Senin, 13 Juni 2022

KELOMPOK 11

 1

SISTEM DAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN DI ARAB SAUDI

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas pada mata kuliah

“Perbandingan Pendidikan”

Dosen Pengampu:

Zainur Rofik, M. Pd. I.

Disusun Oleh Kelompok 11/PAI F:

1.  Nadya Al Fitria  (201190183)

2.  Novita Febrianti  (201190203)

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONOROGO

2022

2

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena hanya dengan 

segala rahmat-Nyalah akhirnya kami bisa menyusun makalah dengan judul Sistem 

Dan Kebijakan Pendidikan Di Arab Saudi.  Kami juga mengucapkan terima kasih 

kepada Bapak  Zainur Rofik, M. Pd. I.  Selaku dosen pengampu kami yang telah 

memberikan tugas ini kepada kami sehingga kami mendapatkan banyak tambahan 

pengetahuan khususnya dalam masalah  Sistem Dan Kebijakan Pendidikan Di 

Arab Saudi.

Kami selaku penyusun berharap semoga makalah yang telah kami  susun 

ini bisa memberikan banyak manfaat serta menambah  wawasan. Selain itu, kami 

menyadari bahwa makalah ini masih memiliki banyak kekurangan yang 

membutuhkan perbaikan, sehingga kami sangat mengharapkan masukan serta 

kritik dari para pembaca.

Ponorogo, 23 Mei 2022

3

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL  ...........................................................................................  i

KATA PENGANTAR  ........................................................................................  ii

DAFTAR ISI  .....................................................................................................  iii

BAB I PENDAHULUAN  ...................................................................................  1

A.  Latar Belakang  .........................................................................................  1

B.  Rumusan Masalah  ....................................................................................  1

C.  Tujuan  ......................................................................................................  1

BAB II PEMBAHASAN  ....................................................................................  2

A.  Sistem Pendidikan di Arab Saudi  ..............................................................  2 

B.  Kebijakan Pendidikan di Arab Saudi  ........................................................  7 

C.  Kurikulum Pendidikan di Arab Saudi  .......................................................  9 

D.  Metode dan Tujuan Pendidikan di Arab Saudi   .......................................  10

BAB III PENUTUP  ..........................................................................................  12

A.  Kesimpulan  ............................................................................................  12

DAFTAR PUSTAKA  .......................................................................................  13

4

BAB I

PENDAHULUAN 

A.  Latar Belakang

Pendidikan telah menjadi perhatian utama di Arab Saudi sejak 

negara ini diproklamirkan pada tanggal 23 September 1932, dan 

khususnya semenjak tahun 1954 ketika Kementerian Pendidikan dibentuk. 

Pembaharuan di bidang pendidikan telah dimulai pada masa Raja Faisal 

bin Abd Aziz (1964-1975) dan dilanjutkan oleh Raja Khalid bin Abd Aziz 

(1975-1982) dan Raja Fahd bin Abd Aziz (1982-2005). Pembaharuan yang 

tampak dan terasa diantaranya adalah disediakannya pendidikan bagi laki-laki dan perempuan mulai dari taman ka nak-kanak sampai universitas.

Pendidikan di wilayah Arab mulai berkembang setelah berdirinya 

dinasti Umayyah yang mulai merancang sistem pendidikan formal, dan 

dikembangkan oleh dinasti-dinasti setelahnya. Pendidikan di wilayah 

Timur Tengah terkenal dengan  pendidikan yang agamis, hal ini 

dikarenakan islam lahir di jazirah Arab dan pertama kali disebarkan 

disana.  Sistem pendidikan di Arab Saudi memiliki ciri khas yakni studi 

islam menjadi bagian dari sistem pendidikan disamping studi ilmiah dan 

sosial. 

B.  Rumusan Masalah

1.  Bagaimana Sistem Pendidikan di Arab Saudi?

2.  Bagaimana Kebijakan Pendidikan di Arab Saudi?

3.  Bagaimana Kurikulum Pendidikan di Arab Saudi?

4.  Apa Metode dan Tujuan Pendidikan di Arab Saudi?

C.  Tujuan 

1.  Untuk Mengetahui Sistem Pendidikan di Arab Saudi.

2.  Untuk Mengetahui Kebijakan Pendidikan di Arab Saudi.

3.  Untuk Mengetahui Kurikulum Pendidikan di Arab Saudi.

4.  Untuk Mengetahui Metode dan Tujuan Pendidikan di Arab Saudi. 

5

BAB II

PEMBAHASAN

A.  Sistem Pendidikan di Arab Saudi

Sistem pendidikan di Arab Saudi memiliki beberapa kesamaan 

dengan sistem pendidikan di Indonesia.  Sistem pendidikan di Arab Saudi 

memisahkan antara laki-laki dan perempuan sesuai dengan syariat Islam. 

Pendidikan bagi anak-anak wanita Arab Saudi dikelola khusus oleh suatu 

badan  General Administration of Gril’ Education  (GAGE) yang dibentuk 

1960. Sedangkan pendidikan Islam tradisional bagi laki-laki difokuskan 

untuk membentuk calon-calon anggota dewan ulama.  Arab Saudi dimulai 

dari pendidikan pra-sekolah dasar, kemudian  pendidikan  dasar, lalu 

dilanjutkan  pendidikan lanjutan dan pendidikan tinggi yang akan 

dijabarkan lebih jauh sebagai berikut:

1.  Pendidikan Pra-Sekolah Dasar

Seluruh  pendidikan  pra  sekolah  di  Arab  Saudi  berada  dibawah

GAGE.  Alasannya  karena  seluruh  personil  yang  terlibat  dalam

pengelolaan  baik  staff  administrasi  atau  guru  yaitu  seorang  wanita.

Pra-  Pendidikan Dasar ini sama dengan Pendidikan  Taman Kanak-Kanak dari usia 4-5 tahun pendidikan ini ditawarkan secara gratis 

dan bersifat sukarela. Program yang akan  diberikan pada pendidikan 

ini adalah program  pedagogi  dan tidak  terorganisir untuk 

mempersiapkan diri masuk sekolah.

2.  Pendidikan Dasar  (Primary Education)

a.  Sekolah Dasar.

Pada Pendidikan Dasar anak-anak mulai masuk sekolah 

pada usia 6-11 Tahun.  Mata pelajaran yang diajarkan dalam 

pendidikan dasar adalah sebagai berikut: Bahasa  Arab, 

Pendidikan seni, Geografi, Sejarah, Ekonomi rumah (untuk anak 

perempuan), Matematika, Pendidikan Jasmani (untuk anak laki-

6

laki), Studi Islam dan Sain. Sertifikat: shahadat Al Madaaris Al 

Ibtidaa'iyyah (Umum Elementary School Certificate). 

b.  Sekolah Menengah.

Pada Pendidikan  Menengah anak-anak mulai masuk 

sekolah pada usia 12-14 tahun.  Mata pelajaran yang diajarkan 

dalam pendidikan    menengah adalahsebagai berikut: Bahasa

Arab, Pendidikan seni, Geografi, Sejarah, Ekonomi rumah (untuk 

anak perempuan), Matematika, Pendidikan Jasmani (untuk anak 

laki-laki), Studi Islam dan Sain dan bahasa, Tambahannya adalah 

bahasa Inggris. Sertifikat:  shahadat Al-Kafa'at Al-  Mutawassita

(Intermediate School Certificate). 

3.  Pendidikan Lanjutan 

Pada Pendidikan Sekunder anak-anak mulai masuk sekolah pada 

usia  15-17 tahun. Pendidikan Sekunder ini menawarkan 3 program 

yaitu   Pendidikan Menengah Umum, Pendidikan Menengah  Agama, 

Pendidikan Menengah Teknik. Pendidikan ini berlangsung selama 3 

tahun.  Mata Pelajaran yang diajarkan dalam pendidikan lanjutan ini 

adalah sebagai berikut:  Bahasa Arab, Biologi, Kimia, Bahasa 

Inggris, Geografi, Sejarah, Ekonomi rumah (untuk anak perempuan),

Matematika, Pendidikan Jasmani (untuk anak laki-laki) dan 

pelajaran agama.

4.  Pendidikan Tinggi

Pendidikan ini disediakan oleh 7 universitas, beberapa perguruan 

tinggi untuk perempuan. Beroperasi dibawah yurisdiksi Kementerian 

Pendidikan Tinggi. Universitas  Islam Madinah dikelola oleh Dewan 

menteri.  Dalam sistem   pendidikan di Saudi Arabia dibebani tiga 

tujuan yaitu untuk memberikan sekurang-kurangnya pendidikan 

dasar bagi seluruh penduduk, untuk mempersiapkan murid-murid 

dengan berbagai keterampilan yang diperlukan untuk pengembangan 

ekonomi yang terus berubah dan untuk mendidik anak-anak dalam 

7

kepercayaan, praktek, nilai-nilai serta kebudayaan Islam.  Pendidikan 

di Arab Saudi ditangani oleh dua departemen yaitu:

a.  Departemen Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan yang

menangani Pendidikan Dasar, Menengah, baik umum maupun 

khusus.

b.  Departemen Pengajar Tinggi yang menangani lembaga 

pendidikan tinggi, baik itu dilingkungan Perguruan tinggi 

Umum (PTU) maupun Perguruan Tinggi Agama (PTA). 

Pada tahun 1985, total anggaran untuk pendidikan mencapai 3.6 

percent dari total anggaran belanja nasional Arab Saudi. Setiap 

mahasiswa lokal maupun asing di universitas negeri mendapat 

beasiswa setiap bulan dari kementerian pendidikan.

1

B.  Kebijakan Pendidikan di Arab Saudi

Pemerintah Arab  Saudi menjadikan Islam sebagai prioritas dalam 

kebijakan luar negerinya. Islam menjadi panduan legitimasi dari setiap 

aktifitas berbangsa dan bernegaranya. Konstitusi negara Arab Saudi adalah 

Islam, bahkan benderanya pun bertuliskan lafadz tauhid dan pedan g 

sebagai simbol jihad. Tauhid bermakna bahwa Saudi menjadikan Islam 

sebagai nafas hidupnya dan Jihad sebagai simbol perjuangan untuk 

memperjuangkan atau membela agama Islam. 

Pemerintah Arab Saudi di bidang pendidikan banyak membuat 

program yang dikerjakan oleh pemerintah :

1.  Mendirikan sekolah-sekolah tinggi di berbagai negara Islam dan kota 

Internasional terutama negara yang minoritas muslim, seperti 

Kuliyyah Syari’ah dan Bahasa Arab di Emirat Arab; Lembaga 

Pengetahuan Islam Dan Arab di Washington; Akademi  Islam di 

Washington yang berdiri dari Tahun 1984; Ma’had Islami di 

Senegal. 

1  Binti Maunah, Perbandingan Pendidikan Islam, (Yogyakarta: Penerbit teras, 2011), 

198-199. 

8

2.  Memberikan beasiswa bagi anak-anak muslim dari berbagai negara 

Islam dan negara yang minoritas muslim untuk belajar di berbagai 

perguruan tinggi di Arab Saudi.

3.  Pengiriman dosen-dosen untuk perguruan tinggi di berbagai negara 

Islam dan negara yang minoritas muslim.

4.  Mendirikan Pusat Kajian Islam (Islamic Centre) di berbagai negara 

dan kota besar dunia, terutama negara yang minoritas muslim. 

jumlahnya mencapai sekitar 210 buah, diant aranya:· Islamic Centre 

Abuja di Nigeria.· Islamic Centre Raja Syah di Bangladesh.

5.  Mengirim dosen-dosen universitas ke berbagai negara Islam dan 

negara yang minoritas muslim, untuk mengadakan daurah-daurah 

ilmiah (Kajian Islam Intensif).

Arab Saudi menduduki posisi ke dua sebagai penyumbang donasi 

terbesar di dunia pada tahun 1973-1991. Dan pada tahun 1994 

menyumbang sekitar 60 juta dolar ke negara-negara berkembang, 106 juta 

dolar ke negara-negara Muslim dan 14,6 juta dolar ke negara-negara yang 

lain. Donasi ini digunakan untuk mendukung aktifitas dakwah Islam di 

negara-negara Muslim aktifitas dakwah Islam di negara-negara Muslim 

seperti dukungan kepada madrasah, organisasi dakwah, dan sekolah-sekolah tinggi Islam lainnya. Salah satu program pendidikan pemerintah 

Arab Saudi adalah memberikan beasiswa bagi anak-anak muslim dari 

berbagai negara Islam dan negara yang minoritas muslim untuk belajar di 

berbagai perguruan tinggi di Arab Saudi. Jumlah Universitas Saudi yang 

menampung siswa asing sekitar enam Universitas.

2

Saudi Arabia mendirikan pendidikan secara Cuma-Cuma bagi semua 

penduduk, seluruh biaya di tanggung pemerintah.  Lembaga dan sekolah 

yang ada di luar negeri untuk mempopulerkan Bahasa Arab dan kajian 

Islam, bukan hanya tanpa biaya, melainkan pendaftaran yang diterima 

2  Muhamad Murtadlo, Layanan Pendidikan Bagi Warga negara Indonesia Di arab Saudi 

Educational Services For Indonesian Citizens Domiciled In Saudi, Jurnal Penelitian Pendidikan 

Agama dan Keagamaan, 16(1), 2018, 101-102. 

9

mendapat tunjangan dana akomodasi, buku-buku dan lain-lain. Pemerintah 

Arab Saudi menggratiskan seluruh biaya pendidikan dari tingkat sekolah 

dasar hingga perguruan tinggi. Untuk sekolah-sekolah khusus seperti 

sekolah penghafal Al-Qur’an pemerintah Arab Saudi memberikan 

tunjangan yang bervariasi tergantung pada tingkatannya. Khusus untuk 

mahasiswa, baik  S1, S2 maupun S3 mereka mendapat tunjangan bulanan 

sebesar 900 SR. Tunjangan ini tidak hanya diberikan kepada mahasiswa 

asli Saudi tapi juga diberikan kepada seluruh mahasiswa asing yang kuliah 

di Arab Saudi. Jumlah tunjangannya pun sama 900 SR/bulan seperti 

terlihat pada gambar di bawah, bukan 2000 SR/bulan.

3

C.  Kurikulum Pendidikan di Arab Saudi

Sistem pendidikan di Arab Saudi mengambil kurikulum yang ada 

pada negara-negara Arab, terutama pada Mesir dengan lebih menekankan 

pada mata pelajaran keagamaan. Kurikulum pada sekolah pria dan wanita 

setiap jenjang praktiknya sama, kecuali sekolah wanita menambahkan 

pelajaran manejeman rumah tangga sementara sekolah pria menambahkan 

mata pelajaran pendidikan jasmani, yang tidak diajarkan pada wanita. 

Sekolah swasta diharuskan mengikuti peraturan kurikulum yang sama 

seperti pada sekolah negeri. Banyak sekolah swasta boleh menambahkan 

mata pelajaran populer seperti bahasa Inggris dan komputer.

Kementrian Pendidikan dan Badan Administrasi Umum 

Pendidikan Wanita (GAGE) sama-sama memiliki bagian kurikulum, 

walaupun sedikit sekali yang telah berubah dalam kurikulum mereka 

semenjak pendiriannya. Kedua lembaga itu, menyewa pengarang-pengarang untuk menyiapkan buku teks, mencentaknya,  serta 

membagikannya kesekolah-sekolah. Dengan demikian, terdapat kurikulum 

yang seragam diseluruh Saudi Arabia. 

Penerapan kurikulum dilakukan melalui berbagai cara seperti 

melalui kepala sekolah, kunjungan oleh para insperktur dikantor-kantor 

3  Rahman Imdadun,  Arus Baru Radikal Islam: Transmisi Revivalisme Islam Timur

Tengah ke Indonesia, (Jakarta : Erlangga, 2010), 48. 

10

distrik, dan juga melalui ujian akhir yang mencakup seluruh materi yang 

seharusnya diajarkan pada setiap semester. Pada pemilihan metode 

mengajar pada setiap mata pelajaran yang digunakan oleh guru mata 

pelajaran agama lebih menekankan hafalan, dan jarang sekali 

menggunakan peralatan mengajar selain dari papan tulis. 

Bahasa Arab merupakan pengantar mulai dari sekolah dasar, 

sekolah menengah pertama sampai kelevel sekolah menengah atas. Pada 

perguruan tinggi,  bahasa arab menjadi bahasa pengantar pada bidang seni, 

himaniora, dan ilmu-ilmu sosial. Bahasa inggris  merupakan bahasa 

pengantar pada bidang engineering, kedokteran dan ilmu-ilmu alami. 

Jarang sekali buku-buku teks untuk level perguruan tinggi yang ditulis 

dalam bahasa arab, dan dosen-dosen yang harus menggunakan bahasa arab 

terpaksa mengetik bahan kuliyahnya terlebih dahuli kedalam bahasa arab 

dan menggunakannya sebagai bahan dasar perkuliyahannya serta 

menggunakannya sebagai buku teks juga. Akibatnya ialah 

terjadinya   pendangkalan ilmu pengetahuan pada beberapa jurusan di 

perguruan tinggi.

4

D.  Metode dan Tujuan Pendidikan di Arab Saudi

Di Arab Saudi dalam pemilihan metode mengajar itu berbeda dari 

masing-masing mata pelajaran. Guru-guru yang mengajar mata pelajaran 

agama lebih ,emekankan pada metode hafalan dan jarang sekali 

menggunakan fasilitas untuk  mengajar selain dari papan tulis. Guru bahasa 

arab juga menggunakan papan tulis selain menggunakan metode hafalan 

teks. Guru bahasa ilmu eksakta menggunakan laboratorium kalau peralatan 

itu tersedia dilembaga sekolah. Tetapi, hampir semua sekolah yang 

terdapat  laboratorium  tidak  memiliki peralatan yang lengkap, baik dari 

kekurangan dalam peralatan ataupun kekurangan dalam tenaga 

professional.

5

4  Rachman Assegaf,  Sketsa Perbandingan Pendidikan di Negara-Negara Islam 

dan  Barat, (Yogyakarta: Gama Media, 2003), 69.

5 Ibid. 70. 

11

Pendidikan di Arab Saudi telah menjadi perhatian yang selalu 

diutamakan, khususnya semenjak tahun 1954 ketika kementrian 

pendidikan dibentuk. Rencana pembangunan telah memformalkan maksud 

dari pendirian pendidikan. Sasaran-sasaran yang mengiringi ke-arah arus 

pembangunan nasional. Dalam upaya pembangunan nasional, sistem 

pendidikan dibedakan menjadi tiga tujuan yaitu:

1.  Untuk memberikang sekurang-kurangnya pendidikan dasar 

bagi seluruh penduduk.

2.  Untuk mempersiapkan murid-murid dengan keterampilan yang 

diperlukan untuk pengembangan ekonomi yang terus berubah. 

3.  Untuk mendidik anak-anak dalam kepercayaan, praktek, nilai-nilai serta kebudayaan Islam.

6

6 Yanti, Perbandingan Pendidikan, (Jakarta: Rizqy Grafika, 2012), 98.  

12

BAB III 

PENUTUP

A.  Kesimpulan 

Daya tarik  Arab Saudi disamping sisi dunia kerja adalah dunia 

pendidikan. Sistem di Arab Saudi memisahkan antara laki-laki dengan 

perempuan sesuai dengan syariat Islam.  Secara umum, sistem 

pendidikan dibagi menjadi 3 yaitu: pendidikan umum untuk laki-laki, 

pendidikan umum untuk perempuan dan pendidikan Islam untuk laki-laki. 

Kurikulum untuk sekolah Islam tradisional juga sebagian 

menggunakan kurikulum pendidikan umum, tetapi fokusnya pada studi 

Islam dan bahasa Arab.  Pemerintah Arab Saudi menjadikan Islam 

sebagai prioritas dalam kebijakan luar negerinya. Islam menjadi 

panduan legitimasi dari setiap aktifitas berbangsa dan bernegaranya. 

Konstitusi negara Arab Saudi adalah  Islam, bahkan benderanya pun 

bertuliskan lafadz tauhid dan pedang sebagai simbol jihad. 

13

DAFTAR PUSTAKA

Assegaf, Rachman. 2003,  Sketsa Perbandingan Pendidikan di Negara-Negara Islam dan  Barat, Yogyakarta, Gama Media.

Imdadun, Rahman. 2010, Arus Baru Radikal Islam: Transmisi Revivalisme 

Islam Timur Tengah ke Indonesia, Jakarta, Erlangga.

Maunah,  Binti. 2011,   Perbandingan Pendidikan Islam, Yogyakarta, 

Penerbit teras.

Murtadlo, Muhamad. 2018,  Layanan Pendidikan Bagi Warga negara 

Indonesia Di arab Saudi Educational Services For Indonesian Citizens Domiciled 

In Saudi, Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan, 16(1) .

Yanti. 2012, Perbandingan Pendidikan, Jakarta, Rizqy Grafika.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KONSEP DASAR PERBANDINGAN PENDIDIKAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kata “Perbandingan Pendidikan” atau perbandingan pendidikan merupakan terjemahan dari bahasa “comparat...