i
SISTEM DAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN DI MALAYSIA
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah
“ Perbandingan Pendidikan ”
Dosen Pengampu: Zainur Rofik
Disusun oleh Kelompok 02/ PAI. F
1. Nadiya Fitriana (201190182)
2. Niswatun Khasanah (201190196)
3. Nukma Nafisah (201190205)
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONOROGO
2022
ii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT., yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua sehingga kami bisa
Menyusun makalah ini dengan judul “Sistem dan Kebijakan Pendidikan di
Malaysia “. Kami juga mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak
Zainur Rofik selaku dosen pengampu mata kuliah kami yang telah
memberikan tugas ini kepada kami sehingga kami mendapatkan banyak
tambahan pengetahuan khususnya dalam masalah Perbandingan Pendidikan.
Kami selaku penyusun berharap semoga makalah yang telah kami
susun ini bisa memberikan banyak manfaat serta menambah pengetahuan
terutama dalam hal “Perbandingan Pendidikan”. Selain itu, pemakalah
menyadari bahwa makalah ini masih memiliki banyak kekurangan tentunya
membutuhkan perbaikan, sehingga kami sangat berharap masukkan serta
kritik dari para pembaca.
Ponorogo, 25 Februari 2022
Penyusun
iii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ..................................................................................... i
KATA PENGANTAR .................................................................................. ii
DAFTAR ISI ................................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................. 4
A. Latar Belakang ...................................................................................... 4
B. Rumusan Masalah ................................................................................ 4
C. Tujuan ............................................................................................................. 5
BAB II PEMBAHASAN .............................................................................. 6
A. Sistem dan Kebijkan Pendidikan ..................................................................... 6
B. Sistem Pendidikan Yang Digunakan di Malaysia ............................................ 8
C. Kebijakan Pendidikan Yang Digunakan di Malaysia ..................................... 11
D. Kurikulum Pendidikan Yang Digunakan ....................................................... 14
E. Sistem Pendidikan Keagamaan di Malaysia ................................................. 19
BAB III PENUTUP .................................................................................... 24
A. Kesimpulan ................................................................................................... 24
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................. 26
4
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan hal yang penting baik di negara yang
sudah maju maupun negara yang berkembang. Bagi negara maju,
Pendidikan digunakan sebagai upaya untuk terus meningkatkan
kualitas hidup para warga negaranya. Sedangkan bagi negara
berkembang, Pendidikan dilaksanakan sebagai upaya untuk
mengejar ketertinggalan mereka dikancah Internasional sehingga
mereka dapat disejajarkan dengan negara maju.
Namun Pendidikan di negara maju dan negara berkembang
juga masih memiliki masalah mengenai pendidikan yang disebabkan
oleh beberapa faktor. Melalui perbandingan pendidikan dapat kita
ketahui apa sebenarnya masalah- masalah yang membelit dunia
pendidikan, baik di negara maju maupun negara berkembang.
Salah satu negara berkembang anggota ASEAN adalah
Malaysia. Malaysia merupakan negara tetangga serumpun dengan
Indonesia, namun perkembanngannya sangat pesat mulai dari sektor
ekonomi sampai pendidikan. Pendidikan di Malaysia jauh melampui
pendidikan di Indonesia. Beberapa kebijakan yang dilakukan oleh
pemerintah sangat mendukung tercapainya pendidikan yang lebih
maju.
Hal tersebut menjadikan kami tertarik untuk mengulas lebih
dalam tentang pendidikan di Malaysia. Oleh karena itu, kami
menyusun makalah mengenai “Sistem dan Kebijakan Pendidikan di
Malaysia “.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan sistem dan kebijakan Pendidikan ?
2. Bagaimana sistem pendidikan yang digunakan di Malaysia ?
5
3. Bagaimana kebijakan pendidikan yang digunakan di Malaysia ?
4. Apa saja kurikulum pendidikan yang berlaku di Malaysia ?
5. Bagaimana sistem pendidikan keagamaan di Malaysia ?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui sistem dan kebijakan pendidikan.
2. Untuk mengetahui sistem pendidikan yang digunakan di
Malaysia.
3. Untuk mengetahui kebijakan pendidikan yang digunakan di
Malaysia.
4. Untuk mengetahui kurikulum pendidikan yang berlaku di
Malaysia.
5. Untuk mengetahui sistem pendidikan keagamaan di Malaysia.
6
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Sistem dan Kebijakan menurut para ahli
1. Pengertian Sistem
a) Menurut Fat dan Hutahean (2014), sistem adalah suatu
himpunan suatu benda nyata atau abstrak yang terdiri dari
bagian- bagian atau komponen yang saling berkaitan,
berhubungan, ketergantungan, saling mendukung, yang
secara keseluruhan Bersatu dalam kesatuan untuk mencapai
tujuan tertentu secar aefektif dan efesien.
b) Menurut Jogianto dalam Hutahean (2014), sistem adalah
kumpulan elemen- elemen yang berinteraksi untuk
mencapai suatu tujuan tertentu. Sistem ini menggambarkan
suatu kejadian- kejadian dan kesatuan yang nyata adalah
suatu objek nyata, seperti tempat, benda dan orang- orang
yang betul- betul ada dan terjadi.
1
c) Sujarweni menyatakan sistem adalah suatu rangkaian yang
berfungsi menerima input (masukkan), mengolah input, dan
menghasilkan output. Sistem yang baik akan mampu
bertahan dalam lingkungannya.
d) Menurut Rosen Blatt (2012) menyebutkan sistem adalah
serangkaian komponen yang saling berhubungan yang
menghasilkan hasil tertentu.
2
Dari uraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem
adalah suatu jaringan kerja dari prosedur- prosedur yang
saling berhubungan, berkumpul bersama- sama untuk
melakukan kegiatan atau untuk melakukan sasaran tertentu.
1
Mastuhu, Menata Ulang Pemikiran Sistem Pendidikan Nasional dalam Abad 21,
Yogyakarta: Safira Ingaria Press, 2016), 52- 53.
2
Ibid, 54.
7
Yang harus memenuhi 3 unsur yaitu input, proses, dan
output guna mencapai suatu tujuan.
2. Pengertian Kebijakan Pendidikan
Riant Nugroho (2008: 35- 36) mengatakan bahwa
kebijak an pendidikan adalah kebijakan publik bidang
pendidikan. Kebijakan pendidikan berkenaan dengan
kumpulan hukum atau aturan yang mengatut pelaksanaan
sistem pendidikan dan bagaimana mencapai tujuan tersebut.
Kebijakan pendidikan harus sejalan dengan kebijakan
publik.
3
Margaret E. Goertz (Riant Nugroho, 2008: 37)
mengemukakan bahwa kebijakan pendidikan berkenaan
dengan efisiensi dan efektivitas anggaran pendidikan. Isu ini
menjadi penting dengan meningkatnya kritisi publik terhadap
biaya pendidikan. Kebijakan pendidikan merupakan
kebijakan ditujukan untuk mencapai tujuan pembangunan
negara di bidang pendidikan, sebagai salah satu bagian dari
tujuan pembangunan secara keseluruhan (Tilaar & Riant
Nugroho, 2008: 264)
4
Jadi kebijakan negara di bidang pendidikan
merupakan produk dari sebuah proses yang melibatkan
berbagai elemen politik yang berlangsung di lembaga
legislatif dan eksekutif. Sebagai produk dari keputusan
politik, kebijakan yang dilakukan negara di bidang
pendidikan merupakan cermin dari politik pendidikan
nasional yang memberikan implikasi terhadapp sistem,
kelembagaan, kurikulum dan proses pendidikan, hal ini juga
3
Nurani Soyomukti, Teori- Teori Pendidikan, Jogjakarta: ar- Ruz Media, 2010), 41.
4
Yoyon Bahtiar Irianto, Kebijakan Pembaruan Pendidikan: Konsep, Teori dan Model,
Jakarta: Rajawali Pers, 2012, 51.
8
termasuk terhadap pendidikan islam yang secara faktual
sejak semula merupakan bagian dari sistem pendidikan
nasional.
B. Sistem Pendidikan di Malaysia
Sistem Pendidikan di Malaysia diatur oleh Kementerian
Pendidikan Malaysia (KPM). Pendidikan formal yang ada di
Malaysia dimulai dari pra- sekolah. Pendidikan rendah, Pendidikan
menengah, Pendidikan pra- university, dan pengajian tinggi.
Pendidikan merupakan tanggung jawab pemerintah federal. Sistem
Pendidikan nasional meliputi Pendidikan pra sekolah hingga
perguruan tinggi. Pada tahun 2004 pendidikan pra sekolah, dasar
dan menengah berada di bawah yuridis Kementerian Pendidikan.
Sedangkan Pendidikan tinggi merupakan tanggung jawab
Kementerian Pendidikan Tinggi.
Semua bentuk penyelenggaraan Pendidikan didasarkan pada
visi dan misi. Adapun visi dan misi utama pemerintah Malaysia
adalah menjadikan negerinya sebagai pusat Pendidikan berkualitas
dan siap bersaing dengan Lembaga Pendidikan di negara lain
seperti Singapura dan Australia.
Di Malaysia, warga negaranya dapat menempuh Pendidikan
dari sekolah milik kerajaan, sekolaah swasta maupun secara
individu. Sistem Pendidikan yang wajib ditempuh yakni sekolah
rendah dan sekolah menengah. Meskipun, bentuk pemerintahan
adalah kerajaan, namun kerajaan tidak memiliki hak untuk
menentukan kurikulum atau cara pengajaran yang harus diterapkan.
Semua kewenangan tersebut telah sepenuhnya dilimpahkan kepada
Kementerian Pelajaran Malaysia, sementara untuk peraturan
Pendidikan tinggi diatur oleh Kementerian Pengajian Tinggi
Malaysia yang didirikan tahun 2004. Mulai dari tahun 2003 hingga
9
saat ini, Malaysia telah menggunakan Bahasa Inggris sebagai
Bahasa pengantar dalam mata pelajaran tertentu seperti sains dan
matematika.
5
Malaysia memiliki beberapa jenjang dalam pendidikannya
yakni :
1. Pendidikan Pra sekolah (bila di Indonesia TK/ PAUD)
Pendidikan pra sekolah atau disebut dengan TADIKA
mengajar anak mulai usia 4- 6 tahun.
