1
SISTEM DAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN DI ARAB SAUDI
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas pada mata kuliah
“Perbandingan Pendidikan”
Dosen Pengampu:
Zainur Rofik, M. Pd. I.
Disusun Oleh Kelompok 11/PAI F:
1. Nadya Al Fitria (201190183)
2. Novita Febrianti (201190203)
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONOROGO
2022
2
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena hanya dengan
segala rahmat-Nyalah akhirnya kami bisa menyusun makalah dengan judul Sistem
Dan Kebijakan Pendidikan Di Arab Saudi. Kami juga mengucapkan terima kasih
kepada Bapak Zainur Rofik, M. Pd. I. Selaku dosen pengampu kami yang telah
memberikan tugas ini kepada kami sehingga kami mendapatkan banyak tambahan
pengetahuan khususnya dalam masalah Sistem Dan Kebijakan Pendidikan Di
Arab Saudi.
Kami selaku penyusun berharap semoga makalah yang telah kami susun
ini bisa memberikan banyak manfaat serta menambah wawasan. Selain itu, kami
menyadari bahwa makalah ini masih memiliki banyak kekurangan yang
membutuhkan perbaikan, sehingga kami sangat mengharapkan masukan serta
kritik dari para pembaca.
Ponorogo, 23 Mei 2022
3
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ........................................................................................... i
KATA PENGANTAR ........................................................................................ ii
DAFTAR ISI ..................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................... 1
A. Latar Belakang ......................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah .................................................................................... 1
C. Tujuan ...................................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN .................................................................................... 2
A. Sistem Pendidikan di Arab Saudi .............................................................. 2
B. Kebijakan Pendidikan di Arab Saudi ........................................................ 7
C. Kurikulum Pendidikan di Arab Saudi ....................................................... 9
D. Metode dan Tujuan Pendidikan di Arab Saudi ....................................... 10
BAB III PENUTUP .......................................................................................... 12
A. Kesimpulan ............................................................................................ 12
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 13
4
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan telah menjadi perhatian utama di Arab Saudi sejak
negara ini diproklamirkan pada tanggal 23 September 1932, dan
khususnya semenjak tahun 1954 ketika Kementerian Pendidikan dibentuk.
Pembaharuan di bidang pendidikan telah dimulai pada masa Raja Faisal
bin Abd Aziz (1964-1975) dan dilanjutkan oleh Raja Khalid bin Abd Aziz
(1975-1982) dan Raja Fahd bin Abd Aziz (1982-2005). Pembaharuan yang
tampak dan terasa diantaranya adalah disediakannya pendidikan bagi laki-laki dan perempuan mulai dari taman ka nak-kanak sampai universitas.
Pendidikan di wilayah Arab mulai berkembang setelah berdirinya
dinasti Umayyah yang mulai merancang sistem pendidikan formal, dan
dikembangkan oleh dinasti-dinasti setelahnya. Pendidikan di wilayah
Timur Tengah terkenal dengan pendidikan yang agamis, hal ini
dikarenakan islam lahir di jazirah Arab dan pertama kali disebarkan
disana. Sistem pendidikan di Arab Saudi memiliki ciri khas yakni studi
islam menjadi bagian dari sistem pendidikan disamping studi ilmiah dan
sosial.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana Sistem Pendidikan di Arab Saudi?
2. Bagaimana Kebijakan Pendidikan di Arab Saudi?
3. Bagaimana Kurikulum Pendidikan di Arab Saudi?
4. Apa Metode dan Tujuan Pendidikan di Arab Saudi?
C. Tujuan
1. Untuk Mengetahui Sistem Pendidikan di Arab Saudi.
2. Untuk Mengetahui Kebijakan Pendidikan di Arab Saudi.
3. Untuk Mengetahui Kurikulum Pendidikan di Arab Saudi.
4. Untuk Mengetahui Metode dan Tujuan Pendidikan di Arab Saudi.
5
BAB II
PEMBAHASAN
A. Sistem Pendidikan di Arab Saudi
Sistem pendidikan di Arab Saudi memiliki beberapa kesamaan
dengan sistem pendidikan di Indonesia. Sistem pendidikan di Arab Saudi
memisahkan antara laki-laki dan perempuan sesuai dengan syariat Islam.
Pendidikan bagi anak-anak wanita Arab Saudi dikelola khusus oleh suatu
badan General Administration of Gril’ Education (GAGE) yang dibentuk
1960. Sedangkan pendidikan Islam tradisional bagi laki-laki difokuskan
untuk membentuk calon-calon anggota dewan ulama. Arab Saudi dimulai
dari pendidikan pra-sekolah dasar, kemudian pendidikan dasar, lalu
dilanjutkan pendidikan lanjutan dan pendidikan tinggi yang akan
dijabarkan lebih jauh sebagai berikut:
1. Pendidikan Pra-Sekolah Dasar
Seluruh pendidikan pra sekolah di Arab Saudi berada dibawah
GAGE. Alasannya karena seluruh personil yang terlibat dalam
pengelolaan baik staff administrasi atau guru yaitu seorang wanita.
Pra- Pendidikan Dasar ini sama dengan Pendidikan Taman Kanak-Kanak dari usia 4-5 tahun pendidikan ini ditawarkan secara gratis
dan bersifat sukarela. Program yang akan diberikan pada pendidikan
ini adalah program pedagogi dan tidak terorganisir untuk
mempersiapkan diri masuk sekolah.
2. Pendidikan Dasar (Primary Education)
a. Sekolah Dasar.
Pada Pendidikan Dasar anak-anak mulai masuk sekolah
pada usia 6-11 Tahun. Mata pelajaran yang diajarkan dalam
pendidikan dasar adalah sebagai berikut: Bahasa Arab,
Pendidikan seni, Geografi, Sejarah, Ekonomi rumah (untuk anak
perempuan), Matematika, Pendidikan Jasmani (untuk anak laki-
6
laki), Studi Islam dan Sain. Sertifikat: shahadat Al Madaaris Al
Ibtidaa'iyyah (Umum Elementary School Certificate).
b. Sekolah Menengah.
Pada Pendidikan Menengah anak-anak mulai masuk
sekolah pada usia 12-14 tahun. Mata pelajaran yang diajarkan
dalam pendidikan menengah adalahsebagai berikut: Bahasa
Arab, Pendidikan seni, Geografi, Sejarah, Ekonomi rumah (untuk
anak perempuan), Matematika, Pendidikan Jasmani (untuk anak
laki-laki), Studi Islam dan Sain dan bahasa, Tambahannya adalah
bahasa Inggris. Sertifikat: shahadat Al-Kafa'at Al- Mutawassita
(Intermediate School Certificate).
3. Pendidikan Lanjutan
Pada Pendidikan Sekunder anak-anak mulai masuk sekolah pada
usia 15-17 tahun. Pendidikan Sekunder ini menawarkan 3 program
yaitu Pendidikan Menengah Umum, Pendidikan Menengah Agama,
Pendidikan Menengah Teknik. Pendidikan ini berlangsung selama 3
tahun. Mata Pelajaran yang diajarkan dalam pendidikan lanjutan ini
adalah sebagai berikut: Bahasa Arab, Biologi, Kimia, Bahasa
Inggris, Geografi, Sejarah, Ekonomi rumah (untuk anak perempuan),
Matematika, Pendidikan Jasmani (untuk anak laki-laki) dan
pelajaran agama.
4. Pendidikan Tinggi
Pendidikan ini disediakan oleh 7 universitas, beberapa perguruan
tinggi untuk perempuan. Beroperasi dibawah yurisdiksi Kementerian
Pendidikan Tinggi. Universitas Islam Madinah dikelola oleh Dewan
menteri. Dalam sistem pendidikan di Saudi Arabia dibebani tiga
tujuan yaitu untuk memberikan sekurang-kurangnya pendidikan
dasar bagi seluruh penduduk, untuk mempersiapkan murid-murid
dengan berbagai keterampilan yang diperlukan untuk pengembangan
ekonomi yang terus berubah dan untuk mendidik anak-anak dalam
7
kepercayaan, praktek, nilai-nilai serta kebudayaan Islam. Pendidikan
di Arab Saudi ditangani oleh dua departemen yaitu:
a. Departemen Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan yang
menangani Pendidikan Dasar, Menengah, baik umum maupun
khusus.
b. Departemen Pengajar Tinggi yang menangani lembaga
pendidikan tinggi, baik itu dilingkungan Perguruan tinggi
Umum (PTU) maupun Perguruan Tinggi Agama (PTA).
Pada tahun 1985, total anggaran untuk pendidikan mencapai 3.6
percent dari total anggaran belanja nasional Arab Saudi. Setiap
mahasiswa lokal maupun asing di universitas negeri mendapat
beasiswa setiap bulan dari kementerian pendidikan.
1
B. Kebijakan Pendidikan di Arab Saudi
Pemerintah Arab Saudi menjadikan Islam sebagai prioritas dalam
kebijakan luar negerinya. Islam menjadi panduan legitimasi dari setiap
aktifitas berbangsa dan bernegaranya. Konstitusi negara Arab Saudi adalah
Islam, bahkan benderanya pun bertuliskan lafadz tauhid dan pedan g
sebagai simbol jihad. Tauhid bermakna bahwa Saudi menjadikan Islam
sebagai nafas hidupnya dan Jihad sebagai simbol perjuangan untuk
memperjuangkan atau membela agama Islam.
Pemerintah Arab Saudi di bidang pendidikan banyak membuat
program yang dikerjakan oleh pemerintah :
1. Mendirikan sekolah-sekolah tinggi di berbagai negara Islam dan kota
Internasional terutama negara yang minoritas muslim, seperti
Kuliyyah Syari’ah dan Bahasa Arab di Emirat Arab; Lembaga
Pengetahuan Islam Dan Arab di Washington; Akademi Islam di
Washington yang berdiri dari Tahun 1984; Ma’had Islami di
Senegal.
1 Binti Maunah, Perbandingan Pendidikan Islam, (Yogyakarta: Penerbit teras, 2011),
198-199.
8
2. Memberikan beasiswa bagi anak-anak muslim dari berbagai negara
Islam dan negara yang minoritas muslim untuk belajar di berbagai
perguruan tinggi di Arab Saudi.
3. Pengiriman dosen-dosen untuk perguruan tinggi di berbagai negara
Islam dan negara yang minoritas muslim.
4. Mendirikan Pusat Kajian Islam (Islamic Centre) di berbagai negara
dan kota besar dunia, terutama negara yang minoritas muslim.
jumlahnya mencapai sekitar 210 buah, diant aranya:· Islamic Centre
Abuja di Nigeria.· Islamic Centre Raja Syah di Bangladesh.
5. Mengirim dosen-dosen universitas ke berbagai negara Islam dan
negara yang minoritas muslim, untuk mengadakan daurah-daurah
ilmiah (Kajian Islam Intensif).
Arab Saudi menduduki posisi ke dua sebagai penyumbang donasi
terbesar di dunia pada tahun 1973-1991. Dan pada tahun 1994
menyumbang sekitar 60 juta dolar ke negara-negara berkembang, 106 juta
dolar ke negara-negara Muslim dan 14,6 juta dolar ke negara-negara yang
lain. Donasi ini digunakan untuk mendukung aktifitas dakwah Islam di
negara-negara Muslim aktifitas dakwah Islam di negara-negara Muslim
seperti dukungan kepada madrasah, organisasi dakwah, dan sekolah-sekolah tinggi Islam lainnya. Salah satu program pendidikan pemerintah
Arab Saudi adalah memberikan beasiswa bagi anak-anak muslim dari
berbagai negara Islam dan negara yang minoritas muslim untuk belajar di
berbagai perguruan tinggi di Arab Saudi. Jumlah Universitas Saudi yang
menampung siswa asing sekitar enam Universitas.
2
Saudi Arabia mendirikan pendidikan secara Cuma-Cuma bagi semua
penduduk, seluruh biaya di tanggung pemerintah. Lembaga dan sekolah
yang ada di luar negeri untuk mempopulerkan Bahasa Arab dan kajian
Islam, bukan hanya tanpa biaya, melainkan pendaftaran yang diterima
2 Muhamad Murtadlo, Layanan Pendidikan Bagi Warga negara Indonesia Di arab Saudi
Educational Services For Indonesian Citizens Domiciled In Saudi, Jurnal Penelitian Pendidikan
Agama dan Keagamaan, 16(1), 2018, 101-102.
9
mendapat tunjangan dana akomodasi, buku-buku dan lain-lain. Pemerintah
Arab Saudi menggratiskan seluruh biaya pendidikan dari tingkat sekolah
dasar hingga perguruan tinggi. Untuk sekolah-sekolah khusus seperti
sekolah penghafal Al-Qur’an pemerintah Arab Saudi memberikan
tunjangan yang bervariasi tergantung pada tingkatannya. Khusus untuk
mahasiswa, baik S1, S2 maupun S3 mereka mendapat tunjangan bulanan
sebesar 900 SR. Tunjangan ini tidak hanya diberikan kepada mahasiswa
asli Saudi tapi juga diberikan kepada seluruh mahasiswa asing yang kuliah
di Arab Saudi. Jumlah tunjangannya pun sama 900 SR/bulan seperti
terlihat pada gambar di bawah, bukan 2000 SR/bulan.
3
C. Kurikulum Pendidikan di Arab Saudi
Sistem pendidikan di Arab Saudi mengambil kurikulum yang ada
pada negara-negara Arab, terutama pada Mesir dengan lebih menekankan
pada mata pelajaran keagamaan. Kurikulum pada sekolah pria dan wanita
setiap jenjang praktiknya sama, kecuali sekolah wanita menambahkan
pelajaran manejeman rumah tangga sementara sekolah pria menambahkan
mata pelajaran pendidikan jasmani, yang tidak diajarkan pada wanita.
Sekolah swasta diharuskan mengikuti peraturan kurikulum yang sama
seperti pada sekolah negeri. Banyak sekolah swasta boleh menambahkan
mata pelajaran populer seperti bahasa Inggris dan komputer.
Kementrian Pendidikan dan Badan Administrasi Umum
Pendidikan Wanita (GAGE) sama-sama memiliki bagian kurikulum,
walaupun sedikit sekali yang telah berubah dalam kurikulum mereka
semenjak pendiriannya. Kedua lembaga itu, menyewa pengarang-pengarang untuk menyiapkan buku teks, mencentaknya, serta
membagikannya kesekolah-sekolah. Dengan demikian, terdapat kurikulum
yang seragam diseluruh Saudi Arabia.
Penerapan kurikulum dilakukan melalui berbagai cara seperti
melalui kepala sekolah, kunjungan oleh para insperktur dikantor-kantor
3 Rahman Imdadun, Arus Baru Radikal Islam: Transmisi Revivalisme Islam Timur
Tengah ke Indonesia, (Jakarta : Erlangga, 2010), 48.
10
distrik, dan juga melalui ujian akhir yang mencakup seluruh materi yang
seharusnya diajarkan pada setiap semester. Pada pemilihan metode
mengajar pada setiap mata pelajaran yang digunakan oleh guru mata
pelajaran agama lebih menekankan hafalan, dan jarang sekali
menggunakan peralatan mengajar selain dari papan tulis.
Bahasa Arab merupakan pengantar mulai dari sekolah dasar,
sekolah menengah pertama sampai kelevel sekolah menengah atas. Pada
perguruan tinggi, bahasa arab menjadi bahasa pengantar pada bidang seni,
himaniora, dan ilmu-ilmu sosial. Bahasa inggris merupakan bahasa
pengantar pada bidang engineering, kedokteran dan ilmu-ilmu alami.
Jarang sekali buku-buku teks untuk level perguruan tinggi yang ditulis
dalam bahasa arab, dan dosen-dosen yang harus menggunakan bahasa arab
terpaksa mengetik bahan kuliyahnya terlebih dahuli kedalam bahasa arab
dan menggunakannya sebagai bahan dasar perkuliyahannya serta
menggunakannya sebagai buku teks juga. Akibatnya ialah
terjadinya pendangkalan ilmu pengetahuan pada beberapa jurusan di
perguruan tinggi.
4
D. Metode dan Tujuan Pendidikan di Arab Saudi
Di Arab Saudi dalam pemilihan metode mengajar itu berbeda dari
masing-masing mata pelajaran. Guru-guru yang mengajar mata pelajaran
agama lebih ,emekankan pada metode hafalan dan jarang sekali
menggunakan fasilitas untuk mengajar selain dari papan tulis. Guru bahasa
arab juga menggunakan papan tulis selain menggunakan metode hafalan
teks. Guru bahasa ilmu eksakta menggunakan laboratorium kalau peralatan
itu tersedia dilembaga sekolah. Tetapi, hampir semua sekolah yang
terdapat laboratorium tidak memiliki peralatan yang lengkap, baik dari
kekurangan dalam peralatan ataupun kekurangan dalam tenaga
professional.
5
4 Rachman Assegaf, Sketsa Perbandingan Pendidikan di Negara-Negara Islam
dan Barat, (Yogyakarta: Gama Media, 2003), 69.
5 Ibid. 70.
11
Pendidikan di Arab Saudi telah menjadi perhatian yang selalu
diutamakan, khususnya semenjak tahun 1954 ketika kementrian
pendidikan dibentuk. Rencana pembangunan telah memformalkan maksud
dari pendirian pendidikan. Sasaran-sasaran yang mengiringi ke-arah arus
pembangunan nasional. Dalam upaya pembangunan nasional, sistem
pendidikan dibedakan menjadi tiga tujuan yaitu:
1. Untuk memberikang sekurang-kurangnya pendidikan dasar
bagi seluruh penduduk.
2. Untuk mempersiapkan murid-murid dengan keterampilan yang
diperlukan untuk pengembangan ekonomi yang terus berubah.
3. Untuk mendidik anak-anak dalam kepercayaan, praktek, nilai-nilai serta kebudayaan Islam.
6
6 Yanti, Perbandingan Pendidikan, (Jakarta: Rizqy Grafika, 2012), 98.
12
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Daya tarik Arab Saudi disamping sisi dunia kerja adalah dunia
pendidikan. Sistem di Arab Saudi memisahkan antara laki-laki dengan
perempuan sesuai dengan syariat Islam. Secara umum, sistem
pendidikan dibagi menjadi 3 yaitu: pendidikan umum untuk laki-laki,
pendidikan umum untuk perempuan dan pendidikan Islam untuk laki-laki.
Kurikulum untuk sekolah Islam tradisional juga sebagian
menggunakan kurikulum pendidikan umum, tetapi fokusnya pada studi
Islam dan bahasa Arab. Pemerintah Arab Saudi menjadikan Islam
sebagai prioritas dalam kebijakan luar negerinya. Islam menjadi
panduan legitimasi dari setiap aktifitas berbangsa dan bernegaranya.
Konstitusi negara Arab Saudi adalah Islam, bahkan benderanya pun
bertuliskan lafadz tauhid dan pedang sebagai simbol jihad.
13
DAFTAR PUSTAKA
Assegaf, Rachman. 2003, Sketsa Perbandingan Pendidikan di Negara-Negara Islam dan Barat, Yogyakarta, Gama Media.
Imdadun, Rahman. 2010, Arus Baru Radikal Islam: Transmisi Revivalisme
Islam Timur Tengah ke Indonesia, Jakarta, Erlangga.
Maunah, Binti. 2011, Perbandingan Pendidikan Islam, Yogyakarta,
Penerbit teras.
Murtadlo, Muhamad. 2018, Layanan Pendidikan Bagi Warga negara
Indonesia Di arab Saudi Educational Services For Indonesian Citizens Domiciled
In Saudi, Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan, 16(1) .
Yanti. 2012, Perbandingan Pendidikan, Jakarta, Rizqy Grafika.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar