Senin, 13 Juni 2022

KELOMPOK 03

 i

SISTEM DAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN DI SINGAPURA

Makalah ini disusun guna memenuhi tugas pada mata kuliah

“Perbandingan Pendidikan”

Dosen Pengampu:

Zainur Rofik

Disusun Oleh Kelompok 03/PAI F:

1.  Neng Yuni      (201190189)

2.  Noviantika Dyah Puspitasari  (201190201)

3.  Novya Widyasari    (201190204)

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PONOROGO

2022

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena hanya dengan 

segala rahmat-Nyalah akhirnya kami bisa menyusun makalah dengan judul 

“Sistem dan Kebijakan Pendidikan di Singapura”. Kami juga mengucapkan 

terimakasih kepada Bapak Zainur Rofik  selaku dosen pengampu kami yang telah 

memberikan tugas ini kepada kami sehingga kami mendapatkan banyak tambahan 

pengetahuan khususnya dalam masalah Perbandingan Pendidikan.

Kami selaku penyusun berharap semoga makalah yang telah kami susun 

ini bisa  memberikan banyak manfaat serta menambah pengetahuan terutama 

dalam hal “Sistem dan Kebijakan Pendidikan di Singapura”. Selain itu, kami 

menyadari bahwa makalah ini masih memiliki banyak kekurangan yang 

membutuhkan perbaikan, sehingga kami sangat mengharapkan masukan serta 

kritik dari pembaca.

Ponorogo, 06 Maret 2022

Penyusun 

iii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL  .........................................................................................i

KATA PENGANTAR   ......................................................................................ii

DAFTAR ISI   .....................................................................................................iii   

BAB I PENDAHULUAN   .................................................................................1

A.  Latar Belakang   ..........................................................................................1

B. Rumusan Masalah  ......................................................................................2

C. Tujuan   .......................................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN   ..................................................................................3

A.  Kebijakan Sistem Pendidikan di Singapura  ...............................................3

B. Tujuan Pendidikan di Singapura  ................................................................4 

C. Jenjang Pendidikan di Singapura  ...............................................................5

D.  Kurikulum Pendidikan Singapura..............................................................8

E.  Metode Pendidikan Singapura  ...................................................................9

F.  Sistem Evaluasi Pendidikan Singapura  .....................................................9

BAB III PENUTUP  ...........................................................................................11

A.  Kesimpulan   ...............................................................................................11

DAFTAR PUSTAKA  ........................................................................................12

1

BAB I

PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang

Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat siginifikan dalam 

sebuah  kehidupan berbangsa. Pendidikan merupakan media strategis 

dalam memacu kualitas sumber daya manusia.  Hal ini telah menjadikan 

pendidikan bagian terpenting untuk keberlangsungan, perkembangan,  dan 

kemajuan suatu negara. Setiap negara sangatlah memerlukan pendidikan 

dalam menunjang kemajuannya, karena tanpa pendidikan sumber daya 

manusia tidak dapat menjalankan kehidupan sebagai warga negara dengan 

baik.  Singapura merupakan salah satu negara termaju di kawasan Asia 

Tenggara dan bisa mengalahkan saudara-saudara tuanya di kawasan 

semenanjung Melayu. Hal tersebut terjadi karena kemajuan sistem 

pendidikannya. Singapura sebagai negara yang dianggap paling maju di 

Asia Tenggara, hanya memiliki jarak kurang lebih 40 km dari barat ke 

timur.

Singapura terletak di persimpangan Asia, di tengah bisingnya

kesibukan kota kosmpolitan, Singapura bukan lagi sekedar negara tujuan 

wisata favorit. Perlahan tapi pasti, Singapura telah menjelma menjadi salah 

satu pusat pendidikan yang dapat dibanggakan di dunia, menyatukan yang 

terbaik dari barat hingga timur. Saat ini, negara berpenduduk 5 juta jiwa 

ini telah menjadi negara tujuan  bagi sekitar 86 ribu pelajar internasional 

dari 120 kebangsaan untuk menimba ilmu mulai dari jenjang sekolah 

dasar, sekolah menengah (SMP dan SMA), Diploma politeknik, sarjana, 

hingga program pasca sarjana dengan beragam pilihan sekolah mulai dari 

sekolah negeri, sekolah swasta, hingga sekolah internasional.

Dalam hal ini, terkait sistem kebijakan di Singapura persoalan yang 

akan dibahas secara rinci yaitu mengenai kebijakan sistem pendidikan, 

tujuan, jenjang, kurikulum, metode dan sistem evaluasi pendidikan 

Singapura.   

2

B.  Rumusan Masalah

1.  Bagaimana sistem kebijakan pendidikan di Singapura?

2.  Bagaimana jenjang pendidikan di Singapura?

3.  Apa tujuan pendidikan di Singapura?

4.  Bagaimana kurikulum pendidikan di Singapura?

5.  Bagaimana metode pendidikan di Singapura? 

6.  Bagaimana evaluasi pendidikan Singapura?

C.  Tujuan

1.  Untuk mengetahui sistem kebijakan pendidikan di Singapura.

2.  Untuk mengetahui jenjang pendidikan di Singapura.

3.  Untuk mengetahui tujuan pendidikan di Singapura.

4.  Untuk mengetahui kurikulum pendidikan di Singapura.

5.  Untuk mengetahui metode pendidikan di Singapura. 

6.  Untuk mengetahui sistem evaluasi pendidikan Singapura. 

3

BAB II

PEMBAHASAN

A.  Sistem dan Kebijakan Pendidikan di Singapura

Singapura menjadi negara yang merdeka pada tahun 1965, dan 

pada saat itu  Singapura menghadapi tantangan untuk menjaga 

keberlangsungannya dalam ekonomi dan politik. Hal ini tidak mudah 

mengingat di masa kolonialisme, struktur ekonomi yang ada tidak 

seimbang dan lebih bertumpu pada fungsi Singapura sebagai jalur 

perdagangan. Untuk mengatasi tantangan tersebut, pemerintah Singapura 

memfokuskan pembangunan Singapura pada keterkaitan dan 

kesinambungan antara kualitas pendidikan dan pembangunan ekonomi, 

yang disebut survival-driven education. Meski berfokus pada strategi 

ekonomi, sistem pendidikan Singapura juga ditujukan untuk membangun 

identitas dan persatuan bangsa. Pemerintah mengakui pentingnya 

pendidikan wajib selama 6 tahun yang dimulai sejak usia 6 tahun tanpa 

diskriminasi ras, bahasa, jenis kelamin, status sosial, dan latar belakang 

ekonomi.

1

Sistem pendidikan Singapura didasarkan pada pemikiran bahwa 

setiap siswa memiliki bakat dan minat yang unik. Singapura memakai 

pendekatan yang fleksibel untuk membantu perkembangan potensi para 

siswa. Pendidikan di Singapura diatur oleh Ministry of Education (MOE) 

sebagai lembaga sentral. Dalam formulasi dan implementasi kebijakan 

terkait pendidikan di Singapura, Ministry of Education merupakan 

lembaga sentral yang  memegang kendali administrasi serta 

pengembangan primary school, secondary school, dan junior colleges baik 

yang dimiliki oleh pemerintah (government school) maupun yang 

disubsidi oleh pemerintah (governmentaided school). Selain itu, Ministry 

of Education juga mengawasi sekolah swasta (private school). Secara 

1

Ismunandar, dkk,  Mengenal Sistem Pendidikan Singapura (Bandung: Nuansa Cendekia, 

2014), 15. 

4

umum, institusi pendidikan di Singapura bisa dibagi menjadi 4 yaitu, 

Public Institutions,  Private  Institutions,  Special Schools, dan  Supporting 

Institutions.

Kebijakan  pendidikan  Negara  Singapura, terutama untuk tingkat

pra sekolah sampai sekolah menengah  adalah berupaya  membantu anak 

atau  peserta didik pengembangan bakat dan  minatnya yang bersifat 

individual dan  unik. Dipahami oleh pemerintah Negara  Singapura,  bahwa 

anak atau peserta  didik memiliki potensinya sendiri-sendiri  yang spesifik 

ataukhas.  Oleh karena  itu, pendidikan di negara Singapura

diselenggarakan dalam rangka  mempersiapkan peserta didik menjadi 

generasi  yang memiliki kemampuan untuk bertahan hidup dalam 

lingkungan yang  penuh dengan persaingan demi masa  depan yang lebih 

baik. 

Dengan kebijakan tersebut,  Singapura memiliki orientasi 

pendidikan sebagai pusat pendidikan keunggulan dan pendidikan 

internasional. Sedangkan tujuan pendidikannya mencetak peserta didik 

memiliki kemampuan inovatif dengan bertumpu pada semangat 

kewiraswastaan dan penguasaan berbahasa Inggris sebagai bahasa 

internasional dan salah satu bahasa local, yakni bahasa Melayu, Mandarin, 

dan bahasa Tamil sesuai dengan latar belakang etnis peserta didik.

2

B.  Tujuan Pendidikan Singapura

Adapun tujuan pendidikan di Singapura mengacu pada visi dan 

misi pendidikannya. Visi dari pendidikan di singapura yaitu memberikan 

kesempatan bagi para pelajar untuk merasakan aturan system pendidikan 

di Singapura yang selalu meletakkan keunggulan dan menempatkan diri 

sebagai bagian dari komunitas dunia.  Secara khusus, ada 4 (empat) tujuan 

khusus penyelenggaraan pendidikan Singapura, yakni:

2

Kurniawati,  Pendidikan Sejarah dalam Kurikulum di Republik Federal Jerman: A Lesson 

Learned, Jurnal Pendidikan Sejarah, Vol.4, No.1, Januari, 2016, 36.  

5

1.  Menumbuhkan sikap percaya diri, yaitu tahu benar-salah, adaptif, 

tangguh, cerdas dalam menilai, berpikir mandiri dan kritis, dan 

berkomunikasi secara efektif.

2.  Pembelajar mandiri,  yaitu tanggung jawab, mempertanyakan, tekun 

dan motivasi berprestasi;

3.  Kontributor aktif, yaitu mampu bekerjasama secara efektif, 

berinisiatif, memutuskan dengan cermat, inovatif, dan unggul;

4.  Pembelajar yang sadar lingkungan, yaitu memiliki kesadaran yang 

kuat dan berperan aktif dalam menjaga lingkungan yang bersih, indah, 

dan asri.

3

C.  Jenjang Pendidikan Singapura 

1.  Kindergartens (Taman Kanak-kanak)

Sekolah dengan program masa Pendidikan 3 tahun untuk anak-anak mulai umur 4 tahun sampai 6 tahun. Program  Pendidikan 3 tahun 

ini terdiri dari Nursery, Kindergarten 1 dan 2. Kindergarten beropasi 

setiap hari, lima hari perminggu dengan waktu belajar selama 3 sampai 

4 jam perharinya. 

2.  Primary Education (Sekolah Dasar)

Primary education merupakan program sekolah  wajib di 

Singaoura dengan masa tempuh Pendidikan selama 6 tahun yang terdiri 

dari 4 tahun Pendidikan dasar dari kelas 1 sampai 4 dan dilanjutkan 

dengan 2 tahun masa orientasi mulai kelas 5 sampai kelas 6. 

Keseluruhan dari program Pendidikan ini adalah untuk memberikan 

bekal kepada para siswa dalam mata pelajaran Bahsa Inggris, Bahasa 

Ibu, dan Matematika. Pada tahun terakhir (kelas 6), siswa akan 

menjalani ujian nasional Bernama PLSE (Primary School Leaving 

Examination), yang akan sangat menentukan masa depan Pendidikan 

mereka.

3

Kurniawati,  Pendidikan Sejarah dalam Kurikulum di Republik Federal Jerman: A Lesson 

Learned, 37. 

6

3.  Sccondary Education (SMP+SMA)

Program Pendidikan kursus dengan masa tempuh 4-5 tahun di 

khususkan pada beberapa pilihan Special, Expess, Normal (Academic), 

atau Normal (Technical), sesuai dengan hasil yang mereka dapatkan 

pada saat ujian akhir nasioanal (PLSE). Kurikulum yang berdeda 

didesain untuk para siswa sesuai dengan kemampuan belajar dan minat 

dari siswa.

4

Di akhir program Pendidikan ini, siswa Kembali harus 

menjalani ujian nasional, baik GCE „O‟ Levels (untuk special/Express 

course) ataupun GCE „N‟ Levels (untuk Normal/Technical course-siswa yang mendapatkan hasil bagus pada ujian GCE Levels mereka 

bisa melanjutkan ke tahun kelima untuk mengambil GCE „O‟ Levels. 

4.  Pre-University Education (Pendidikan Pra-Universitas)

Merupakan program Pendidikan 2 tahun untuk mempersiaokan 

para siswa untuk menempuh ujian GCE „A‟ Levels. Tergantung dari 

jurusan yang ditempuh dan nilai akhir, para siswa yang lulus bisa 

melanjutkan Pendidikan ke level Universitas di Universitas Lokal 

Singapura. Program ini hanya untuk mereka yang ingin melanjutkan 

Pendidikan ke salah satu dari tiga Universitas lokal di Singapura (NTU, 

NUS, dan SMU). 

5.  Polytechnics (politeknik)

Institusi ini dibentuk untuk melatih para professional level 

menengah untuk mendukung pembangunan ekonomi dan teknologi di 

Singapura. Memberikan banyak pilihan jurusan kepada para siswanya, 

politeknik ditujukan untuk melatih para siswa untuk mengembangkan 

diri sesuai dengan minat dan keahlian masing-masing sehingga bisa 

mendapatkan tempat di dunia kerja setelah lulus nanti.

Lulusan politeknik di hargai karena memiliki pengalaman 

praktek dan pengetahuan yang baik untuk level menengah professional. 

4

Agustiar Syah Nur,  Perbandingan Sistem Pendidikan 15 Negara  (Jakarta: Lubuk Agung, 

2001), 61. 

7

Ada lima politeknik di Singapura saat ini, semuanya menawarkan 

program diploma lokal dengan  bebagai jurusan seperti engineering, 

business studies, infocommunications dan mass communications. Siswa 

pilihan yang memiliki nilai baik pada ytahun ketiga dan bisa memiliki 

pilihan untuk melanjutkan Pendidikan ke tahap universitas untuk 

mengejar gelar sarjana.

5

6.  Singapore Universities (Universitas Singapura)

Pendidikan Universitas di Singapura memiliki misi untuk 

mempersiapkan para siswa tidak untuk dunia kerja tapi untuk 

mempersiapkan sisa pada saat masuk ke dunia kerja setelah mereka 

lulus nanti. Singapura memiliki tiga Universitas lokal, Nanyang 

Technological University (NTU), National University of Singapore 

(NUS), dan Singapore Management University (SMU), semua 

menawarkan program sarjana yang diakui oleh dunia internasional. 

Beberapa alasan mengapa Singapore menjadi pusat Pendidikan 

terkenal adalah: 

a.  Pendidikan di Sigapore telah memperoleh penghargaan dari seluruh 

dunia.

b.  Lulusan sekolah Singapore diakui terbaik baik oleh Negara. 

c.  Dengan lingkungan multi-budaya, merupakan suasana kondusif 

bagi para pelajar untuk memperdalam kemampuan berbahasa 

inggris dan Bahasa Mandarin.

d.  Singapore merupakan sebuah kota yang aman dan dapat ditempuh 

dalam beberapa jam dari sebagaian besar kota di negara Asia. 

e.  Singapore memiliki hidup yang berkualitas tinggi dengan 

pelayanan Kesehatan yang baik, kesenian dan budaya yang 

menarik, kehidupan malam yang menarik, dan terdapat banyak 

restoran.

5

Agustiar Syah Nur, Perbandingan Sistem Pendidikan 15 Negara, 63. 

8

f.  Lebih dari 7000 perusahaan multi-nasional yang beropasi di 

Singapore menawarkan peluang kerja dan jaringan kerja industry 

yang sangat baik. 

D.  Kurikulum Pendidikan Singapura

Visi dari departemen Singapura adalah  “Thingking Schools, 

Learning Nation”  jika diartikan secara Bahasa Indonesia berarti berfikir 

sekolah, belajar nasionalitas. Maksudnya dengan belajar  disekolah 

diharapkan sisa tumbuh rasa Nasionalotasnya terhadap negara.

6

Kurikulum 

yang disediakan Lembaga Pendidikan di Singapura terbagi menjadi 

beberapa cangkupan luas, holistic dan bersifat global. Hal ini dapat dilihat 

dari hal yang paling sederhana yaitu, kebijakan dwibahasa yang diterapkan 

oleh Singapura. Bahasa Inggris memang dijadikan sebagai bahas akerja 

umum, namun setiap pelajar juga diwajibkan untuk menguasai Bahasa ibu 

(atau bahsa daerah asal mereka, seperti melayu, cina, dan tamil). 

Kewajiban  menguasai Bahasa daerah asal bertujuan agar setiap pelajar 

tidak kehilangan identitas diri dan menjaga warisan budaya leluhur. 

Setelah hal yang paling sederhana sudah diterapkan oleh singapura, 

selanjutnya beralih kepada tujuan dari kurikum. Tujuannya adalah untuk 

menggali potensi yang dimiliki setiap pelajar secara maksimal, 

mengembanglan bakat dan talenta serta mengangkat semangat dalam 

mempelajari nilai-nilai kehidupan lainnya. Berbagai pengajaran dan 

keterampilan diturunkan untuk memberikan pengalaman  langsung bagi 

mereka. Mulai dari pelajaran yang berbasis aksara, seperti hitung, ilmu 

pengetahuan umum, nilai estetika, nilai humaniora, Pendidikan moral 

hingga Pendidikan fisik. 

Untuk kerikulum pada tahap sekolah taman kanak-kanak 

menyelenggarakan dua sesi sehari tiap sesi pelatihan dari 2, 5 sampai 4 

jam, 5 hari setiap minggunya. Pada umumnya kurikulum termasuk 

program berbahasa inggris dan Bahasa asing dengan pengecualian 

6

Daulay, Haidar Putra, Dinamika Pendidikan Islam di Asia Tenggara  (Jakarta: PT. Rineka 

Cipta, 2009), 45. 

9

terhadap sistem luar negeri yaitu pada sekolah internasional yang 

menawarkan program Taman kanak-kanak bagi anak-anak ekspatriat. 

Pada tahap dasar, kurikulum inti terdiri dari pengajaran Bahasa 

inggris, Bahasa daerah dan matematika, dengan mata pelajaran tambahan 

seperti musik, kesenian dan kerajinan tangan, Pendidikan fisik dan 

pembelajaran sosial. Ilmu pengetahuan sudah diajarkan kelas 3 sekolah 

dasar. Kurikulum Pendidikan lanjutan menekankan bahsa inggris, bahsa 

daerah, matematika, ilmu pengetahuan dan kemanusiaan. Pada tingkat 

lanjutan ke-3, siswa dapat memilih pilihannya sendiri tergantung apakah 

dijurusan seni, ilmu pengetahuan, perniagaan atau teknik terapan. 

Kurikulum sekolah lanjutan di Singapura dikenal di seluruh dunia 

atas kemampuannya untuk mengembangkan siswa melalui pemikifra yang 

kritis dan keterampilan intelektual. Soal  silabus dan kurikulum, 

departemen Pendidikan di Singapura setiap kali bekerja melakukan 

evaluasi. Setiap perkembangan baru selalu disisipkan pada silabus baru. 

Jadi itulah Pendidikan di Singapura, bukan sekedar menyediakan sarana 

prasarana yang memadai tetapi juga selalu meng up-dating dari tahun 

ketahun.

E.  Metode Pendidikan Singapura

Singapura memiliki metode pembelajaran bertaraf internasional, 

infrastruktur pendidikan yang canggih, serta atmosfer belajar nyaman di 

tengah keharmonisan multibudaya masyarakatnya. Para peserta didik di 

Singapura juga dipersiapkan secara dini menjadi warga global yang 

berdaya saing tinggi. Untuk belajar di Singapura, peserta didik di sana 

membutuhkan persiapan yang sangat matang.

7

F.  Sistem Evaluasi Pendidikan Singapura

Penyelenggara evaluasi pendidikan di Singapura  tidak berbeda 

dengan pendidikan di Indonesia, yaitu mengadakan evaluasi berbentuk 

Ujian Nasional. Dalam pendidikan Singapura tidak menentukan kelulusan 

7

Yudi Kustiana,  Pendidikan Singapura dan Thailand  (Jakarta: Artikel  Pendidikan, 2011), 

22. 

10

seseorang, karena menurut pemerintahnya setiap orang punya kesempatan 

yang sama untuk melanjutkan pendidikan. Jadi untuk pelajar yang sudah 

duduk di kelas 4  Express  atau pun yang di kelas 5 Normal Academic 

sudah harus mengikuti 0  level test  untuk lulus dari  secondary school. 

Dalam 0 level test terdapat tujuh pelajaran yang harus diikuti di antaranya 

5 mata pelajaran pokok dan 2 mata pelajaran pilihan. Kelima pelajaran 

pokok tersebut adalah English Mother,  Tounge, matematika, IPA (biologi, 

kimia, fisika), IPS (Sejarah, sosiologi, geografi) serta dua mata pelajaran

pilihan dari  food and nutrition, IT dan  desighn and technology, semua 

pelajaran tersebut mempunyai nilai minimum.

Bagi peserta didik yang tidak bisa mendapatkan nilai minimum 

tetap lulus, akan tetapi ijazah mereka aka nada nilai merah. Jika mereka 

tidak ingin ada nilai merahnya dalam ijazah maka mereka boleh 

mengulangi satu tahun di kelas yang sama. Setelah  secondary school, 

masih ada satu lagi jenjang sebelum mereka masuk ke universitas, yaitu 

Centralised institute  atau  Junior Colleges  (tertiary education, persiapan 

menuju tingkat universitas. Tetapi untuk mereka yang memiliki nilai bagus 

(point 1-14) bisa langsung ke  junior-college  yang lamanya 2 tahun. Jika 

mereka tidak memiliki nilai dari point yang disebutkan itu maka mereka 

melanjutkan ke  Centraliset-institute  yang waktunya lebih lama yakni 3 

tahun. Setelah itu mereka harus melewati  ujian nasional yang tentu saja 

lebih sulit  karena sudah masuk universitas.  Dengan banyaknya tes yang 

harus dilewati, tentunya universitas di Singapura bisa mendapatkan calon 

mahasiswa yang berkualitas, karena penyaringan mahasiswanya secara 

tidak langsung dilakukan melewati sejumlah tes-tes tersebut.

8

8

Yudi Kustiana, Pendidikan Singapura dan Thailand, 24. 

11

BAB III

PENUTUP

A.  Kesimpulan

Sistem dan Kebijakan Pendidikan di Singapura Singapura menjadi 

negara yang merdeka pada tahun 1965, dan pada saat itu Singapura 

menghadapi tantangan untuk menjaga keberlangsungannya dalam 

ekonomi dan politik.  Untuk mengatasi tantangan tersebut, pemerintah 

Singapura memfokuskan pembangunan Singapura pada keterkaitan dan 

kesinambungan antara kualitas pendidikan dan pembangunan ekonomi, 

yang disebut survival-driven education.

Kebijakan pendidikan Negara Singapura, terutama untuk tingkat 

pra sekolah sampai sekolah menengah adalah berupaya membantu anak 

atau peserta didik pengembangan bakat dan minatnya yang bersifat 

individual dan unik. Oleh karena itu, pendidikan di negara Singapura 

diselenggarakan dalam rangka mempersiapkan peserta didik menjadi 

generasi yang  memiliki kemampuan untuk bertahan hidup dalam 

lingkungan yang penuh dengan persaingan demi masa depan yang lebih 

baik.  Sedangkan tujuan pendidikannya mencetak peserta didik memiliki 

kemampuan inovatif dengan bertumpu pada semangat kewiraswastaan dan 

penguasaan berbahasa Inggris sebagai bahasa internasional dan salah satu 

bahasa local, yakni bahasa Melayu, Mandarin, dan bahasa Tamil sesuai 

dengan latar belakang etnis peserta didik.

Di akhir program Pendidikan, siswa kembali harus menjalani ujian 

nasional, baik GCE „O‟ Levels (untuk special/Express course) ataupun 

GCE „N‟ Levels (untuk Normal/Technical course-siswa yang 

mendapatkan hasil bagus pada ujian GCE Levels mereka bisa melanjutkan 

ke tahun kelima untuk mengambil GCE „O‟ Levels.

12

DAFTAR PUSTAKA

Ismunandar,  dkk. 2014.  Mengenal Sistem Pendidikan Singapura. 

Bandung: Nuansa Cendekia.

Kurniawati. 2016.  Pendidikan Sejarah dalam Kurikulum di Republik 

Federal Jerman: A Lesson Learned. Jurnal Pendidikan Sejarah. Vol.4, No.1. 

Januari.

Nur Syah  Agustiar.  2001.  Perbandingan Sistem Pendidikan 15 Negara. 

Jakarta: Lubuk Agung.

Daulay, Putra Haidar. 2009. Dinamika Pendidikan Islam di Asia Tenggara

Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Kustiana Yudi. 2011.  Pendidikan Singapura dan Thailand.  Jakarta: 

Artikel Pendidikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KONSEP DASAR PERBANDINGAN PENDIDIKAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kata “Perbandingan Pendidikan” atau perbandingan pendidikan merupakan terjemahan dari bahasa “comparat...