Senin, 13 Juni 2022

KELOMPOK 04

 SISTEM DAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN DI CHINA

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas pada mata kuliah

“Perbandingan Pendidikan”

Dosen Pengampu : Zainur Rofik.

Disusun oleh kelompok 4 / PAI F :

1.  Neli Sugiarti    (201190188)

2.  Neti Aulia Sari    (201190190)

3.  Nur Faizatul Husna  (201190210)

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI

IAIN PONOROGO

2022

ii

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur senantiasa kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang 

telah memberikan rahmat, taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua, sehingga 

kami dapat menyusun dan menyelesaikan  penyusunan  makalah yang berjudul 

“SISTEM DAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN DI CHINA”  Penulis menyusun 

makalah ini untuk memenuhi tugas pada mata kuliah yang diampu oleh  Bapak 

Zainur Rofik.    Dalam penulisan makalah ini tentu masih banyak kekurangan baik 

pada materi maupun teknis penulisan materi. Untuk itu kritik dan saran yang 

membangun dari semua pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan 

pembuatan makalah ini.

Ponorogo, 2 Maret 2022

Penyusun

iii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL  ................................................................................................ i

KATA PENGANTAR  ...........................................................................................   ii

DAFTAR ISI  .........................................................................................................   iii

BAB I PENDAHULUAN   .......................................................................................  1

A.  Latar Belakang  ............................................................................................... 1

B.  Rumusan Masalah ..........................................................................................  1

C.  Tujuan  .............................................................................................................  2

BAB II PEMBAHASAN  .........................................................................................  3

A.  Sistem Pendidikan di China  ............................................................................  3

B.  Manajemen Pendidikan di China  ....................................................................  6

C.  Kebijakan Pendidikan di China  .......................................................................  8

D.  Pengembangan Pendidik dan Tenaga Pendidik Di China  .............................  10

BAB III PENUTUP ...............................................................................................  11

A.  Kesimpulan  .................................................................................................... 11

DAFTAR PUSTAKA  ............................................................................................  12

1

BAB I

PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang

Pendidikan  memiliki peranan yang sangat strategis dalam  membangun 

suatu masyarakat bangsa.  Melalui pendidikan, maka suatu bangsa dapat 

mengembangkan masyarakatnya menjadi bangsa yang maju. Karena melalui 

pendidikan akan dapat dikembangkan sumber daya manusia yang berkualitas 

sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan  masyarakat yang ingin di 

kembangkannya. Semua keberhasilan itu tidak terlepas dari upaya yang 

dilakukan oleh para pemimpin China  dalam melakukan reformasi dalam 

berbagai aspek kehidupan di China, terutama dalam dunia pendidikan.

China, dalam beberapa tahun terakhir, berhasil membuat prestasi  yang 

sangat mengagumkan, yaitu merubah kondisi sosial ekonomi masyarakatnya, 

yang tadinya hanya sebagai negara berkembang, yang hanya mampu 

menyediakan kebutuhan dasar masyarakatnya, kemudian berubah dan masuk 

ke tahap  awal menjadi masyarakat ysng mskmur. Perubahan yang dialami 

China merupakan perubahan yang sangat berarti. Perkembangan ekonomi dan 

kemajuan yang dialami China sangat dikagumi dunia dan dihormati oleh 

banyak kalangan. Keyakinan mereka membangun bangsa melalui sektor 

pendidikan terlihat dari upaya ekspansi yang berkelanjutan yang dilakukan 

sejak tahun 1980 sampai awal tahun 1990. Selama periode ini, pendidikan terus 

mengalami kemajuan secara cepat, dan banyak inovasi selama dekade ini.

B.  Rumusan Masalah

1.  Bagaimana sistem pendidikan di China?

2.  Bagaimana manajemen pendidikan di China?

3.  Bagaimana kebijakan pendidikan di China?

4.  Bagaimana pengembangan pendidik dan tenaga pendidik di China?

2

C.  Tujuan

1.  Untuk mengetahui sistem pendidikan di China.

2.  Untuk mengetahui manajemen pendidikan di China.

3.  Untuk mengetahui kebijakan pendidikan di China.

4.  Untuk mengetahui  pengembangan pendidik dan tenaga pendidik  di 

China.

3

BAB II

PEMBAHASAN

A.  Sistem Pendidikan Di China

China memiliki sejarah dinamika pendidikan yang rumit dan panjang. 

Sejak dari era kekaisaran sampai penguasa komunis, sistem yang digunakan 

adalah campuran dari berbagai falsafah klasik dan modern dan dipengaruhi oleh 

keberagaman budaya, psikologi sosial, agama, ekonomi dan politik. sistem 

pendidikan di negara china dimulai dari pusat, provinsi, kota madya, kabupaten 

dan termasuk daerah-daerah otonomi setingkat kota madiya, artinya bersifat

transentralisasi. Adapaun dalam bidang pembangunan pendidikan dibentuk 

organisasi pemerntah bernama komite pendidikan negara yang bertanggung 

jawab terhadap pelaksanaan pendidikan. Untuk biaya pendidikan tersedia pada 

pemerintah pusat dan daerah dengan distribusi, alokasi dari daerah khusus untuk 

pendidikan yang dikelolah oleh daerah sedangkan dana pusat untuk lembaga 

pendidikan. 

Sistem pendidikan di cina menekankan sekolah untuk mengembangkan 

potensi yang terdapat pada diri para siswa, dengan tujuan untuk merangsang 

dan mengembangkan potensi yang siswa miliki supaya dapat belajar dengan 

nyaman dan maksimal. Agar tidak membunuh karakter anak di cina para siswa 

tidak banyak ditekankan untuk mengafal dan untuk lulus pada uujian kognitif. 

Selanjutnya untuk sistem pendidikannya meliputi:  basic education  (pedidikan 

dasar),  techinal and vactional education  (pendidikan teknik  dan (kejuruan), 

higher education  (pendidikan tinggi), dan  adult education  (pendidikan orang 

dewasa.

1.  Basic education (pendidikan dasar)

Pendidikan  pra sekolah berlangsung selam 3 tahun, artinya 

pendidikan formal dimulai pada usia anak 3 tahun. Dilanjutkan pada usia 

4

6 tahun masuk sekolah dasar. Dengan mata pelajaran utama diantaranya 

sains, geografi, sejarah, matematika, bahasa china, dan sebagainya 

berlangsung selama 6 tahun. Selain itu ada juga pendidikan politik dasar 

dan moral. Pendidikan jasmani juga diberikan dukungan besar. Selain itu 

terdapat perbedaan untuk kurikulum pada sekolah dasar yang berada di 

Kota dan juga yang berada di desa. Siswa yang sekolah dasarnya berada 

di kota diwajibkan untuk mempelajari mata pelajaran olahraga. 

Sedangkan untuk siswa sekolah dasar yang terdapat di desa terdapat 

pelajaran tambahan yaitu pelajaran pertanian selain pelajaran yang inti 

seperti bahasa cina, moral dan matematika. 

2.  Techinal and vactional education (pendidikan teknik dan (kejuruan)

Pendidikan teknik dan kejuruan bisa dikatakan pendidikan 

menengah yang digolongkan menjadi dua golongan di antaranya 

pendidikan menengah akademis dan pendidikan menengah 

kejuruan/teknik. 

1

a.  Sekolah menengah akademis digolongkan menjadi dua tingkatan 

yaitu junior (SMP) dan senior (SMA).

1)  Junior (SMP) 

Pada tingkat junior berlangsung selama 3 tahun dan dimulai 

pada usia 12 tahun. Untuk masuk ke tingkat senior, ditentukan 

berdasarkan hasil tes yang telah dilakukan apakah mereka dapat 

lanjut ke tingkat senior atau mengikuti kelas kejuruan. Untuk 

kurikulumnya sendiri SMP atau sekolah menengah pertama 

terdapat 13 mata pelajaran yaitu seperti matematika, politik, 

pendidikan, moral, bahasa cina dan bahasa asing. 

2)  Senior (SMA)

Pada tingkat senior berlangsung selama 2 atau 3 tahun 

dimulai pada usia 15 tahun. Kurikulum pada SMA atau sekolah 

menengah atas sangat berbeda sekali dan tidak sama dengan SD 

1

Tan Yao Sua, Pendidikan Cina di Malaysia, (Malaysia: University Sains Malaysia,

2014), 100-103. 

5

maupun SMP yang ada mata pelajaran wajib, di SMA para 

siswa menyesuaikan sesuai dengan keinginannya.

Jadi berbeda dengan kurikulum Indonesia yang mana 

diantaranya Indonesia pemilihan kurikulum pada saat kuliah 

sedangkan di cina dimulai pada saat SMA, seperti contoh pada 

pesantren yang mempunyai banyak mata pelajaran agama 

kemudian d pilih sesuai kebutuhan

b.  Sekolah menengah kejuruan atau teknik memberikan pelatihan 

keahlian di bidang pertanian, manajerial, ketenaga kerjaan, dan 

teknik programnya berlangsung antara 2 sampai 4 tahun.  Dalam 

melatih siswanya sekolah teknik menawarkan program 4 tahun. Hal 

itu ditujukan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang terlatih.

2

3.  Higher education (pendidikan tinggi)

Selama lebih dari 10 tahun pendidikan cina terus berkembang dan 

mengalami banyak reformasi. Pendidikan tinggi cina menawarkan 

program akademik dan kejuruan. Banyak universitas dan kolese di 

China yang memiliki kualitas dan tingkatan yang sangat bervariasi. 

Pendidikan tinggi cina di  klasifikasikan ke dalam beberapa kategori 

berbeda diantaranya jenjang pertama, jenjang kedua dan jenjang ketiga. 

Jenjang pertama terbagi menjadi  Dazhuan  dan Benke.  Dazhuan  adalah 

tingkatan D2 atau D3, pendidikan tinggi tipe vakasional yang ditujukan 

untuk memasuki pasar kerja. Sedangkan Benke adalah tngkatan S1 atau 

D4. Jenjang kedua disebut  Shuoshi  yaitu tingkatan pendidikan master 

(S2), dapat diakses setelah lulus dari jenjang  Benke. Jenjang ketiga 

disebut Boshi yaitu pendidkan tingg tingkat doktor (S3). 

Sistem ujian masuk perguruan tinggi  di China disebut  Gaokao. 

Pilihan universtas bagi mahasswa China ditentukan berdasar hasil tes 

Gaokao. Apabila lulus, siswa bisa melanjutkan dan memulai studi yang 

berlangsung selama 4 tahun atau lebih. Sedangkan jika tidak lulus, siswa 

2

Yudi dkk, Manajemen Pendidikan Di Negara Cina, Jurnal penelitian pendidikan dan 

ekonomi, (Bandung: Universitas Padjajaran Bandung, Vol.17, No.02, juli, 2020), 6. 

6

akan di  alihkan ke  pelatihan vakasional berlangsung selama 2 atau 3 

tahun, serta dalam kasus terburuknya bisa juga bagi yang tidak lulus 

akan dkeluarkan dari sistem universitas China. 

4.  Adult education (pendidikan orang dewasa)

Sejak tahun delapan puluhan abad  ke-20, China telah menerapkan 

dua strategi penting "membuka dunia luar" dan "berfokus pada 

konstruksi ekonomi". Untuk memenuhi permintaan modernisasi 

terhadap pekerja yang kompeten dan bakat khusus di berbagai bidang, 

pemerintah China telah mementingkan pengembangan pendidikan 

orang dewasa dan membuat serangkaian kebijakan penting untuk 

mempromosikan pengembangan pendidikan orang dewasa di Tiongkok. 

Dalam Keputusan Reformasi dan Pengembangan Pendidikan Orang 

Dewasa (dikeluarkan pada bulan Juni 1987), jelas  ditunjukkan bahwa: 

“Pendidikan orang dewasa adalah bagian penting dari keseluruhan 

penyebab pendidikan. Dalam keseluruhan penyebab pendidikan, 

pendidikan orang dewasa memiliki kepentingan yang sama dengan 

pendidikan dasar, pendidikan kejuruan dan teknis dan pendidikan tinggi 

reguler. "Dalam Keputusan Reformasi Lebih Lanjut dan Pengembangan 

Pendidikan Tinggi untuk Orang Dewasa dikemukakan bahwa: 

“Berbagai kekuatan sosial harus dimobilisasi untuk mendukung dan 

mempromosikan pengembangan berbagai bentuk pendidikan tinggi 

untuk orang dewasa di berbagai tingkat dan untuk lebih memperkuat 

dan memperluas peluang dan saluran bagi semua warga negara untuk 

menerima pendidikan tinggi”.

B.  Manajemen Pendidikan Di China

Manajemen pendidikan merupakan suatu ilmu  yang mengkaji tentang 

efisiensi dan efektivitas pelaksanaan kinerja lembaga pendidikan dengan 

mempertimbangkan tujuan-tujuan pendidikan, kegiatan pendidikan yang logis, 

jumlah sumber daya manusia atau staf yang memadai, disiplin kinerja, upah 

yang proporsional, bonus yang presentatif, standarisasi pekerjaan yang 

7

sistematis, pertanggung jawaban yang obyektif, penerapan balas jasa atau 

insentif yang motivasional serta pengembangan lembaga pendidikan yang 

terukur dan dapat dikatakan suatu proses perencanaan yanng mengatur seluruh 

kegiatan, sumber daya, dan pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.

3

Sistem pendidikan di china yaitu transentralisasi mulai dari level pusat, 

provinsi, kota  madya, dan daerah-daerah otonomi yang setingkat kota  madya. 

Yang bertanggung  jawab terhadap plaksanaaan pendidikan adalah komite 

pendidikan negara yang merupakan satu organisasi professional pemerintah 

dalam bidang pembangunan pendidikan. Kemudian  pada tahun 1985 

pemerintah pusat mendelegasi pendidikan dasar antara lain:

a.  Biaya pendidikan

Alokasi biaya pendidikan sudah tesedia kepada pemerintah pusat 

daerah dengan distribusi lokasi daerah untuk pendidikan yang dikelola 

oleh daerah, dana pusat untuk lembaga pendidikan yang berada di

kementrian.

b.  Personalia

Pada tahun 1990  China memiliki jutaan guru dengan  rincian  5,58 

juta guru sekolah menengah sedangkan 39500 untuk guru pendidikan 

tinggi regular. Adapun standar untuk menjadi guru di china adalah 

melalui pendidikan dalam jabatan yang sudah di  selenggarakan oleh 

perguruan tinggi  yang biaya pendidikannya sudah di  tanggung oleh 

negara.

c.  Kurikulum

Kurikulum dirumuskan  oleh komisi pendidikan negara (SEDC) 

yang sangat fleksibel serta bervariasi atas dasar kemampuan dan 

karakteristik wilayah kota dan desa dengan  cara  memberikan keleluasan 

bagi daerah atau melalui pedesaan. Contohnya seperti SD yang memuat 

10 mata pelajaran berbeda antara di perkotaan dan pedesaan, sekolah 

menengah pertama yang memberikan 13 mata pelajaran wajib seperti 

3

Hikamat, Manajemen Pendidikan, (Bandung: CV Pustaka Setia, 2011), 8. 

8

MA bahasa china  bahasa asing dan matematika, sedangkan untuk  SLTA 

disesuaikan degan keinginan siswa lembaga setempat dan beberapa 

pelajaran tambahan. 

d.  Sistem ujian dan sertifikat

Sekolah dasar dan menengah dilaksanakan empat macam ujian 

antara lain ujian semester, ujian tahunan, ujian akhir sekolah dan ujian 

masuk SMP. Ujian-ujian ini sangat terbatas pada mata pelajaran bahasa 

china dan matematika khusus untuk perguruan tinggi yang sedang 

melakukan ujian seleksi nasional.

e.  Isu-isu pendidikan china

Masalah pendidikan china tahun 200, meliputi kualitas pendidikan 

yang sangat profesional didalam sebuah pendidikan karena terdapat isi 

dan metodologi pendidikan yang belum memenuhi tuntuan 

pembangunan sosial.

C.  Kebijakan Pendidikan Di China

Kemajuan dunia pendidikan yang terjadi di akhir 90-an dan awal  2000 di 

China tidak lepas dari peran seorang birokrat yang memiliki visi dan komitmen 

yang kuat terhadap dunia pendidikan. Li Lanqing, yang pada tahun 1993 di 

angkat menjadi Wakil Perdana Menteri China, sekaligus ditugasi untuk 

menangani masalah pendidikan di negeri tirai bamboo tersebut, adalah orang 

yang dianggap berhasil melaksanakan tugasnya mendorong kemajuan China 

melalui reformasi dalam bidang pendidikan. Li Lanqing sebenarnya bukan 

tokoh yang berlatar belakang bidang pendidikan.

4

Pada tahun 1993,  tercatat guru memiliki gaji akan rendah dan disadari, 

kondisi ini akan berpengaruh terhadap kinerja  dan profesionalitas guru dalam 

melaksanakan tugasnya. Bagaimana dapat menuntut guru melaksanakan tugas 

dengan optimal, kalau dirinya menghadap masalah dengan kesejahteraan diri 

dan keluarganya. Pada tahun 1989, dana dari negara untuk pendidikan hanya 

4

Muhammad Said dan Junimar Affan, Mendidik Dari Zaman ke Zaman, (Bandung: 

Jemmars), 119. 

9

9,4 milyar yuan. Dengan dana sebesar itu, tidak banyak yang bisa dilakukan 

untuk mengembangkan dunia pendidikan, yang harus melayani masyarakat 

lebih dari satu milyar orang. Li Lanqing memandang bahwa yang bertanggung 

jawab menyediakan pendidikan yang layak adalah pemeritah. Pendidikan dasar, 

khususnya untu wajib belajar sangat bergantung pada alokasi dana dari 

pemerintah. Demikian juga dengan pembiayaan pengembangan infrastruktur 

untuk pendidikan keterampilan pendidikan tinggi, sangat bergantung pada 

dukungan dana dari pemerintah. Hanya permasalahannya adalah semua itu 

harus dengan undang-undang.

Beberapa inovasi lain telah digulirkan China adalah di  berlakukannya  wajib 

pendidikan dasar 9 tahun secara gratis dan penghapusan buta huruf bagi anak 

muda san setengah baya. Inovasi ini berhasil meningkatkan tingkat pendidikan 

nasional secara berarti. Pendidikan tinggi dikembangkan secara cepat dengan 

beberapa  perubahan awal, diantaranya pembelajaran dikembangkan  dengan 

menekankan pada peningkatan kualitas siswa, seperti mengembangkan karakter 

siswa sebagaimana penguasaan pengetahuan (kognisi). Penggunaan teknologi 

informasi dalam pendidikan juga telah berhasil mendorong mempercepat 

modernisasi. Kompesensi, kesejahteraan, dan status sosial guru telah banyak 

dikembangkan, dan membuat profesi tersebut mendapat respek dan 

penghormatan dari masyarakat. Pendidikan swasta berkembang dengan cepat. 

Hal ini ditandai dengan banyak jenis sekolah dibangun. Pertukaran pendidikan 

dan kerja sama dengan negara lain secara aktif dan luas telah memperkuat daya 

saing/kompetisi di dunia. Pada dekade terakhir, sejumlah permasalahan besar 

telah terpecahkan. Total dana pendidikan nasional telah mencapai rata-rata 20 

% per tahun, dan mencapai 548 milyar yuan pada tahun 2002, dan pada tahun 

2008 alokasi anggaran pendidikan mencapai 1,88 triliun yuan.

5

5

Agustiar Syah Nur, Perbandingan Sistem Pendidikan 15 Negara, (Bandung: Lubuk 

Agung), 25. 

10

D.  Pengembangan Pendidik dan Tenaga Pendidik Di China

Sistem  pendidikan China lebih terbuka.  Guru  dikelompokkan berdasarkan 

kualitas.  Siswa  bebas mengevaluasi kualitas guru secara objektif, mulai dari 

guru berkompeten sampai guru yang tidak qualified.  Adapun  standar untuk 

menjadi guru di China adalah melalui pendidikan dalam  jabatan  (inservice 

training)  yang di  selenggarakan oleh Perguruan Tinggi dengan biaya 

pendidikan sepenuhnya ditanggung oleh negara. China memang menempatkan 

guru sebagai prioritas dalam sistem pendidikan mereka.  Ini  terlihat dari 

komitmen pemerintah dengan ungkapan  “kunci keberhasilaan pembangunan 

nasional terletak pada pendidikan dan kunci keberhasilan pendidikan terletak 

pada guru”.  Pendidikan  guru di China saat ini menekankan pada perubahan 

pemikiran tentang pendidikan, konsep,  materi dan metode pembelajaran, 

terutama moralitas guru. Semuanya dilakukan sebagai jawaban atas permintaan 

akan pentingnya modernisasi pendidikan, orientasi global, dan masa depan.

6

Reformasi  pendidikan dan kebutuhan realitas global mendorong pemerintah 

China menyediakan  pendidikan yang berkesinambungan untuk meningkatkan 

pelayanan guru-guru sekolah, melakukan pemerataan guru hingga ke daerah-daerah terpencil dan mendorong berkembangnya institusi pelatihan guru. 

Semua  dilakukan sebagai salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari upaya 

memajukan pendididkan di China.  Dengan  kata lain, China sangat

mementingkan dan memperhatikan profesi guru sehingga nantinya akan 

menghasilkan guru yang berkompeten.

6

Ibid, 26. 

11

BAB III

PENUTUP

A.  Kesimpulan

Sistem pendidikan di cina menekankan  sekolah untuk mengembangkan 

potensi yang terdapat pada diri para siswa, dengan tujuan untuk merangsang 

dan mengembangkan potensi yang siswa miliki supaya dapat belajar dengan 

nyaman dan maksimal.  Manajemen pendidikan merupakan suatu ilmu yang 

mengkaji tentang efisiensi dan efektivitas pelaksanaan kinerja lembaga 

pendidikan dengan mempertimbangkan tujuan-tujuan pendidikan, kegiatan 

pendidikan yang logis, jumlah sumber daya manusia atau staf yang memadai, 

disiplin kinerja, upah yang proporsional, bonus yang presentatif, standarisasi 

pekerjaan yang sistematis, pertanggung jawaban yang obyektif, penerapan balas 

jasa atau insentif yang motivasional serta pengembangan lembaga pendidikan 

yang terukur dan dapat dikatakan suatu proses perencanaan yanng mengatur 

seluruh kegiatan, sumber daya, dan pihak-pihak yang terlibat di dalamnya. pada 

tahun 1985 pemerintah pusat mendelegasi pendidikan dasar antara lain biaya 

pendidikan, personalia, kurikulum, sistem ujian dan sertifikat serta isu-isu 

pendidikan china.  Beberapa inovasi lain telah digulirkan China adalah 

diberlakukannya wajib pendidikan dasar 9 tahun secara gratis dan penghapusan 

buta huruf bagi anak muda san  setengah baya. Inovasi ini berhasil 

meningkatkan tingkat pendidikan nasional secara berarti. Pendidikan tinggi 

dikembangkan secara cepat dengan beberapa perubahan awal, diantaranya 

pembelajaran dikembangkan dengan menekankan pada peningkatan kualitas 

siswa, seperti mengembangkan karakter siswa sebagaimana penguasaan 

pengetahuan (kognisi).  China memang menempatkan guru sebagai prioritas 

dalam sistem pendidikan mereka. Ini terlihat dari komitmen pemerintah dengan 

ungkapan  “kunci keberhasilaan pembangunan nasional terletak pada 

pendidikan dan kunci keberhasilan pendidikan terletak pada guru”.

12

DAFTAR PUSTAKA

Sua,Yao Tan. 2014. Pendidikan Cina di Malaysia. Malaysia: University 

Sains Malaysia.

Yudi dkk. 2020. Manajemen Pendidikan Di Negara Cina, Jurnal 

penelitian pendidikan dan ekonomi. Bandung: Universitas Padjajaran Bandung.

Vol.17. No.02. juli. 

Hikamat. 2011. Manajemen Pendidikan. Bandung: CV Pustaka Setia.

Said, Muhammad dan Affan, Junimar. 1987. Mendidik Dari Zaman ke 

Zaman. Bandung: Jemmars.

Nur, Agustiar Syah. 2001. Perbandingan Sistem Pendidikan 15 Negara. 

Bandung: Lubuk Agung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KONSEP DASAR PERBANDINGAN PENDIDIKAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kata “Perbandingan Pendidikan” atau perbandingan pendidikan merupakan terjemahan dari bahasa “comparat...