SISTEM KEBIJAKAN PENDIDIKAN DI INGGRIS
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas pada mata kuliah
“Perbandingan Pendidikan”
Dosen Pengampu:
Zainur Rofik, M.Pd.I.
Disusun Oleh Kelompok 8/PAI F:
1. Nila Verry Asmarita (201190193)
2. Nilna Rizqi Bariroh (201190195)
3. Rohmad Nur Alifudin (201190246)
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONOROGO
2022
ii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena hanya dengan
segala rahmat-Nyalah akhirnya kami bisa menyusun makalah dengan judul Sistem
Kebijakan Pendidikan di Inggris. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada
Bapak Zainur Rofik, M.Pd.I. selaku dosen pengampu kami yang telah memberikan
tugas ini kepada kami sehingga kami mendapatkan banyak tambahan pengetahuan
khususnya dalam masalah system kebijakan pendidikan d Inggris.
Kami selaku penyusun berharap semoga makalah yang telah kami susun ini
bisa memberikan banyak manfaat serta menambah. Selain itu, kami menyadari
bahwa makalah ini masih memiliki banyak kekurangan yang membutuhkan
perbaikan, sehingga kami sangat mengharapkan masukan serta kritik dari para
pembaca.
Ponorogo, 27 Maret 2022
iii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ........................................................................................... i
KATA PENGANTAR ........................................................................................ ii
DAFTAR ISI ...................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................... 1
A. Latar Belakang ...................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah................................................................................. 1
C. Tujuan .................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN .................................................................................... 3
A .Latar Belakang Pendidikan di Inggris ................................................. 3
B. Pendidikan di Inggris ........................................................................... 3
C. Kurikulum Pendidikan di Inggris ........................................................ 6
D. Sistem Ujian dan Kualifikasi Pendidikan di Inggris .......................... 7
E. Kebijakan Pendidikan Agama di Inggris............................................. 8
BAB III PENUTUP ............................................................................................ 10
A. Kesimpulan .......................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 12
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan memiliki peranan yang sangat penting dalam upaya
memajukan kehidupan bangsa. Semakin banyak penduduk yang dapat
mengenyam pendidikan, maka akan semakin banyak penduduk yang dapat
memberikan sumbangsih dalam upaya memperbaiki kondisi bangsa tersebut.
Dari sini maka dapat diketahui bahwa indikator kemajuan tersebut tidak
terlepas dari sumber daya manusia yang unggul dan sistem pendidikan yang
berkembang di negara tersebut.
Adapun sistem pendidikan di Indonesia tentunya memiliki perbedaan
dengan sistem pendidikan di negara lain. Dalam hal ini, sistem pendidikan di
Indonesia memiliki keunika n dan keunggulan tersendiri. Namun demikian,
dalam upaya mendapatkan sistem pendidikan yang terbaik, kiranya perlu untuk
melihat sistem pendidikan di Negara lain sebagai perbandingan, salah satunya
adalah Negara Inggris. Berikut ini akan dibahas mengenai latar belakang
munculnya pendidikan di Inggris, system pendidikan di Inggris, kurikulum
pendidikan di Inggris, dan lain sebagainya yang dapat dijadikan sebagai
pembanding terhadap potret sistem pendidikan di Indonesia.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana latar belakang pendidikan di Inggris?
2. Bagaimana system pendidikan di Inggris?
3. Bagaimana kurikulum pendidikan di Inggris?
4. Bagaimana system ujian dan kualifikasi pendidikan di Inggris?
5. Bagaimana kebijakan pendidikan agama di Inggris?
2
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui latar belakang pendidikan di Inggris.
2. Untuk mengetahui system pendidikan di Inggris.
3. Untuk mengetahui kurikulum pendidikan di Inggris.
4. Untuk mengetahui system ujian dan kualifikasi pendidikan Inggris.
5. Untuk mengetahui kebijakan pendidikan agama di Inggris.
3
BAB II
PEMBAHASAN
A. Latar Belakang Pendidikan di Inggris
Tercatat sejak akhir abad ke-6 lembaga pendidikan di Kerajaan Inggris
mulai berdiri. Sekolah yang diperkirakan pertama kali didirikan adalah
grammar school yaitu tipe sekolah di Inggris yang mensyaratkan kemampuan
akademis yang tinggi dalam proses seleksi calon siswa dan dalam
pembiayaannya dibantu oleh masyarakat. Sekolah ini didirikan pada tahunn
598 di Centerbury, England. Adapun Universitas Oxford merupakan
universitas pertama yang tercatat berdiri dalam sejarah Inggris. Universitas ini
telah memulai pengajaran sejak tahun 1096 dan berkembang pesat sejak tahun
1167.
Salah satu tonggak penting dalam sejarah pendidikan di Inggris adalah
pertama kalinya program wajib belajar diberlakukan yaitu pada tahun 1880.
wajib belajar diberlakukan saat itu hanya untuk anak berusia 5 sampai dengan
10 tahun, batas akhir usia wajib belajar kemudian bertambah secara bertahap
dan mencapai usia 14 tahun pada tahun 1918. Tahun 1947 dan tahun 1973,
batas akhir usia tersebut kembali masing-masing meningkat menjadi 15 dan 16
tahun. dengan diberlakukannya undang -undang Education and Skills Act 2008,
maka mulai tahun 2013 sampai 2015, batas akhir usia wajib belajar tersebut
akan bertahap meningkat menjadi 18 tahun.
1
B. Pendidikan di Inggris
Sistem pendidikan di Inggris dibagi menjadi empat bagian yang
tergabung di dalamnya yaitu England, Skotlandia, Wales, dan Irlandia utama.
Pemerintah Inggris bertanggung jawab atas England, dan pemerintah
1
Fauzi Soelaiman, Sistem Pendidikan Inggris (London: KBRI, 2014), 7.
4
Skotlandia, Wales, dan Irlandia bertanggung jawab atas negara masing -masing. Adapun struktur dasar pendidikan di Inggris yaitu:
1. Pra-primer (pre-primary education), usia 3 -4 tahun
Pendidikan pra-dasar diikuti peserta didik yang berusia
dibawah 5 tahun. Ada pun pembelajaran yang dilakukan dengan cara
bermain. Area pembelajaran meliputi bahasa dan komunikasi,
perkembangan fisik, perkembangan pribadi, sosial dan emosional, literasi,
matematika, pemahaman tentang dunia, seni dan rupa. Tidak ada ujian
khusus untuk menyelesaikan pendidikan ini. Pemerintah menyediakan
pendidikan pra -dasar tanpa biaya, 15 jam per-minggunya untuk anak
berusia tiga tahun ke atas selama 38 Minggu.
2
2. Primer (primary education), usia 4-11 tahun
Tahun pendidikan dasar diikuti oleh peserta didik berusia 4 -11
tahun dan berlangsung selama tujuh tahun. Ada dua Key Stage tingkat ini
yaitu Key Stage 1 (untuk tahun pertama dan kedua), serta Key Stage 2
(untuk tahun ketiga hingga kelima). Key Stage adalah pembagian tahapan
pembelajaran sesuai dengan ketrampilan dan pengetahuan yang ingin
dicapai pada akhir tiap tahapan. Pada Key Stage 1 dan 2, peserta didik
belajar matematika, bahasa Inggris, sains, desain dan teknologi, sejarah,
geografi, musik, olahraga, dan komputer. Selain itu, pada Key Stage 2
peserta didik juga belajar bahasa asing. Sekolah juga diwajibkan untuk
menyediakan mata pelajaran agama dijenjang ini.
3
3. Pendidikan Sekunder (secondary school), usia 11-16 tahun
Pendidikan menengah berlangsung selama lima hingga tujuh
tahun. Peserta didik pendidikan menengah tingkat pertama berusia 11 -16
tahun. Ada dua Key Stage yaitu Key Stage 3 (untuk tahun ketujuh hingga
kesembilan) dan Key Stage 4 (untuk tahun kesepuluh dan kesebelas).
2
Ibid , 9-10.
3
Aprilliyana Dwi Utami, Arihdya Caesar Pratikta,ddk, Sistem Pendidikan Vokasi di
Inggris, (London: Kantor Atase Pendidikan, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), 2018),
3.
5
4. Pendidikan lanjutan (futher school), usia 16-18 tahun
Setelah menyelesaikan Key Stage 4 (usia 16 tahun), peserta
didik akan mengambil ujian General Certificate of Secondary Education
(GCSE). Setelah menyelesaikan GCSE, peserta didik dapat memilih
untuk melanjutkan ke pendidikan menengah atas (jalur akademik),
pendidikan vokasi (vokasional), program magang, pendidikan
berkelanjutan (further Education), atau langsung bekerja.
4
5. Pendidikan tinggi (higher Education), usia diatas 18 tahun
Pendidikan tinggi diikuti oleh mahasiswa berusia di atas 18
tahun. Ada tiga jenjang yang dapat ditempuh yaitu S1 (undergraduate)
yang berdurasi tiga tahun, S2 (master) yang biasanya berdurasi satu tahun,
dan S3 (PhD) yang berdurasi minimal tiga tahun. Di universitas tertentu
ada beberapa program yang mengkombinasikan jenjang S1 dan S2 dalam
satu program, sehingga di akhir empat tahun pembelajaran mahasiswa
langsung menerima gelar S2 (Master).
5
Seperti juga di Indonesia, struktur pendidikan tinggi di Inggris
terdiri dari universitas, fakultas, jurusan, dan bagian (subdepartement).
Disamping itu terdapat lembaga-lembaga atau pusat-pusat (institute, center)
ada yang langsung berada di bawah universitas, fakultas,bahkan jurusan.
Universitas dipimpin oleh seorang chancellor. Wewenang fakultas hanya
mengurus administrasi pendidikan, seperti pendaftaran mahasiswa baru dan
sebagainya. Wewenang penerimaan itu sendiri dan penyelenggaraan
pendidikan pada umumnya ada pada jurusan, terutama subdepartement
(bagian/laboratorium).
Bagian subdepartement sangat berperan dalam struktur
pendidikan tinggi ini. Bagian ini merupakan pengelola satu bidang ilmu yang
diketahui (pada umumnya) oleh seorang profesor, dan hanya ada satu profesor
dalam satu bagian. Seluruh kegiatan pendidikan dan pengawasan penelitian
4
Ibid, 4.
5
Ibid, 5.
6
dikelola oleh bagian. Ketua jurusan adalah seorang profesor yang mengelola
administrasi pendidikan, penelitian, dan seminar.
6
C. Kurikulum Pendidikan di Inggris
Terdapat dua jenjang pendidikan yang diatur di dalam Kurikulum
Nasional untuk England (National Curiculum), yaitu: Pendidikan Pra-Primer
dan Pendidikan Primer dan Sekunder. Education Act 2002 Chapter 32 adalah
undang-undang yang mendasari peraturan ini. Perbedaan di antara keduanya
hanya terletak pada keberadaan mata pelajaran Bahasa Welsh di dalam
Kurikulum Nasional untuk Wales.
Tidak terdapat kurikulum yang baku untuk Pendidikan Lanjutan
dan Pendidikan Tinggi. Hal ini dikarenakan beragamnya kualifikasi yang ada
di jenjang pendidikan pasca 16 tahun. Setiap kualifikasi memiliki
kurikulumnya masing-masing. Siswa pada tahap ini sudah dianggap cukup
dewasa untuk memilih. Beberapa kualifikasi ya ng ada menawarkan pelatihan
keterampilan praktis sehingga dapat langsung bekerja selepas itu. Beberapa
menawarkan persiapan sebelum masuk ke universitas dan sebagainya.
1. Pendidikan Pra-Primer
Berdasarkan undang-undang, pendidikan pra -primer adalah
pendidikan untuk anak-anak yang belum memasuki usia wajib belajar
(anak yang belum berusia 5 tahun). Pendidikan ini dapat disediakan di
sekolah, misalnya di taman kanak -kanak atau kelas nursery di sekolah
dasar, atau mana saja.
Untuk anak-anak usia 3 bulan sampai 3 tahun, umumnya
pendidikan disediakan oleh sektor swasta dan voluntary, dengan orangtua
membayar biaya pendidikan dan tidak diwajibkan (non-compulsory).
Untuk anak-anak berusia 3 dan 4 tahun terdapat pendidikan gratis bagi
orangtua yang ingin menyekolahkan anaknya.
6
M. Sholihul, Sistem Pendidikan Tinggi di Inggris, dalam
https://Msholihul.files.wordpress.com/2012/05/bukupanduaninggris.pdf.
7
Berdasarkan undang-undang yang diatur Childcare Act 2006,
saat ini telah diberlakukan sistem Early Years Foundation Stage (EYFS).
EYFS ditujukan untuk bayi sejak lahir hingga usia 5 tahun. Terdapat enam
bidang pembelajaran dan pengembangan, yaitu: pengembangan pribadi,
sosial, dan emosi, komunikasi, bahasa, dan melek huruf, pemecahan
masalah, reasoning, dan angka, pengetahuan umum, dan pemahaman
terhadap dunia, olahraga, dan pengem bangan kreatifitas.
Kurikulum perkembangan anak, atau disebut Foundation
Stage di dalam Kurikulum Nasional sejak diberlakukannya Education Act
2002, disusun dalam beberapa bidang pembelajaran.
7
2. Pendidikan Primer dan Sekunder
Terdapat dua tahap pendidikan yang termasuk di dalam
program paket wajib belajar, yaitu:
a. Pendidikan Primer (usia 5 -11 tahun), dan
b. Pendidikan Sekunder (usia 11-16 tahun)
Umumnya siswa melanjutkan dari sekolah primer ke sekolah
sekunder di usia 11 tahun. Namun, ada beberapa daerah di Inggris
menggunakan 3 jenjang (3-tier) dan menyediakan sekolah menengah
(middle schools) untuk siswa usia 8 atau 9 tahun sampai 12 atau 13 tahun.
Banyak dari sekolah sekunder setelah menyelesaikan tahap pendidikan
wajib belajar juga menyediakan pendidikan tingkat lanjutan untuk siswa
usia 16 sampai 18 tahun.
8
D. Sistem Ujian dan Kualifikasi Pendidikan di Inggris
Sistem kurikulum nasional diberlakukan di inggris terutama uantuk sekolah
– sekolah yang termasuk state School (dibiayai oleh pemerintah). Untuk
jenjang pendidikan primer dan skunder, berlaku sistem key stage. Di setiap
akhir tingkatan diadakan ujian,yang disebut National Curiculum Test dan Key
Stage test, serta evaluasi keseharian siswa oleh para guru. Jenjang skunder
7
Fauzi Soelaiman dan M. Fauzan Adziman, Sistem Pendidikan…, hlm. 9.
8
Ibid, 21-22.
8
umumnya diakhiri dengan ujian nasional General Certificate of Secondary
Education. Setelah tahap ini, kebayakan siswa meneruskan ke pendid ikan
lanjut untuk mempersiapkan ujian Advance Subsidiary-Level dan A2-Level
yang dikombinasikan menjadi Advanced Level, sebagai persiapan memasuki
universitas atau perguruan tinggi.
Sistem Key Stage hanya berlaku di England, Wales dan Irlandia Utara,
sedangkan diSkotlandia digunakan tahapan yang berbeda. Selain itu, di
Skotlandiaujian GCSE digantikan oleh ujian Scottish Certificate of Education
(SCE) Standard Grade, sedangkan ujian A-Level digantikan dengan ujian SCE
Higher Grade.
Perlu menjadi catatan penting bahwa ujian-ujian di atas tidak berlaku bagi
semuasiswa. Setelah menyelesaikan pendidikan primer dan sekunder 9 tahun
pertama,siswa dihadapkan pada berbagai pilihan. Pilihan ini diawali dengan
pilihan matapelajaran yang dapat berujung mendapatkan kualifikasi yang
berbeda-beda. Contohnya, selain mengikuti ujian GCSE, siswa dapat memilih
untuk mengikutipendidikan lain seperti diploma.
9
E. Kebijakan Pendidikan Agama di Inggris
Pendidikan Agama adalah mata pelajaran wajib dalam sistem pendidikan di
Negara Inggris. Sekolah diminta untuk mengajarkan program studi agama
sesuai dengan pedoman lokal dan nasional.
Pendidikan Agama di inggris diamanatkan oleh Undang -Undang
Pendidikan 1944 sebagaimana telah diubah dengan Undang -Undang
Reformasi Pendidikan 1988 dan Standart Sekolah dan Kerangka Undang -Undang 1998. Pemberian pendidikan agama adalah wajib disemua sekolah
yang didanai negara, akan tetapi tidak wajib bagi setiap anak -anak untuk
mengambil subjek (mata pelajaran). Subjek terdiri dari studi agama -agama,
pemimpin agama, dari tema agama dan moral yang berbeda. Namun,
9
T. A. Fauzi Sulaiman, Sistem Pendidikan di Inggris, (London : Atase Pendidikan, Kedutaan Besar
Republik Indonesia(KBRI), 2014), hal. 30
9
kurikulum yang dipakai didominasi dari agama kristen merupakan mayoritas
isi subjek. Semua orang tua memiliki hak untuk menarik anak dari pendidikan
agama, yang sekolah harus menyetujuinya.
Pendidikan Agama Islam yang dijalankan masyarakat minoritas muslim di
inggris sesungguhnya merupakan upaya untuk memberikan pendidikan kepada
keluarga masing-masing sesuai dengan norma yang dianutnya. Kurikulum
pendidikan islam yang dikombinasikan dengan mata pelajaran yang lain, selain
pelajaran agama merupakan suatu terobosan positif yang dilakukan oleh kaum
muslimin di inggris dan memberikan pembelajaran bahwa pendidikan agama
tidak bertolak belakang dengan ilmu -ilmu yang lain, bahkan bisa dikatakan
adanya sinkronisasi atar ilmu pengetahuan tersebut.
10
10
Ismail Suardi Wekke Dan Ambo Tang, Kultur Pendidikan Islam di Minoritas Muslim Inggris
10
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Tercatat sejak akhir abad ke-6 lembaga pendidikan di Kerajaan Inggris
mulai berdiri. Salah satu tonggak penting dalam sejarah pendidikan di
Inggris adalah pertama kalinya program wajib belajar diberlakukan yaitu
pada tahun 1880 dimana wajib belajar diberlakukan saat itu hanya untuk
anak berusia 5 sampai dengan 10 tahun. Setelah diberlakukannya undang -undang Education and Skills Act 2008, maka mulai tahun 2013 sampai
2015, batas akhir usia wajib belajar tersebut akan bertahap meningkat
menjadi 18 tahun.
2. Sistem Pendidikan di Inggris, sistem pendidikan di Inggris dibagi menjadi
5 yaitu: Pra-primer usia 3 -4 tahun, primer usia 4-11 tahun, pendidikan
sekunder usia 11-16 tahun, pendidikan lanjutan usia 16 -18 tahun,
pendidikan tinggi usia diatas 18 tahun.
3. Terdapat dua jenjang pendidikan yang diatur di dalam Kurikulum Nasional
untuk England (National Curiculum), yaitu: Pendidikan Pra -Primer dan
Pendidikan Primer dan Sekunder. Tidak terdapat kurikulum yang baku
untuk Pendidikan Lanjutan dan Pendidikan Tinggi. Hal ini dikarenakan
beragamnya kualifikasi yang ada di jenjang pendidikan pasca 16 tahun.
Setiap kualifikasi memiliki kurikulumnya masing-masing.
4. Di setiap akhir tingkatan diadakan ujian,yang disebut National Curiculum
Test dan Key Stage test, serta evaluasi keseharian siswa oleh para guru.
Jenjang skunder umumnya diakhiri dengan ujian nasional General
Certificate of Secondary Education. Setelah tahap ini, kebayakan siswa
meneruskan ke pendidikan lanjut untuk mempersiapkan ujian Advance
Subsidiary-Level dan A2-Level yang dikombinasikan menjadi Advanced
Level, sebagai persiapan memasuki universitas atau perguruan tinggi.
5. Pendidikan Agama adalah mata pelajaran wajib dalam sistem pendidikan
di Negara Inggris. Sekolah diminta untuk mengajarkan program studi
11
agama sesuai dengan pedoman lokal dan nasional. Pendidikan Agama
Islam yang dijalankan masyarakat minoritas muslim di inggris
sesungguhnya merupakan upaya untuk memberikan pendidikan kepada
keluarga masing-masing sesuai dengan norma yang dianutnya
12
DAFTAR PUSTAKA
Adziman M. Fauzan dan Soelaiman Fauzi. Sistem Pendidikan di Inggris. London:
Kantor Atase Pendidikan, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).
2014.
Sholihul, M. Sistem Perguruan Tinggi di Inggris dalam
https://Msholihul.files.wordpress.com/2012/05/bukupanduaninggris.pdf.
Sulaiman, T. A. Fauzi, Sistem Pendidikan di Inggris, (London : Atase Pendidikan,
Kedutaan Besar Republik Indonesia(KBRI), 2014
Utami, Aprilliyana Dwi. Pratikta Arihdya Caesar,dkk. Sistem Pendidikan Vokasi di
Inggris. London: Kantor Atase Pendidikan, Kedutaan Besar Republik
Indonesia (KBRI). 2018.
Wekke Ismail Suardi dan Tang Ambo, Kultur Pendidikan Islam di Minoritas
Muslim Inggris, Taqafiyyat, vol.17, no.1, juni 201 6
Tidak ada komentar:
Posting Komentar