2. Pendidikan Rendah (bila di Indonesia SD sederajat)
Sama halnya SD di Indonesia, Pendidikan rendah di
Malaysia di tempuh selama 6 tahun pada usia 7 hingga 12
tahun. Dengan jenjang tingkatan sebagai berikut : (a) Darjah
1/ kelas 1 SD, (b) Darjah 2/ kelas 2 SD, (c) Darjah 3/ kelas 3
SD (d) Darjah 4/ kelas 4 SD, (e) Darjah 5/ kelas 5 SD, dan (f)
Darjah 6/ kelas 6 SD.
3. Pendidikan Menengah bila di Indonesia SMP- SMA sederajat)
Sekolah menengah di Malaysia dibagi 2 yaitu
Sekolah Menengah Rendah dan Sekolah Menengah Tinggi
yang berlangsung 5 tahun.
Sekolah Menengah Rendah/ SMP di tempuh selama 5
tahun, dengan jenjang tingkatan: (a) Tingkatan 1/ kelas VII
(1 SMP), (b) tingkatan 2/ kelas VIII (2 SMP) (c) Tingkatan
3/ kelas XI (3 SMP).
Sekolah Menengah Tinggi/ SMA hanya ditempuh
selama 2 tahun, dengan jenjang tingkatan: (a) Tingkatan 4/
kelas X (1 SMA) (b) Tingkatan 5/ kelas XI (2 SMA).
5
Armansyah Putra, Mengkaji dan Membandingkan Kurikulum 7 Negara (Malaysia,
Singapura, Cina, Korea, Jepang, Amerika dan Finlandia), Program Studi Pendidikan Biologi
Universitas Samawa, Sumbawa Besar, 2017.
10
Berbeda dengan SMA di Indonesia Sekolah
Menengah Tinggi di Malaysia hanya ditempuh selama 2
tahun saja, berarti hanya kelas 2 SMA.
4. Pendidikan Pra- Universiti (bila di Indonesia kelas XII/ 3
SMA)
Di Malaysia ada jenjang pendidikan Setelah SMA
dan sebelum perguruan tinggi, jenjang pendidikan ini disebut
Pendidikan pra universiti setingkat dengan kelas XII/ 3 SMA.
5. Pengajian Tinggi
Pengajian tinggi adalah perguruan tinggi, merupakan
program Pendidikan tinggi yang ada di Malaysia. Jenis- jenis
pengajian tinggi meliputi: Universiti, politeknik, kolej,
diploma, ijazah, ijazah kehormat dan kedoktoran.
6
Perhatian pemerintah Malaysia terhadap masalah
Pendidikan memang sangat ketat dan sistematis, tenaga
pengajar saja harus dimasukkan dahulu ke universitas khusus
bagi Guru. Dan jangan ditanya tentang gaji para guru di
Malaysia beserta tunjangan- tunjangannya, sangat jauh lebih
besar dibandingkan gaji guru PNS di Indonesia. Ketatnya
perhatian pemerintah Malaysia terhadap sistem Pendidikan
mereka dapat diukur dari tidak hanya dalam pembangunan
fisik Pendidikan mereka saja, tetapi dari banyaknya
perubahan- perubahan sistem yang mereka lakukan, dan
perubahan tersebut selalu berdampak positif bagi manajemen
sistem Pendidikan mereka juga. Tugas dan tanggung jawab
guru di Malaysia hari ini bukan saja banyak berbeda dari
masa yang lalu, tetapi juga lebih berat serta kompleks. Ini
6
Al- Kattani, Abdul Hayyi, Studi in Islamic Countries. Jakarta: Gema Insani, 2009.
11
adalah akibat dari perkembangan dan kemajuan Pendidikan
negara yang pesat.
Sebagai seorang pendidik yang bertanggung jawab,
guru harus menyadari tugas dan Amanah yang diserahkan
kepadanya untuk mendidik generasi yang akan menjadi
dewasa nanti. Perubahan sistem Pendidikan di Malaysia
besar, khususnya reformasi besar, khususnya reformasi
Pendidikan dalam dekade 80an dengan perkenalan program
KBSR dan KSSR, memerlukan perlengkapan diri dengan
ilmu pengetahuan dan kemahiran mengajar yang canggih,
demi meningkatkan upaya dan prestasinya dalam bidang
kerja yang kian menjabar.
Perubahan peranan guru pada hari ini diiringi dengan
perubahan strategi pengajaran dan pembelajaran dalam bilik
darjah. Ini bermakna, sistem Latihan perguruan dahulu telah
dianggap kurang sesuai dengan matlamat Pendidikan yang
baru. Untuk menghadapi cobaan dan tuntunan dari perubahan
strategi pengajaran dan pembelajaran dalam bilik darjah
supaya memainkan peranannya yang lebih berkesan, guru
hendaklah senantiasa berusaha melengkapi diri dengan ilmu
pengetahuan dan kemahiran mengajar dari masa ke masa.
7
C. Kebijakan Pendidikan di Malaysia
Globalisasi merupakan sebuah ide atau gagasan yang
membantu menjelaskan perubahan baru bagi kebijakan pendidikan
di Malaysia yang menurut Alexander dan Rivzi sebagai
internasionalisasi pendidikan.malaysia memiliki tuntutan yang
besar terhadap perguruan tinggi. Hal ini menggambarkan
pertumbuhan ekonomi Negara yang cepat dan orang-orang
7
Chadijah, Hasan, Kajian Perbandingan Pendidikan, Surabaya: al- Ikhlas, 1995, 139.
12
Malaysia merasa penting terhadap pendidikan tinggi. Namun,
tempat yang tersedia di dalam negeri tidak memenuhi kebutuhan,
sehingga 50% siswanya belajar diluar negeri. Kebanyakan
mahasiswa ingin belajar di luar negeri karena ada anggapan bahwa
gelar dari barat itu lebih berharga dan dibutuhkan oleh pasar kerja
baik di Malaysia dan internasional. Karena alas an tersebut, lebih
dari ¾ mahasiswa memilih jurusan perdagangan, manajemen
ekonomi, dan bisnis di mana hamper semua pekerjaan dibutuhkan.
Dengan semakin majunya ekonomi Malaysia, maka Malaysia
menjadi lebih global dan pendidikan internasional menjadi lebih
menarik terutama bagi mahasiswa yang membutuhkan pendidikan.
8
Organisasi pendidikan pusat terdiri atas Menteri Pendidikan.
Kementrian yang dikepalai oleh sekertaris tetap pendidikan
bertanggung jawab langsung untuk pendidikan sekolah menengah
dan Purna Sekolah Menengah, Sekolah Teknik dan Pengawasan
grant atau pemberian dana kepada Negara-negara bagian.
Kementrian Pendidikan ini terdiri atas dua bagian : Bagian
Administrasi yang mengurus perencanaan keuanga, administrasi,
personil dan pelajaran terpadu dan pengawasan terhadap pelajaran
agama Islam. Adapun bagian kedua berada di bawah pimpinan
Penasehat Kepala Bagian Pendidikan yang terdiri atas inspektorat
federal, pendidikan guru, bagian sekolah, sindikat ujian,
pendidikan teknis, registrasi guru, serta perencanaan pendidikan
dan penelitian.. kepala pendidikan di tiap Negara bagian
bertanggung jawab atas pengadministrasian sekolah rendah dan
menengan di tingkat wilayah dan mereka bertanggung jawab
kepada kepala kementrian yang tetap yaitu sekretaris.
8
Nanang Fattah, Analisis Kebijakan Pendidikan, (Bandung : PT. Remaja Rosdakarya, 2004),
147.
13
Pada tahun 1974, Malaysia membentuk jawatan cabinet yang
bertugas mengkaji semua pelaksanaan pendidikan dan pada DKD
1990 an Malaysia mengadakan perubahan kebijakan pendidikannya
secara berarti diantaranya sebagai berikut :
1. Memperkenalkan pendidikan pra sekolah dalam sekolah
rendah
2. Mengurangi tahun sekolah disekolah rendah dari 6 menjadi
5 tahun bagi murid yang cerdas dan sebaliknya menambah
7 tahun bagi murid yang lambat.
3. Memberikan peluang pendidikan kepada semua pelajar
dengan melanjutkan waktu belajar mereka dari 9 hingga 12
tahun yaitu sampai tingkat 5 di peringkat sekolah
menengah.
4. Mengutamakan pendidikan teknologi dengan tujuan
melahirkan pelajar yang mahir dalam bidang seni
perusahaan, perdagangan dan ekonomi.
9
Pada dasarnya sekolah di Malaysia dan Indonesia tidak jauh
berbeda. Perbedaan yang menonjol dari pendidikan kedua Negara
tersebut pada nama jenjang kedua Negara. Negara Malaysia
cenderung lebih maju di bidang pendidikan karena kurikulum yang
dipakai baku dan tidak sering ada pergantian kurikulum. Berbeda
dengan Indonesia yang sering terjadi pergantian kebijakan serta
kurikulum sehingga pelaksanaan teknis di Indonesia lambat untuk
berkembang.
10
9
Abdurrahman Assegaf, Internasionalisasi Pendidikan, (Yogyakarta : Gama Media, 2003),
116-117.
10
Armansyah Putra, Mengkaji dan Membandingkan Kurikulum 7 negara (Malaysia,
Singapura, Cina, Korea, jepang, Amerika, dan Finlandia), (Program Studi Pendidikan
Biologi Universitas Samawa, Sumbawa Besar, 2017), 139.
14
D. Kurikulum Pendidikan di Malaysia
Kita tidak akan dapat memahami perkembangan kurikulum
di Malaysia sepenuhnya dan rasional pembentukannya sekiranya
kita tidak menyoroti sejarah pendidikan dan sejarah negara ini
sendiri. Untuk memahami di mana kita berdiri sekarang kita harus
melihat kembali perjalanan yang telah kita tempuh. Demikian juga
halnya dengan kurikulum Malaysia pada masa kini yang diasaskan
oleh zaman sebelum merdeka dan selepas merdeka.
11
1. Kurikulum sebelum merdeka
Sebelum kedatangan British, sistem
pendidikan formal tidak ditekankan di Tanah Melayu
dan lebih menumpukan kepada pendidikan agama di
sekolah-sekolah pondok. Tenaga pengajar pula adalah
terdiri daripadagolongan-golongan agama seperti para
ulama dan ustadz. Selepas kedatangan Inggris pula,
Inggris telah membawa masuk kaum pendatang dari
China dan India untuk dijadikan pekerja- pekerja
ladang dan sebagainya. Ini telah menyebabkan
berlakunya perkembangan sekolah persendirian
pelbagai kaum seperti sekolah Cina, sekolah India
dan sekolah Melayu yang masing-masing mempunyai
isi pelajaran yang berorientasikan negara asal dan
kepada budaya dan bahasa masing-masing.Sistem
pendidikan di sekolah Melayu, pendidikan bermula
dari darjah 1 hingga darjah 6.
Hanya sebahagian sahaja daripada pelajar-pelajar sekolah Melayu yang dapat melanjutkan
pelajaran ke sekolah Inggeris. Sebahagian daripada
11
Falinah Misol, Falsafah Dan Perkembangan Kurikulum Di Malaysia, 2.
15
orang Melayu juga menghantar anak-anak mereka ke
sekolah-sekolah agama yang terdiri daripada rumah,
pondok masjid dan surau. Dengan cara ini, nilai serta
pendidikan Islam adalah kukuh di kalangan rakyat
Melayu pada masa itu. Sekolah Cina pula mengambil
kurikulum dari negara China. Buku-buku dan bahan-bahan juga diambil dari negara asal. Sekolah Cina
yang pertama adalah didirikan oleh Persatuan
Mubaligh London di Malaka pada1815.
Tahap pendidikan di sekolah Cina juga hanya
sampai di tahap rendah sahaja. Sistem persekolahan
Tamil juga adalah lebih menjurus kepada kurikulum
pendidikan dari negara India. Buku teks dan guru-guru adalah didatangkan khas dari Sri Lanka.
Kesimpulan bahawa sistem pendidikan yang terdapat
di Tanah melayu semasa penjajahan Inggris adalah
tidak bersifat nasionalis dan sekadar untuk
membolehkan setiap anggota masyarakat untuk
menjalankan fungsinya yang memang sudah tersedia
dalam masyarakat. Contohnya anak-anak Melayu
hanya dididik supaya mereka boleh menjadi petani
yang lebih baik daripada ibu bapa mereka tetapi
masih mengekalkan slot atau tempat mereka di dalam
masyarakat. Sistem pendidikan ini tidak
menggalakkan pemikiran yang keluar dari pada
kepompong pada masa tersebut.
Pelajaran-pelajaran seperti sastera, sejarah dan
ilmu kemanusiaan tidak ditekankan untuk
mengelakkan rakyat Tanah Melayu pada masa
16
tersebut terdedah kepada pemikiran-pemikiran yang
boleh menyoal keadaan-keadaan mereka dan
menyedari keadaan sosial dan ekonomi pada masa
itu. Keadaan ini membawa kelebihan kepada Inggris
untuk mengekalkan status quo masyaakat dan
keamanan tanpa persoalan dan pemberontakan.
12
.
2. Kurikulum Setelah Kemerdekaan
Perubahan dalam bidang latihan perguruan di
Malaysia dapat ditinjau dari beberapa tempo, seperti :
a. Tempo Razak (1955-1957), mempersiapkan
usul-usul bagi sistem pendidikan Malaysia. Di
antara usul tersebut bahwa bahasa Melayu
dan inggris dijadikan sebagai bahasa wajib
bagi semua murid-murid di sekolah-sekolah,
selain bahasa Tamil dan Cina.
b. Tempo Rahman Talib (1960-1965),
menumbuhkan pusat latihan harian supaya
melatih lebih ramai guru yang diperlukan,
khususnya guru bahasa Malaysia bagi sekolah
rendah. Beberapa sekolah perguruan
ditumbuhkan pula untuk melatih guru-guru
sekolah menengah rendah.
c. Tempo Aminuddin (1965-1970),
memperkenalkan pusat latihan perguruan
daerah dalam setiap negeri untuk melatih
lebih ramai guru selaras dengan pengenalan
sistem pendidikan aneka jurusan di peringkat
sekolah menengah rendah.
12
Ibid, 3.
17
d. Tempo sain dan matematik (1971-1981),
mengintegrasikan institusi latihan perguruan
sekolah rendah dan sekolah menengah rendah
dengan memberi keutamaan kepada pengajar
matematik dan sain paduan.
e. Tempo reformasi (1982-1992), menstruktur
semua sistem latihan perguruan termasuk
perubahan kurikulumnya selaras dengan
pelaksanaan program KBSR di sekolah rendah
dan program KSSR di sekolah rendah.
a) KBSR, Singkatan dari Kurikulum
Bersepadu Sekolah Rendah. KBSR
diganti dari pada Kurikulum Baru
Sekolah Rendah iaitu pada tahun
1993. Berdasarkan Laporan
Jawatankuasa Kabinet yang mengkaji
perlaksanaan Dasar
PelajaranKebangsaan (1979),
Rancangan Kurikulum Baru Sekolah
Rendah (KBSR) mula dilaksanakan di
semua sekolah rendah di seluruh
negara mulai tahun1983.
b) Konsep Bersepadu Unsur
pengetahuan, kemahiran dan nilai
digabungkan supaya wujud
kesepaduan dari segi intelek, rohani,
emosi dan jasmani. Merangkumi
aspek teori dan amali serta nilai murni
guna melahirkan insan yang
seimbang.
18
c) KSSR, Satu usaha penambahbaikan
dalam sistem pendidikan negara
terutamanya di peringkat sekolah
rendah yang dilaksanakan supaya
kurikulum persekolahan memenuhi
keperluan dan cabaran semasa serta
akan datang.
d) KPM membangunkan Kurikulum
Standard Sekolah Rendah (KSSR)
berasaskan prinsip-prinsip Kurikulum
Bersepadu Sekolah Rendah (KBSR)
dan berlandaskan Falsafah Pendidikan
Kebangsaan. Kementerian Pelajaran
Malaysia (KPM) telah melaksanakan
satu kajian dan mendapati wujudnya
keperluan untuk melakukan
transformasi kurikulum sekolah
rendah. Merupakan penyusunan
semula dan penambahbaikan
kurikulum persekolahan rendah sedia
ada. Tujuan transformasi adalah untuk
memastikan murid dibekalkan dengan
pengetahuan, kemahiran dan nilai
yang relevan dengan keperluan
semasa bagi menghadapi cabaran
abad ke-21.
13
13
Chalidjah Hasan, Kajian Perbandingan Pendidikan, 137-138.
19
E. Sistem Pendidikan Keagamaan di Malaysia
1. Pendidikan Islam di Malaysia
Sejak tahun 1980-an, Islam di Malaysia mengalami
kebangkitan yang ditandai dengan semaraknya kegiatan
dakwah dan kajian Islam oleh kaum intelektual. Perkembangan
masjid dan surau di Malaysia mencerminkan semaraknya
aktivitas umat Islam. Misalnya, Bandar Baru Bangi merupakan
daerah yang memiliki masjid dan surau dengan perkembangan
yang sangat pesat. Masjid-masjid tersebut, bukan saja untuk
melaksanakan salat, melainkan juga digunakan sebagai
lembaga pendidikan Islam. Surau an-Nur di Bandar Baru Bangi
misalnya, merupakan tempat kajian al- Qur’an baik laki-laki
maupun perempuan, terkadang diadakan tahlil serta
perbincangan keagamaan yang terjadwal secara sistematis
tentang segala hal yang berkaitan dengan masalah spiritual dan
problem masyarakat masa kini. Pendidikan di Malaysia pada
dasarnya mengadopsi sistem dari negara Inggris sebab
Malaysia merupakan salah satu negara bekas jajahan Inggris.
14
Sistem pendidikan Islam pada awalnya berbentuk kelas
mengaji al-Qur’an, yang merupakan pelajaran utama pada
semua lapisan masyarakat saat itu walaupun tidak berbentuk
lembaga formal. Juga diperkenalkan huruf jawi untuk
memudahkan masyarakat setempat mempekajari huruf-huruf
Arab yang menjadi penunjang kemampuan membaca al-Qur’an. Untuk tingkat-tingkat awal, kelas pengajian al-Qur’an
dilakukan di rumah guru. Jika jumlah pebelajar semakin
banyak, pembelajaran dilakukan di surau dan masjid. Struktur
pendidikan dan kurikulumnya ditekankan pada kemampuan
14
Andi Aslindah, “Pendidikan Islam di Malaysia: Jenis, Jenjang, Kebijakan dan Tujuan
Pendidikan”, Lentera Pendidikan 18, no.1, (2015) hal, 18.
20
membaca, menulis, dan mengaji al-Qur’an. Pelajaran-pelajaran
selain mempelajari al-Qur’an juga mempelajari ilmu Fiqh,
Tauhid, Tafsir, Sejarah, Tasawuf, dan Filsafat Islam.19 Pada
fase itu sistem pendidikan Islam sudah berbentuk pondok.
15
Jenjang pendidikan Islam di Malaysia yaitu jenis
pendidikannya terdiri atas sekolah pondok, sekolah madrasah,
dan sekolah agama Islam lain. Adapun jenis lembaga
pendidikan umum seperti Sekolah Kebangsaan, Sekolah
Kluster, Sekolah Jenis Kebangsaan, dan lain sebagainya.
Jenjang pendidikannya yaitu Prapendidikan Dasar, Pendidikan
Dasar, Pendidikan Menengah Pertama, Pendidikan Menengah
Atas, Pendidikan Pascapendidikan Menengah, dan Pendidikan
Tinggi.
16
2. Kebijakan Pendidikan Islam di Malaysia
Ketika Mahathir Muhammad menjabat sebagai
Menteri Pendidikan, kebijakan dan program keislaman di
bidang pendidikan terlihat lebih awal mendapat perhatian
dibanding bidang lainnya. Beliau merupakan sosok yang
dikenal banyak berperan dan memberikan kontribusi bagi
upaya islamisasi di Malaysia. Di awal karirnya sebagai
Menteri Pendidikan Malaysia tahun 1974, Mahathir
mengawali langkahnya dengan meninjau ulang sistem
pengajaran agama Islam yang dipandangnya tidak efektif dan
tidak sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan zaman.
