SISTEM DAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN DI CHINA
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas pada mata kuliah
“Perbandingan Pendidikan”
Dosen Pengampu : Zainur Rofik.
Disusun oleh kelompok 4 / PAI F :
1. Neli Sugiarti (201190188)
2. Neti Aulia Sari (201190190)
3. Nur Faizatul Husna (201190210)
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
IAIN PONOROGO
2022
ii
KATA PENGANTAR
Segala puji syukur senantiasa kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang
telah memberikan rahmat, taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua, sehingga
kami dapat menyusun dan menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul
“SISTEM DAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN DI CHINA” Penulis menyusun
makalah ini untuk memenuhi tugas pada mata kuliah yang diampu oleh Bapak
Zainur Rofik. Dalam penulisan makalah ini tentu masih banyak kekurangan baik
pada materi maupun teknis penulisan materi. Untuk itu kritik dan saran yang
membangun dari semua pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan
pembuatan makalah ini.
Ponorogo, 2 Maret 2022
Penyusun
iii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ................................................................................................ i
KATA PENGANTAR ........................................................................................... ii
DAFTAR ISI ......................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................... 1
A. Latar Belakang ............................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah .......................................................................................... 1
C. Tujuan ............................................................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN ......................................................................................... 3
A. Sistem Pendidikan di China ............................................................................ 3
B. Manajemen Pendidikan di China .................................................................... 6
C. Kebijakan Pendidikan di China ....................................................................... 8
D. Pengembangan Pendidik dan Tenaga Pendidik Di China ............................. 10
BAB III PENUTUP ............................................................................................... 11
A. Kesimpulan .................................................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ 12
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan memiliki peranan yang sangat strategis dalam membangun
suatu masyarakat bangsa. Melalui pendidikan, maka suatu bangsa dapat
mengembangkan masyarakatnya menjadi bangsa yang maju. Karena melalui
pendidikan akan dapat dikembangkan sumber daya manusia yang berkualitas
sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat yang ingin di
kembangkannya. Semua keberhasilan itu tidak terlepas dari upaya yang
dilakukan oleh para pemimpin China dalam melakukan reformasi dalam
berbagai aspek kehidupan di China, terutama dalam dunia pendidikan.
China, dalam beberapa tahun terakhir, berhasil membuat prestasi yang
sangat mengagumkan, yaitu merubah kondisi sosial ekonomi masyarakatnya,
yang tadinya hanya sebagai negara berkembang, yang hanya mampu
menyediakan kebutuhan dasar masyarakatnya, kemudian berubah dan masuk
ke tahap awal menjadi masyarakat ysng mskmur. Perubahan yang dialami
China merupakan perubahan yang sangat berarti. Perkembangan ekonomi dan
kemajuan yang dialami China sangat dikagumi dunia dan dihormati oleh
banyak kalangan. Keyakinan mereka membangun bangsa melalui sektor
pendidikan terlihat dari upaya ekspansi yang berkelanjutan yang dilakukan
sejak tahun 1980 sampai awal tahun 1990. Selama periode ini, pendidikan terus
mengalami kemajuan secara cepat, dan banyak inovasi selama dekade ini.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana sistem pendidikan di China?
2. Bagaimana manajemen pendidikan di China?
3. Bagaimana kebijakan pendidikan di China?
4. Bagaimana pengembangan pendidik dan tenaga pendidik di China?
2
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui sistem pendidikan di China.
2. Untuk mengetahui manajemen pendidikan di China.
3. Untuk mengetahui kebijakan pendidikan di China.
4. Untuk mengetahui pengembangan pendidik dan tenaga pendidik di
China.
3
BAB II
PEMBAHASAN
A. Sistem Pendidikan Di China
China memiliki sejarah dinamika pendidikan yang rumit dan panjang.
Sejak dari era kekaisaran sampai penguasa komunis, sistem yang digunakan
adalah campuran dari berbagai falsafah klasik dan modern dan dipengaruhi oleh
keberagaman budaya, psikologi sosial, agama, ekonomi dan politik. sistem
pendidikan di negara china dimulai dari pusat, provinsi, kota madya, kabupaten
dan termasuk daerah-daerah otonomi setingkat kota madiya, artinya bersifat
transentralisasi. Adapaun dalam bidang pembangunan pendidikan dibentuk
organisasi pemerntah bernama komite pendidikan negara yang bertanggung
jawab terhadap pelaksanaan pendidikan. Untuk biaya pendidikan tersedia pada
pemerintah pusat dan daerah dengan distribusi, alokasi dari daerah khusus untuk
pendidikan yang dikelolah oleh daerah sedangkan dana pusat untuk lembaga
pendidikan.
Sistem pendidikan di cina menekankan sekolah untuk mengembangkan
potensi yang terdapat pada diri para siswa, dengan tujuan untuk merangsang
dan mengembangkan potensi yang siswa miliki supaya dapat belajar dengan
nyaman dan maksimal. Agar tidak membunuh karakter anak di cina para siswa
tidak banyak ditekankan untuk mengafal dan untuk lulus pada uujian kognitif.
Selanjutnya untuk sistem pendidikannya meliputi: basic education (pedidikan
dasar), techinal and vactional education (pendidikan teknik dan (kejuruan),
higher education (pendidikan tinggi), dan adult education (pendidikan orang
dewasa.
1. Basic education (pendidikan dasar)
Pendidikan pra sekolah berlangsung selam 3 tahun, artinya
pendidikan formal dimulai pada usia anak 3 tahun. Dilanjutkan pada usia
4
6 tahun masuk sekolah dasar. Dengan mata pelajaran utama diantaranya
sains, geografi, sejarah, matematika, bahasa china, dan sebagainya
berlangsung selama 6 tahun. Selain itu ada juga pendidikan politik dasar
dan moral. Pendidikan jasmani juga diberikan dukungan besar. Selain itu
terdapat perbedaan untuk kurikulum pada sekolah dasar yang berada di
Kota dan juga yang berada di desa. Siswa yang sekolah dasarnya berada
di kota diwajibkan untuk mempelajari mata pelajaran olahraga.
Sedangkan untuk siswa sekolah dasar yang terdapat di desa terdapat
pelajaran tambahan yaitu pelajaran pertanian selain pelajaran yang inti
seperti bahasa cina, moral dan matematika.
2. Techinal and vactional education (pendidikan teknik dan (kejuruan)
Pendidikan teknik dan kejuruan bisa dikatakan pendidikan
menengah yang digolongkan menjadi dua golongan di antaranya
pendidikan menengah akademis dan pendidikan menengah
kejuruan/teknik.
1
a. Sekolah menengah akademis digolongkan menjadi dua tingkatan
yaitu junior (SMP) dan senior (SMA).
1) Junior (SMP)
Pada tingkat junior berlangsung selama 3 tahun dan dimulai
pada usia 12 tahun. Untuk masuk ke tingkat senior, ditentukan
berdasarkan hasil tes yang telah dilakukan apakah mereka dapat
lanjut ke tingkat senior atau mengikuti kelas kejuruan. Untuk
kurikulumnya sendiri SMP atau sekolah menengah pertama
terdapat 13 mata pelajaran yaitu seperti matematika, politik,
pendidikan, moral, bahasa cina dan bahasa asing.
2) Senior (SMA)
Pada tingkat senior berlangsung selama 2 atau 3 tahun
dimulai pada usia 15 tahun. Kurikulum pada SMA atau sekolah
menengah atas sangat berbeda sekali dan tidak sama dengan SD
1
Tan Yao Sua, Pendidikan Cina di Malaysia, (Malaysia: University Sains Malaysia,
2014), 100-103.
5
maupun SMP yang ada mata pelajaran wajib, di SMA para
siswa menyesuaikan sesuai dengan keinginannya.
Jadi berbeda dengan kurikulum Indonesia yang mana
diantaranya Indonesia pemilihan kurikulum pada saat kuliah
sedangkan di cina dimulai pada saat SMA, seperti contoh pada
pesantren yang mempunyai banyak mata pelajaran agama
kemudian d pilih sesuai kebutuhan
b. Sekolah menengah kejuruan atau teknik memberikan pelatihan
keahlian di bidang pertanian, manajerial, ketenaga kerjaan, dan
teknik programnya berlangsung antara 2 sampai 4 tahun. Dalam
melatih siswanya sekolah teknik menawarkan program 4 tahun. Hal
itu ditujukan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang terlatih.
2
3. Higher education (pendidikan tinggi)
Selama lebih dari 10 tahun pendidikan cina terus berkembang dan
mengalami banyak reformasi. Pendidikan tinggi cina menawarkan
program akademik dan kejuruan. Banyak universitas dan kolese di
China yang memiliki kualitas dan tingkatan yang sangat bervariasi.
Pendidikan tinggi cina di klasifikasikan ke dalam beberapa kategori
berbeda diantaranya jenjang pertama, jenjang kedua dan jenjang ketiga.
Jenjang pertama terbagi menjadi Dazhuan dan Benke. Dazhuan adalah
tingkatan D2 atau D3, pendidikan tinggi tipe vakasional yang ditujukan
untuk memasuki pasar kerja. Sedangkan Benke adalah tngkatan S1 atau
D4. Jenjang kedua disebut Shuoshi yaitu tingkatan pendidikan master
(S2), dapat diakses setelah lulus dari jenjang Benke. Jenjang ketiga
disebut Boshi yaitu pendidkan tingg tingkat doktor (S3).
Sistem ujian masuk perguruan tinggi di China disebut Gaokao.
Pilihan universtas bagi mahasswa China ditentukan berdasar hasil tes
Gaokao. Apabila lulus, siswa bisa melanjutkan dan memulai studi yang
berlangsung selama 4 tahun atau lebih. Sedangkan jika tidak lulus, siswa
2
Yudi dkk, Manajemen Pendidikan Di Negara Cina, Jurnal penelitian pendidikan dan
ekonomi, (Bandung: Universitas Padjajaran Bandung, Vol.17, No.02, juli, 2020), 6.
6
akan di alihkan ke pelatihan vakasional berlangsung selama 2 atau 3
tahun, serta dalam kasus terburuknya bisa juga bagi yang tidak lulus
akan dkeluarkan dari sistem universitas China.
4. Adult education (pendidikan orang dewasa)
Sejak tahun delapan puluhan abad ke-20, China telah menerapkan
dua strategi penting "membuka dunia luar" dan "berfokus pada
konstruksi ekonomi". Untuk memenuhi permintaan modernisasi
terhadap pekerja yang kompeten dan bakat khusus di berbagai bidang,
pemerintah China telah mementingkan pengembangan pendidikan
orang dewasa dan membuat serangkaian kebijakan penting untuk
mempromosikan pengembangan pendidikan orang dewasa di Tiongkok.
Dalam Keputusan Reformasi dan Pengembangan Pendidikan Orang
Dewasa (dikeluarkan pada bulan Juni 1987), jelas ditunjukkan bahwa:
“Pendidikan orang dewasa adalah bagian penting dari keseluruhan
penyebab pendidikan. Dalam keseluruhan penyebab pendidikan,
pendidikan orang dewasa memiliki kepentingan yang sama dengan
pendidikan dasar, pendidikan kejuruan dan teknis dan pendidikan tinggi
reguler. "Dalam Keputusan Reformasi Lebih Lanjut dan Pengembangan
Pendidikan Tinggi untuk Orang Dewasa dikemukakan bahwa:
“Berbagai kekuatan sosial harus dimobilisasi untuk mendukung dan
mempromosikan pengembangan berbagai bentuk pendidikan tinggi
untuk orang dewasa di berbagai tingkat dan untuk lebih memperkuat
dan memperluas peluang dan saluran bagi semua warga negara untuk
menerima pendidikan tinggi”.
B. Manajemen Pendidikan Di China
Manajemen pendidikan merupakan suatu ilmu yang mengkaji tentang
efisiensi dan efektivitas pelaksanaan kinerja lembaga pendidikan dengan
mempertimbangkan tujuan-tujuan pendidikan, kegiatan pendidikan yang logis,
jumlah sumber daya manusia atau staf yang memadai, disiplin kinerja, upah
yang proporsional, bonus yang presentatif, standarisasi pekerjaan yang
7
sistematis, pertanggung jawaban yang obyektif, penerapan balas jasa atau
insentif yang motivasional serta pengembangan lembaga pendidikan yang
terukur dan dapat dikatakan suatu proses perencanaan yanng mengatur seluruh
kegiatan, sumber daya, dan pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.
3
Sistem pendidikan di china yaitu transentralisasi mulai dari level pusat,
provinsi, kota madya, dan daerah-daerah otonomi yang setingkat kota madya.
Yang bertanggung jawab terhadap plaksanaaan pendidikan adalah komite
pendidikan negara yang merupakan satu organisasi professional pemerintah
dalam bidang pembangunan pendidikan. Kemudian pada tahun 1985
pemerintah pusat mendelegasi pendidikan dasar antara lain:
a. Biaya pendidikan
Alokasi biaya pendidikan sudah tesedia kepada pemerintah pusat
daerah dengan distribusi lokasi daerah untuk pendidikan yang dikelola
oleh daerah, dana pusat untuk lembaga pendidikan yang berada di
kementrian.
b. Personalia
Pada tahun 1990 China memiliki jutaan guru dengan rincian 5,58
juta guru sekolah menengah sedangkan 39500 untuk guru pendidikan
tinggi regular. Adapun standar untuk menjadi guru di china adalah
melalui pendidikan dalam jabatan yang sudah di selenggarakan oleh
perguruan tinggi yang biaya pendidikannya sudah di tanggung oleh
negara.
c. Kurikulum
Kurikulum dirumuskan oleh komisi pendidikan negara (SEDC)
yang sangat fleksibel serta bervariasi atas dasar kemampuan dan
karakteristik wilayah kota dan desa dengan cara memberikan keleluasan
bagi daerah atau melalui pedesaan. Contohnya seperti SD yang memuat
10 mata pelajaran berbeda antara di perkotaan dan pedesaan, sekolah
menengah pertama yang memberikan 13 mata pelajaran wajib seperti
3
Hikamat, Manajemen Pendidikan, (Bandung: CV Pustaka Setia, 2011), 8.
8
MA bahasa china bahasa asing dan matematika, sedangkan untuk SLTA
disesuaikan degan keinginan siswa lembaga setempat dan beberapa
pelajaran tambahan.
d. Sistem ujian dan sertifikat
Sekolah dasar dan menengah dilaksanakan empat macam ujian
antara lain ujian semester, ujian tahunan, ujian akhir sekolah dan ujian
masuk SMP. Ujian-ujian ini sangat terbatas pada mata pelajaran bahasa
china dan matematika khusus untuk perguruan tinggi yang sedang
melakukan ujian seleksi nasional.
e. Isu-isu pendidikan china
Masalah pendidikan china tahun 200, meliputi kualitas pendidikan
yang sangat profesional didalam sebuah pendidikan karena terdapat isi
dan metodologi pendidikan yang belum memenuhi tuntuan
pembangunan sosial.
C. Kebijakan Pendidikan Di China
Kemajuan dunia pendidikan yang terjadi di akhir 90-an dan awal 2000 di
China tidak lepas dari peran seorang birokrat yang memiliki visi dan komitmen
yang kuat terhadap dunia pendidikan. Li Lanqing, yang pada tahun 1993 di
angkat menjadi Wakil Perdana Menteri China, sekaligus ditugasi untuk
menangani masalah pendidikan di negeri tirai bamboo tersebut, adalah orang
yang dianggap berhasil melaksanakan tugasnya mendorong kemajuan China
melalui reformasi dalam bidang pendidikan. Li Lanqing sebenarnya bukan
tokoh yang berlatar belakang bidang pendidikan.
4
Pada tahun 1993, tercatat guru memiliki gaji akan rendah dan disadari,
kondisi ini akan berpengaruh terhadap kinerja dan profesionalitas guru dalam
melaksanakan tugasnya. Bagaimana dapat menuntut guru melaksanakan tugas
dengan optimal, kalau dirinya menghadap masalah dengan kesejahteraan diri
dan keluarganya. Pada tahun 1989, dana dari negara untuk pendidikan hanya
4
Muhammad Said dan Junimar Affan, Mendidik Dari Zaman ke Zaman, (Bandung:
Jemmars), 119.
9
9,4 milyar yuan. Dengan dana sebesar itu, tidak banyak yang bisa dilakukan
untuk mengembangkan dunia pendidikan, yang harus melayani masyarakat
lebih dari satu milyar orang. Li Lanqing memandang bahwa yang bertanggung
jawab menyediakan pendidikan yang layak adalah pemeritah. Pendidikan dasar,
khususnya untu wajib belajar sangat bergantung pada alokasi dana dari
pemerintah. Demikian juga dengan pembiayaan pengembangan infrastruktur
untuk pendidikan keterampilan pendidikan tinggi, sangat bergantung pada
dukungan dana dari pemerintah. Hanya permasalahannya adalah semua itu
harus dengan undang-undang.
Beberapa inovasi lain telah digulirkan China adalah di berlakukannya wajib
pendidikan dasar 9 tahun secara gratis dan penghapusan buta huruf bagi anak
muda san setengah baya. Inovasi ini berhasil meningkatkan tingkat pendidikan
nasional secara berarti. Pendidikan tinggi dikembangkan secara cepat dengan
beberapa perubahan awal, diantaranya pembelajaran dikembangkan dengan
menekankan pada peningkatan kualitas siswa, seperti mengembangkan karakter
siswa sebagaimana penguasaan pengetahuan (kognisi). Penggunaan teknologi
informasi dalam pendidikan juga telah berhasil mendorong mempercepat
modernisasi. Kompesensi, kesejahteraan, dan status sosial guru telah banyak
dikembangkan, dan membuat profesi tersebut mendapat respek dan
penghormatan dari masyarakat. Pendidikan swasta berkembang dengan cepat.
Hal ini ditandai dengan banyak jenis sekolah dibangun. Pertukaran pendidikan
dan kerja sama dengan negara lain secara aktif dan luas telah memperkuat daya
saing/kompetisi di dunia. Pada dekade terakhir, sejumlah permasalahan besar
telah terpecahkan. Total dana pendidikan nasional telah mencapai rata-rata 20
% per tahun, dan mencapai 548 milyar yuan pada tahun 2002, dan pada tahun
2008 alokasi anggaran pendidikan mencapai 1,88 triliun yuan.
5
5
Agustiar Syah Nur, Perbandingan Sistem Pendidikan 15 Negara, (Bandung: Lubuk
Agung), 25.
10
D. Pengembangan Pendidik dan Tenaga Pendidik Di China
Sistem pendidikan China lebih terbuka. Guru dikelompokkan berdasarkan
kualitas. Siswa bebas mengevaluasi kualitas guru secara objektif, mulai dari
guru berkompeten sampai guru yang tidak qualified. Adapun standar untuk
menjadi guru di China adalah melalui pendidikan dalam jabatan (inservice
training) yang di selenggarakan oleh Perguruan Tinggi dengan biaya
pendidikan sepenuhnya ditanggung oleh negara. China memang menempatkan
guru sebagai prioritas dalam sistem pendidikan mereka. Ini terlihat dari
komitmen pemerintah dengan ungkapan “kunci keberhasilaan pembangunan
nasional terletak pada pendidikan dan kunci keberhasilan pendidikan terletak
pada guru”. Pendidikan guru di China saat ini menekankan pada perubahan
pemikiran tentang pendidikan, konsep, materi dan metode pembelajaran,
terutama moralitas guru. Semuanya dilakukan sebagai jawaban atas permintaan
akan pentingnya modernisasi pendidikan, orientasi global, dan masa depan.
6
Reformasi pendidikan dan kebutuhan realitas global mendorong pemerintah
China menyediakan pendidikan yang berkesinambungan untuk meningkatkan
pelayanan guru-guru sekolah, melakukan pemerataan guru hingga ke daerah-daerah terpencil dan mendorong berkembangnya institusi pelatihan guru.
Semua dilakukan sebagai salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari upaya
memajukan pendididkan di China. Dengan kata lain, China sangat
mementingkan dan memperhatikan profesi guru sehingga nantinya akan
menghasilkan guru yang berkompeten.
6
Ibid, 26.
11
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Sistem pendidikan di cina menekankan sekolah untuk mengembangkan
potensi yang terdapat pada diri para siswa, dengan tujuan untuk merangsang
dan mengembangkan potensi yang siswa miliki supaya dapat belajar dengan
nyaman dan maksimal. Manajemen pendidikan merupakan suatu ilmu yang
mengkaji tentang efisiensi dan efektivitas pelaksanaan kinerja lembaga
pendidikan dengan mempertimbangkan tujuan-tujuan pendidikan, kegiatan
pendidikan yang logis, jumlah sumber daya manusia atau staf yang memadai,
disiplin kinerja, upah yang proporsional, bonus yang presentatif, standarisasi
pekerjaan yang sistematis, pertanggung jawaban yang obyektif, penerapan balas
jasa atau insentif yang motivasional serta pengembangan lembaga pendidikan
yang terukur dan dapat dikatakan suatu proses perencanaan yanng mengatur
seluruh kegiatan, sumber daya, dan pihak-pihak yang terlibat di dalamnya. pada
tahun 1985 pemerintah pusat mendelegasi pendidikan dasar antara lain biaya
pendidikan, personalia, kurikulum, sistem ujian dan sertifikat serta isu-isu
pendidikan china. Beberapa inovasi lain telah digulirkan China adalah
diberlakukannya wajib pendidikan dasar 9 tahun secara gratis dan penghapusan
buta huruf bagi anak muda san setengah baya. Inovasi ini berhasil
meningkatkan tingkat pendidikan nasional secara berarti. Pendidikan tinggi
dikembangkan secara cepat dengan beberapa perubahan awal, diantaranya
pembelajaran dikembangkan dengan menekankan pada peningkatan kualitas
siswa, seperti mengembangkan karakter siswa sebagaimana penguasaan
pengetahuan (kognisi). China memang menempatkan guru sebagai prioritas
dalam sistem pendidikan mereka. Ini terlihat dari komitmen pemerintah dengan
ungkapan “kunci keberhasilaan pembangunan nasional terletak pada
pendidikan dan kunci keberhasilan pendidikan terletak pada guru”.
12
DAFTAR PUSTAKA
Sua,Yao Tan. 2014. Pendidikan Cina di Malaysia. Malaysia: University
Sains Malaysia.
Yudi dkk. 2020. Manajemen Pendidikan Di Negara Cina, Jurnal
penelitian pendidikan dan ekonomi. Bandung: Universitas Padjajaran Bandung.
Vol.17. No.02. juli.
Hikamat. 2011. Manajemen Pendidikan. Bandung: CV Pustaka Setia.
Said, Muhammad dan Affan, Junimar. 1987. Mendidik Dari Zaman ke
Zaman. Bandung: Jemmars.
Nur, Agustiar Syah. 2001. Perbandingan Sistem Pendidikan 15 Negara.
Bandung: Lubuk Agung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar