SISTEM DAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN DI SINGAPURA
KELOMPOK 03
1. Neng Yuni (201190189)
2. Noviantika Dyah Puspitasari (201190201)
3. Novya Widyasari (201190204)
A. SISTEM DAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN DI SINGAPURA
Sistem pendidikan Singapura didasarkan pada pemikiran bahwa setiap
siswa memiliki bakat dan minat yang unik. Singapura memakai pendekatan yang
fleksibel untuk membantu perkembangan potensi para siswa. Pendidikan di
Singapura diatur oleh Ministry of Education (MOE) sebagai lembaga sentral.
Kebijakan pendidikan Negara Singapura, terutama untuk tingkat pra sekolah
sampai sekolah menengah adalah berupaya membantu anak atau peserta didik
pengembangan bakat dan minatnya yang bersifat individual dan unik. Dipahami
oleh pemerintah Negara Singapura, bahwa anak atau peserta didik memiliki
potensinya sendiri-sendiri yang spesifik atau khas. Oleh karena
itu, pendidikan di negara Singapura diselenggarakan dalam rangka
mempersiapkan peserta didik menjadi generasi yang memiliki kemampuan
untuk bertahan hidup dalam lingkungan yang penuh dengan persaingan demi
masa depan yang lebih baik.
B. TUJUAN PENDIDIKAN SINGAPURA
Secara khusus, ada 4 (empat) tujuan khusus penyelenggaraan pendidikan Singapura, yakni:
1. Menumbuhkan sikap percaya diri, yaitu tahu benar-salah, adaptif, tangguh, cerdas dalam menilai,
berpikir mandiri dan kritis, dan berkomunikasi secara efektif.
2. Pembelajar mandiri, yaitu tanggung jawab, mempertanyakan, tekun dan motivasi berprestasi;
3. Kontributor aktif, yaitu mampu bekerjasama secara efektif, berinisiatif, memutuskan dengan cermat,
inovatif, dan unggul;
4. Pembelajar yang sadar lingkungan, yaitu memiliki kesadaran yang kuat dan berperan aktif dalam
menjaga lingkungan yang bersih, indah, dan asri
C. JENJANG PENDIDIKAN SINGAPURA
1. Kindergartens (Taman Kanak-kanak)
Sekolah dengan program masa Pendidikan 3 tahun untuk anak-anak mulai umur 4
tahun sampai 6 tahun.
2. Primary Education (Sekolah Dasar)
Program sekolah wajib di Singaoura dengan masa tempuh Pendidikan selama 6 tahun
yang terdiri dari 4 tahun Pendidikan dasar dari kelas 1 sampai 4 dan dilanjutkan dengan 2 tahun
masa orientasi mulai kelas 5 sampai kelas 6.
3. Sccondary Education (SMP+SMA)
Program Pendidikan kursus dengan masa tempuh 4-5 tahun di khususkan pada
beberapa pilihan dengan kurikulum yang berdeda didesain untuk para siswa sesuai dengan
kemampuan belajar dan minat dari siswa.
4. Pre-University Education (Pendidikan Pra-Universitas)
Program Pendidikan 2 tahun untuk mempersiaokan para siswa untuk menempuh ujian
GCE ‘A’ Levels. Tergantung dari jurusan yang ditempuh dan nilai akhir, para siswa yang lulus
bisa melanjutkan Pendidikan ke level Universitas di Universitas Lokal Singapura.
5. Polytechnics (politeknik)
dibentuk untuk melatih para professional level menengah untuk mendukung
pembangunan ekonomi dan teknologi di Singapura. Lulusan politeknik di hargai karena memiliki
pengalaman praktek dan pengetahuan yang baik untuk level menengah professional. politeknik
di Singapura saat ini, semuanya menawarkan program diploma lokal dengan bebagai jurusan
6. Singapore Universities (Universitas Singapura)
Pendidikan Universitas di Singapura memiliki misi untuk mempersiapkan para siswa
tidak untuk dunia kerja tapi untuk mempersiapkan sisa pada saat masuk ke dunia kerja setelah
mereka lulus nanti.
D. KURIKULUM PENDIDIKAN SINGAPURA
Untuk kerikulum pada tahap sekolah taman kanak-kanak menyelenggarakan
dua sesi sehari tiap sesi pelatihan dari 2, 5 sampai 4 jam, 5 hari setiap minggunya. Pada
tahap dasar, kurikulum inti terdiri dari pengajaran Bahasa inggris, Bahasa daerah dan
matematika, dengan mata pelajaran tambahan seperti musik, kesenian dan kerajinan
tangan, Pendidikan fisik dan pembelajaran sosial. Ilmu pengetahuan sudah diajarkan
kelas 3 sekolah dasar. Kurikulum Pendidikan lanjutan menekankan bahsa inggris,
bahsa daerah, matematika, ilmu pengetahuan dan kemanusiaan. Pada tingkat lanjutan
ke-3, siswa dapat memilih pilihannya sendiri tergantung apakah dijurusan seni, ilmu
pengetahuan, perniagaan atau teknik terapan. Soal silabus dan kurikulum, departemen
Pendidikan di Singapura setiap kali bekerja melakukan evaluasi. Setiap perkembangan
baru selalu disisipkan pada silabus baru.
E. METODE PENDIDIKAN SINGAPURA
Singapura memiliki metode pembelajaran bertaraf internasional, infrastruktur
pendidikan yang canggih, serta atmosfer belajar nyaman di tengah keharmonisan
multibudaya masyarakatnya. Para peserta didik di Singapura juga dipersiapkan secara dini
menjadi warga global yang berdaya saing tinggi.
F. SISTEM EVALUASI PENDIDIKAN SINGAPURA
Penyelenggara evaluasi pendidikan di Singapura tidak berbeda dengan pendidikan di
Indonesia, yaitu mengadakan evaluasi berbentuk Ujian Nasional. Dalam pendidikan Singapura tidak
menentukan kelulusan seseorang, karena menurut pemerintahnya setiap orang punya kesempatan
yang sama untuk melanjutkan pendidikan. Jadi untuk pelajar yang sudah duduk di kelas 4 Express
atau pun yang di kelas 5 Normal Academic sudah harus mengikuti 0 level test untuk lulus dari
secondary school. Dalam 0 level test terdapat tujuh pelajaran yang harus diikuti di antaranya 5 mata
pelajaran pokok dan 2 mata pelajaran pilihan.
Bagi peserta didik yang tidak bisa mendapatkan nilai minimum tetap lulus, akan tetapi
ijazah mereka aka nada nilai merah. Jika mereka tidak ingin ada nilai merahnya dalam ijazah maka
mereka boleh mengulangi satu tahun di kelas yang sama. Setelah secondary school, masih ada satu
lagi jenjang sebelum mereka masuk ke universitas, yaitu Centralised institute atau Junior Colleges
(tertiary education, persiapan menuju tingkat universitas. Tetapi untuk mereka yang memiliki nilai
bagus (point 1-14) bisa langsung ke junior-college yang lamanya 2 tahun. Jika mereka tidak
memiliki nilai dari point yang disebutkan itu maka mereka melanjutkan ke Centraliset-institute yang
waktunya lebih lama yakni 3 tahun.
THANKS YOU
Tidak ada komentar:
Posting Komentar