Segera setelah itu, ia mengadakan pengkajian kembali
tentang pendidikan agama Islam dan sistem pengajarannya
15
Rosnaini Hashim, “Dualisme Pendidikan Umat Islam di Malaysia: Sejarah,
Perkembangan, dan Cabaran
Masa Depan”, Jurnal Pendidikan Islam, Jilid 10 Bil. 2
16
Mohd Roslan, Mohd Nor, “Sejarah dan Perkembangan Pendidikan Islam di Malaysia”,
Jurnal At-Ta’dib 6, no.1(2011) hal.72.
21
serta membentuk dewan penasihat untuk pendidikan agama
Islam.
Pembentukan dewan penasihat ini dimaksudkan untuk
menggerakkan agar Islam menjadi relevan dengan kebutuhan
modernisasi masyarakat muslim Malaysia dan agar gerakan
ini dapat dilaksanakan secara koor-dinatif dan sistematis.
17
Pada tahun 1975, Kementerian Pendidikan
mengeluarkan dana yang cukup besar untuk memperbaiki
pelaksanaan pelatihan guru-guru agama Islam. Pada tahun
berikutnya, pemerintah mengumumkan pengambilalihan atas
sepuluh sekolah Islam terbaik di negara itu guna
memperbaiki manajemen sekolah tersebut serta
meningkatkan kinerja para guru dan pegawainya untuk
dijadikan sebagai sekolah model. Pada tahun 1979,
pemerintah mendeklarasikan pendirian Pusat Penelitian Islam
Asia Tenggara. Pada tahun yang sama, pengetahuan agama
Islam ditetapkan sebagai materi ujian di tingkat Sijil
Pelajaran Malaysia (SPM). Setahun berikutnya pemerintah
mendirikan yang pertama kali Maktab Perguruan Islam yang
dari sana murid-murid berpotensi akan dikirim ke Mesir,
Pakistan, dan Indonesia untuk melanjutkan studi mereka.
18
Adapun kebijakan lainnya terhadap pendidikan Islam di
Malaysia antara lain:
19
1. Sejak merdeka pada tahun 1957, ilmu
pengetahuan agama Islam telah dijadikan sebagai
kurikulum pendidikan nasional Malaysia.
17
Andi Aslindah, “Pendidikan Islam di Malaysia: Jenis, Jenjang, Kebijakan dan Tujuan
Pendidikan”, Lentera Pendidikan 18, no.1, (2015) hal, 22.
18
Ibid, hal 23.
19
Ibid.
22
2. Pada tahun 1975, berbagai langkah penting untuk
memperkuat pendidikan
Islam ditempuh oleh Departemen Pendidikan.
3. Pada tahun 1982, Perdana Menteri Mahathir
Muhammad mengambil keputusan untuk
menjalankan kebijakan penanaman nilai-nilai
Islam di pemerintahan.
4. Tahun 1983, Departemen Pendidikan menyatakan
bahwa nilai-nilai moral akan
diajarkan kepada pelajar nonmuslim, sementara
ilmu pengetahuan agama akan
diajarkan kepada para pelajar muslim.
3. Tujuan Pendidikan Islam di Malaysia
Untuk setiap negara yang sudah mencapai
kemerdekaan, salah satu aspek penting yang sangat prioritas
untuk menuju ke arah negara yang maju dan berkembang dari
aspek politik, ekonomi, dan sosial adalah penekanan terhadap
pelaksanaan sistem pendidikan negara. Sistem pendidikan yang
dilaksanakan di suatu negara sangat penting, bukan saja karena
fungsi kebijakan dan sosialisasinya yaitu di mana anak-anak
dididik untuk menjadi insan yang berhasil dan mengenali
budaya serta alam sekeliling, melainkan bisa digunakan sebagai
wadah untuk menyampaikan ideologi nasional kepada
masyarakat yaitu melalui penerapan tentang pemahaman dan
nilai-nilai positif untuk persatuan kaum di kalangan para
pelajar. Pada dasarnya, tujuan pendidikan Islam di semua
negara itu sama, yaitu harus selaras dengan tujuan penciptaan
manusia di dunia. Sebagaimana kita ketahui bahwa dalam
23
Islam tujuan penciptaan manusia adalah untuk mengabdikan
diri kepada Allah.
20
Pendidikan Islam di Malaysia bertujuan untuk
menciptakan manusia yang siap menghambakan diri kepada
Allah dengan melakukan segala perintah-Nya dan
menjauhi segala larangan-Nya. Dan secara umum, pendidikan
di Malaysia bertujuan mengembangkan potensi individu secara
menyeluruh dan terpadu untuk mewujudkan insan yang
seimbang dan harmonis dari segi intelek, rohani, emosi, dan
jasmani, berdasarkan kepercayaan dan kepatuhan kepada
Tuhan. Tujuan ini dimaksudkan agar dapat melahirkan rakyat
Malaysia yang berilmu pengetahuan, berketerampilan,
berakhlak mulia, dan bertanggung jawab terhadap masyarakat
dan negara.
21
Dapat dipahami ada banyak faktor pendukung untuk
menjadikan pendidikan Islam di Malaysia lebih maju. Di
antaranya adalah dengan adanya perubahan kebijakan-kebijakan pendidikan Islam yang berarti akan menjadikan
pendidikan Islam di Malaysia secara otomatis terimplementasi
dengan baik.
20
Abd. Rachman Assegaf, “Internasionalisasi Pendidikan: Sketsa Perbandingan
Pendidikan di
Negara-Negara Islam dan Barat”, Yogyakarta: Gamma Media, 2003, hal, 120.
21
Ibid, hal. 117.
24
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur- prosedur yang
saling berhubungan, berkumpul bersama- sama untuk melakukan
kegiatan atau melakukan sasaran tertentu yang harus memenuhi 3
unsur yaitu input, proses, dan output guna mencapai suatu tujuan.
Kebijakan negara di bidang pendidikan merupakan produk dari
sebuah proses politik yang melibatkan berbagai elemen politik yang
berlangsung di Lembaga legislatif dan eksekutif. Kebijakan dibuat
untuk menjadi pedoman dalam bertindak mengarahkan kegiatan
dalam organisasi untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.
Sistem pendidikan di Malaysia diatur oleh Kementerian
Pendidikan Malaysia (KPM). Pendidikan formal yang ada di
Malaysia dimulai dari pra- sekolah. Pendidikan rendah, pendidikan
menengah, pendidikan pra- universiti, dan pengajian tinggi.
Pendidikan merupakan tanggung jawab pemerintah federal. Sistem
pendidikan nasional meliputi pendidikan pra sekolah hingga
perguruan tinggi.
Di Malaysia, warga negaranya dapat menempuh pendidikan dari
sekolah milik kerajaan, sekolah swasta maupun secara individu.
Sistem pendidikan yang wajib ditempuh yakni sekolah rendah dan
sekolah menengah. Meskipun, bentuk pemerintahan adalah kerajaan,
namun kerajaan tak memiliki hak untuk menentukan kurikulum atau
cara pengajaran yang harus diterapkan.
Pada tahun 1974, Malaysia membentuk jawatan cabinet yang
bertugas mengkaji smua pelaksanaan pendidikan dan pada DKD
1990.an Malaysia mengadakan perubahan kebijakan pendidikannya
secara berarti diantaranya sebagai berikut:
25
1. Memperkenalkan pendidikan pra sekolah dalam sekolah
rendah
2. Mengurangi tahun sekolah rendah
3. Memberikan peluang pendidikan kepada semua pelajar
4. Mengutamakan pendidikan teknologi
Kurikulum yang digunakan di Malaysia ada 2 macam yaitu
kurikulum sebelum merdek dan kurikulum selepas merdeka.
Pendidikan Islam di Malaysia bertujuan untuk menciptakan manusia
yang siap menghambakan diri kepada Allah dengan melakukan
segala perintah-Nya danmenjauhi segala larangan-Nya.
Dan secara umum, pendidikan di Malaysia bertujuan
mengembangkan potensi individu secara menyeluruh dan terpadu
untuk mewujudkan insan yang seimbang dan harmonis dari segi
intelek, rohani, emosi, dan jasmani, berdasarkan kepercayaan dan
kepatuhan kepada Tuhan.
26
DAFTAR PUSTAKA
Armansyah. (2017). Mengkaji dan Membandingkan Kurikulum 7 Negara
(Malaysia, Singapura, Cina, Korea, Jepang, Amerika, dan Finlandia).
Sumbawa Besar: Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Samawa.
Aslindah Andi. (2015). “Pendidikan Islam di Malaysia: Jenis, Jenjang,
Kebijakan
Assegaf Abd. Rachman. (2003) “Internasionalisasi Pendidikan: Sketsa
Perbandingan dan Cabaran Masa Depan”.Jurnal Pendidikan
Islam.Jilid 10 Bil. 2dan Tujuan Pendidikan”. Lentera Pendidikan 18,
no.1.
Assegaf, A. (2003). Internasionalisasi pendidikan. Yogyakarta: Gama Media.
Fattah, N. (2014). Analisis Kebijakan Pendidikan. Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya.
Hasan, C. (n.d.). Kajian Perbandingan Pendidikan.
Hasan, Chalidjah. Kajian Perbadingan Pendidikan. Surabaya : Al-Ikhlas,
1995.
Abdul Hayyi, al-Kattani. Study in Islamic Countries. Jakarta: Gema
insani, 2009.
Putra , Armansyah. Mengkaji dan Membandingkan Kurikulum 7
Negara (Malaysia, Singapura, Cina, Korea, Jepang, Amerika, dan
Finlandia). Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Samawa,
Sumbawa Besar, 2017.
Hashim Rosnaini “Dualisme Pendidikan Umat Islam di Malaysia: Sejarah,
Perkembangan
Irianto, Yoyon Bahtiar. 2012. Kebijakan Pembaruan Pendidikan: Konsep,
Teori dan Model. Jakarta: Rajawali Pers.
Malaysia”. Jurnal At-Ta’dib 6, no.1.
Mastuhu. 2006. Menata Ulang Pemikiran Sistem Pendidikan
Nasional dalam Abad 21. Yogyakarta: Safiria Ingaria Press.
Misol, F. (n.d.). Falsafah Dan Perkembangan Kurikulum Di Malaysia.
Mohd Nor. Mohd Roslan. (2011). “Sejarah dan Perkembangan Pendidikan
Islam di
Pendidikan di Negara-Negara Islam dan Barat”. Yogyakarta: Gamma Media.
Soyomukti, Nurani. 2010. Teori-teori Pendidikan. J ogjakarta: Ar-Ruz Media,
2010.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar