Senin, 13 Juni 2022

KELOMPOK 02

 i

SISTEM DAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN DI MALAYSIA

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah 

“ Perbandingan Pendidikan ”

Dosen Pengampu: Zainur Rofik

Disusun oleh Kelompok 02/ PAI. F

1.  Nadiya Fitriana   (201190182)

2.  Niswatun Khasanah  (201190196)

3.  Nukma Nafisah  (201190205)

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONOROGO

2022

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT., yang telah 

melimpahkan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua sehingga kami bisa 

Menyusun makalah ini dengan judul “Sistem dan Kebijakan Pendidikan di 

Malaysia “. Kami juga mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak 

Zainur Rofik selaku dosen pengampu mata kuliah kami yang telah 

memberikan tugas ini kepada kami  sehingga kami mendapatkan banyak 

tambahan pengetahuan khususnya dalam masalah Perbandingan Pendidikan.

Kami selaku penyusun berharap semoga makalah yang telah kami 

susun ini bisa memberikan banyak manfaat serta  menambah pengetahuan 

terutama dalam hal “Perbandingan Pendidikan”. Selain itu, pemakalah 

menyadari bahwa makalah ini masih memiliki banyak kekurangan tentunya 

membutuhkan perbaikan, sehingga kami sangat berharap masukkan serta 

kritik dari para pembaca.

Ponorogo, 25 Februari 2022

Penyusun

iii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL  .....................................................................................  i

KATA PENGANTAR  ..................................................................................  ii

DAFTAR ISI  ................................................................................................  iii

BAB I PENDAHULUAN  .............................................................................  4

A.  Latar Belakang  ......................................................................................  4

B.  Rumusan Masalah ................................................................................  4

C.  Tujuan  .............................................................................................................  5

BAB II PEMBAHASAN  ..............................................................................  6

A.  Sistem dan Kebijkan Pendidikan  .....................................................................  6

B.  Sistem Pendidikan Yang Digunakan di Malaysia ............................................  8

C.  Kebijakan Pendidikan Yang Digunakan di Malaysia .....................................  11

D.  Kurikulum Pendidikan Yang Digunakan   .......................................................  14

E.  Sistem Pendidikan Keagamaan di Malaysia .................................................  19

BAB III PENUTUP  ....................................................................................  24

A.  Kesimpulan  ...................................................................................................  24

DAFTAR PUSTAKA  .................................................................................  26

4

BAB I

PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang

Pendidikan merupakan hal yang penting baik di negara yang 

sudah maju maupun negara yang  berkembang. Bagi negara maju, 

Pendidikan digunakan sebagai upaya untuk terus meningkatkan 

kualitas hidup para warga negaranya. Sedangkan bagi negara 

berkembang, Pendidikan dilaksanakan sebagai upaya untuk 

mengejar ketertinggalan mereka dikancah Internasional sehingga 

mereka dapat disejajarkan dengan negara maju.

Namun Pendidikan di negara maju dan negara berkembang 

juga masih memiliki masalah mengenai  pendidikan yang disebabkan 

oleh beberapa faktor. Melalui perbandingan pendidikan dapat kita 

ketahui apa sebenarnya masalah-  masalah yang membelit dunia 

pendidikan, baik di negara maju maupun negara berkembang.

Salah satu negara berkembang anggota ASEAN adalah 

Malaysia. Malaysia merupakan negara tetangga serumpun dengan 

Indonesia, namun perkembanngannya sangat  pesat mulai dari sektor 

ekonomi sampai pendidikan. Pendidikan di Malaysia jauh melampui 

pendidikan di Indonesia. Beberapa kebijakan yang dilakukan oleh 

pemerintah sangat mendukung tercapainya pendidikan yang lebih 

maju.

Hal tersebut menjadikan kami tertarik untuk mengulas lebih 

dalam tentang pendidikan di Malaysia. Oleh karena itu, kami 

menyusun makalah mengenai “Sistem dan Kebijakan Pendidikan di 

Malaysia “.

B.  Rumusan Masalah

1.  Apa yang dimaksud dengan sistem dan kebijakan Pendidikan ?

2.  Bagaimana sistem pendidikan yang digunakan di Malaysia ? 

5

3.  Bagaimana kebijakan pendidikan yang digunakan di Malaysia ?

4.  Apa saja kurikulum pendidikan yang berlaku di Malaysia ?

5.  Bagaimana sistem pendidikan keagamaan di Malaysia ?

C.  Tujuan

1.  Untuk mengetahui sistem dan kebijakan pendidikan.

2.  Untuk mengetahui sistem  pendidikan yang digunakan di 

Malaysia.

3.  Untuk mengetahui kebijakan  pendidikan yang digunakan di 

Malaysia.

4.  Untuk mengetahui kurikulum pendidikan yang berlaku di 

Malaysia.

5.  Untuk mengetahui sistem pendidikan keagamaan di Malaysia.

6

BAB II 

PEMBAHASAN

A.  Pengertian Sistem dan Kebijakan menurut para ahli

1.  Pengertian Sistem

a)  Menurut Fat dan Hutahean (2014), sistem adalah suatu 

himpunan suatu benda nyata atau abstrak yang terdiri dari 

bagian-  bagian atau komponen yang saling  berkaitan, 

berhubungan, ketergantungan, saling mendukung, yang 

secara keseluruhan Bersatu dalam kesatuan untuk mencapai 

tujuan tertentu secar aefektif dan efesien.

b)  Menurut Jogianto dalam Hutahean (2014), sistem adalah 

kumpulan elemen-  elemen yang berinteraksi untuk 

mencapai suatu tujuan tertentu. Sistem ini menggambarkan 

suatu kejadian-  kejadian dan kesatuan yang nyata adalah 

suatu objek nyata, seperti tempat, benda dan orang-  orang 

yang betul- betul ada dan terjadi.

1

c)  Sujarweni menyatakan sistem adalah suatu rangkaian yang 

berfungsi menerima input (masukkan), mengolah input, dan 

menghasilkan output. Sistem yang baik akan mampu 

bertahan dalam lingkungannya.

d)  Menurut Rosen Blatt (2012) menyebutkan sistem adalah 

serangkaian komponen yang saling berhubungan yang 

menghasilkan hasil tertentu.

2

Dari uraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem 

adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-  prosedur yang 

saling berhubungan, berkumpul bersama-  sama untuk 

melakukan kegiatan atau untuk melakukan sasaran tertentu. 

1

Mastuhu, Menata Ulang Pemikiran Sistem Pendidikan Nasional dalam Abad 21, 

Yogyakarta: Safira Ingaria Press, 2016), 52- 53.

2

Ibid, 54. 

7

Yang  harus memenuhi 3 unsur yaitu input, proses, dan 

output guna mencapai suatu tujuan.

2.  Pengertian Kebijakan Pendidikan

Riant Nugroho (2008:  35-  36) mengatakan bahwa 

kebijak  an  pendidikan adalah kebijakan publik bidang 

pendidikan. Kebijakan pendidikan berkenaan  dengan 

kumpulan hukum atau aturan yang mengatut pelaksanaan 

sistem pendidikan dan bagaimana mencapai tujuan tersebut. 

Kebijakan pendidikan harus sejalan dengan kebijakan 

publik.

3

Margaret  E. Goertz (Riant Nugroho, 2008: 37) 

mengemukakan bahwa kebijakan  pendidikan berkenaan 

dengan efisiensi dan efektivitas anggaran pendidikan. Isu ini 

menjadi penting dengan meningkatnya kritisi publik terhadap 

biaya pendidikan. Kebijakan pendidikan merupakan 

kebijakan ditujukan untuk mencapai tujuan pembangunan 

negara di  bidang pendidikan, sebagai salah satu bagian dari 

tujuan pembangunan secara keseluruhan (Tilaar & Riant 

Nugroho, 2008: 264)

4

Jadi kebijakan negara di bidang pendidikan 

merupakan produk dari sebuah proses yang melibatkan 

berbagai elemen politik yang berlangsung di lembaga 

legislatif dan eksekutif. Sebagai produk dari keputusan 

politik, kebijakan yang dilakukan negara di bidang 

pendidikan merupakan cermin dari politik pendidikan 

nasional yang memberikan implikasi terhadapp sistem, 

kelembagaan, kurikulum dan  proses pendidikan, hal ini juga 

3

Nurani Soyomukti, Teori- Teori Pendidikan, Jogjakarta: ar- Ruz Media, 2010), 41.

4

Yoyon Bahtiar Irianto, Kebijakan Pembaruan Pendidikan: Konsep, Teori dan Model, 

Jakarta: Rajawali Pers, 2012, 51. 

8

termasuk terhadap pendidikan islam yang secara faktual 

sejak semula merupakan bagian dari sistem pendidikan 

nasional. 

B.  Sistem Pendidikan di Malaysia

Sistem Pendidikan di Malaysia diatur oleh Kementerian 

Pendidikan Malaysia (KPM). Pendidikan formal yang ada di 

Malaysia dimulai dari pra-  sekolah. Pendidikan rendah, Pendidikan 

menengah, Pendidikan pra-  university, dan pengajian tinggi. 

Pendidikan merupakan tanggung jawab pemerintah federal. Sistem 

Pendidikan nasional meliputi  Pendidikan pra sekolah hingga 

perguruan tinggi. Pada tahun 2004 pendidikan pra sekolah, dasar 

dan menengah berada di bawah yuridis Kementerian Pendidikan. 

Sedangkan Pendidikan tinggi merupakan tanggung jawab 

Kementerian Pendidikan Tinggi.

Semua bentuk penyelenggaraan Pendidikan didasarkan pada 

visi dan misi. Adapun visi dan misi utama pemerintah Malaysia 

adalah menjadikan negerinya sebagai pusat Pendidikan berkualitas 

dan siap bersaing dengan Lembaga Pendidikan di negara lain 

seperti Singapura dan Australia.

Di Malaysia, warga negaranya dapat menempuh Pendidikan 

dari sekolah milik kerajaan, sekolaah swasta maupun secara 

individu. Sistem Pendidikan yang wajib ditempuh yakni sekolah 

rendah dan sekolah menengah. Meskipun, bentuk pemerintahan 

adalah kerajaan,  namun kerajaan tidak memiliki hak untuk 

menentukan kurikulum atau cara pengajaran yang harus diterapkan. 

Semua kewenangan tersebut telah sepenuhnya dilimpahkan kepada 

Kementerian Pelajaran Malaysia, sementara untuk peraturan 

Pendidikan tinggi diatur oleh  Kementerian Pengajian Tinggi 

Malaysia yang didirikan tahun 2004. Mulai dari tahun 2003 hingga 

9

saat ini, Malaysia telah menggunakan Bahasa Inggris sebagai 

Bahasa pengantar dalam mata pelajaran tertentu seperti sains dan 

matematika.

5

Malaysia memiliki beberapa jenjang dalam pendidikannya 

yakni :

1.  Pendidikan Pra sekolah (bila di Indonesia TK/ PAUD)

Pendidikan pra sekolah atau disebut dengan TADIKA 

mengajar anak mulai usia 4- 6 tahun.

2.  Pendidikan Rendah (bila di Indonesia SD sederajat)

Sama halnya SD di Indonesia, Pendidikan rendah di 

Malaysia di tempuh selama 6 tahun pada usia 7 hingga 12 

tahun. Dengan jenjang tingkatan sebagai berikut : (a) Darjah 

1/ kelas 1 SD, (b) Darjah 2/ kelas 2 SD, (c) Darjah 3/ kelas 3 

SD (d) Darjah 4/ kelas 4 SD, (e) Darjah 5/ kelas 5 SD, dan (f) 

Darjah 6/ kelas 6 SD. 

3.  Pendidikan Menengah bila di Indonesia SMP- SMA sederajat)

Sekolah menengah di Malaysia dibagi 2 yaitu 

Sekolah Menengah Rendah dan Sekolah Menengah Tinggi 

yang berlangsung 5 tahun.

Sekolah Menengah Rendah/ SMP di tempuh selama 5 

tahun, dengan jenjang tingkatan: (a) Tingkatan 1/ kelas VII 

(1 SMP), (b)  tingkatan 2/ kelas VIII (2 SMP)  (c)  Tingkatan 

3/ kelas XI (3 SMP).  

Sekolah Menengah Tinggi/ SMA hanya ditempuh 

selama 2 tahun, dengan jenjang tingkatan:  (a)  Tingkatan 4/ 

kelas X (1 SMA) (b) Tingkatan 5/ kelas XI (2 SMA).

5

Armansyah Putra, Mengkaji dan Membandingkan Kurikulum 7 Negara (Malaysia, 

Singapura, Cina, Korea, Jepang, Amerika dan Finlandia), Program Studi Pendidikan Biologi 

Universitas Samawa, Sumbawa Besar, 2017. 

10

Berbeda dengan SMA di Indonesia Sekolah 

Menengah Tinggi di Malaysia hanya ditempuh selama 2 

tahun saja, berarti hanya kelas 2 SMA.

4.  Pendidikan Pra-  Universiti (bila di Indonesia kelas  XII/ 3 

SMA) 

Di Malaysia ada jenjang pendidikan Setelah SMA 

dan sebelum perguruan tinggi, jenjang pendidikan ini disebut 

Pendidikan pra universiti setingkat dengan kelas XII/ 3 SMA.

5.  Pengajian Tinggi 

Pengajian tinggi adalah perguruan tinggi, merupakan 

program Pendidikan tinggi yang ada di Malaysia. Jenis-  jenis 

pengajian tinggi meliputi: Universiti, politeknik, kolej, 

diploma, ijazah, ijazah kehormat dan kedoktoran.

6

Perhatian pemerintah Malaysia terhadap masalah 

Pendidikan memang sangat ketat dan sistematis, tenaga 

pengajar saja harus dimasukkan dahulu ke universitas khusus 

bagi Guru. Dan jangan ditanya  tentang gaji para guru di 

Malaysia beserta tunjangan-  tunjangannya, sangat jauh lebih 

besar dibandingkan gaji guru PNS di Indonesia. Ketatnya 

perhatian pemerintah Malaysia terhadap sistem Pendidikan 

mereka dapat diukur dari tidak hanya dalam pembangunan 

fisik Pendidikan mereka saja, tetapi dari banyaknya 

perubahan-  perubahan sistem yang mereka lakukan, dan 

perubahan tersebut selalu berdampak positif bagi manajemen 

sistem Pendidikan mereka juga. Tugas dan tanggung jawab 

guru di Malaysia hari ini bukan saja banyak berbeda dari 

masa yang lalu, tetapi juga lebih berat serta kompleks. Ini 

6

Al- Kattani, Abdul Hayyi, Studi in Islamic Countries. Jakarta: Gema Insani, 2009. 

11

adalah akibat dari perkembangan dan kemajuan Pendidikan 

negara yang pesat.

Sebagai seorang pendidik yang bertanggung jawab, 

guru harus menyadari tugas dan Amanah yang diserahkan 

kepadanya untuk mendidik generasi yang akan menjadi 

dewasa nanti. Perubahan sistem Pendidikan di Malaysia 

besar, khususnya reformasi besar, khususnya reformasi 

Pendidikan dalam dekade 80an dengan perkenalan program 

KBSR dan KSSR, memerlukan perlengkapan diri dengan 

ilmu pengetahuan dan kemahiran mengajar yang canggih, 

demi meningkatkan upaya dan prestasinya dalam bidang 

kerja yang kian menjabar.

Perubahan  peranan guru pada hari ini diiringi dengan 

perubahan strategi pengajaran dan pembelajaran dalam bilik 

darjah. Ini bermakna, sistem Latihan perguruan dahulu telah 

dianggap kurang sesuai dengan matlamat Pendidikan yang 

baru. Untuk menghadapi cobaan dan tuntunan dari perubahan 

strategi pengajaran dan pembelajaran dalam bilik darjah 

supaya memainkan peranannya yang lebih berkesan, guru 

hendaklah senantiasa berusaha melengkapi diri dengan ilmu 

pengetahuan dan kemahiran mengajar dari masa ke masa.

7

C.  Kebijakan Pendidikan di Malaysia

Globalisasi merupakan sebuah ide atau gagasan yang 

membantu menjelaskan perubahan baru bagi kebijakan pendidikan 

di Malaysia yang menurut Alexander dan Rivzi sebagai 

internasionalisasi pendidikan.malaysia memiliki tuntutan yang 

besar terhadap perguruan tinggi. Hal ini menggambarkan 

pertumbuhan ekonomi Negara yang cepat dan orang-orang 

7

Chadijah, Hasan, Kajian Perbandingan Pendidikan, Surabaya: al- Ikhlas, 1995, 139. 

12

Malaysia merasa penting terhadap pendidikan tinggi. Namun, 

tempat yang tersedia di dalam negeri tidak memenuhi kebutuhan, 

sehingga 50% siswanya belajar diluar negeri. Kebanyakan 

mahasiswa ingin  belajar di luar negeri karena ada anggapan bahwa 

gelar dari barat itu lebih berharga dan dibutuhkan oleh pasar kerja 

baik di Malaysia dan internasional. Karena alas an tersebut, lebih 

dari ¾ mahasiswa memilih jurusan perdagangan, manajemen 

ekonomi, dan bisnis di mana hamper semua pekerjaan dibutuhkan. 

Dengan semakin majunya ekonomi Malaysia, maka Malaysia 

menjadi lebih global dan pendidikan internasional menjadi lebih 

menarik terutama bagi mahasiswa yang membutuhkan pendidikan.

8

Organisasi pendidikan pusat terdiri atas Menteri Pendidikan. 

Kementrian yang dikepalai oleh sekertaris tetap pendidikan 

bertanggung jawab langsung untuk pendidikan sekolah menengah 

dan Purna Sekolah Menengah, Sekolah Teknik dan Pengawasan 

grant atau pemberian dana kepada Negara-negara bagian. 

Kementrian Pendidikan ini terdiri atas dua bagian : Bagian 

Administrasi yang mengurus perencanaan keuanga, administrasi, 

personil dan pelajaran terpadu dan pengawasan terhadap pelajaran 

agama Islam. Adapun bagian kedua berada di bawah pimpinan 

Penasehat Kepala Bagian Pendidikan yang terdiri atas inspektorat 

federal, pendidikan guru, bagian sekolah, sindikat ujian, 

pendidikan teknis, registrasi guru, serta perencanaan pendidikan 

dan penelitian.. kepala pendidikan di tiap Negara bagian 

bertanggung jawab atas pengadministrasian sekolah rendah dan 

menengan di tingkat wilayah dan mereka bertanggung jawab 

kepada kepala kementrian yang tetap yaitu sekretaris.

8

Nanang Fattah, Analisis Kebijakan Pendidikan, (Bandung : PT. Remaja Rosdakarya, 2004), 

147. 

13

Pada tahun 1974, Malaysia membentuk jawatan cabinet yang 

bertugas mengkaji semua pelaksanaan pendidikan dan pada DKD 

1990 an Malaysia mengadakan perubahan kebijakan pendidikannya 

secara berarti diantaranya sebagai berikut :

1.  Memperkenalkan pendidikan pra sekolah dalam sekolah 

rendah

2.  Mengurangi tahun sekolah disekolah rendah dari 6 menjadi 

5 tahun bagi murid yang cerdas dan sebaliknya menambah 

7 tahun bagi murid yang lambat.

3.  Memberikan peluang pendidikan kepada semua pelajar 

dengan melanjutkan waktu belajar mereka dari 9 hingga 12 

tahun yaitu sampai tingkat 5 di peringkat sekolah 

menengah.

4.  Mengutamakan pendidikan teknologi dengan tujuan 

melahirkan pelajar yang mahir dalam bidang seni 

perusahaan, perdagangan dan ekonomi.

9

Pada dasarnya sekolah di Malaysia dan Indonesia tidak jauh 

berbeda. Perbedaan yang menonjol dari  pendidikan kedua Negara 

tersebut pada nama jenjang kedua Negara. Negara Malaysia 

cenderung lebih maju di bidang pendidikan karena kurikulum yang 

dipakai baku dan tidak sering ada pergantian kurikulum. Berbeda 

dengan Indonesia yang sering terjadi pergantian  kebijakan serta 

kurikulum  sehingga pelaksanaan teknis di Indonesia lambat untuk 

berkembang.

10

9

Abdurrahman Assegaf, Internasionalisasi Pendidikan, (Yogyakarta : Gama Media, 2003), 

116-117.

10

Armansyah Putra, Mengkaji dan Membandingkan Kurikulum 7 negara (Malaysia, 

Singapura, Cina, Korea, jepang, Amerika, dan Finlandia), (Program Studi Pendidikan 

Biologi Universitas Samawa, Sumbawa Besar, 2017), 139. 

14

D.  Kurikulum Pendidikan di Malaysia

Kita tidak akan  dapat memahami perkembangan kurikulum 

di Malaysia sepenuhnya dan rasional pembentukannya sekiranya 

kita tidak menyoroti sejarah pendidikan dan sejarah negara ini 

sendiri. Untuk memahami di mana kita berdiri sekarang kita harus 

melihat kembali perjalanan yang telah kita tempuh. Demikian juga 

halnya dengan kurikulum Malaysia pada masa kini yang diasaskan 

oleh zaman sebelum merdeka dan selepas merdeka.

11

1.  Kurikulum sebelum merdeka

Sebelum kedatangan British, sistem 

pendidikan formal tidak ditekankan di Tanah  Melayu 

dan lebih menumpukan kepada pendidikan agama di 

sekolah-sekolah pondok. Tenaga pengajar pula adalah 

terdiri daripadagolongan-golongan agama seperti para 

ulama dan ustadz. Selepas kedatangan Inggris pula, 

Inggris telah membawa masuk kaum pendatang dari 

China dan India untuk dijadikan pekerja-  pekerja 

ladang dan sebagainya. Ini telah menyebabkan 

berlakunya perkembangan sekolah persendirian 

pelbagai kaum seperti sekolah Cina, sekolah India 

dan sekolah Melayu yang masing-masing mempunyai 

isi pelajaran yang berorientasikan negara asal dan 

kepada budaya dan bahasa masing-masing.Sistem 

pendidikan di sekolah Melayu, pendidikan bermula 

dari darjah 1 hingga darjah 6. 

Hanya sebahagian sahaja daripada pelajar-pelajar sekolah Melayu yang dapat melanjutkan 

pelajaran ke sekolah Inggeris. Sebahagian daripada 

11

Falinah Misol, Falsafah Dan Perkembangan Kurikulum Di Malaysia, 2. 

15

orang Melayu juga menghantar anak-anak mereka ke 

sekolah-sekolah agama yang terdiri daripada rumah, 

pondok masjid dan surau. Dengan cara ini, nilai serta 

pendidikan Islam adalah kukuh di kalangan rakyat 

Melayu pada masa itu.  Sekolah Cina pula mengambil 

kurikulum dari negara China. Buku-buku dan bahan-bahan juga diambil dari negara asal. Sekolah Cina 

yang pertama adalah didirikan oleh Persatuan 

Mubaligh London di Malaka pada1815. 

Tahap pendidikan di sekolah Cina juga  hanya 

sampai di tahap rendah sahaja. Sistem persekolahan 

Tamil juga adalah lebih menjurus kepada kurikulum 

pendidikan dari negara India. Buku teks dan guru-guru adalah didatangkan khas dari Sri Lanka.

Kesimpulan bahawa sistem pendidikan yang terdapat 

di Tanah melayu semasa penjajahan Inggris adalah 

tidak bersifat nasionalis dan sekadar untuk 

membolehkan setiap anggota masyarakat untuk 

menjalankan fungsinya yang memang sudah tersedia 

dalam masyarakat. Contohnya anak-anak Melayu 

hanya dididik supaya mereka boleh menjadi petani 

yang lebih baik daripada ibu bapa mereka tetapi 

masih mengekalkan slot atau tempat mereka di dalam 

masyarakat. Sistem pendidikan ini tidak 

menggalakkan pemikiran yang keluar dari pada 

kepompong pada masa tersebut. 

Pelajaran-pelajaran seperti sastera, sejarah dan 

ilmu kemanusiaan tidak ditekankan untuk 

mengelakkan rakyat Tanah Melayu pada masa 

16

tersebut terdedah kepada pemikiran-pemikiran yang 

boleh menyoal keadaan-keadaan mereka dan 

menyedari keadaan sosial dan ekonomi pada masa 

itu.  Keadaan ini membawa kelebihan kepada Inggris 

untuk mengekalkan status quo masyaakat dan 

keamanan tanpa persoalan dan pemberontakan.

12

.

2.  Kurikulum Setelah Kemerdekaan

Perubahan dalam bidang latihan perguruan di 

Malaysia dapat ditinjau dari beberapa tempo, seperti :

a.  Tempo  Razak (1955-1957), mempersiapkan 

usul-usul bagi sistem pendidikan Malaysia. Di 

antara usul tersebut bahwa bahasa Melayu 

dan inggris dijadikan sebagai bahasa wajib 

bagi semua murid-murid di sekolah-sekolah, 

selain bahasa Tamil dan Cina.

b.  Tempo  Rahman Talib (1960-1965), 

menumbuhkan pusat latihan harian supaya 

melatih lebih ramai guru yang diperlukan, 

khususnya guru bahasa Malaysia bagi sekolah 

rendah. Beberapa sekolah perguruan 

ditumbuhkan pula untuk melatih guru-guru 

sekolah menengah rendah.

c.  Tempo Aminuddin (1965-1970), 

memperkenalkan pusat latihan perguruan 

daerah dalam setiap negeri untuk melatih 

lebih ramai guru selaras dengan pengenalan 

sistem pendidikan aneka jurusan di peringkat 

sekolah menengah rendah.

12

Ibid, 3. 

17

d.    Tempo sain dan matematik (1971-1981), 

mengintegrasikan institusi latihan perguruan 

sekolah rendah dan sekolah menengah rendah 

dengan memberi keutamaan kepada pengajar 

matematik dan sain paduan.

e.    Tempo reformasi (1982-1992), menstruktur 

semua sistem latihan perguruan termasuk 

perubahan kurikulumnya selaras dengan 

pelaksanaan program KBSR di sekolah rendah 

dan program KSSR di sekolah rendah.

a)  KBSR, Singkatan dari Kurikulum 

Bersepadu Sekolah Rendah. KBSR 

diganti dari pada Kurikulum Baru 

Sekolah Rendah iaitu pada tahun 

1993. Berdasarkan Laporan

Jawatankuasa Kabinet yang mengkaji 

perlaksanaan Dasar 

PelajaranKebangsaan (1979), 

Rancangan Kurikulum Baru Sekolah 

Rendah (KBSR) mula dilaksanakan di 

semua sekolah rendah di seluruh 

negara mulai tahun1983.

b)  Konsep Bersepadu Unsur 

pengetahuan, kemahiran dan  nilai 

digabungkan supaya wujud 

kesepaduan dari segi intelek, rohani, 

emosi dan jasmani. Merangkumi 

aspek teori dan amali serta nilai murni 

guna melahirkan insan yang 

seimbang. 

18

c)  KSSR, Satu usaha penambahbaikan 

dalam sistem pendidikan negara 

terutamanya di peringkat sekolah 

rendah yang dilaksanakan supaya 

kurikulum persekolahan memenuhi 

keperluan dan cabaran semasa serta 

akan datang.

d)  KPM membangunkan Kurikulum 

Standard Sekolah Rendah (KSSR) 

berasaskan prinsip-prinsip Kurikulum 

Bersepadu Sekolah Rendah (KBSR) 

dan berlandaskan Falsafah Pendidikan 

Kebangsaan. Kementerian Pelajaran 

Malaysia (KPM) telah melaksanakan 

satu kajian dan mendapati wujudnya 

keperluan untuk melakukan 

transformasi kurikulum sekolah 

rendah. Merupakan penyusunan 

semula dan penambahbaikan 

kurikulum persekolahan rendah sedia 

ada. Tujuan transformasi adalah untuk 

memastikan murid dibekalkan dengan 

pengetahuan, kemahiran dan nilai 

yang relevan dengan keperluan 

semasa bagi menghadapi cabaran 

abad ke-21.

13

13

Chalidjah Hasan, Kajian Perbandingan Pendidikan, 137-138. 

19

E.  Sistem Pendidikan Keagamaan di Malaysia

1.  Pendidikan Islam di Malaysia

Sejak tahun 1980-an, Islam di Malaysia mengalami 

kebangkitan yang ditandai  dengan semaraknya kegiatan 

dakwah dan kajian Islam oleh kaum intelektual.  Perkembangan 

masjid dan surau di  Malaysia mencerminkan semaraknya 

aktivitas  umat Islam. Misalnya, Bandar Baru Bangi merupakan 

daerah yang memiliki masjid  dan surau dengan perkembangan 

yang sangat pesat. Masjid-masjid tersebut, bukan  saja untuk 

melaksanakan salat, melainkan juga digunakan  sebagai 

lembaga pendidikan Islam. Surau an-Nur di Bandar Baru Bangi 

misalnya, merupakan tempat kajian al-  Qur’an baik laki-laki 

maupun perempuan, terkadang diadakan tahlil serta

perbincangan keagamaan yang terjadwal secara sistematis 

tentang segala hal yang  berkaitan dengan masalah spiritual dan 

problem masyarakat masa kini.  Pendidikan di Malaysia pada 

dasarnya mengadopsi sistem dari negara Inggris  sebab 

Malaysia merupakan salah satu negara bekas jajahan Inggris.

14

Sistem pendidikan Islam pada awalnya  berbentuk kelas 

mengaji al-Qur’an, yang  merupakan pelajaran utama pada 

semua lapisan masyarakat saat itu walaupun tidak  berbentuk 

lembaga formal. Juga diperkenalkan huruf jawi untuk 

memudahkan masyarakat  setempat mempekajari huruf-huruf 

Arab yang menjadi penunjang kemampuan membaca  al-Qur’an. Untuk tingkat-tingkat awal, kelas pengajian al-Qur’an 

dilakukan di rumah guru.  Jika jumlah pebelajar semakin 

banyak, pembelajaran dilakukan di surau dan masjid.  Struktur 

pendidikan dan kurikulumnya ditekankan pada kemampuan 

14

Andi Aslindah, “Pendidikan Islam di Malaysia: Jenis, Jenjang, Kebijakan dan Tujuan 

Pendidikan”, Lentera Pendidikan 18, no.1, (2015) hal, 18. 

20

membaca, menulis,  dan mengaji al-Qur’an. Pelajaran-pelajaran 

selain mempelajari al-Qur’an juga mempelajari  ilmu Fiqh, 

Tauhid, Tafsir, Sejarah, Tasawuf, dan Filsafat Islam.19 Pada 

fase itu sistem pendidikan Islam sudah berbentuk pondok.

15

Jenjang pendidikan Islam di Malaysia yaitu jenis 

pendidikannya  terdiri atas sekolah pondok, sekolah madrasah, 

dan sekolah agama Islam lain.  Adapun jenis  lembaga 

pendidikan umum seperti Sekolah Kebangsaan, Sekolah 

Kluster, Sekolah  Jenis Kebangsaan, dan lain sebagainya. 

Jenjang pendidikannya yaitu  Prapendidikan Dasar, Pendidikan 

Dasar, Pendidikan Menengah Pertama, Pendidikan  Menengah 

Atas, Pendidikan Pascapendidikan Menengah, dan Pendidikan 

Tinggi.

16

2.  Kebijakan Pendidikan Islam di Malaysia

Ketika Mahathir Muhammad menjabat  sebagai 

Menteri Pendidikan, kebijakan  dan program keislaman di 

bidang pendidikan terlihat lebih awal mendapat perhatian

dibanding bidang lainnya. Beliau merupakan sosok yang 

dikenal banyak berperan  dan memberikan kontribusi bagi 

upaya islamisasi di Malaysia. Di awal karirnya  sebagai 

Menteri Pendidikan Malaysia tahun 1974, Mahathir 

mengawali langkahnya  dengan meninjau ulang sistem 

pengajaran agama Islam yang dipandangnya tidak efektif dan 

tidak sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan zaman. 

Segera setelah  itu, ia mengadakan pengkajian kembali 

tentang pendidikan agama Islam dan sistem  pengajarannya 

15

Rosnaini Hashim, “Dualisme Pendidikan Umat Islam di Malaysia: Sejarah, 

Perkembangan, dan Cabaran

Masa Depan”, Jurnal Pendidikan Islam, Jilid 10 Bil. 2

16

Mohd Roslan, Mohd Nor, “Sejarah dan Perkembangan Pendidikan Islam di Malaysia”, 

Jurnal At-Ta’dib 6, no.1(2011) hal.72. 

21

serta membentuk dewan penasihat untuk pendidikan agama 

Islam.

Pembentukan dewan penasihat ini dimaksudkan untuk 

menggerakkan agar Islam  menjadi relevan dengan kebutuhan 

modernisasi masyarakat muslim Malaysia dan  agar gerakan 

ini dapat dilaksanakan secara koor-dinatif dan sistematis.

17

Pada tahun 1975, Kementerian Pendidikan 

mengeluarkan dana yang cukup besar untuk memperbaiki 

pelaksanaan pelatihan guru-guru agama Islam. Pada tahun 

berikutnya, pemerintah mengumumkan pengambilalihan atas 

sepuluh sekolah Islam terbaik di negara itu guna 

memperbaiki manajemen sekolah tersebut serta 

meningkatkan kinerja para guru dan pegawainya untuk 

dijadikan sebagai sekolah model. Pada tahun 1979, 

pemerintah mendeklarasikan pendirian Pusat Penelitian Islam 

Asia Tenggara. Pada tahun yang sama, pengetahuan agama 

Islam ditetapkan sebagai materi ujian di tingkat Sijil 

Pelajaran Malaysia (SPM). Setahun berikutnya pemerintah 

mendirikan yang pertama kali Maktab Perguruan Islam  yang 

dari sana murid-murid berpotensi akan dikirim ke Mesir, 

Pakistan, dan Indonesia untuk melanjutkan studi mereka.

18

Adapun kebijakan lainnya terhadap pendidikan Islam di 

Malaysia antara lain:

19

1.  Sejak merdeka pada tahun  1957, ilmu 

pengetahuan agama Islam telah dijadikan  sebagai 

kurikulum pendidikan nasional Malaysia.

17

Andi Aslindah, “Pendidikan Islam di Malaysia: Jenis, Jenjang, Kebijakan dan Tujuan 

Pendidikan”, Lentera Pendidikan 18, no.1, (2015) hal, 22.

18

Ibid, hal 23.

19

Ibid. 

22

2.  Pada tahun 1975, berbagai langkah penting untuk 

memperkuat pendidikan

Islam ditempuh oleh Departemen Pendidikan.

3.  Pada tahun 1982, Perdana Menteri Mahathir 

Muhammad mengambil keputusan  untuk 

menjalankan kebijakan penanaman nilai-nilai 

Islam di pemerintahan.

4.  Tahun 1983, Departemen Pendidikan menyatakan 

bahwa nilai-nilai moral akan

diajarkan kepada pelajar nonmuslim, sementara 

ilmu pengetahuan agama akan

diajarkan kepada para pelajar muslim.

3.  Tujuan Pendidikan Islam di Malaysia

Untuk setiap negara yang sudah mencapai 

kemerdekaan, salah satu aspek  penting yang sangat prioritas 

untuk menuju ke arah negara yang maju dan  berkembang dari 

aspek politik, ekonomi, dan  sosial adalah penekanan terhadap

pelaksanaan sistem pendidikan negara. Sistem pendidikan yang 

dilaksanakan di  suatu negara sangat penting, bukan saja karena 

fungsi kebijakan dan sosialisasinya  yaitu di mana anak-anak 

dididik untuk menjadi insan yang berhasil dan mengenali

budaya serta alam sekeliling, melainkan bisa digunakan sebagai 

wadah untuk  menyampaikan ideologi nasional kepada 

masyarakat yaitu melalui penerapan  tentang pemahaman dan 

nilai-nilai positif untuk persatuan kaum di kalangan para

pelajar. Pada dasarnya, tujuan pendidikan Islam di semua 

negara itu sama, yaitu  harus selaras dengan tujuan penciptaan 

manusia di dunia. Sebagaimana kita ketahui  bahwa dalam 

23

Islam tujuan penciptaan manusia adalah untuk mengabdikan 

diri kepada Allah.

20

Pendidikan Islam  di Malaysia  bertujuan untuk 

menciptakan manusia yang siap  menghambakan diri kepada 

Allah dengan melakukan segala perintah-Nya dan

menjauhi segala larangan-Nya.  Dan secara umum, pendidikan 

di Malaysia bertujuan mengembangkan potensi individu secara 

menyeluruh dan terpadu untuk mewujudkan insan yang 

seimbang dan harmonis dari segi intelek, rohani, emosi, dan 

jasmani, berdasarkan kepercayaan dan kepatuhan kepada 

Tuhan. Tujuan ini dimaksudkan agar dapat melahirkan rakyat 

Malaysia yang berilmu pengetahuan, berketerampilan, 

berakhlak mulia, dan bertanggung jawab terhadap masyarakat 

dan negara.

21

Dapat dipahami ada banyak faktor pendukung untuk 

menjadikan pendidikan  Islam di Malaysia lebih maju. Di 

antaranya adalah  dengan adanya perubahan  kebijakan-kebijakan  pendidikan Islam yang berarti akan menjadikan 

pendidikan Islam di Malaysia secara otomatis terimplementasi 

dengan baik.

20

Abd. Rachman Assegaf, “Internasionalisasi Pendidikan: Sketsa Perbandingan 

Pendidikan di

Negara-Negara Islam dan Barat”, Yogyakarta: Gamma Media, 2003, hal, 120.

21

Ibid, hal. 117. 

24

BAB III

PENUTUP

A.  Kesimpulan

Sistem  adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-  prosedur yang 

saling berhubungan, berkumpul bersama-  sama untuk melakukan 

kegiatan atau melakukan sasaran tertentu yang harus memenuhi 3 

unsur yaitu input, proses, dan output guna  mencapai suatu tujuan. 

Kebijakan negara di bidang pendidikan merupakan produk dari 

sebuah proses politik yang melibatkan berbagai elemen politik yang 

berlangsung  di Lembaga legislatif dan eksekutif. Kebijakan dibuat 

untuk menjadi pedoman dalam bertindak mengarahkan kegiatan 

dalam organisasi untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.

Sistem pendidikan di Malaysia diatur oleh Kementerian 

Pendidikan Malaysia (KPM). Pendidikan formal yang ada di 

Malaysia dimulai dari pra-  sekolah. Pendidikan rendah, pendidikan 

menengah, pendidikan pra-  universiti, dan pengajian tinggi. 

Pendidikan merupakan tanggung jawab  pemerintah federal. Sistem 

pendidikan nasional meliputi pendidikan pra sekolah hingga 

perguruan tinggi.

Di Malaysia, warga negaranya dapat menempuh pendidikan dari

sekolah milik kerajaan, sekolah swasta maupun secara individu. 

Sistem pendidikan yang wajib ditempuh yakni sekolah rendah dan 

sekolah menengah. Meskipun, bentuk pemerintahan adalah kerajaan, 

namun kerajaan tak memiliki hak untuk menentukan kurikulum atau 

cara pengajaran yang harus diterapkan.

Pada  tahun 1974, Malaysia membentuk jawatan  cabinet  yang 

bertugas mengkaji smua pelaksanaan pendidikan dan pada DKD 

1990.an Malaysia mengadakan perubahan kebijakan pendidikannya 

secara berarti diantaranya sebagai berikut: 

25

1.  Memperkenalkan  pendidikan pra sekolah dalam sekolah 

rendah

2.  Mengurangi tahun sekolah rendah

3.  Memberikan peluang pendidikan kepada semua pelajar

4.  Mengutamakan pendidikan teknologi

Kurikulum  yang digunakan di Malaysia ada 2 macam yaitu 

kurikulum sebelum merdek  dan kurikulum selepas merdeka.

Pendidikan Islam  di Malaysia bertujuan untuk menciptakan manusia 

yang siap  menghambakan diri kepada Allah dengan melakukan 

segala perintah-Nya danmenjauhi segala larangan-Nya. 

Dan secara umum, pendidikan di Malaysia bertujuan 

mengembangkan potensi individu secara menyeluruh dan terpadu 

untuk mewujudkan insan yang seimbang dan harmonis dari segi 

intelek, rohani, emosi, dan jasmani, berdasarkan kepercayaan dan 

kepatuhan kepada Tuhan.

26

DAFTAR PUSTAKA

Armansyah. (2017).  Mengkaji dan Membandingkan Kurikulum 7 Negara 

(Malaysia, Singapura, Cina, Korea, Jepang, Amerika, dan Finlandia).

Sumbawa Besar: Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Samawa.

Aslindah  Andi. (2015).  “Pendidikan Islam di Malaysia: Jenis, Jenjang, 

Kebijakan 

Assegaf  Abd. Rachman. (2003)  “Internasionalisasi Pendidikan: Sketsa 

Perbandingan  dan Cabaran  Masa Depan”.Jurnal Pendidikan 

Islam.Jilid 10 Bil. 2dan Tujuan Pendidikan”. Lentera Pendidikan 18, 

no.1.

Assegaf, A. (2003). Internasionalisasi pendidikan. Yogyakarta: Gama Media.

Fattah, N. (2014).  Analisis Kebijakan Pendidikan.  Bandung: PT. Remaja 

Rosdakarya.

Hasan, C. (n.d.). Kajian Perbandingan Pendidikan.

Hasan, Chalidjah. Kajian Perbadingan Pendidikan. Surabaya : Al-Ikhlas, 

1995.

Abdul Hayyi, al-Kattani. Study in Islamic Countries. Jakarta: Gema 

insani, 2009.

Putra , Armansyah.  Mengkaji dan  Membandingkan Kurikulum 7 

Negara (Malaysia, Singapura, Cina, Korea, Jepang, Amerika, dan 

Finlandia). Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Samawa, 

Sumbawa Besar, 2017.

Hashim  Rosnaini  “Dualisme Pendidikan Umat Islam di Malaysia: Sejarah, 

Perkembangan

Irianto, Yoyon Bahtiar. 2012. Kebijakan Pembaruan Pendidikan: Konsep, 

Teori dan Model. Jakarta: Rajawali Pers.

Malaysia”. Jurnal At-Ta’dib 6, no.1.

Mastuhu. 2006. Menata Ulang Pemikiran Sistem Pendidikan 

Nasional dalam Abad 21. Yogyakarta: Safiria Ingaria Press.

Misol, F. (n.d.). Falsafah Dan Perkembangan Kurikulum Di Malaysia.

Mohd Nor.  Mohd Roslan.  (2011).  “Sejarah dan Perkembangan Pendidikan 

Islam di 

Pendidikan di Negara-Negara Islam dan Barat”. Yogyakarta: Gamma Media.

Soyomukti, Nurani. 2010. Teori-teori Pendidikan. J ogjakarta: Ar-Ruz Media, 

2010.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KONSEP DASAR PERBANDINGAN PENDIDIKAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kata “Perbandingan Pendidikan” atau perbandingan pendidikan merupakan terjemahan dari bahasa “comparat...