan guru
bahasa Arab khususnya perlu mendapat perhatian yang lebih sungguh-sungguh.
4. Kurikulum dan Metodologi Pengajaran
Di Mesir, kurikulum adalah hasil pekerjaan tim. Tim kurikulum
terdiri dari konsultan, supervisor, para ahli, para profesor pendidikan, dan
guru-guru yang berpengalaman. Biasanya ada sebuah panitia untuk setiap
mata pelajaran atau kelompok pelajaran, dan ketua-ketua panitia ini
diundang rapat sehingga segala keputusan dapat dikoordinasikan.
Kurikulum yang sudah dihasilkan oleh panitia diserahkan kepada Dewan
Pendidikan Pra Universitas yang secara resmi mengesahkan untuk
diimplementasikan. Berdasarkan peraturan, kurikulum dapat dirubah dan
disesuaikan untuk mengakomodasikan kondisi setempat atau hal-hal
khusus.
Pusat Penelitian Pendidikan Nasional (National Center for
Education Research, NECR) bertanggung jawab mengumpulkan informasi
mengenai materi pengajaran berdasarkan kurikulum dan mengenai
implementasinya di lapangan. Hasil penelitian itu disalurkan ke Dewan
Kesekretariatan, dan apabila diperlukan perubahan, sebuah penelitian
dibentuk dan dibagi tugas untuk mempelajarinya dan merumuskan
perubahan-perubahan itu.
5. Ujian, Kenaikan Kelas, dan Sertifikasi
Sistem ujian di Mesir sangat mempengaruhi pemikiran murid,
orangtua serta para pejabat pendidikan, karena begitu pentingnya hasil
ujian itu. Ujian naik kelas ditetapkan pada grade 2, 4, dan 5, dan ujian
10
negara pertama dilaksanakan pada akhir grade 8. Murid yang lulus
mendapat Sertifikat Pendidikan Dasar, dan dengan itu dapat melanjutkan
ke pendidikan yang lebih tinggi. Jumlah skor menentukan jenis sekolah
yang akan dimasuki, dan itu sangat penting karena umumnya hanya
murid-murid yang mendapat skor tinggi saja yang dapat masuk ke
sekolahsekolah menengah akademik yang diinginkan menuju universitas.
Kalau tidak, mereka masuk ke sekolah-sekolah teknik atau institut
pendidikan lain. Jadi, masa depan anak muda Mesir banyak tergantung
pada nilai yang diperoleh pada ujian negara. Hal ini menjadi sangat
penting sehingga menjadi persaingan sesama murid sangat ketat.
6. Evaluasi dan Penelitian Pendidikan
Pendidikan di Mesir bermula dengan pendirian Institut Perguruan
pada tahun 1929. Ini berkembang lambat sampai Universitas Ain Shams
menggabungkan institut itu sebagai salah satu fakultasnya pada tahun
1951. Pada tahun 1955, sebuah badan penelitian dibentuk di Kementerian
Pendidikan, dan kemudian pada tahun 1972 diganti dengan nama Pusat
Penelitian Pendidikan Nasional (National Center for Education Research,
(NECR). Selain di NECR, penelitianpenelitian berlangsung pada
fakultasfakultas dan pusat pene litian nasional, seperti the National Center
for Social Research, the Center for Development of Science Teaching, dan
sejumlah lembaga lainnya.
Tingkat pendidikan tinggi, perubahan kebijakan penelitian telah
mempengaruhi pengembangan Pusat Penelitian Nasional Nasional Mesir
(NCER) pada tahun 1989. Penelitian lebih ditekankan pada penelitian
terapan (applied research), dan penyediaan dana lebih bersifat kompetitif
berdasarkan ulasan oleh sejawat, dan atas kemampuan mengidentifikasi
prioritas nasional.
5
5
Agustiar Syah Nur. 2001. Perbandingan Sistem Pendidikan 15 Negara. Bandung: Lubuk
Agung. Hlm 233-237
11
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Di Negara Mesir ada beberapa lembaga yang menjadi pengelola utama
pendidikan yaitu, Kementerian Pendidikan dan Pengajaran, Kementerian
Pendidikan Tinggi, Kementerian Negara Urusan Riset, dan Kementerian
Urusan Al-Azhar. Pendidikan dasar untuk usia 6-12 tahun. Pendidikan
menengah pertama untuk usia 12-15 tahun. Pendidikan menengah atas untuk
usia 15-18 tahu. Pendidikan tinggi yang terkenal di Mesir yaitu Universitas
Al-Azhar. Dan pendidikan non formal ditujukan untuk melayani kebutuhan
pendidikan bagi kelompok-kelompok tertentu, baik anak-anak, generasi
muda, maupun orang dewasa. Pendidikan non formal dikaitkan dengan
penghapusan iliterasi.
Mesir menetapkan sebuah kebijakan bahwa menggratiskan biaya bagi
sekolah-sekolah negeri. Menjadikan islam sebagai pelajaran dasar dalam
kurikulum. Pemerintahan Mesir memprogramkan wajib belajar,
masyarakatnya harus pandai dalam hal baca tulis dan terdidik, harus
memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menjadi masyarakat
yang produktif. Kurikulum pendidikan di Mesir secara rinci dibagi menjadi 3
yaitu, kurikulum tingkat rendah, kurikulum tingkat menengah, dan kurikulum
tingkat tinggi.
Sedangkan manajemen pendidikan di Mesir, ada 5 hal yang perlu
dipahami dari sistem pendidikan Mesir, yaitu otoritas, pendanaan, personalia,
kurikulum dan metodologi pengajaran, ujian kenaikan kelas dan sertifikasi,
dan ya ng terakhir evaluasi dan penelitian pendidikan.
12
DAFTAR PUSTAKA
Fithri, Radhiyatul. 2021. Pendidikan Islam di Mesir. Ta’lim Journal : Journal of
Educational Sciences and Teacher Training. 9 (1).
Supradi, Bambang. 2021. Potret Sistem Pendidikan Islam di Mesir. Jurnal
Tazkiya. X (2).
Supradi, Bambang. 2020. Dinamika Pendidikan Islam di Mesir. Jurnal Pendidikan
Islam. 9 (2).
Nur, Agustiar Syah. 2001. Perbandingan Sistem Pendidikan 15 Negara. Bandung:
Lubuk Agung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar