i
SISTEM DAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN DI SINGAPURA
Makalah ini disusun guna memenuhi tugas pada mata kuliah
“Perbandingan Pendidikan”
Dosen Pengampu:
Zainur Rofik
Disusun Oleh Kelompok 03/PAI F:
1. Neng Yuni (201190189)
2. Noviantika Dyah Puspitasari (201190201)
3. Novya Widyasari (201190204)
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PONOROGO
2022
ii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena hanya dengan
segala rahmat-Nyalah akhirnya kami bisa menyusun makalah dengan judul
“Sistem dan Kebijakan Pendidikan di Singapura”. Kami juga mengucapkan
terimakasih kepada Bapak Zainur Rofik selaku dosen pengampu kami yang telah
memberikan tugas ini kepada kami sehingga kami mendapatkan banyak tambahan
pengetahuan khususnya dalam masalah Perbandingan Pendidikan.
Kami selaku penyusun berharap semoga makalah yang telah kami susun
ini bisa memberikan banyak manfaat serta menambah pengetahuan terutama
dalam hal “Sistem dan Kebijakan Pendidikan di Singapura”. Selain itu, kami
menyadari bahwa makalah ini masih memiliki banyak kekurangan yang
membutuhkan perbaikan, sehingga kami sangat mengharapkan masukan serta
kritik dari pembaca.
Ponorogo, 06 Maret 2022
Penyusun
iii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL .........................................................................................i
KATA PENGANTAR ......................................................................................ii
DAFTAR ISI .....................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................1
A. Latar Belakang ..........................................................................................1
B. Rumusan Masalah ......................................................................................2
C. Tujuan .......................................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN ..................................................................................3
A. Kebijakan Sistem Pendidikan di Singapura ...............................................3
B. Tujuan Pendidikan di Singapura ................................................................4
C. Jenjang Pendidikan di Singapura ...............................................................5
D. Kurikulum Pendidikan Singapura..............................................................8
E. Metode Pendidikan Singapura ...................................................................9
F. Sistem Evaluasi Pendidikan Singapura .....................................................9
BAB III PENUTUP ...........................................................................................11
A. Kesimpulan ...............................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................12
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat siginifikan dalam
sebuah kehidupan berbangsa. Pendidikan merupakan media strategis
dalam memacu kualitas sumber daya manusia. Hal ini telah menjadikan
pendidikan bagian terpenting untuk keberlangsungan, perkembangan, dan
kemajuan suatu negara. Setiap negara sangatlah memerlukan pendidikan
dalam menunjang kemajuannya, karena tanpa pendidikan sumber daya
manusia tidak dapat menjalankan kehidupan sebagai warga negara dengan
baik. Singapura merupakan salah satu negara termaju di kawasan Asia
Tenggara dan bisa mengalahkan saudara-saudara tuanya di kawasan
semenanjung Melayu. Hal tersebut terjadi karena kemajuan sistem
pendidikannya. Singapura sebagai negara yang dianggap paling maju di
Asia Tenggara, hanya memiliki jarak kurang lebih 40 km dari barat ke
timur.
Singapura terletak di persimpangan Asia, di tengah bisingnya
kesibukan kota kosmpolitan, Singapura bukan lagi sekedar negara tujuan
wisata favorit. Perlahan tapi pasti, Singapura telah menjelma menjadi salah
satu pusat pendidikan yang dapat dibanggakan di dunia, menyatukan yang
terbaik dari barat hingga timur. Saat ini, negara berpenduduk 5 juta jiwa
ini telah menjadi negara tujuan bagi sekitar 86 ribu pelajar internasional
dari 120 kebangsaan untuk menimba ilmu mulai dari jenjang sekolah
dasar, sekolah menengah (SMP dan SMA), Diploma politeknik, sarjana,
hingga program pasca sarjana dengan beragam pilihan sekolah mulai dari
sekolah negeri, sekolah swasta, hingga sekolah internasional.
Dalam hal ini, terkait sistem kebijakan di Singapura persoalan yang
akan dibahas secara rinci yaitu mengenai kebijakan sistem pendidikan,
tujuan, jenjang, kurikulum, metode dan sistem evaluasi pendidikan
Singapura.
2
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana sistem kebijakan pendidikan di Singapura?
2. Bagaimana jenjang pendidikan di Singapura?
3. Apa tujuan pendidikan di Singapura?
4. Bagaimana kurikulum pendidikan di Singapura?
5. Bagaimana metode pendidikan di Singapura?
6. Bagaimana evaluasi pendidikan Singapura?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui sistem kebijakan pendidikan di Singapura.
2. Untuk mengetahui jenjang pendidikan di Singapura.
3. Untuk mengetahui tujuan pendidikan di Singapura.
4. Untuk mengetahui kurikulum pendidikan di Singapura.
5. Untuk mengetahui metode pendidikan di Singapura.
6. Untuk mengetahui sistem evaluasi pendidikan Singapura.
3
BAB II
PEMBAHASAN
A. Sistem dan Kebijakan Pendidikan di Singapura
Singapura menjadi negara yang merdeka pada tahun 1965, dan
pada saat itu Singapura menghadapi tantangan untuk menjaga
keberlangsungannya dalam ekonomi dan politik. Hal ini tidak mudah
mengingat di masa kolonialisme, struktur ekonomi yang ada tidak
seimbang dan lebih bertumpu pada fungsi Singapura sebagai jalur
perdagangan. Untuk mengatasi tantangan tersebut, pemerintah Singapura
memfokuskan pembangunan Singapura pada keterkaitan dan
kesinambungan antara kualitas pendidikan dan pembangunan ekonomi,
yang disebut survival-driven education. Meski berfokus pada strategi
ekonomi, sistem pendidikan Singapura juga ditujukan untuk membangun
identitas dan persatuan bangsa. Pemerintah mengakui pentingnya
pendidikan wajib selama 6 tahun yang dimulai sejak usia 6 tahun tanpa
diskriminasi ras, bahasa, jenis kelamin, status sosial, dan latar belakang
ekonomi.
1
Sistem pendidikan Singapura didasarkan pada pemikiran bahwa
setiap siswa memiliki bakat dan minat yang unik. Singapura memakai
pendekatan yang fleksibel untuk membantu perkembangan potensi para
siswa. Pendidikan di Singapura diatur oleh Ministry of Education (MOE)
sebagai lembaga sentral. Dalam formulasi dan implementasi kebijakan
terkait pendidikan di Singapura, Ministry of Education merupakan
lembaga sentral yang memegang kendali administrasi serta
pengembangan primary school, secondary school, dan junior colleges baik
yang dimiliki oleh pemerintah (government school) maupun yang
disubsidi oleh pemerintah (governmentaided school). Selain itu, Ministry
of Education juga mengawasi sekolah swasta (private school). Secara
1
Ismunandar, dkk, Mengenal Sistem Pendidikan Singapura (Bandung: Nuansa Cendekia,
2014), 15.
4
umum, institusi pendidikan di Singapura bisa dibagi menjadi 4 yaitu,
Public Institutions, Private Institutions, Special Schools, dan Supporting
Institutions.
Kebijakan pendidikan Negara Singapura, terutama untuk tingkat
pra sekolah sampai sekolah menengah adalah berupaya membantu anak
atau peserta didik pengembangan bakat dan minatnya yang bersifat
individual dan unik. Dipahami oleh pemerintah Negara Singapura, bahwa
anak atau peserta didik memiliki potensinya sendiri-sendiri yang spesifik
ataukhas. Oleh karena itu, pendidikan di negara Singapura
diselenggarakan dalam rangka mempersiapkan peserta didik menjadi
generasi yang memiliki kemampuan untuk bertahan hidup dalam
lingkungan yang penuh dengan persaingan demi masa depan yang lebih
baik.
Dengan kebijakan tersebut, Singapura memiliki orientasi
pendidikan sebagai pusat pendidikan keunggulan dan pendidikan
internasional. Sedangkan tujuan pendidikannya mencetak peserta didik
memiliki kemampuan inovatif dengan bertumpu pada semangat
kewiraswastaan dan penguasaan berbahasa Inggris sebagai bahasa
internasional dan salah satu bahasa local, yakni bahasa Melayu, Mandarin,
dan bahasa Tamil sesuai dengan latar belakang etnis peserta didik.
2
B. Tujuan Pendidikan Singapura
Adapun tujuan pendidikan di Singapura mengacu pada visi dan
misi pendidikannya. Visi dari pendidikan di singapura yaitu memberikan
kesempatan bagi para pelajar untuk merasakan aturan system pendidikan
di Singapura yang selalu meletakkan keunggulan dan menempatkan diri
sebagai bagian dari komunitas dunia. Secara khusus, ada 4 (empat) tujuan
khusus penyelenggaraan pendidikan Singapura, yakni:
2
Kurniawati, Pendidikan Sejarah dalam Kurikulum di Republik Federal Jerman: A Lesson
Learned, Jurnal Pendidikan Sejarah, Vol.4, No.1, Januari, 2016, 36.
5
1. Menumbuhkan sikap percaya diri, yaitu tahu benar-salah, adaptif,
tangguh, cerdas dalam menilai, berpikir mandiri dan kritis, dan
berkomunikasi secara efektif.
2. Pembelajar mandiri, yaitu tanggung jawab, mempertanyakan, tekun
dan motivasi berprestasi;
3. Kontributor aktif, yaitu mampu bekerjasama secara efektif,
berinisiatif, memutuskan dengan cermat, inovatif, dan unggul;
4. Pembelajar yang sadar lingkungan, yaitu memiliki kesadaran yang
kuat dan berperan aktif dalam menjaga lingkungan yang bersih, indah,
dan asri.
3
C. Jenjang Pendidikan Singapura
1. Kindergartens (Taman Kanak-kanak)
Sekolah dengan program masa Pendidikan 3 tahun untuk anak-anak mulai umur 4 tahun sampai 6 tahun. Program Pendidikan 3 tahun
ini terdiri dari Nursery, Kindergarten 1 dan 2. Kindergarten beropasi
setiap hari, lima hari perminggu dengan waktu belajar selama 3 sampai
4 jam perharinya.
2. Primary Education (Sekolah Dasar)
Primary education merupakan program sekolah wajib di
Singaoura dengan masa tempuh Pendidikan selama 6 tahun yang terdiri
dari 4 tahun Pendidikan dasar dari kelas 1 sampai 4 dan dilanjutkan
dengan 2 tahun masa orientasi mulai kelas 5 sampai kelas 6.
Keseluruhan dari program Pendidikan ini adalah untuk memberikan
bekal kepada para siswa dalam mata pelajaran Bahsa Inggris, Bahasa
Ibu, dan Matematika. Pada tahun terakhir (kelas 6), siswa akan
menjalani ujian nasional Bernama PLSE (Primary School Leaving
Examination), yang akan sangat menentukan masa depan Pendidikan
mereka.
3
Kurniawati, Pendidikan Sejarah dalam Kurikulum di Republik Federal Jerman: A Lesson
Learned, 37.
6
3. Sccondary Education (SMP+SMA)
Program Pendidikan kursus dengan masa tempuh 4-5 tahun di
khususkan pada beberapa pilihan Special, Expess, Normal (Academic),
atau Normal (Technical), sesuai dengan hasil yang mereka dapatkan
pada saat ujian akhir nasioanal (PLSE). Kurikulum yang berdeda
didesain untuk para siswa sesuai dengan kemampuan belajar dan minat
dari siswa.
4
Di akhir program Pendidikan ini, siswa Kembali harus
menjalani ujian nasional, baik GCE „O‟ Levels (untuk special/Express
course) ataupun GCE „N‟ Levels (untuk Normal/Technical course-siswa yang mendapatkan hasil bagus pada ujian GCE Levels mereka
bisa melanjutkan ke tahun kelima untuk mengambil GCE „O‟ Levels.
4. Pre-University Education (Pendidikan Pra-Universitas)
Merupakan program Pendidikan 2 tahun untuk mempersiaokan
para siswa untuk menempuh ujian GCE „A‟ Levels. Tergantung dari
jurusan yang ditempuh dan nilai akhir, para siswa yang lulus bisa
melanjutkan Pendidikan ke level Universitas di Universitas Lokal
Singapura. Program ini hanya untuk mereka yang ingin melanjutkan
Pendidikan ke salah satu dari tiga Universitas lokal di Singapura (NTU,
NUS, dan SMU).
5. Polytechnics (politeknik)
Institusi ini dibentuk untuk melatih para professional level
menengah untuk mendukung pembangunan ekonomi dan teknologi di
Singapura. Memberikan banyak pilihan jurusan kepada para siswanya,
politeknik ditujukan untuk melatih para siswa untuk mengembangkan
diri sesuai dengan minat dan keahlian masing-masing sehingga bisa
mendapatkan tempat di dunia kerja setelah lulus nanti.
Lulusan politeknik di hargai karena memiliki pengalaman
praktek dan pengetahuan yang baik untuk level menengah professional.
4
Agustiar Syah Nur, Perbandingan Sistem Pendidikan 15 Negara (Jakarta: Lubuk Agung,
2001), 61.
7
Ada lima politeknik di Singapura saat ini, semuanya menawarkan
program diploma lokal dengan bebagai jurusan seperti engineering,
business studies, infocommunications dan mass communications. Siswa
pilihan yang memiliki nilai baik pada ytahun ketiga dan bisa memiliki
pilihan untuk melanjutkan Pendidikan ke tahap universitas untuk
mengejar gelar sarjana.
5
6. Singapore Universities (Universitas Singapura)
Pendidikan Universitas di Singapura memiliki misi untuk
mempersiapkan para siswa tidak untuk dunia kerja tapi untuk
mempersiapkan sisa pada saat masuk ke dunia kerja setelah mereka
lulus nanti. Singapura memiliki tiga Universitas lokal, Nanyang
Technological University (NTU), National University of Singapore
(NUS), dan Singapore Management University (SMU), semua
menawarkan program sarjana yang diakui oleh dunia internasional.
Beberapa alasan mengapa Singapore menjadi pusat Pendidikan
terkenal adalah:
a. Pendidikan di Sigapore telah memperoleh penghargaan dari seluruh
dunia.
b. Lulusan sekolah Singapore diakui terbaik baik oleh Negara.
c. Dengan lingkungan multi-budaya, merupakan suasana kondusif
bagi para pelajar untuk memperdalam kemampuan berbahasa
inggris dan Bahasa Mandarin.
d. Singapore merupakan sebuah kota yang aman dan dapat ditempuh
dalam beberapa jam dari sebagaian besar kota di negara Asia.
e. Singapore memiliki hidup yang berkualitas tinggi dengan
pelayanan Kesehatan yang baik, kesenian dan budaya yang
menarik, kehidupan malam yang menarik, dan terdapat banyak
restoran.
5
Agustiar Syah Nur, Perbandingan Sistem Pendidikan 15 Negara, 63.
8
f. Lebih dari 7000 perusahaan multi-nasional yang beropasi di
Singapore menawarkan peluang kerja dan jaringan kerja industry
yang sangat baik.
D. Kurikulum Pendidikan Singapura
Visi dari departemen Singapura adalah “Thingking Schools,
Learning Nation” jika diartikan secara Bahasa Indonesia berarti berfikir
sekolah, belajar nasionalitas. Maksudnya dengan belajar disekolah
diharapkan sisa tumbuh rasa Nasionalotasnya terhadap negara.
6
Kurikulum
yang disediakan Lembaga Pendidikan di Singapura terbagi menjadi
beberapa cangkupan luas, holistic dan bersifat global. Hal ini dapat dilihat
dari hal yang paling sederhana yaitu, kebijakan dwibahasa yang diterapkan
oleh Singapura. Bahasa Inggris memang dijadikan sebagai bahas akerja
umum, namun setiap pelajar juga diwajibkan untuk menguasai Bahasa ibu
(atau bahsa daerah asal mereka, seperti melayu, cina, dan tamil).
Kewajiban menguasai Bahasa daerah asal bertujuan agar setiap pelajar
tidak kehilangan identitas diri dan menjaga warisan budaya leluhur.
Setelah hal yang paling sederhana sudah diterapkan oleh singapura,
selanjutnya beralih kepada tujuan dari kurikum. Tujuannya adalah untuk
menggali potensi yang dimiliki setiap pelajar secara maksimal,
mengembanglan bakat dan talenta serta mengangkat semangat dalam
mempelajari nilai-nilai kehidupan lainnya. Berbagai pengajaran dan
keterampilan diturunkan untuk memberikan pengalaman langsung bagi
mereka. Mulai dari pelajaran yang berbasis aksara, seperti hitung, ilmu
pengetahuan umum, nilai estetika, nilai humaniora, Pendidikan moral
hingga Pendidikan fisik.
Untuk kerikulum pada tahap sekolah taman kanak-kanak
menyelenggarakan dua sesi sehari tiap sesi pelatihan dari 2, 5 sampai 4
jam, 5 hari setiap minggunya. Pada umumnya kurikulum termasuk
program berbahasa inggris dan Bahasa asing dengan pengecualian
6
Daulay, Haidar Putra, Dinamika Pendidikan Islam di Asia Tenggara (Jakarta: PT. Rineka
Cipta, 2009), 45.
9
terhadap sistem luar negeri yaitu pada sekolah internasional yang
menawarkan program Taman kanak-kanak bagi anak-anak ekspatriat.
Pada tahap dasar, kurikulum inti terdiri dari pengajaran Bahasa
inggris, Bahasa daerah dan matematika, dengan mata pelajaran tambahan
seperti musik, kesenian dan kerajinan tangan, Pendidikan fisik dan
pembelajaran sosial. Ilmu pengetahuan sudah diajarkan kelas 3 sekolah
dasar. Kurikulum Pendidikan lanjutan menekankan bahsa inggris, bahsa
daerah, matematika, ilmu pengetahuan dan kemanusiaan. Pada tingkat
lanjutan ke-3, siswa dapat memilih pilihannya sendiri tergantung apakah
dijurusan seni, ilmu pengetahuan, perniagaan atau teknik terapan.
Kurikulum sekolah lanjutan di Singapura dikenal di seluruh dunia
atas kemampuannya untuk mengembangkan siswa melalui pemikifra yang
kritis dan keterampilan intelektual. Soal silabus dan kurikulum,
departemen Pendidikan di Singapura setiap kali bekerja melakukan
evaluasi. Setiap perkembangan baru selalu disisipkan pada silabus baru.
Jadi itulah Pendidikan di Singapura, bukan sekedar menyediakan sarana
prasarana yang memadai tetapi juga selalu meng up-dating dari tahun
ketahun.
E. Metode Pendidikan Singapura
Singapura memiliki metode pembelajaran bertaraf internasional,
infrastruktur pendidikan yang canggih, serta atmosfer belajar nyaman di
tengah keharmonisan multibudaya masyarakatnya. Para peserta didik di
Singapura juga dipersiapkan secara dini menjadi warga global yang
berdaya saing tinggi. Untuk belajar di Singapura, peserta didik di sana
membutuhkan persiapan yang sangat matang.
7
F. Sistem Evaluasi Pendidikan Singapura
Penyelenggara evaluasi pendidikan di Singapura tidak berbeda
dengan pendidikan di Indonesia, yaitu mengadakan evaluasi berbentuk
Ujian Nasional. Dalam pendidikan Singapura tidak menentukan kelulusan
7
Yudi Kustiana, Pendidikan Singapura dan Thailand (Jakarta: Artikel Pendidikan, 2011),
22.
10
seseorang, karena menurut pemerintahnya setiap orang punya kesempatan
yang sama untuk melanjutkan pendidikan. Jadi untuk pelajar yang sudah
duduk di kelas 4 Express atau pun yang di kelas 5 Normal Academic
sudah harus mengikuti 0 level test untuk lulus dari secondary school.
Dalam 0 level test terdapat tujuh pelajaran yang harus diikuti di antaranya
5 mata pelajaran pokok dan 2 mata pelajaran pilihan. Kelima pelajaran
pokok tersebut adalah English Mother, Tounge, matematika, IPA (biologi,
kimia, fisika), IPS (Sejarah, sosiologi, geografi) serta dua mata pelajaran
pilihan dari food and nutrition, IT dan desighn and technology, semua
pelajaran tersebut mempunyai nilai minimum.
Bagi peserta didik yang tidak bisa mendapatkan nilai minimum
tetap lulus, akan tetapi ijazah mereka aka nada nilai merah. Jika mereka
tidak ingin ada nilai merahnya dalam ijazah maka mereka boleh
mengulangi satu tahun di kelas yang sama. Setelah secondary school,
masih ada satu lagi jenjang sebelum mereka masuk ke universitas, yaitu
Centralised institute atau Junior Colleges (tertiary education, persiapan
menuju tingkat universitas. Tetapi untuk mereka yang memiliki nilai bagus
(point 1-14) bisa langsung ke junior-college yang lamanya 2 tahun. Jika
mereka tidak memiliki nilai dari point yang disebutkan itu maka mereka
melanjutkan ke Centraliset-institute yang waktunya lebih lama yakni 3
tahun. Setelah itu mereka harus melewati ujian nasional yang tentu saja
lebih sulit karena sudah masuk universitas. Dengan banyaknya tes yang
harus dilewati, tentunya universitas di Singapura bisa mendapatkan calon
mahasiswa yang berkualitas, karena penyaringan mahasiswanya secara
tidak langsung dilakukan melewati sejumlah tes-tes tersebut.
8
8
Yudi Kustiana, Pendidikan Singapura dan Thailand, 24.
11
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Sistem dan Kebijakan Pendidikan di Singapura Singapura menjadi
negara yang merdeka pada tahun 1965, dan pada saat itu Singapura
menghadapi tantangan untuk menjaga keberlangsungannya dalam
ekonomi dan politik. Untuk mengatasi tantangan tersebut, pemerintah
Singapura memfokuskan pembangunan Singapura pada keterkaitan dan
kesinambungan antara kualitas pendidikan dan pembangunan ekonomi,
yang disebut survival-driven education.
Kebijakan pendidikan Negara Singapura, terutama untuk tingkat
pra sekolah sampai sekolah menengah adalah berupaya membantu anak
atau peserta didik pengembangan bakat dan minatnya yang bersifat
individual dan unik. Oleh karena itu, pendidikan di negara Singapura
diselenggarakan dalam rangka mempersiapkan peserta didik menjadi
generasi yang memiliki kemampuan untuk bertahan hidup dalam
lingkungan yang penuh dengan persaingan demi masa depan yang lebih
baik. Sedangkan tujuan pendidikannya mencetak peserta didik memiliki
kemampuan inovatif dengan bertumpu pada semangat kewiraswastaan dan
penguasaan berbahasa Inggris sebagai bahasa internasional dan salah satu
bahasa local, yakni bahasa Melayu, Mandarin, dan bahasa Tamil sesuai
dengan latar belakang etnis peserta didik.
Di akhir program Pendidikan, siswa kembali harus menjalani ujian
nasional, baik GCE „O‟ Levels (untuk special/Express course) ataupun
GCE „N‟ Levels (untuk Normal/Technical course-siswa yang
mendapatkan hasil bagus pada ujian GCE Levels mereka bisa melanjutkan
ke tahun kelima untuk mengambil GCE „O‟ Levels.
12
DAFTAR PUSTAKA
Ismunandar, dkk. 2014. Mengenal Sistem Pendidikan Singapura.
Bandung: Nuansa Cendekia.
Kurniawati. 2016. Pendidikan Sejarah dalam Kurikulum di Republik
Federal Jerman: A Lesson Learned. Jurnal Pendidikan Sejarah. Vol.4, No.1.
Januari.
Nur Syah Agustiar. 2001. Perbandingan Sistem Pendidikan 15 Negara.
Jakarta: Lubuk Agung.
Daulay, Putra Haidar. 2009. Dinamika Pendidikan Islam di Asia Tenggara
Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Kustiana Yudi. 2011. Pendidikan Singapura dan Thailand. Jakarta:
Artikel Pendidikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar