SISTEM DAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN DI IRAN
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas pada matakuliah
“Perbandingan Pendidikan”
Dosen Pengampu:
Zainur Rofik
Disusun Oleh Kelompok 09/PAI F:
1. Muntaha Hermawan (201190179)
2. Nafi’atul Istiqomah (201190184)
3. Naily Khuriyatul ‘Aliyah (201190186)
Pendidikan Agama Islam
FakultasTarbiyah dan IlmuKeguruan
Institut Agama Islam Negeri Ponorogo
(IAIN) Ponorogo
2022
ii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena hanya dengan
segala rahmat-Nyalah akhirnya kami bisa menyusun makalah dengan judul
“Sistem dan Kebijakan Pendidikan di Iran”. Kami juga mengucapkan terima kasih
kepada Bapak Zainur Rofik selaku dosen pengampu kami yang telah memberikan
tugas ini kepada kami sehingga kami mendapatkan banyak tambahan pengetahuan
khususnya dalam masalah “Sistem dan Kebijakan Pendidikan di Iran”
Kami selaku penyusun berharap semoga makalah yang telah kami susun
ini bisa memberikan banyak manfaat serta menambah pengetahuan terutama
dalam hal “Sistem dan Kebijakan Pendidikan di Iran”.Selain itu, kami menyadari
bahwa makalah ini masih memiliki banyak kekurangan yang membutuhkan
perbaikan, sehingga kami sangat mengharapkan masukan serta kritik dari para
pembaca.
Ponorogo, 17 Mei 2022
Penyusun
iii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ...................................................................................... i
KATA PENGANTAR ................................................................................... ii
DAFTAR ISI ..................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN .............................................................................. 1
A. Latar Belakang .................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah ............................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN ............................................................................... 2
A . Sistem dan Kebijakan Pendidikan di Iran ........................................ 2
B. Tujuan dan Metode Pembelajaran di Iran ......................................... 6
C. Kurikulum Pendidikan di Iran .......................................................... 8
D. Pembiayaan Pendidikan di Iran ...................................................... 11
E. Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan ....................... 12
F. Perbandingan Pendidikan di Iran dan Indonesia .............................. 13
BAB III PENUTUP ...................................................................................... 16
A. Kesimpulan ...................................................................................... 16
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................... 18
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan sebuah tonggak landasan yang sangat penting
bagi kehidupan suatu bangsa, baik buruknya pendidikan sangat
mempengaruhi sebuah Negara, baik ekonomi, social, bahkan nilai-nilai moral
suatu bangsa. Dalam prakteknya, pendidikan tidak bisa dipisahkan dengan
konteks social, ekonomi, kultural dan politik dan tidak bisa berdiri sendiri,
bahkan pendidikan menjadi ajang pertarungan kepentingan yang bisa
membawa pengaruh pribadi dan kelompok dalam suatu masyarakat tertentu.
Dalam perkembangan sejarah Islam, bangsa Iran mempunyai peranan
dan andil yang sangat besar baik dari sisi penyebaran agama Islam, perluasan
wilayah, peradaban Islam, dan pendidikan. Dari daerah ini, muncul tokoh-tokoh atau pakar dari berbagai macam keahlian, diantaranya al-Biruni,
Muhammad Musa al-Khawarizmi, Umar khayam, dan lain-lain.
Iran pernah menjadi perhatian dunia dengan program nuklirnya yang
dianggap kontroversial. Terlepas dari itu semua, kemampuan yang dimiliki
iran pada hakikatnya adalah buah dari hasil kemajuan pendidikan yang
diperoleh bangsa Iran pasca revolusi 1979. Revolusi yang terjadi pada 1979
tidak hanya dalam aspek pemerintahan, tetapi juga dalam bidang pendidikan,
yaitu Islamisasi ilmu pengetahuan. Banyak perguruan tinggi yang ditutup dan
dibuka kembali secara berangsur-angsur mulai 1982-1983 dengan
menggunakan kurikulum yang Islami (Islamisasi ilmu pengetahuan).
Sangat perlu rasanya untuk mengkaji pengalaman yang dicapai oleh
bangsa Iran terutama dalam bidang pendidikan meliputi pendidikan Islam,
dan system pendidikan. Berkaitan dengan hal tersebut, kami akan membahas
mengenai Sistem dan Kebijakan Pendidikan di Iran.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana sistem dan kebijakan pendidikan di Iran?
2. Apa tujuan dan metode pembelajaran di Iran?
2
3. Bagaimana kurikulum pendidikan di Iran?
4. Bagaimana pembiayaan pendidikan di Iran?
5. Bagaimana pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan?
6. Bagaimana perbandingan pendidikan di Iran dan Indonesia?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui sistem dan kebijakan pendidikan di Iran.
2. Untuk mengetahui tujuan dan metode pembelajaran di Iran.
3. Untuk mengetahui kurikulum pendidikan di Iran.
4. Untuk mengetahui pembiayaan pendidikan di Iran.
5. Untuk mengetahui pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan.
6. Untuk mengetahui perbandingan pendidikan di Iran dan Indonesia.
3
BAB II
PEMBAHASAN
A. Sistem dan Kebijakan Pendidikan di Iran
1. Sistem Pendidikan Di Iran
Negara Iran berada di kawasan Timur Tengah tepatnya wilayah
Asia Barat Daya dan di masa awal Iran dikenal dengan nama Persia
meskipun belakangan setelah adanya Revolusi Iran kemudian menjadi
Republik Islam Iran. Selama abad kesembilan belas, pendidikan secara
bertahap menjadi salah satu fokus utama reformasi di sana, bukan hanya
mengirimkan mahasiswa ke luar negeri akan tetapi banyak mendatangkan
instruktur dari Eropa utamanya untuk mengajar para militer setelah
kekalahannya dalam perang melawan Rusia. Sampai sekarang pun banyak
pelajar atau mahasiswa dari Iran menimba ilmu di luar negaranya dengan
berbagai alasan.
Di Iran sendiri, pemerintah pusat lewat Kementerian Pendidikan
bertanggung jawab untuk pembiayaan dan mengontrol administrasi
pendidikan dasar dan menengah. Di tingkat loka, pendidikan diawasi
melalui pemerintah provinsi dan kantor kecamatan. Selain itu,
Departemen Pendidikan mengawasi ujian nasional, memonitor standar,
menyelenggarakan pelatihan guru, mengembangkan kurikulum dan materi
pendidikan, mendanai pembangunan, dan pemeliharaan sekolah.
Sedangkan Dewan Tinggi Pendidikan adalah badan legislative yang
menyetujui semua kebijakan dan peraturan yang berhubungan dengan
pendidikan. Untuk sekolah swasta (non-profit) sebagian didanai oleh
pemerintah dan beroperasi di bawah pengawasan Departemen
Pendidikan.
1
Pendidikan wajib belajar berlangsung sampai kelas 8 dan
dilaksanakan secara gratis untuk masyarakat. Tingkatan pada pendidikan
dasar dibagi menjadi lima tahun pada tingkat pertama dan tiga tahun
1
M Nurul Ikhsan Saleh, Perbandingan Sistem Pendidikan Di Tiga Negara: Mesir, Iran Dan
TurkiJurnal Pendidikan Islam, Vol. IV No. 1, Juni 2015, 57. (49 -70)
4
untuk tingkat lanjutan. Pada tingkat dasar, siswa melakukan proses
pembelajaran sebanyak 24 jam per minggu. Kurikulum mencakup studi
Islam, sejarah Persia, menulis, IPS, MTK, dan IPA. Sedangkan pada
tingkat bimbingan, siswa melakukan 28-31 jam pembelajaran per minggu.
Ada kurikulum nasional yang seragam untuk semua sekolah, dan mata
pelajaran yang dibahas adalah sama seperti pada tingkat dasar. Pada
tingkat bimbingan untuk mempersiapkan siswa naik ke jenjang
pendidikan selanjutnya.
2
Pada tingkat kelas 5 dan 8 siswa akan menghadapi ujian akhir,
apabila gagal maka harus mengulang dan mengambil ujian lagi tahun
berikutnya. Jika siswa gagal kedua kalinya, maka harus mengikuti
pelatihan kejuruan dasar. Pemeriksaan yang diadakan pada bulan Juni di
akhir setiap tahun akademik, dilakukan oleh otoritas pendidikan provinsi.
Sedangkan pada tingkat sekolah menengah atas yang ditempuh selama
tiga tahun, ujian di adakan dua kali setahun, tapi yang paling penting
adalah ujian akhir. Siswa dari jurusan umum dan teknik akan diberikan
Diplom-e Motevaseteh (Sertifikat Penyelesaian Sekolah Menengah)
setelah berhasil menyelesaikan studi dan telah melewati ujian nasional
yang diadakan pada kelas 11.
3
Adapun pada tingkat perguruan tinggi, kompetisi untuk masuk ke
dalamnya sangatlah ketak dan penentuan kelulusan didasarkan pada hasil
ujian masuk universitas. Pendaftaran dilakukan di bulan Juni setiap tahun,
dengan hanya 10% kursi yang disediakan dari sekitar 1,5 juta peserta
untuk lolos di salah satu perguruan tinggi negeri. Namun begitu,
pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas dengan
memperbesar universitas yang ada. Semua lembaga pendidikan tinggi,
kecuali lembaga media berada di bawah pengawasan Departemen Ilmu
2
Ibid, 57-58.
3
Ibid, 58.
5
Pengetahuan, Riste dan Teknologi. Sedangkan universitas media diawasi
oleh Departemen Kesehatan, Pengobata dan Pendidikan Kedokteran.
4
2. Kebijakan Pendidikan Di Iran
Undang-Undang Dasar Republik Iran memberi penekanan pada
kewajiban pendidikan dan pengajaran. Itulah sebabnya pemerintah
menyediakan sarana cuma-cuma bagi para pemuda dan anak-anak sampai
tingkat sekolah menengah pertama. Kementerian Pendidikan dan
pengajaran bertugas mengurusi anak-anak agar mendapat pendidikan
dasar hingga tamat SMP.
Jenjang pendidikan di Iran dimulai dari taman kanak-kanak yang
bersifat opsional (tidak wajib) untuk anak yang berkisar umur 5-6 tahun,
lama pendidikan satu tahun. Kemudian pada tingkat pendidikan dasar
untuk anak berumur 6 tahun sampai 11 tahun, jangka waktu pendidikan 5
tahun, wajib diikuti oleh semua warga negara. Pendidikan
menengah/siklus orientasi (Rahnamayi) untuk anak berkisar antara umur
11 tahun sampai dengan 14 tahun. Lama belajar 3 tahun, wajib diikuti
oleh setiap warga negara. Untuk tingkat SMA (Dabirestan), lama belajar
3 tahun, tidak diwajibkan bagi setiap warga negara. Pada tingkat ini,
pendidikan telah mengarah kepada keterampilan/teknis dimana teori dan
prkatik diseimbangkan. Untuk teori terdiri atas MTK, Fisika, Ilmu
Eksperimen, Sastra, dan Humaniora.
Sebelum melanjutkan pada Perguruan Tinggi atau universitas,
setiap siswa harus mengikuti persiapan masuk ke perguruan tinggi
(Konkoor) selama satu tahun. Setelah lulus persiapan masuk perguruan
tinggi, khusus fakultas kedokteran dan sastra parsi di kampus-kampus
Iran, mahasiswa tidak perlu membayar biaya apapun.
5
4
Ibid, 61.
5
Haris Riadi & Johan Andriesgo, Analisis Sistem Pendidikan Islam Di Negeri Mullah Republik
Islam IranJurnal Akademika, Vol. 15 No. 2, Desember 2019, 8. (5-18)
6
B. Tujuan dan Metode Pembelajaran di Iran
1. Tujuan Pendidikan Di Iran
Pada tahun 1957 M, Kementerian Pendidikan Republik Islam Iran
mengumumkan bahwa tujuan pendidikan yaitu:
a. Untuk pengembangan fisik, peserta didik harus belajar olahraga dan
kesehatan (perhatian terhadap kedua aspek ini telah dimulai sejak
lama). Hal ini tampak pada mata pelajaran Military Service
Preparation (khususnya siswa laki-laki) pada kelas 8, sedangkan pada
siswa perempuan tidak diwajibkan.
b. Untuk pengembangan sosial, peserta didik harus belajar menghormati
keluarga, masyarakat dan kebebasan. Mereka harus memahami
kehidupan sosial-ekonomi, dan berusaha hodup di dalamnya dan untuk
masyarakat. Hal ini dituangkan dalam pelajaran Social Sciences.
c. Untuk pengembangan intelektual, peserta didik harus belajar berpikir,
kalau dapat melalui pengalaman mereka sendiri. Mata pelajaran yang
dikaitkan dengan hal tersebut adalah mata pelajaran matematika dan
sains (IPA), sejarah, geografi, dan kejuruan.
d. Untuk pengembangan moral, peserta didik harus mengerti agama,
kebudayaan dan peradaban, sehingga dengan itu mereka mampu
mengendalikan diri sendiri, karenanya mata pelajaran agama yang
mencakup pendidikan agama, bahasa Arab, dan al-Quran mendapat
perhatian cukup besar dalam pengalokasian waktu pelajaran di tingkat
Sekolah Menengah Pertama di Iran.
e. Untuk pengembangan estetika, peserta didik harus cinta pada alam,
dan memperkuat kepribadiannya melalui seni.
6
Setelah Revolusi Islam Iran pada 1979, sistem pendidikan Iran
mengalami perubahan yang sangat mendasar dan semua upaya pendidikan
harus disesuaikan dengan prinsip-prinsip Islam. prioritas harus diletakkan
pada terjaminnya usaha mendidik anak-anak dan generasi muda sehingga
6
M. Noor Fuady, Pendidikan Islam Di Iran (Tinajaun Historis Pra dan Pasca Revolusi) Jurnal
Tarbiyah Islamiyah, Vol. 6 No. 2. Juli-Desember 2016, 103. (101-109)
7
menjadi Muslim yang konsekuen dan punya komitmen yang tinggi
terhadap agama Islam. upaya pendidikan didasarkan pada al-Quran,
tradisi Islam, dan konstitusi republik Islam Iran sebagai dasar dalam
merumuskan tujuan dan sasaran pendidikan.
Tujuan dan sasaran pendidikan dirumuskan dari berbagai sumber,
termasuk konstitusi dan laporan Dewan Tertinggi perubahan dasar
pendidikan yang ditunjuk oleh Dewan Tertinggi Revolusi Kebudayaan
Iran. Sumber-sumber ini menggariskan bahwa pembangunan nasional
adalah sasaran utama pendidikan. Oleh karena itu, pendidikan harus
dikembangkan untuk meningkatkan produktivitas, mewujudkan integrasi
sosial, moral, dan spiritual dengan penekanan utama untuk memperkuat
dan mendorong keimanan terhadap Islam. Pendidikan juga harus
menekankan pentingnya peningkatan kualitas tenaga kerja dalam semua
jenis dan level perokonomian, dan dengan demikian, pendidikan harus
dipandang sebagai investasi untuk masa depan.
7
2. Metode Pembelajaran Di Iran
Metodologi pengajaran bermula menirukan cara yang dipakai di
maktab yang bernuansa keagamaan dan mengutamakan hafalan.
Kenyataan bahwa pada awal abad ke-20 kelas cenderung besar dan buku-buku sangat kurang. Metode hafalan menjadi lebih popular. Begitu juga
dengan sistem pekerjaan rumah yang tidak lebih hanya sekedar menyalin
kalimat-kalimat dari buku teks bahkan disalin beberapa kali. Dengan
didirikannya sekolah-sekolah pendidikan guru, dimulailah dengan
memperkenalkan metode aktif. Pada beberapa sekolah di pedesaan
metode ini kelihatannya menampakkan hasil yang memuaskan yang guru-gurunya adalah anggota korp pria dan wanita yang belum kenal metode
hafalan. Tetapi refomrasi metode mengajar harus menghadapi cara lama
7
Ibid,.
8
yang sudah tertanam lama, yaitu mengandalkan hafalan da ingatan
(memorization).
8
C. Kurikulum Pendidikan di Iran
a. Spesifikasi Kurikulum
1) Pendidikan Pra Sekolah
Pada jenjang pra sekolah murid diajarkan mengenai belajar
bahasa, pengantar matematika, dan konsep sains, lebih pada nilai-nilai
agama dan kepercayaan. Selain itu juga meliputi tentang kegiatan
ketrampilan seperti kerajinan tangan, menggunting, mencetak,
menggambar, bercerita, bermain dan berolahraga.
2) Pendidikan Dasar
Fokus kurikulum pendidikan dasar adalah pengembangan
ketrampilan dasar seperti membaca dan berhitung, studi lingkungan
dengan tema fisik dan fenomena sosial, serta pembelajaran agama.
Semua mata pelajaran dan buku pelajaran diputuskan dan disiapkan
pada level pusat.
3) Pendidikan Menengah
a) Pendidikan Menengah Rendah
Kelompok agama minoritas melakukan pembelajaran khusus
mereka dan terdapat daftar bacaan khusus untuk kelompok Sunni.
Pembelajaran dilaksanakan dengan bahasa Persia pada semua
level. Untuk daerah bilingual, maka diadakan kursus satu bulan
untuk mengajarkan kunci-kunci konsep bahasa sebelum tahun
ajaran baru dimulai. Ujian dilakukan pada akhir kelas III oleh
level kabupaten dan provinsi.
b) Pendidikan Menengah Atas
8
Sofi Atun, Perbandingan Pendidikan Di Negara Iran Academia
(https://www.academia.edu/26298455/perbandingan_pendidikan_dinegara_iran diakses pada
tanggal 12 Mei 2022)
9
Mata pelajaran yang ditawarkan dikelompokkan dalam
jurusan sebagai berikut: Pertama, Jurusan akademik: tujuan
jurusan ini adalah mempromosikan pengetahuan umum dan
budaya. Terdapat ujian akhir yang dikelola oleh tingkat nasional
dan bagi siswa yang lulus mendapat ijazah diploma. Kedua,
Jurusan teknik dan pendidikan kejuruan. Ketiga, Jurusan kar-donnesh (knowledge skill): Tiap kar-danesh mempunyai silabi
yang dikembangkan di bawah sekretariat pendidikan menengah
proses pendidikan ini mencakup 400 ketrampilan. Berbeda dengan
jurusan yang lain, pendidikan ini berbasis kompetensi dan siswa
yang berhasil dianugerahi ijazah terampil tingkat II, dan diploma.
c) Pendidikan Perguruan Tinggi
Program satu tahun pra-universitas tersedia bagi siswa yang
berhasil lulus dari Sekolah Menengah Atas jurusan akademik.
Bagi yang mengambil jurusan teknik dan kejuruan, setelah lulus
dapat mendaftar pada program dua tahun yang dapat
mengantarkan di dalamnya termasuk universitas, collage dan
pusat-pusat pendidikan tinggi. Universitas dibagi menjadi
beberapa kategori, yaitu universitas umum dan khusus, universitas
teknologi komprehensif, universitas terbuka, dan universitas
kedokteran.
Disamping pendidikan formal sebagaimana di atas, Iran juga
memiliki lembaga pendidikan non-formal seperti masjid dan lainnya
yang diberdayakan untuk membantu mempercepat pemberantasan buta
aksara di kalangan lanjut usia. Sejauh ini Iran bekerjasama dengan
UNESCO dan UNDP.
9
b. Metode dan Jam Pelajaran
1) Metode Pembelajaran
9
Ahmad Al-Usairy, Sejarah Islam Sejak Zaman Nabi Adam Hingga Abad XX, (Jakarta:
Akbar Media, 2011), 438-442.
10
Metodologi pengajaran bermula menirukan cara yang dipakai di
maktab yang bernuansa keagamaan dan mengutamakan hafalan.
Kenyataan bahwa pada awal abad ke-20, kelas cenderung besar dan
buku-buku sangat kurang. Metode hafalan menjadi lebih populer.
Begitu juga dengan sistem pekerjaan rumah yang tidak lebih hanya
sekedar menyalin kalimat-kalimat dari buku teks bahkan disalin
beberapa kali. Dengan didirikannya sekolah-sekolah pendidikan guru,
dimulailah memperkenalkan metode aktif. Pada beberapa sekolah di
pedesaan metode ini kelihatannya menampakkan hasil yang
memuaskan yang guru-gurunya adalah anggota korp pria dan wanita
yang belum kenal metode hafalan. Tetapi, reformasi metode mengajar
harus menghadapi cara lama yang sudah tertanam lama, yaitu
mengandalkan hafalan dan ingatan.
2) Jam Pelajaran
Sejak tahun 1973 sampai revolusi Islam tahun 1979, hambatan
utama bidang pendidikan di Iran adalah Sumber Daya Manusia. Di
kota, persediaan guru cukup memadai untuk melayani Pendidikan
Dasar bagi semua orang walaupun cukup banyak guru-guru itu tidak
sepenuhnya memenuhi syarat dan kelas cenderung besar. Menurut
Undang-Undang Dasar negara Iran pendidikan dasar adalah wajib
walaupun lamanya tidak disebutkan dan gratis. Tetapi Undang-Undang ini belum pernah terlaksana. Halangan utama dalam usaha
peningkatan enrollment pada tingkat Pendidikan Dasar adalah
kemampuan lembaga pendidikan guru untuk menghasilkan guru.
Perkembangan ini lambat disebabkan terbatasnya jumlah dosen yang
memenuhi kualifikasi.
c. Dinamika Kurikulum
Kurikulum pendidikan di Iran dilaksanakan secara terpusat.
Panitia-panitia khusus dibentuk untuk melakukan pengkajian ulang atau
review dan memberikan rekomendasi yang diajukan panitia-panitia lokal
dari daerah yang berbeda-beda dan para ahli. Pengidentifikasian
11
kebutuhan pendidikan dasar dilakukan oleh badan koordinasi dasar dan
rekomendasi panitia khusus. Panitia ini membuat saran-saran mengenai isi
dan metodologi untuk tiap mata pelajaran pada setiap tingkat kelas. Tetapi
pada akhirnya badan koordinasilah yang mengalokasikan waktu untuk
setiap mata pelajaran pada setiap level. Hasil bahasan badan koordinasi
dan panitia khusus dikirim kepada Dewan Tinggi pendidikan untuk
mendapat persetujuan akhir. Dewan ini selanjutnya menyampaikan
rencana tersebut kepada para penulis untuk dijadikan buku teks yang
disusun oleh para penulis dan mengusulkan revisi. Sedangkan pada
tingkat perguruan tinggi para dosen yang menentukan isi mata kuliah.
D. Pembiayaan Pendidikan di Iran
Anggaran kementrian pendidikan pada tahun 1996 adalah 6.130
milyar riyal (RI), merupakan 3,8% dari anggaran belanja Negara. Anggaran
yang disetujui adalah RI 5.455,6 milyar riyal, tetapi untuk menyediakan dana
talangan bagi kementrian pendidikan, beberapa tambahan dana telah
dialokasikan dan anggaran pendidikan bertambah menjadi RI 6.130 milyar
riyal. Selain itu, untuk meningkatkan anggaran, beberapa kesepakatan telah
disetujui selama dua tahun terakhir untuk memberikan sumber dana baru bagi
kementrian pendidikan. Pada tahun 2003, total pembiayaan pendidikan
(termasuk pendidikan dasar hingga pra-universitas) sejumlah RI 39, 880
milyar riyal atau 12% dari total anggaran belanja Negara pada tahun 2001.
Pendidikan di Iran didanai oleh pemerintah. Walaupun terdapat
sekolah-sekolah swasta, pemerintah tetap memberikan subsidi atau subsidi
guru dan staf, walaupun sumbangan dari orang tua siswa juga ada untuk
keperluan pemeliharaan sekolah (maintenance). Biaya untuk uang sekolah
pada sekolah swasta tidak terlalu tinggi.
12
E. Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Sistem sekolah berada di bawah yurisdiksi Kementerian Pendidikan
Dan Pelatihan. Selain sekolah, Kementerian ini juga memiliki tanggung
jawab untuk pelatihan guru dan lembaga teknis. Departemen Pendidikan
mempekerjakan jumlah tertinggi pegawai negeri sipil 42% dari total dan
menerima 21% dari anggaran nasional. Sebanyak 15.018.903 siswa telah
bersekolah di sekolah dengan 87.024 kelas 485.186 di seluruh negeri pada
tahun akademik 1990-1991. Dengan rincian sebagai berikut: 509 sekolah
untuk anak-anak cacat, 3.586 TK, 59.280 Sekolah Dasar, 15.580 Sekolah
Menengah Pertama, 4.515 Sekolah Menengah Atas, 380 Sekolah Teknik, 405
Studi Bisnis dan sekolah-sekolah kejuruan, 64 Sekolah Pertanian, 238 kota
dan 182 guru sekolah dasar pedesaan akademi pelatihan, tujuh kejuruan dan
professional latihan guru dan 19 lembaga perguruan tinggi teknologi. Ada
juga 2.259 sekolah-sekolah pendidikan orang dewasa.
10
Kesejahteraan guru rata-rata gaji guru terendah perbulan USS300 gaji
guru untuk golongan Ia dengan masa kerja 0 tahun Rp. 1.040.000,- dan
pegawai golongan IV/a dengan masa kerja 32 tahun sebesar Rp. 2.880.800
dan program sertifikasi guru untuk guru professional. Anggaran Pendidikan
Pemerintah menganggarkan hampir 40% APBN untuk pendidikan Pemerintah
menganggarkan untuk pendidikan 20% dari anggaran APBN meski belum
terealisasi sepenuhnya.
Semenjak tahun 1973 sampai revolusi Islam tahun 1979, hambatan
utama dalam bidang pendidikan di Iran ialah sumber daya manusia.
Kekurangan guru juga terjadi pada tingkat sekolah menengah, terutama pada
sekolah-sekolah kejuruan dan teknik. Disini banyak lulusan yang baik-baik,
mereka tertarik dengan kemungkinan akan mendapat pekerjaan dengan gaji
tinggi di negeri yang industrinya berkembang dengan cepat. Perluasan system
universitas diharapkan dapat menyediakan suplay guru untuk sekolah
menengah. Sama halnya dengan pertumbuhan yang cepat di tingkat
10
Haris Riadi, Johan Andriesgo, Analisis Sistem Pendidikan Islam Di Negeri Mullah
Republik Islam Iran, Akademika: Vol. 15 No. 2 Desember 2019, 12.
13
pendidikan tinggi menuntut staff pengajar yang punya kualifikasi serta para
administrator. Ada kemajuan yang diperoleh dalam memenuhi persyaratan
personil universitas, yaitu dengan mengangkat para lulusan yang pulang
setelah menyelesaikan pendidikan lanjutan diluar negeri. Kenyataan bahwa
hampir seperdua mahasiswa Iran tingkat pendidikan tinggi belajar di luar
negeri, juga memberi harapan dan angin segar bagi pendidikan tinggi di Iran.
F. Perbandingan Pendidikan di Iran dan Indonesia
1. Jenjang pendidikan formal Iran secara garis besar adalah:
a. Pendidikan Prasekolah
Pendidikan prasekolah umumnya dilaksanakan oleh lembaga-lembaga swasta. Tujuan umum pendidikan awal ini adalah untuk
mempersiapkan anak-anak memasuki pendidikan formal. Kegiatan-kegiatan pada prasekolah ini antara lain permainan bersama,
membacakan cerita-cerita, bernyanyi, permainan aktivitas dan
pekerjaan tangan yang perlengkapannya sangat sederhana seperti
kertas, papan tulis dan pena.
11
b. Pendidikan Dasar
Pendidikan dasar dimulai pada anak berumur enam tahun dan
berlangsung selama lima tahun dan kemudian diikuti dengan
bimbingan atau orientasi selama 3 tahun. Pendidikan orientasi
dimaksudkan bagi anak-anak yang bercita-cita untuk melanjutkan
pendidikannya di masa depan atau mencari pekerjaan.
c. Pendidikan Menengah
Pendidikan menengah diselenggarakan selama 4 tahun dan
dibagi dalam 2 jalur yang telah lama dan lebih besar adalah jalur
akademik yang terbagi dalam dua bidang yaitu sains dan humaniora.
Jalur kedua yaitu jalur pendidikan teknik dan kejuruan yang kurang
berkembang dan terdiri dari dua bidang, industry dan pertanian.
11
Binti Maunah, Perbandingan Pendidikan Islam, (Yogyakarta: Penerbit Teras, 2011), 8 -10.
14
d. Pendidikan Tinggi
Pendidikan tinggi terbagi dalam sekolah tinggi pendidikan guru
yang tidak menuntut tamatan pendidikan menengah sebagai
persyaratan masuk dan berbagai sekolah tinggi lain dan universitas.
Tetapi banyak mahasiswa yang belajar di luar negeri.
Jenjang pendidikan Iran pada awal dekade 1990 membuka
kesempatan luas bagi siswa –siswi untuk belajar sesuai dengan bakat. Juga
terbuka pintu bagi siswa-siswi tamatan pendidikan menengah atas untuk
melanjutkan pendidikannya ke tingkat pendidikan tinggi. Lembaga-lembaga tinggi mencakup universitas, pusat-pusat pendidikan guru dan
fakultas-fakultas teknik.
2. Jenjang pendidikan di Indonesia
Berdasarkan Undang-undang Pendidikan Nasional tahun 2003.
Jalur, jenjang dan jenis pendidikan dapat diwujudkan dalam bentuk satuan
pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah,
dan masyarakat. Adapun jenjang pendidikan tersebut antara lain:
a. Pendidikan Anak Usia Dini
Pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang
pendidikan dasar. Pada PAUD ini dapat diselenggarakan melalui jalur
formal, non formal dan informal. Pendidikan anak usia dini pada jalur
formal berbentuk Taman Kanak-Kanak (TK), Raudhatul Athfal (RA),
atau bentuk lain yang sederajat. Pendidikan anak usia dini pada jalur
pendidikan non formal berbentuk kelompok bermain (KB), Taman
Penitipan Anak (TPA), atau bentuk lain yang sederajat.
b. Pendidikan Dasar
Pendidikan Dasar merupakan jenjang pendidikan yang
melandasi jenjang pendidikan menengah. Pendidikan dasar berbentuk
Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau bentuk yang
sederajat serta Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah
Tsanawiyah (MTs). Akhir kelas enam siswa harus mengikuti UJian
Nasional sebagai syarat untuk mengikuti SMP/MTs.
15
c. Pendidikan Menengah
Pendidikan menengah merupakan lanjutan pendidikan dasar.
Pendidikan menengah terdiri atas pendidikan menengah umum dan
pendidikan menengah kejuruan. Pendidikan menengah berbentuk
Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah
Menengah Kejuruan (SMK) dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK),
atau bentuk lain yang sederajat.
d. Pendidikan Tinggi
Pendidikan Tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah
pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma,
sarjana, magister, spesialis dan doktor yang diselenggarakan oleh
perguruan tinggi.
16
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Negara Iran berada di kawasan Timur Tengah tepatnya wilayah Asia
Barat Daya dan di masa awal Iran dikenal dengan nama Persiap meskipun
belakangan setelah adanya Revolusi Iran kemudian menjadi Republik Islam
Iran. Pendidikan wajib belajar berlangsung sampai kelas 8 dan dilaksanakan
secara gratis untuk masyarakat. Tingkatan pada pendidikan dasar dibagi
menjadi lima tahun pada tingkat pertama dan tiga tahun untuk tingkat
lanjutan. Undang-Undang Dasar Republik Iran memberi penekanan pada
kewajiban pendidikan dan pengajaran. Itulah sebabnya pemerintah
menyediakan sarana cuma-cuma bagi para pemuda dan anak-anak sampai
tingkat sekolah menengah pertama.
Pada tahun 1957 M, Kementerian Pendidikan Republik Islam Iran
mengumumkan bahwa tujuan pendidikan yaitu untuk pengembangan fisik,
peserta didik harus belajar olahraga dan kesehatan, untuk pengembangan
sosial, untuk pengembangan intelektual, untuk pengembangan moral, dan
untuk pengembangan estetika. Metodologi pengajaran bermula menirukan
cara yang dipakai di maktab yang bernuansa keagamaan dan mengutamakan
hafalan. Kurikulum pendidikan di Iran dibagi menjadi dua segi yaitu
Pertama, spesifikasi kurikulum meliputi pendidikan pra sekolah, pendidikan
dasar, pendidikan menengah. Kedua, metode dan jam pelajaran dan yang
Ketiga, dinamika kurikulum.
Anggaran kementrian pendidikan pada tahun 1996 adalah 6.130
milyar riyal (RI), merupakan 3,8% dari anggaran belanja Negara. Anggaran
yang disetujui adalah RI 5.455,6 milyar riyal, tetapi untuk menyediakan dana
talangan bagi kementrian pendidikan, beberapa tambahan dana telah
dialokasikan dan anggaran pendidikan bertambah menjadi RI 6.130 milyar
riyal. Pendidikan di Iran didanai oleh pemerintah. Walaupun terdapat
sekolah-sekolah swasta, pemerintah tetap memberikan subsidi atau subsidi
17
guru dan staf, walaupun sumbangan dari orang tua siswa juga ada untuk
keperluan pemeliharaan sekolah (maintenance).
Perbandingan pendidikan di Iran secara garis besar adalah pendidikan
prasekolah, pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi.
Jenjang pendidikan Iran pada awal dekade 1990 membuka kesempatan luas
bagi siswa –siswi untuk belajar sesuai dengan bakat. Sedangkan jenjang
pendidikan di Indonesia berdasarkan Undang-undang Pendidikan Nasional
tahun 2003. Jalur, jenjang dan jenis pendidikan dapat diwujudkan dalam
bentuk satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah, Pemerintah
Daerah, dan masyarakat.
18
DAFTAR PUSTAKA
Saleh Ikhsan Nurul M. 2015. Perbandingan Sistem Pendidikan Di Tiga Negara:
Mesir, Iran Dan Turki Jurnal Pendidikan Islam. Vol. IV No.1 Juni.
Fuady Noor M. 2016. Pendidikan Islam Di Iran (Tinajaun Historis Pra dan Pasca
Revolusi) Jurnal Tarbiyah Islamiyah. Vol. 6 No. 2 Juli-Desember.
Atun Sofi. Perbandingan Pendidikan Di Negara Iran Academia
(https://www.academia.edu/26298455/perbandingan_pendidikan_dinegara_ira
n diakses pada tanggal 12 Mei 2022).
Al-Usairy Ahmad. 2011. Sejarah Islam Sejak Zaman Nabi Adam Hingga Abad
XX. Jakarta: Akbar Media.
Johan Andriesgo, Haris Riadi. 2019. Analisis Sistem Pendidikan Islam Di Negeri
Mullah Republik Islam Iran. Akademika: Vol. 15 No. 2 Desember.
Binti Maunah. 2011. Perbandingan Pendidikan Islam. Yogyakarta: Penerbit
Teras.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar