Senin, 13 Juni 2022

KELOMPOK 08

 SISTEM KEBIJAKAN PENDIDIKAN DI INGGRIS

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas pada mata kuliah

“Perbandingan Pendidikan”

Dosen Pengampu:

Zainur Rofik, M.Pd.I.

Disusun Oleh Kelompok 8/PAI F:

1.  Nila Verry Asmarita    (201190193)

2.  Nilna Rizqi Bariroh      (201190195)

3.  Rohmad Nur Alifudin    (201190246)

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONOROGO

2022 

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena hanya dengan 

segala rahmat-Nyalah akhirnya kami bisa menyusun makalah dengan judul Sistem 

Kebijakan Pendidikan di Inggris. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada 

Bapak Zainur Rofik, M.Pd.I. selaku dosen pengampu kami yang telah memberikan 

tugas ini kepada kami sehingga kami mendapatkan banyak tambahan pengetahuan 

khususnya dalam masalah system kebijakan pendidikan d Inggris.

Kami selaku penyusun berharap semoga makalah yang telah kami susun ini 

bisa memberikan banyak manfaat serta menambah. Selain itu, kami menyadari 

bahwa makalah ini masih memiliki banyak kekurangan yang membutuhkan 

perbaikan, sehingga kami sangat mengharapkan masukan serta kritik dari para 

pembaca.

Ponorogo, 27  Maret 2022

iii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL  ...........................................................................................  i

KATA PENGANTAR  ........................................................................................  ii

DAFTAR ISI  ......................................................................................................  iii

BAB I PENDAHULUAN  ...................................................................................  1

A. Latar Belakang  ......................................................................................  1

B. Rumusan Masalah.................................................................................  1

C. Tujuan  ....................................................................................................  2

BAB II PEMBAHASAN  ....................................................................................  3

A .Latar Belakang Pendidikan di Inggris  .................................................  3

B. Pendidikan di Inggris ...........................................................................  3

C. Kurikulum Pendidikan di Inggris  ........................................................  6

D. Sistem Ujian dan Kualifikasi Pendidikan di Inggris  ..........................  7

E. Kebijakan Pendidikan Agama di Inggris.............................................  8

BAB III PENUTUP  ............................................................................................  10

A. Kesimpulan  ..........................................................................................  10

DAFTAR PUSTAKA  ........................................................................................  12

1

BAB I

PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang

Pendidikan memiliki peranan yang sangat penting dalam upaya 

memajukan kehidupan bangsa. Semakin banyak penduduk yang dapat 

mengenyam pendidikan, maka akan semakin banyak penduduk yang dapat 

memberikan sumbangsih dalam upaya memperbaiki kondisi bangsa tersebut. 

Dari sini maka  dapat diketahui bahwa indikator kemajuan tersebut tidak 

terlepas dari sumber daya manusia yang unggul dan  sistem pendidikan    yang 

berkembang di negara tersebut. 

Adapun  sistem pendidikan di Indonesia  tentunya memiliki perbedaan 

dengan  sistem pendidikan di negara lain. Dalam hal ini,  sistem pendidikan di 

Indonesia memiliki keunika n dan keunggulan tersendiri. Namun demikian, 

dalam upaya mendapatkan sistem pendidikan yang terbaik, kiranya perlu untuk 

melihat sistem pendidikan di Negara lain sebagai perbandingan, salah satunya 

adalah Negara Inggris. Berikut ini akan dibahas mengenai latar belakang 

munculnya pendidikan di Inggris, system pendidikan di Inggris, kurikulum 

pendidikan di Inggris, dan lain sebagainya yang dapat dijadikan sebagai 

pembanding terhadap potret sistem pendidikan di Indonesia.

B.  Rumusan Masalah

1.  Bagaimana latar belakang pendidikan di Inggris?

2.  Bagaimana system pendidikan di Inggris?

3.  Bagaimana kurikulum pendidikan di Inggris?

4.  Bagaimana system ujian dan kualifikasi pendidikan di Inggris?

5.  Bagaimana kebijakan pendidikan agama di Inggris?

2

C.  Tujuan

1.  Untuk mengetahui latar belakang pendidikan di Inggris.

2.  Untuk mengetahui system pendidikan di Inggris.

3.  Untuk mengetahui kurikulum pendidikan di Inggris.

4.  Untuk mengetahui system ujian dan kualifikasi pendidikan Inggris.

5.  Untuk mengetahui kebijakan pendidikan agama di Inggris.

3

BAB II

PEMBAHASAN

A.  Latar Belakang Pendidikan di Inggris

Tercatat sejak akhir abad ke-6 lembaga pendidikan di Kerajaan Inggris 

mulai berdiri. Sekolah yang diperkirakan pertama kali didirikan adalah 

grammar school yaitu tipe sekolah di Inggris yang mensyaratkan kemampuan 

akademis yang tinggi dalam proses seleksi calon siswa dan dalam 

pembiayaannya dibantu oleh masyarakat. Sekolah ini didirikan pada tahunn 

598 di Centerbury, England. Adapun Universitas Oxford merupakan 

universitas pertama yang tercatat berdiri dalam sejarah Inggris.  Universitas ini 

telah memulai pengajaran sejak tahun 1096 dan berkembang pesat sejak tahun 

1167.

Salah satu tonggak penting dalam sejarah pendidikan di Inggris adalah 

pertama kalinya program wajib belajar diberlakukan yaitu pada  tahun  1880. 

wajib belajar diberlakukan saat itu hanya untuk anak berusia 5 sampai dengan 

10 tahun, batas akhir usia wajib belajar kemudian bertambah secara bertahap 

dan mencapai usia 14 tahun pada tahun 1918. Tahun 1947 dan tahun 1973, 

batas akhir usia tersebut  kembali masing-masing meningkat menjadi 15 dan 16 

tahun. dengan diberlakukannya undang -undang  Education and Skills Act 2008, 

maka mulai tahun 2013 sampai 2015, batas  akhir usia wajib belajar tersebut 

akan bertahap meningkat menjadi 18 tahun.

1

B.  Pendidikan di Inggris

Sistem pendidikan di Inggris  dibagi menjadi empat bagian yang 

tergabung di  dalamnya yaitu England, Skotlandia, Wales, dan Irlandia utama. 

Pemerintah Inggris bertanggung jawab  atas England, dan  pemerintah 

1

Fauzi Soelaiman, Sistem Pendidikan Inggris (London: KBRI, 2014), 7. 

4

Skotlandia, Wales, dan Irlandia bertanggung jawab atas negara masing -masing. Adapun struktur dasar pendidikan di Inggris yaitu: 

1.  Pra-primer (pre-primary education), usia 3 -4 tahun

Pendidikan pra-dasar diikuti peserta didik yang berusia 

dibawah 5 tahun. Ada pun  pembelajaran yang dilakukan  dengan cara 

bermain. Area pembelajaran meliputi bahasa dan komunikasi, 

perkembangan fisik, perkembangan pribadi, sosial dan emosional, literasi, 

matematika,  pemahaman tentang dunia, seni dan rupa. Tidak ada ujian 

khusus untuk menyelesaikan pendidikan ini.  Pemerintah menyediakan 

pendidikan pra -dasar tanpa biaya, 15 jam  per-minggunya untuk anak 

berusia tiga tahun ke atas selama 38 Minggu.

2

2.  Primer (primary education), usia 4-11 tahun

Tahun pendidikan dasar diikuti oleh peserta didik berusia 4 -11 

tahun dan berlangsung selama tujuh tahun. Ada dua Key Stage tingkat ini 

yaitu  Key Stage 1  (untuk tahun pertama dan kedua), serta  Key Stage 2 

(untuk tahun ketiga hingga kelima). Key Stage adalah pembagian tahapan 

pembelajaran sesuai dengan ketrampilan dan pengetahuan yang  ingin 

dicapai pada akhir tiap tahapan. Pada  Key Stage  1 dan 2, peserta didik 

belajar matematika, bahasa Inggris, sains, desain dan teknologi,   sejarah,

geografi,  musik, olahraga,  dan komputer. Selain itu, pada  Key Stage  2 

peserta didik juga belajar bahasa asing. Sekolah juga diwajibkan untuk 

menyediakan mata pelajaran agama dijenjang ini.

3

3.  Pendidikan Sekunder (secondary school), usia 11-16 tahun

Pendidikan menengah berlangsung selama lima hingga tujuh 

tahun. Peserta didik pendidikan menengah tingkat pertama berusia 11 -16 

tahun. Ada dua Key Stage  yaitu Key Stage 3 (untuk tahun ketujuh hingga 

kesembilan) dan Key Stage  4 (untuk tahun kesepuluh dan kesebelas).

2

Ibid , 9-10.

3

Aprilliyana Dwi Utami,  Arihdya Caesar  Pratikta,ddk,  Sistem  Pendidikan Vokasi di 

Inggris,  (London: Kantor Atase Pendidikan, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI),   2018), 

3. 

5

4.  Pendidikan lanjutan (futher school), usia 16-18 tahun

Setelah menyelesaikan  Key Stage    4 (usia 16 tahun), peserta 

didik akan mengambil ujian General Certificate of Secondary Education 

(GCSE).  Setelah menyelesaikan  GCSE, peserta didik dapat  memilih 

untuk melanjutkan ke pendidikan menengah atas (jalur akademik), 

pendidikan vokasi (vokasional), program magang, pendidikan 

berkelanjutan (further Education), atau langsung bekerja.

4

5.  Pendidikan tinggi (higher Education), usia diatas 18 tahun

Pendidikan tinggi diikuti oleh mahasiswa berusia di atas 18 

tahun. Ada tiga jenjang yang dapat  ditempuh  yaitu S1  (undergraduate) 

yang berdurasi tiga tahun,  S2 (master)  yang biasanya berdurasi satu tahun, 

dan S3  (PhD)  yang berdurasi minimal tiga tahun. Di universitas tertentu 

ada beberapa program yang mengkombinasikan jenjang S1 dan S2 dalam 

satu program, sehingga di akhir empat tahun pembelajaran mahasiswa 

langsung menerima gelar S2 (Master).

5

Seperti juga di Indonesia,  struktur pendidikan tinggi di Inggris 

terdiri dari universitas, fakultas, jurusan, dan bagian  (subdepartement).

Disamping itu terdapat lembaga-lembaga atau  pusat-pusat  (institute, center) 

ada yang langsung berada di bawah  universitas,  fakultas,bahkan  jurusan. 

Universitas dipimpin oleh  seorang  chancellor.  Wewenang fakultas hanya 

mengurus administrasi pendidikan,  seperti pendaftaran mahasiswa baru dan 

sebagainya.  Wewenang penerimaan itu sendiri dan penyelenggaraan 

pendidikan pada  umumnya ada pada jurusan, terutama  subdepartement 

(bagian/laboratorium). 

Bagian  subdepartement  sangat berperan dalam  struktur 

pendidikan tinggi ini. Bagian ini merupakan pengelola  satu bidang ilmu yang 

diketahui (pada umumnya) oleh seorang profesor, dan hanya ada satu profesor 

dalam satu bagian.  Seluruh kegiatan pendidikan dan pengawasan  penelitian 

4

Ibid, 4.

5

Ibid, 5. 

6

dikelola oleh bagian. Ketua jurusan adalah seorang profesor  yang mengelola 

administrasi pendidikan, penelitian, dan seminar.

6

C.  Kurikulum Pendidikan di Inggris

Terdapat dua jenjang pendidikan yang diatur di dalam Kurikulum 

Nasional untuk England  (National Curiculum),  yaitu:  Pendidikan Pra-Primer 

dan Pendidikan Primer  dan Sekunder. Education Act 2002 Chapter 32 adalah 

undang-undang  yang mendasari peraturan ini.  Perbedaan  di antara keduanya 

hanya terletak pada keberadaan mata pelajaran  Bahasa Welsh di dalam 

Kurikulum Nasional untuk Wales.

Tidak terdapat kurikulum yang baku untuk Pendidikan Lanjutan 

dan Pendidikan Tinggi. Hal ini dikarenakan beragamnya kualifikasi  yang ada 

di jenjang pendidikan pasca 16 tahun. Setiap kualifikasi memiliki 

kurikulumnya masing-masing. Siswa  pada tahap ini sudah dianggap cukup 

dewasa untuk memilih. Beberapa kualifikasi ya ng ada menawarkan pelatihan 

keterampilan praktis sehingga dapat langsung bekerja selepas itu. Beberapa 

menawarkan persiapan sebelum masuk ke universitas dan sebagainya.

1.  Pendidikan Pra-Primer

Berdasarkan undang-undang, pendidikan pra -primer adalah 

pendidikan untuk anak-anak  yang belum memasuki usia wajib belajar 

(anak yang belum berusia  5 tahun). Pendidikan ini dapat disediakan di 

sekolah, misalnya di taman kanak -kanak atau kelas  nursery  di sekolah 

dasar, atau mana saja.

Untuk anak-anak usia 3 bulan  sampai 3 tahun, umumnya 

pendidikan disediakan oleh sektor swasta dan voluntary,  dengan orangtua 

membayar biaya pendidikan dan tidak diwajibkan  (non-compulsory).

Untuk anak-anak berusia 3 dan 4 tahun terdapat pendidikan gratis bagi 

orangtua yang ingin menyekolahkan anaknya.

6

M.  Sholihul,  Sistem Pendidikan Tinggi di Inggris,  dalam 

https://Msholihul.files.wordpress.com/2012/05/bukupanduaninggris.pdf. 

7

Berdasarkan undang-undang yang diatur Childcare Act 2006, 

saat ini telah diberlakukan sistem  Early Years Foundation Stage (EYFS).

EYFS ditujukan untuk bayi sejak lahir hingga usia   5 tahun. Terdapat enam 

bidang pembelajaran dan pengembangan, yaitu:  pengembangan pribadi, 

sosial, dan emosi, komunikasi, bahasa, dan melek huruf, pemecahan 

masalah,  reasoning,  dan angka, pengetahuan umum, dan pemahaman 

terhadap dunia, olahraga, dan pengem bangan kreatifitas.

Kurikulum perkembangan anak, atau disebut  Foundation 

Stage di dalam Kurikulum Nasional sejak diberlakukannya Education Act 

2002, disusun dalam beberapa bidang pembelajaran.

7

2.  Pendidikan Primer dan Sekunder 

Terdapat dua tahap pendidikan yang termasuk di dalam 

program paket wajib belajar, yaitu:

a.  Pendidikan Primer (usia 5 -11 tahun), dan 

b.  Pendidikan Sekunder (usia 11-16 tahun)

Umumnya  siswa melanjutkan dari sekolah primer ke sekolah 

sekunder  di usia  11 tahun. Namun, ada beberapa daerah di Inggris 

menggunakan 3 jenjang  (3-tier)  dan menyediakan sekolah menengah 

(middle schools)  untuk siswa usia 8 atau 9 tahun sampai 12 atau 13 tahun. 

Banyak dari sekolah sekunder setelah menyelesaikan  tahap pendidikan 

wajib belajar juga menyediakan pendidikan tingkat lanjutan untuk siswa 

usia 16 sampai 18 tahun.

8

D.  Sistem Ujian dan Kualifikasi Pendidikan di Inggris

Sistem kurikulum nasional diberlakukan di inggris terutama uantuk sekolah 

–  sekolah  yang termasuk  state School  (dibiayai oleh pemerintah).  Untuk 

jenjang pendidikan primer dan skunder, berlaku  sistem  key stage.  Di  setiap 

akhir tingkatan diadakan ujian,yang disebut National Curiculum Test dan  Key 

Stage test,  serta evaluasi keseharian siswa oleh para guru.  Jenjang  skunder 

7

Fauzi Soelaiman dan M. Fauzan Adziman, Sistem Pendidikan…, hlm. 9.

8

Ibid, 21-22. 

8

umumnya diakhiri dengan ujian nasional  General  Certificate of Secondary 

Education.  Setelah  tahap ini, kebayakan siswa meneruskan ke pendid ikan 

lanjut untuk mempersiapkan ujian  Advance Subsidiary-Level  dan  A2-Level 

yang dikombinasikan menjadi  Advanced Level, sebagai persiapan memasuki 

universitas atau perguruan tinggi.

Sistem  Key Stage  hanya berlaku di England, Wales dan Irlandia Utara, 

sedangkan diSkotlandia digunakan  tahapan yang berbeda. Selain itu, di 

Skotlandiaujian GCSE digantikan oleh ujian Scottish Certificate of Education

(SCE)  Standard Grade,  sedangkan ujian  A-Level    digantikan dengan ujian  SCE

Higher Grade.

Perlu menjadi catatan penting bahwa ujian-ujian di atas tidak berlaku bagi 

semuasiswa. Setelah menyelesaikan pendidikan primer dan sekunder 9 tahun 

pertama,siswa dihadapkan pada berbagai pilihan. Pilihan ini diawali dengan 

pilihan matapelajaran yang dapat berujung mendapatkan kualifikasi yang 

berbeda-beda. Contohnya, selain mengikuti ujian GCSE, siswa dapat memilih 

untuk mengikutipendidikan lain seperti diploma.

9

E.  Kebijakan Pendidikan Agama di Inggris

Pendidikan Agama adalah mata pelajaran wajib dalam sistem pendidikan di 

Negara Inggris. Sekolah diminta untuk mengajarkan program studi agama 

sesuai dengan pedoman lokal dan nasional.

Pendidikan Agama di inggris diamanatkan oleh Undang -Undang 

Pendidikan 1944 sebagaimana telah diubah dengan Undang -Undang 

Reformasi Pendidikan 1988 dan Standart Sekolah dan Kerangka Undang -Undang 1998. Pemberian pendidikan agama adalah wajib disemua sekolah 

yang didanai negara, akan tetapi tidak wajib bagi setiap anak -anak untuk 

mengambil subjek (mata pelajaran). Subjek terdiri dari studi agama -agama, 

pemimpin agama, dari tema agama dan moral yang berbeda. Namun, 

9

T. A. Fauzi Sulaiman, Sistem Pendidikan di Inggris, (London : Atase Pendidikan, Kedutaan Besar 

Republik Indonesia(KBRI), 2014), hal. 30 

9

kurikulum yang dipakai didominasi dari agama kristen merupakan mayoritas 

isi subjek. Semua orang tua memiliki hak untuk menarik anak dari pendidikan 

agama, yang sekolah harus menyetujuinya.

Pendidikan Agama Islam yang dijalankan masyarakat minoritas muslim di 

inggris sesungguhnya merupakan upaya untuk memberikan pendidikan kepada 

keluarga masing-masing sesuai dengan norma yang dianutnya. Kurikulum 

pendidikan islam yang dikombinasikan dengan mata pelajaran yang lain, selain 

pelajaran agama merupakan suatu terobosan positif yang dilakukan oleh kaum 

muslimin di inggris dan memberikan pembelajaran bahwa pendidikan agama 

tidak bertolak belakang dengan ilmu -ilmu yang lain, bahkan bisa dikatakan 

adanya sinkronisasi atar ilmu pengetahuan tersebut.

10

10

Ismail Suardi Wekke Dan Ambo Tang,  Kultur Pendidikan Islam di Minoritas Muslim Inggris 

10

BAB III

PENUTUP

A.  Kesimpulan

1.  Tercatat sejak akhir abad ke-6 lembaga pendidikan di Kerajaan Inggris 

mulai berdiri. Salah satu tonggak penting dalam sejarah pendidikan di 

Inggris adalah pertama kalinya program wajib belajar diberlakukan yaitu 

pada tahun 1880 dimana wajib belajar diberlakukan saat itu hanya untuk 

anak berusia 5 sampai dengan 10 tahun. Setelah diberlakukannya undang -undang  Education and Skills Act  2008, maka mulai tahun 2013 sampai 

2015, batas  akhir usia wajib belajar tersebut akan bertahap meningkat 

menjadi 18 tahun.

2.  Sistem Pendidikan di Inggris, sistem pendidikan di Inggris dibagi menjadi 

5 yaitu: Pra-primer usia 3 -4 tahun, primer usia 4-11 tahun,  pendidikan 

sekunder usia 11-16 tahun, pendidikan lanjutan usia 16 -18 tahun, 

pendidikan tinggi usia diatas 18 tahun.

3.  Terdapat dua jenjang pendidikan yang diatur di dalam Kurikulum Nasional 

untuk England  (National Curiculum),  yaitu: Pendidikan Pra -Primer dan 

Pendidikan Primer dan Sekunder. Tidak terdapat kurikulum yang baku 

untuk Pendidikan Lanjutan dan Pendidikan Tinggi. Hal ini  dikarenakan 

beragamnya kualifikasi yang ada di jenjang pendidikan pasca 16 tahun. 

Setiap kualifikasi memiliki kurikulumnya masing-masing.

4.  Di setiap akhir tingkatan diadakan ujian,yang disebut  National Curiculum 

Test  dan    Key Stage test,  serta evaluasi keseharian siswa oleh para guru.

Jenjang  skunder umumnya diakhiri dengan ujian nasional  General 

Certificate of Secondary Education.  Setelah  tahap ini, kebayakan siswa 

meneruskan ke pendidikan lanjut untuk mempersiapkan ujian  Advance 

Subsidiary-Level  dan  A2-Level  yang dikombinasikan menjadi  Advanced 

Level, sebagai persiapan memasuki universitas atau perguruan tinggi.

5.  Pendidikan Agama adalah mata pelajaran wajib dalam sistem pendidikan 

di Negara Inggris. Sekolah diminta untuk mengajarkan program studi 

11

agama sesuai dengan pedoman lokal dan nasional.  Pendidikan Agama 

Islam yang dijalankan masyarakat minoritas muslim di inggris 

sesungguhnya merupakan upaya untuk memberikan pendidikan kepada 

keluarga masing-masing sesuai dengan norma yang dianutnya

12

DAFTAR PUSTAKA

Adziman M. Fauzan dan Soelaiman  Fauzi. Sistem Pendidikan di Inggris.  London: 

Kantor Atase  Pendidikan,  Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). 

2014.

Sholihul, M.  Sistem Perguruan Tinggi di Inggris  dalam 

https://Msholihul.files.wordpress.com/2012/05/bukupanduaninggris.pdf.

Sulaiman, T. A. Fauzi, Sistem Pendidikan di Inggris, (London : Atase Pendidikan, 

Kedutaan Besar Republik Indonesia(KBRI), 2014

Utami, Aprilliyana Dwi.   Pratikta Arihdya Caesar,dkk. Sistem Pendidikan Vokasi di 

Inggris.  London: Kantor Atase Pendidikan, Kedutaan Besar Republik 

Indonesia (KBRI). 2018.

Wekke Ismail Suardi dan Tang Ambo, Kultur Pendidikan Islam di Minoritas 

Muslim Inggris, Taqafiyyat, vol.17, no.1, juni 201 6

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KONSEP DASAR PERBANDINGAN PENDIDIKAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kata “Perbandingan Pendidikan” atau perbandingan pendidikan merupakan terjemahan dari bahasa “comparat...