SISTEM DAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN DI AUSTRALIA
Makalah ini disusun guna memenuhi tugas pada mata kuliah
“Perbandingan Pendidikan”
Dosen pengampu :
Zainur Rofik
Disusun Oleh:
Kelompok 6 /PAI F Semester 6
Nafiatul Wakhidah (201190185)
Novinda Ellysta Sari (201190202)
Nilna Amalina R. (201190194)
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PONOROGO
APRIL 2022
ii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena hanya dengan segala rahmat-Nyalah akhirnya kami bisa menyusun makalah dengan judul “Sistem dan Kebijakan
Pendidikan di Australia”. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada Bapak Zainur Rofik
selaku dosen pengampu kami yang telah memberikan tugas ini kepada kami sehingga kami
mendapatkan banyak tambahan pengetahuan khususnya dalam masalah Perbandingan
Pendidikan.
Kami selaku penyusun berharap semoga makalah yang telah kami susun ini bisa
memberikan banyak manfaat serta menambah pengetahuan terutama dalam hal “Sistem dan
Kebijakan Pendidikan di Australia”. Selain itu, kami menyadari bahwa makalah ini masih
memiliki banyak kekurangan yang membutuhkan perbaikan, sehingga kami sangat
mengharapkan masukan serta kritik dari pembaca.
Ponorogo, 26 Maret 2022
Penyusun
iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan adalah kunci keberhasilan sebuah negara, bahkan kemajuan sebuah
negara salah satunya tergantung dengan bagaimana pemerintahan sebuah negara
memuliakan pendidikan dan pemerataannya, karena pendidikan merupakan hak asasi
setiap warga negara. Setiap warga negara Indonesia berhak mendapatkan pendidikan yang
bermutu sesuai dengan minat dan bakat tanpa memandang gender, status sosial,
statusekonomi, suku, etnis dan agama. Untuk memenuhi tujuan-tujuan pendidikan diatas,
dan sebagai tolak ukur mutu dan keberhasilan di negara kita, kita dapat melakukan
perbandingan sistem pendidikan negara lain, dalam hal ini salah satu negara yang dapat
kita perbandingkan sistem pendidikannya dengan negara Indonesia adalah negara
Australia.
Australia adalah sebuah negara industri yang demokratis dan sistem pendidikannya
banyak kesamaannya dengan sistem pendidikan negara-negara lain khususnya negara-negara Persemakmuran. Namun demikian, karena faktor sejarah, geografi dan bentuk
sosial politiknya telah membuat struktur dan masalah pendidikan menjadi unik.
Pemerintah Australia mengupayakan agar jumlah siswa yang putus sekolah dapat ditekan
seminimal mungkin, karena putus sekolah bisa berdampak pada pengangguran dan
kualitas kerja. Komitmen pemerintah Australia untuk mengantisipasi hal tersebut
melakukan langkah proaktifdengan menyediakan bantuan keuangan bagi siswa-siswa
menengah, terutama pada tahun-tahun terakhir dan berusia dibawah 19 tahun. Oleh karena
itu, dalam makalah ini kami akan membahas dan menguraikan bagaimana potret sistem
pendidikan yang ada di Australia dan income negara Australia.
Kita dapat megetahui informasi tentang sistem pendidikan negara Australia dengan
berbagai cara, dan salah satunya melalui makalah yang sangat sederhana ini, dalam
makalah ini dipaparkan sedikit tentang sistem pendidikan Australia dan dapat kita pahami
sebagai bahan untuk sedikit memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana Sistem dan Kebijakan Pendidikan di Australia?
2. Bagaimana Tujuan Pendidikan di Australia?
3. Bagaimana Manajemen Pendidikan di Australia?
iv
C. Tujuan
1. Untuk Mengetahui Sistem Dan Kebijakan Pendidikan Di Australia.
2. Untuk Mengetahui Tujuan Pendidikan Di Australia.
3. Untuk Mengetahui Manajemen Pendidikan Di Australia
1
BAB II
PEMBAHASAN
A. Sistem dan Kebijakan Pendidikan di Australia
1. Tinjauan Umum
Pemerintah negara bagian dan teritori australia memegang peranan penting
dalam hal manajemen dan administrasi pendidikan sektor sekolah. Setiap negara
bagian dan teritori mempunyai hukum dan peraturan-peraturan terkait mengenai
kurikulum, akreditasi program studi, ujian bagi siswa dan penghargaan bagi siswa.
Pemerintah australia memegang peranan kepemimpinan secara nasional dan
bekerjasama dengan pemerintah negara-negara bagian dan teritori serta pihak-pihak
industri dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas dan keefektipan sekolah. D i
australia, tahun ajaran adalah dari akhir bulan januari, atau awal bulan februari, sampai
dengan awal bulan desember. Kebanyakan negara bagian dan teritori menggunakan
sistem tahun ajaran yang mencakup empat triwulan. Tasmania mempunyai sistem
tahun ajaran yang terdiri dari tiga kuartalan. Terdapat dua kategori besar sekolah-sekolah australia. Sekolah-sekolah negeri beroperasi di bawah tanggung jawab
langsung dari pemerintah negara bagian atau teritori. Sekolah-sekolah negeri
menerima pendanaan inti dari pemerintah negara bagian atau teritori dan pendanaan
tambahan dari pemerintah federal. Sekolah-sekolah selain sekolah negeri menerima
pendanaan tambahan dari pemerintah federal dan pemerintah negara bagian/teritori,
dan suatu proporsi pendanaan yang besar dari sumbangan swasta dan biaya-biaya
sekolah. Sekolah-sekolah selain dari sekolah negeri umumnya mempunyai afiliasi
agama atau gaya pengajaran yang khusus dan di australia sejumlah besar sekolah -sekolah selain sekolah negeri adalah sekolah katolik.
1
2. Jenjang Pendidikan di Australia
Pada dasarnya jenjang pendidikan di Australia dapat digolongkan menjadi tiga
tingkatan, yaitu:
2
a. Sekolah Dasar (Primary School)
Waktu yang diperlukan untuk menyelesikan pendidikan dasar adalah 6 – 7
tahun. Pada umumnya siswa memasuki pendidikan dasar pada umur 6 atau 7 tahun.
1
Shannon Smith, dkk, Get to Know Australian Schools : Mengenal Sekolah-Sekolah di Australia (Jakarta:
Kedutaan Besar Australia, Departemen Pendidikan, 2010), Hal.8
2
Msholihulh.files.wordpress.com/2022/03/bukupanduanaustralianz.pdf
2
Berbeda dengan di Indonesia dimana siswa diharuskan menempuh ulangan-ulangan dan ulangan umum untuk dapat naik ke kelas berikutnya, siswa di sekolah
dasar di Australia tidak mengenal ulangan. Mereka secara otomatis naik ke kelas
berikutnya sejalan dengan pergantian tahun. Tahun pertama di sekolah dasar
Australia disebut Year 1 dan seterusnya hingga Year 6. Ada Negara Bagian
Australia yang menetapkan lama pendidikan dasar adalah 6 tahun (New South
Wales (NSW), Victoria (Vic), Tasmania (Tas), dan Australian Capital Territory
(ACT). Tetapi ada juga yang menetapkan lama pendidikan dasarnya adalah 7 tahun
(South Australia (SA), Northern Territory (NT), Queensland (Qld), dan Western
Australia (WA).
b. Sekolah Menengah (Secondary or High School)
Pendidikan menengah atau dikenal sebagai Secondary Education di Australia
memerlukan waktu antara 5 sampai 6 tahun. Tahun pertama di pendidikan
menengah disebut Year 7 dan seterusnya hingga Year 11. Jenjang pendidikan
menengah berakhir pada Year 11. Untuk negara bagian yang menerapkan
pendidikan dasarnya selama 7 tahun, maka pendidikan menengahnya memerlukan
waktu selama 5 tahun saja (yaitu di negara bagian SA, NT, Qld, dan WA). Setelah
tahun ke 11 ini, siswa dapat memilih ke arah mana jenjang pendidikan yang ia ingin
tempuh. Jika seorang siswa berminat dalam bidang -bidang ilmu yang aplikatif,
maka ia dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi yang khusus disiapkan
untuk itu. Lembaga pendidikan ini dikenal sebagai Vocational Education and
Training (VET) atau Colleges for Technical and Further Educaton (TAFE).
Lulusan dari TAFE pada umumnya akan menjadi tenaga teknisi.
Jika siswa tersebut berminat ke bidang-bidang ilmu yang lebih bersifat
teoritis. maka ia akan memasuki perguruan tinggi (universitas). Untuk dapat
memasuki universitas, seorang siswa Australia harus menempuh Year 12 yang
dikenal juga sebagai Matriculation Year. Dalam tahun terakhir dari pendidikan
menengah ini, para siswa digembleng dengan intensif agar dapat lulus ujian negara
dengan nilai yang memuaskan. Makin tinggi nilai yang diperoleh, makin mudah
siswa tersebut memilih perguruan tinggi yang ia sukai. Seperti halnya di berbagai
negara, paspor untuk dapat diterima di universitas favorit adalah nilai ujian
Matriculation yang setinggi mungkin.
c. Pendidikan Tinggi (Universitas)
3
Pendidikan tinggi di Australia dapat di bagi menjadi dua jenjang, yakni
jenjang sarjana (dikenal sebagai undergraduate level) dan jenjang pascasarjana
(dikenal sebagai postgraduate level untuk memperoleh gelar Masters atau PhD).
Jenjang sarjana dapat diselesaikan dalam waktu 3 tahun dan memperoleh gelar
Bachelor, yakni Bachelor of Arts (BA) atau Bachelor of Science (Bsc) tergantung
pada bidang ilmu yang ditempuh oleh mahasiswa/i tersebut.
Jika mahasiswa/i tersebut berminat melanjutkan pendidikannya ke jenjang
yang lebih tinggi (ke jenjang pascasarjana), maka ia perlu belajar lagi selama 1
(satu) tahun. Jenjang ini dikenal sebagai HonoursLevel, dan gelar yang
diperolehnya akan menjadi BA (Hons) atau Bsc (Hons) sesuai dengan bidang ilmu
yang ditekuninya.
Tingkat kelulusan di jenjang Honours ini sangat menentukan bagi kelanjutan
pendidikan sang mahasiswa di jenjang pascasarjana.
Banyak universitas di Australia menerima mahasiswa/i untuk program S3
(Doktor) langsung dari jenjang Honours, jika ia mendapatkan Honours peringkat I
atau II-A. Tetapi jika mahasiswa/i tersebut mendapat peringkat II-B, ia diharuskan
menempuh jenjang S2 (Masters) terlebih dahulu. Sekarang, universitas di Australia
cenderung menganjurkan para mahasiswa/i pascasarjana untuk menempuh jenjang
S2 terlebih dahulu sebelum menempuh jenjang S3. Jika kemajuan yang dicapai
oleh sang mahasiswa/i tersebut sangat baik pada tahap-tahap akhir di jenjang S2,
maka ia diperkenankan untuk mengalihkan programnya ke jenjang S3. Bagi
mahasiswa yang mendapat peringkat Honours III, ia tidak diperkenankan
melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Lama pendidikan untuk jenjang S2
adalah 1 sampai 2.5 tahun, sedangkan untuk jenjang S3 diperlukan waktu 3 sampai
3.5 tahun.
Pendidikan tingkat S2 dapat dilakukan melalui tiga metoda, yaitu dengan
mengikuti perkuliahan saja (dikenal sebagai Masters by Coursework) yang
memerlukan waktu antara 12 - 18 bulan; atau melalui penelitian (Masters by
Research) yang memerlukan waktu antara 1.5 - 2.5 tahun; atau kombinasi dari
keduanya (Masters by Coursework & Research) yang memerlukan waktu sekitar 2
tahun. Sering calon mahasiswa/i pasca dari negara lain yang tidak mengenal sistem
pendidikan di Australia agak bingung jika ditanya dengan cara apa ia akan
menempuh jenjang S2nya. Jika calon mahasiswa/i S2 tersebut di kemudian hari
4
bermaksud untuk mengambil program S3, maka sang calon sangat dianjurkan
untuk mengambil program Masters by Research atau Masters by Coursework and
Research.
Perguruan tinggi di Australia tidak mau menerima mahasiswa program S3
jika orang tersebut memperoleh Masters by Coursework. Dasar pertimbangannya
adalah karena semua program S3 di Australia ditempuh melalui penelitian (by
Research). Sistem ini berbeda dengan sistem pendidikan di Amerika Serikat
misalnya, dimana sebagian dari program S3 di Amerika harus mengikuti
perkuliahan.
B. Tujuan Pendidikan di Australia
Tujuan umum berbagai sektor pendidikan Australia digariskan dalam undang-undang yang membentuk departemen pendidikan negara bagian, universitas, dan
lembaga-lembaga pendidikan lainnya. Tujuan umum ini biasanya dilengkapi dengan
tujuan-tujuan yang lebih oleh badan-badan yang relevan. Tujuan pendidikan ini
mengisyaratkan perlunya pengembangan antara pelayanan kebutuhan individu dan
kebutuhan masyarakat melalui sistem pendidikan. Pada level sekolah, tekanan adalah
pada pengembangan potensi murid sebaik mungkin. Pada tingkat pendidikan tinggi,
tekanan yang lebih besar diarahkan pada pencapaian kebutuhan pendidikan untuk
kepentingan ekonomi serta masyarakat secara umum. Untuk mencapai tujuan umum
ini, berbagai sektor pendidikan tinggi harus mempunyai fokus program yang berbeda -beda. Misalnya, universitas lebih mengutamakan pengembangan ilmu pengetahuan,
sedangkan sektor pendidikan teknik dan pendidikan lanjutan lainnya lebih memusatkan
perhatian pada pendidikan kejuruan.Pada dasarnya, pemerintah federal Australia tidak
campur tangan langsung tentang tujuan pendidikan kecuali hanya melalui tujuan umum
yang dinyatakan dalam undang-undang, tetapi pemerintah federal menyediakan hampir
seluruh dana pendidikan, dan memberikan arah pendidikan.
3
C. Manajemen Pendidikan
1. Otoritas
Berdasarkan konstitusi Australia, pendidikan adalah tanggung jawab
negara bagian, ia setiap negara bagian, seorang Menteri Pendidikan dengan
sebuah departemen pendidikan melaksanakan pendidikan dasar dan menengah,
3
Ensiklopedia of Wikipedia Dirjen PT Depdiknas, Panduan Studi Pascasarjana di Australia dan Selandia Baru,
2001
5
dan adakalanya juga pendidikan prasekolah pada daerah itu. Departemen
pendidikan merekrut dan mengangkat guru-guru, dan hampir semua
staf/karyawan, menyediakan gedung-gedung, peralatan serta perlengkapan
lainnya, dan menyediakan anggaran bagi sekolah -sekolah pemerintah. Di
samping bantuan dana umum yang diberikan kepada negara bagian,
Commonwealth semenjak awal tahun 1970-an, telah pula menyediakan dana
untuk tujuan-tujuan pendidikan khusus melalui Komisi Sekolah Commonwealth
(Commonwealth Schools Commission, disingkat CSC) dan melalui Komisi
Pendidikan Tinggi Commonwealth (Commonwealth Tertiary Education
Commission), disingkat CTEC (Agustiar Syahnur, 2001: 61).
1. Kurikulum dan Metodologi Pengajaran
Suatu kecenderungan pada semua sistem sekolah negeri semenjak awal
1970-an adalah pendelegasian tanggung jawab kurikulum kepada sekolah-sekolah,
tetapi kecepatannya sangat bervariasi. Pada beberapa negara bagian, pedoman
kurikulum dibuat terpusat tetapi sekolah-sekolah dapat mengadaptasikannya untuk
memenuhi tuntutan dan kebutuhan lokal. Pusat Pengembangan Kurikulum
(Curriculum Development Centre, CDC) dibentuk oleh pemerintah Commonwealth
dalam tahun 1975 untuk membantu mengkoordinasi dan mendiseminasikannya,
serta menyiapkan materi kurikulum. Buku-buku pelajaran dan ujian disiapkan oleh
berbagai badan termasuk seksi kurikulum, departemen pendidikan, Dewan
Penelitian Pendidikan Australia (ACER), Pusat Pengembangan Kurikulum (CDC),
penerbit buku-buku akademik yang komersial, dan asosiasi guru-guru bidang studi.
Pada umumnya format pengajaran pada pendidikan dasar ialah seorang guru
memegang satu kelas, tetapi ada kecenderungan terjadinya variasi pengelompokan
kelas. Sama halnya di sekolah menengah, hampir semua siswa tetap berada dalam
kelompok-kelompok umur yang bersamaan, dan mereka diajar oleh guru-guru
bidang studi, dan ada pala kecenderungan untuk mengelompokkan siswa tidak
berdasarkan kesamaan umur (horizontal age grouping) tetapi beda umur (vertical
age grouping), diajar oleh tim guru (team teaching), dan siswa dikelompokkan
dalam format-format kecil. Masalah kurikulum yang krusial dalam sistem
pendidikan Australia terletak terutama pada isi kurikulum ( curriculum content),
yaitu menentukan isi kurikulum yang cocok untuk masyarakat. Hal ini timbul
disebabkan oleh perubahan yang terjadi dalam masyarakat Australia dan komposisi
6
penduduk. Lebih sulit memperoleh kesepakatan tentang isi kurikulum saat ini
dibandingkan dengan masa ebelumnya karena masyarakat Australia yang semakin
pluralistik dan sekaligus multikultural.
Di antara upaya yang dilakukan adalah menentukan dan mengembangkan
kurikulum inti. Di samping itu, pada tingkat pendidikan menengah, banyak sekolah
yang menawarkan mata kuliah alternatif di luar mata kuliah yang sudah ada dengan
prioritas pada bidang keahlian kejuruan dan teknologi. Tetapi masih banyak lagi
tugas yang harus dilakukan. Curriculum Framework di Australia disusun dalam
rangka menyongsong datangnya Abad XXI, dengan semboyan “Educating our
Children to succeed in the 21th Century”. Prof. Lesley Parker, Chair of the
Curriculum Council, menyatakan rasa bangganya, karena “The Curriculum
Framework was developed through a unique cosultative process that involved
almost 10.000 teachers, parents, academics, curriculum officers, students and other
members of the community”. Dengan kata lain, pengembangan kurikulum di
Australia telah melibatkan semua stakeholder pendidikan.
4
2. Konsep Evaluasi
Selama bertahun-tahun sistem pendidikan Australia menggunakan sistem
evaluasi eksternal yang ekstensif untuk menentukan kualifikasi siswa dan
pemberian sertifikat atau diploma. Pada hampir seluruh sistem sekolah, sertifikat
pertama yang diterima siswa adalah pada akhir tahun pendidikan ke-10 berdasarkan
penilaian internal sekolah. Pemberian sertifikat yang lebih tinggi diberikan pada
tahun pendidikan ke-12, pada umumnya berdasarkan ujian eksternal.
Pada ACT dan negara bagian Queensland, ujian internal sekolah yang sudah
terakreditasi adalah sebagai pengganti ujian eksternal pada tahun pendidikan ke -12.
Masalah yang terdapat dalam sistem ujian dan kenaikan kelas antara lain adalah
mendapatkan keseimbangan antara ujian internal sekolah dan kesulitan belajar
mengajar yang mungkin muncul dalam kenaikan kelas otomatis berdasarkan usia.
3. Perbedaan dan Pengaruh Sistem Pendidikan Australia Dengan Sistem
Pendidikan Di Indonesia
Di lihat dari jenjang pendidikan formal di Australia dan Indonesia yang
ditinjau dari lamanya pendidikan dasar, pendidikan menegah dan pendidikan tinggi
4
Saifullah, Konsep Pendidikan Jerman dan Australia (Kajian Komparatif dan Aplikatif terhadap Mutu
Pendidikan Indonesia), Jurnal Ilmiah Peuradeun-International Multidisiplinary Journal, hal 277-279.
7
hampir sama, yaitu membutuhkan waktu 15–16 tahun untuk memperoleh gelar
sarjana. Bila ditinjau dari pendidikan dasar atau pendidikan menengah saja terdapat
perbedaan dari lama pendidikan di Australia dan Indonesia, tetapi untuk pendidikan
tinggi relatif sama antara Australia dan Indonesia. Wajib belajar di Australia dan
Indonesia relatif sama untuk jalur pendidikannya yaitu setingkat SD dan SMP,
tetapi bila ditinjau dari lamanya pendidikan terlihat perbedaan satu tahun antara
Australia dan Indonesia.
Australia wajib belajarnya 10 tahun (SD 6 atau 7 tahun dan SMP 4 atau 3
tahun) dan Indonesia wajib belajarnya 9 tahun (SD 6 tahun dan SMP 3 tahun).
Lamanya pendidikan dasar dan pendidikan menengah di Australia dan Indonesia
relatif sama yaitu 12 tahun, tetapi bila ditinjau dari jalur pendidikan terdapat
perbedaan antara pendidikan dasar dan pendidikan menengah di Australia dan
Indonesia.
Di Australia lama pendidikan dasar dan pendidikan menengah berbeda-beda
pada setiap negara bagian dan wilayah daratan, dikarenakan diberikannya
kewenangan seluas-luasnya (otoritas penuh) dalam penyelenggaraan pendidikan
dasar dan menengah. Sedangkan di Indonesia, lama pendidikan dasar dan
pendidikan menengah relatif sama untuk setiap daerah (propinsi/kabupaten/kota).
Adapun pengaruh pendidikan Australia terhadap Indonesia sangat banyak
salah satunya adalah begitu banyak pelajar dari Indonesia yang belajar di universitas
yang ada di Australia. Selain itu, pemerintah Australia juga membantu pemerintah
Indonesia di dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Mengingat hubungan
Indonesia dengan Australia sangat dekat dan dari segi letak geografisnya pun
Indonesia adalah tetangga Australia yang terdekat.
5
5
Ibid, hal 280-282.
8
BAB III
PENUTAN
Kesimpulan
Di Australia, tahun ajaran adalah dari akhir bulan Januari, atau awal bulan
Februari, sampai dengan awal bulan Desember. Kebanyakan Negara Bagian dan
Teritori menggunakan sistem tahun ajaran yang mencakup empat triwulan. Tasmania
mempunyai sistem tahun ajaran yang terdiri dari tiga kuartalan. Terdapat dua kategori
besar sekolah-sekolah Australia. Sekolah-sekolah Negeri beroperasi di bawah
tanggung jawab langsung dari Pemerintah Negara Bagian atau Teritori. Sekolah -sekolah Negeri menerima pendanaan inti dari Pemerintah Negara Bagian atau Teritori
dan pendanaan tambahan dari Pemerintah Federal. Jenjang pendidikan di Australia
yaitu: Sekolah Dasar (Primary School), Sekolah Menengah (Secondary or High
School), Pendidikan Tinggi (Universitas).Tujuan umum berbagai sektor pendidikan
Australia digariskan dalam undang-undang yang membentuk departemen pendidikan
negara bagian, universitas, dan lembaga-lembaga pendidikan lainnya. Tujuan umum
ini biasanya dilengkapi dengan tujuan-tujuan yang lebih oleh badan-badan yang
relevan.Berdasarkan konstitusi Australia, pendidikan adalah tanggung jawab negara
bagian, ia setiap negara bagian, seorang Menteri Pendidikan dengan sebuah
departemen pendidikan melaksanakan pendidikan dasar dan menengah, dan
adakalanya juga pendidikan prasekolah pada daerah itu.
Departemen pendidikan merekrut dan mengangkat guru-guru, dan hampir
semua staf/karyawan, menyediakan gedung-gedung, peralatan serta perlengkapan
lainnya, dan menyediakan anggaran bagi sekolah-sekolah pemerintah.Pada umumnya
format pengajaran pada pendidikan dasar ialah seorang guru memegang satu kelas,
tetapi ada kecenderungan terjadinya variasi pengelompokan kelas. Sama halnya d i
sekolah menengah, hampir semua siswa tetap berada dalam kelompok -kelompok
umur yang bersamaan, dan mereka diajar oleh guru-guru bidang studi, dan ada pala
kecenderungan untuk mengelompokkan siswa tidak berdasarkan kesamaan umur
(horizontal age grouping) tetapi beda umur (vertical age grouping), diajar oleh tim
guru (team teaching), dan siswa dikelompokkan dalam format-format kecil.Masalah
kurikulum yang krusial dalam sistem pendidikan Australia terletak terutama pada isi
kurikulum (curriculum content), yaitu menentukan isi kurikulum yang cocok untuk
masyarakat. Selama bertahun-tahun sistem pendidikan Australia menggunakan sistem
9
evaluasi eksternal yang ekstensif untuk menentukan kualifikasi siswa dan pemberian
sertifikat atau diploma.Bila ditinjau dari pendidikan dasar atau pendidikan menengah
saja terdapat perbedaan dari lama pendidikan di Australia dan Indonesia, tetapi untuk
pendidikan tinggi relatif sama antara Australia dan Indonesia.
10
DAFTAR PUSTAKA
Smith, Shanum, dkk. 2010. Get to Know Australian Schools : Mengenal Sekolah-Sekolah di
Australia. Jakarta: Kedutaan Besar Australia. Departemen Pendidikan.
Msholihulh.files.wordpress.com/2022/03/bukupanduanaustralianz.pdf
Ensiklopedia of Wikipedia Dirjen PT Depdiknas. 2021. Panduan Studi Pascasarjana di
Australia dan Selandia Baru.
Saifullah. Konsep Pendidikan Jerman dan Australia (Kajian Komparatif dan Aplikatif
terhadap Mutu Pendidikuian Indonesia). Jurnal Ilmiah Peuradeun-International
Multidisiplinary Journal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar